
Sebuah mobil mewah melaju kencang pada jalanan malam yang legang. Pekatnya malam tidak membuat si pengemudi mengurangi kecepatan pada laju mobilnya. Disebelahnya tampak seorang laki-laki yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Sesekali si pengemudi melihat ke belakang melalui spion mobilnya. Mereka sedang diikuti. Ada 3 Van hitam yang mengikuti di belakang.
"Ge, kita sedang diikuti." ucap si pengemudi yang tak lain dan tak bukan adalah Frans.
Kevin menoleh kebelakang untuk memastikannya. Dan benar yang Frans katakan. Mereka benar-benar diikuti. "Sepertinya mereka benar-benar niat cari perkara dengan kita." Ucap Kevin dingin.
"Lalu apa rencanamu, Ge?" tanya Frans. Dia menoleh pada Kevin dan menatapnya penasaran.
"Entah, aku masih belum memikirkannya." Jawab Kevin datar.
Kevin tidak tau siapa orang-orang itu, tapi yang jelas mereka memiliki maksud yang tidak baik. Dan dia harus segera memikirkan cara untuk mengatasi orang-orang itu.
__ADS_1
"Ge, jangan diam saja. Kau harus segera memikirkan cara untuk mengatasi mereka. Viona Nunna, bisa panik jika.kita tidak segara pulang." Ujar Frans
"Diamlah dan jangan berisik. Aku sedang memikirkan cara untuk mengatasi mereka." Sergah Kevin cepat.
Kevin menoleh kebelakang. Laju ketiga Van itu semakin cepat menyusul mobil yang dikemudian oleh Frans. Kevin memperkirakan jumlah mereka lebih dari dua puluh orang. Dan akan sedikit memakan waktu jika harus terlibat perkelahian dengan mereka.
Hanya ada satu cara untuk menghentikan mereka. Namun sangat beresiko dan bisa membahayakan nyawanya dan juga Frans. Tapi hanya ini satu-satunya cara, karena kabur pun mereka pasti akan tetap mengejar. Dan Kevin telah memikirkan cara itu matang-matang.
"Tambah kecepatan pada mobilnya lalu berhenti di depan sana." Ucap Kevin dan mengalihkan perhatian Frans.
Dia mengenal Kevin dengan sangat baik. Lima tahun lebih mengikutinya, tentu saja Frans mengenal Kevin lebih baik dari siapapun termasuk Viona. Dan bukan satu atau dua kali saja Kevin memiliki rencana gila untuk mengatasi orang-orang yang berniat mencari masalah dengannya jika dia sedang malam terlibat dalam perkelahian.
Frans ingat betul ketika mereka berdua nyaris kehilangan nyawa karena ulah Kevin, akibat dari rencana gilanya.
__ADS_1
"Kau tenang saja, kali ini aku tidak akan membawamu dalam bahaya. Untuk itu kau hanya cukup mengikuti rencanaku, jangan banyak tanya dan juga banyak protes!!" ucap Kevin sambil menatap Frans dengan tajam.
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu menyelesaikan rencana gila mu itu, Ge. Biar aku saja yang memikirkan cara untuk mengatasi mereka!!" ucap Frans.
Meskipun Kevin belum menyampaikan apa rencananya, namun Frans sudah langsung menolaknya. "Ge, percaya padaku. Caraku sangat aman dan tidak beresiko." Ucap Frans sambil menganggukkan kepala . Menyakinkan pada Kevin jika rencananya sangat-sangat luar biasa.
Frans menambah kecepatan pada laju mobilnya. Dan setelah sepuluh menit berkendara. Mereka tiba di sebuah tempat yang memang menjadi tujuan Frans. Karena menurutnya itu adalah satu-satunya tempat yang paling aman san tepat untuk membuat ketiga Van itu berhenti mengikuti mereka berdua.
"Nah, Ge. Ini tempatnya, kita sudah sampai." Ucap Frans sambil tersenyum lebar.
Kevin memperhatikan bangunan yang berdiri kokoh di depan sana. Matanya memicing dan alisnya saling bertautan setelah melihat dimana mereka berdua saat ini.
"Bukankah ini adalah... Kantor polisi?!'
__ADS_1
xxx
Bersambung