Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Menikahlah Denganku


__ADS_3

Aiden memandang wajah pucat dan kurus Luna dengan pandangan haru, air mata kembali mengalir dari sudut matanya. Tangannya mengusap kepala coklat gadis itu penuh sayang.


"Rambutmu semakin memanjang, Lun!" kata Aiden pelan.


Luna menarik kesamping rambut panjangnya yang terurai dan melewati bahunya. Benar apa yang Aiden katakan, rambutnya memang lebih panjang dari terakhir yang dia ingat. Gadis itu tersenyum tipis.


"Bukankah aku terlihat lebih cantik dengan rambut sepanjang ini?" Luna mengangkat wajahnya membuat mata hazel-nya kembali bersirobok dengan mata hitam milik Aiden.


Pria itu mengangguk. "Seperti apa pun, kau tetap terlihat cantik. Kau adalah gadis tercantik yang pernah aku temui, Luna!" Aiden membelai wajah Luna kemudian mempersatukan bibir mereka.


Aiden mellumat bibir ranum itu dengan lembut, melalui ciuman itu Aiden ingin menyampaikan betapa ia sangat mencintai dan merindukan gadisnya ini. Dan ciuman itu hanya berlangsung singkat saja.


Luna menatapnya dengan serius. "Ge, saat aku terbaring koma, aku mendengar semua yang kau katakan, termasuk kata-kata kau mencintaiku dan ingin menikahi ku. Ge, benarkah itu?" tanya Luna memastikan. Dia hanya ingin tahu jawaban Aiden.


Aiden meraih tangan Luna lalu menggenggamnya. Dengan mantap dia menganggukkan kepala. "Ya, itu benar. Aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu dan ingin menghasilkan sisa hidupku bersamamu. Untuk itu, Luna maukah kau menikah denganku?"


Luna menatap Aiden dengan mata berkaca-kaca, dia sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dengan mantap dia menganggukkan kepala


"Ge, aku mau menikah denganmu dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu.", Jawab Luna dan membuat senyum dibibir Aiden mengembang sangat lebar.


 Akhirnya mereka bersama, dan setelah ini tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka berdua, bahkan kematian sekalipun.


xxx


'1 bulan kemudian'


Kebahagiaan terpancar jelas dari sorot mata Aiden yang teduh saat mutiara hitam-nya melihat seorang gadis berparas cantik tengah berada di taman bunga miliknya untuk memetik bunga. Saat ini dia sedang berada dikediaman keluarga Williams, pria itu berdiri didepan jendela kaca berukuran besar yang menghubungkan langsung dengan taman belakang.


Dari situ, Aiden dapat melihat dengan jelas bagaimana bahagianya Luna saat berada ditengah-tengah taman mawar miliknya. Aiden begitu serius sampai ia merasakan tepukan pada bahunya. Dia menoleh dan mendapati Alex berdiri disampingnya dengan senyum tipis.


"Rasanya baru kemarin kita semua dilanda duka karna kita berfikir jika dia benar-benar akan meninggalkan kita semua. Tapi keajaiban datang padanya, hingga dihari ia dinyatakan meninggal Luna bangun kembali,"


Aiden tersenyum miris, mengingat kejadian satu bulan yang lalu membuat hatinya berdenyut sakit. Dia pikir jika hari itu ia benar-benar kehilangan Luna untuk selamanya, tapi ternyata Tuhan masih mengembalikan dia ke sisinya dan itu menjadi kebahagiaan terbesar dalam hidup Aiden pastinya.


"Kau benar, aku benar-benar sangat hancur hari itu. Aku pikir dia benar-benar akan pergi dan meninggalkanku. Aku sudah membayangkan bagaimana hidupku tanpa dia, dan ternyata keajaiban itu nyata. Tuhan mengembalikan dia kepada kita." Tutur Aiden.

__ADS_1


Perbincangan keduanya berakhir saat Luna datang dan menghampiri mereka berdua. Dia membawa banyak bunga mawar di pelukannya. "Ge, bantu aku menata bunga-bunga ini di kamarku. Aku ingin membuat kamarku menjadi cantik." ucap Luna sambil menatap Aiden dan Alex bergantian. Keduanya mengangguk dengan kompak. Mana bisa mereka berdua menolak permintaan Luna.


Kemudian mereka bertiga pergi ke kamar Luna untuk menghiasi dan mendekorasinya. Bukan hanya bertiga, karena Eric tiba-tiba bergabung bersama mereka bertiga. Jadi mereka berempat.


 xxx


"Oh Lolly


Degggg...!!!!


Logan terkejut bukan main saat indera pendengarannya menangkap suara yang begitu familiar. Dengan perlahan Logan membalikkan tubuhnya, matanya terbelalak mendapati Lay berjalan menghampirinya.


"Pait..pait..pait..." ucap Logan ketika Lay sudah berada tepat didepannya.


Raut bahagia terlihat jelas di wajah Lay setelah satu tahun lebih akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan Oh Lolly aka Logan. Mulai hari ini, Ligan melanjutkan hukumannya yang tertunda setelah insiden yang menimpa Luna satu tahun yang lalu.


