Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Ekstra Bab


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul 06.00 pagi. Matahari mulai menunjukkan eksistensinya, cahayanya yang hangat mulai menyinari bumi Seoul yang mulai ramai oleh aktifitas orang-orang yang tinggal di sana. Di sebuah ruangan yang sangat besar bernuansa putih, ruangan itu di huni oleh sepasang suami-istri.


Aiden dan Luna, dua mahluk berbeda gender yang meresmikan hubungannya dalam ikatan suci pernikahan sejak 6 bulan yang lalu itu. Luna menggigit kuku-nya sambil memperhatikan wajah damai suaminya yang masih terlelap. Wanita itu tersenyum tipis, ia tidak pernah bosan melihat pandangan indah yang ia lihat setiap paginya.


Dimana ia pertama kali membuka matanya, selalu ada wajah tampan yang terpampang indah di depan mata hazel-nya. Jari-jarinya menyusuri wajah Aiden mulai dari mata, hidung dan bibir. Lalu pandangan Luna bergulir pada lengan kekar Aiden yang terbuka melingkari pinggang rampingnya. Lelaki yang sangat di cintainya, pendamping hidupnya.


Setelah puas memandang wajah sang suami, perlahan Luna melepaskan pelukan Aiden pada pinggangnya. Perlahan ia beranjak dengan sangat pelan dan hati-hati agar tidak mengusik tidur suaminya.


Luna menyibak selimutnya, berjalan menuju kamar mandi dengan kaki tellanjang. 10 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi, wajahnya lembab dan sedikit basah. Memandang Aiden sejenak, senyum tipis terlukis di bibir ranumnya. Wanita itu beranjak meninggalkan kamarnya.


Luna berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya dan juga untuk dirinya sendiri. Pagi ini Luna ingin membuat menu sederhana untuk sarapan mereka. Meskipun awalnya payah dalam urusan memasak, namun dia terus belajar sampai benar-benar bisa.


Dan tidak sampai 1 jam, beberapa menu berbeda tersaji rapi di atas meja. Luna tersenyum melihat hasil karyanya, wanita itu beranjak dan hendak memanggil Aiden sebelum ada sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Hmm, sepertinya sangat lezat." aroma maskulin yang memabukkan menyambut indera penciuman Luna.


Satu kecupan mendarat di pipi kanannya, Luna tersenyum tipis. Di lepaskan pelukan itu lalu berbalik dan posisi mereka kini saling berhadapan. Luna memperhatikan penampilan suaminya, wanita itu tersenyum tipis.


"Sepertinya suami tampanku ini ingin menggodaku, eh??" ucap wanita itu dengan seringai jahilnya.


Aiden hanya memakai singlet putih dan jeans hitam panjang. Aiden menyeringai tipis. Diraihnya bahu Luna dan membuat jarak di antara mereka terbunuh, tubuh mereka menempel sempurna. Jari-jari Aiden mengusap wajah cantik sang istri.


"Apa kau tidak menginginkan juniorku berada di dalam dirimu?" kata Aiden dengan nada menggoda. Dia meraih tengkuk Luna dan menyatukan bibir mereka.


Kedua tangan Luna mengalung pada leher Aiden, Aiden menelusup kan lidahnya kedalam mulut Luna dan mengabsen deretan gigi putihnya. Sesekali Aiden mengajak lidah Luna untuk menari bersama, lidah mereka saling membelit dan bertukar saliva di dalam mulut hangat Luna.


Ciuman panas mereka berakhir saat Aiden merasakan pukulan ringan pada dadanya. "Hhm, aku tidak berniat menggoda mu sayang. Bukankah kau sudah terbiasa melihatku berpakaian seperti ini." ujar Aiden. Aiden mengambil Vest hitam berkerah yang ia letakkan di sandaran kursi lalu memakainya.

__ADS_1


"Kau tidak ke kantor lagi hari ini??" tanya Luna sambil meletakkan nasi di atas piring di depan Aiden.


Laki-laki itu mengangkat wajahnya lalu menggeleng."Aku mengambil cuti selama beberapa hari supaya bisa lebih banyak menghabiskan waktu denganmu." Ujarnya.


Luna tersenyum memandang suaminya. "Begitu juga bagus, aku sangat mendukungnya." kata Luna tanpa melepas kontak matanya.


Aiden meraih tangan Luna lalu menggenggamnya."Maaf Sayang, karena sering meninggalkanmu sendirian di rumah. Tapi aku berjanji akan lebih banyak menghabiskan waktu denganmu." Ujar Aiden sambil mengunci mata Hazel Luna.


Luna mengangguk. Aiden memiliki saham sebesar 75%. Cukup untuknya agar tidak duduk di balik meja dan berkutat dengan meeting, tanda tangan kertas dan sebagainya.


Dan semua pekerjaan kini di ambil alih oleh Eric. Meskipun tidak bekerja sekalipun, Aiden tidak akan pernah kekurangan uang. Karena setiap bulannya sejumlah uang yang tidak sedikit mengalir kedalam rekeningnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2