Rasanya Logan ingin mengutuk Kai yang mengingatkan semua orang tentang hukumannya yang pada saat itu kalah bermain kartu, dan hukumannya adalah menjadi mahluk jadi-jadian selama dua Minggu penuh.


Akibatnya semua orang meminta V untuk menjalani hukumannya itu selama 2 minggu tanpa perlawanan dan ini hasilnya. Menjalani aktifitasnya dalam wujud barunya sebagai seorang mahluk jadi-jadian.


"Yakkk...!!! Jangan main pegang aja, apa kau pikir aku ini gadis murahan. Dasar laki-laki menyebalkan," amuk Logan seraya menutupi bagian payu daranya dengan kedua tangannya. Lay terkekeh.


"Kau semakin menggemaskan saja,"


Kedua mata Ligan terbelalak sempurna saat Lay menarik tengkuknya dan menyatukan bibir mereka. Logan mengerjap berkali-kali, ia sungguh tidak menyangka jika ciuman pertamanya diambil oleh seorang laki-laki menyebalkan seperti Lay. Dengan brutal, Logan memukul dada Lay dan memaksa laki-laki itu untuk melepaskan ciumannya, dan berhasil.


Plakkk...!!


Satu tamparan keras Logan daratkan pada pipi kanan Lay. "Keterlaluan.. kau pikir aku wanita apaan.. aku membencimu," teriak Logan dan berlari menjauh.


"Oh Lolly, tunggu!"


"BWAHAHAHAHAH...."


Kai, Tao, Henry dan Max keluar dari tempat persembunyiannya. Keempat orang itu terpingkal-pingkal melihat apa yang terjadi antara Logan dan Lay. Dan Kai sangat beruntung karena hingga detik ini bibirnya masih suci. Dan parahnya lagi, orang pertama yang mengambil ciuman Logan adalah seorang laki-laki.

__ADS_1


Mereka tertawa sambil memegangi perutnya, Max dan Tao terjengkang kebelakang. Henry memukul aspal sambil memegangi perutnya Sedangkan Kai... pemuda itu sampai terkencing di celana.


"Huaaa, aku ngompol!" histeris Kai sambil memegangi bagian depannya yang basah.


Kai segera meninggalkan mereka bertiga dan bergegas pulang untuk berganti celanaya. Ia masih memiliki misi penting, yakni mengintai kemana Logan akan pergi. Tentu saja Kihyun dan ketiga hyungnya itu tidak akan melewatkan moment langkah itu.


xxx


Luna terlonjak kaget saat merasakan ada sepasang tangan kekar yang melingkari perutnya. Tanpa melihatnya pun Luna sudah tau siapa orang itu. Jari-jemarinya menggenggam tangan Aiden dan kepala belakangnya bersandar pada dada bidangnya


"Aku merindukan saat-saat seperti ini," bisik Aiden tanpa melepaskan pelukannya. Aiden menyandarkan dagunya diatas bahu Luna, mencium aroma bunga sakura yang menguar dari tubuh gadis itu.


"Ge, terimakasih, karena sudah menungguku dengan setia. Maaf, jika sudah membuatmu menunggu begitu lama," lirih Luna penuh sesal.


Aiden melepaskan pelukannya kemudian memutar tubuh Luna, posisi mereka kini saling berhadapan. Pria itu menggeleng. "Tidak seharusnya kau mengucapkan terimakasih, aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Dan terimakasih karena sudah kembali untukku, Luna. Aku pikir diriku benar-benar akan kehilanganmu." ujar Aiden.


Luna menggeleng. "Kau tidak akan pernah kehilangan aku, Ge." kemudian Aiden merengkuh ke dalam pelukannya. Luna tersenyum, dengan senang hati ia membalas pelukan Aiden. Luna sangat beruntung karena bisa dicintai oleh pria seperti dia, dan hanya demi Aiden ia bertahan.


Aiden melepas pelukannya kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celana Hitamnya. Luna tidak kuasa menahan rasa harunya saat Aiden menyematkan cincin berlian di jari manisnya.


"Menikahlah denganku, Luna." pinta Aiden penuh ketulusan.


Luna menyeka air matanya dan menghambur memeluk Aiden. "Aku mau Ge, aku mau menikah denganmu!" gumam Luna seraya mengeratkan pelukannya.


Gadis itu berkali-kali menyusut air matanya. Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan, impiannya untuk segera membina rumah tangga bersama Aiden tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Kebahagiaan Luna tidak lagi terbendung.


"Ini sudah malam, sebaiknya kau segera tidur. Aku harus pulang, besok pagi aku akan datang lagi untuk menjemputmu. Kita akan pergi untuk fitting baju pengantin," ujar Aiden yang segera dibalas anggukan oleh Luna. Pemuda itu menakup wajah Luna dan mendaratkan satu ciuman pada keningnya.


"Hati-hati dan jangan mengebut," nasehat Luna sebelum dia beranjak meninggalkan kamarnya.


Aiden mengangguk. "Tentu sayang,"


xxx


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2