Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Kau Tidak Memiliki Hak


__ADS_3

Kevin menghentikan sejenak langkahnya ketika mata kanannya bersirobok dengan mata mata hitam milik Dion. Kemarahan terlihat di raut mukanya, ada kebencian di Sepasang Mata hitamnya. Tanpa ada penjelasan sekalipun, tentu saja Kevin tahu alasan Dion kesal dan marah padanya.


Bukan Kevin, justru Viona lah yang terganggu dengan tatapan Dion. Viona hendak menegurnya, namun dihentikan oleh Kevin dengan menahan pergelangan tangannya.


"Jika kau tidak suka dengan adanya diriku di sini, kau bisa pergi dan angkat kakimu dari rumah ini." Kevin angkat bicara, menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan.


"Kau pikir dirimu siapa bisa mengatur dan memerintah diriku?! Jangan hanya karena kau seorang Tuan Muda, maka dirimu bisa berbuat seenaknya. Tuan Besar , saja tidak mempermasalahkan keberadaanku di sini, tapi kenapa malah kau yang mempermasalahkannya." Tukas Dion menegaskan.


Dia tidak terima di usir oleh Kevin, sementara Tuan Lu saja tidak mempermasalahkan keberadaannya. Dia memang diberikan peringatan keras oleh pria tua tersebut, tetapi Tuan Lu tidak sampai mengusirnya. Karena dia masih sangat mempercayainya, Dion memiliki lidah yang licik jadi tidak sulit untuk dia mendapatkan kembali hati majikannya.


"Aku tidak akan mempermasalahkannya jika kau tidak bermasalah. Mungkin Kakekku bisa kau bodohi dan kau perdaya dengan kata-katamu, tapi aku bukanlah dia. Jadi berhati-hatilah saat memilih lawan, ingat baik-baik peringatanku ini!" Kevin menepuk pipi Dion dan pergi begitu saja.


Pria itu mengepalkan tangannya dan menatap kepergian Kevin dengan kesal. Dion mengeram sambil memukul tembok di belakangnya dengan keras. Hwan saja sudah membuatnya kerepotan, sekarang malah di tambah dua orang lagi. Akan semakin sulit bagi Dion untuk mencapai tujuannya.


Sesekali Viona menoleh ke belakang. "Ge, lihat tatapannya. Sangat-sangat mengerikan, sepertinya Dia memiliki dendam kesumat padamu." ucap Viona melihat cara Dion menatap Kevin.


"Tidak perlu dilihat, abaikan saja," Kevin mengalihkan perhatian Viona dengan mengarahkan wajahnya kembali ke depan.


"Ge, bagaimana jika seandainya dia menyusun rencana busuk untuk celakaimu? Apa kau akan diam saja dan membiarkan dia melakukannya?" tanya Viona.


Kevin menggeleng. "Tentu saja tidak. Jika dia berani macam-macam lagi padaku, maka jangan salahkan aku jika harus melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya!!" ucapnya dengan sorot mata tajam dan berbahaya.


Seketika bulu Kuduk Viona berdiri melihat sorot mata dan tatapan tajam Kevin. Bahkan tatapannya jauh lebih mengerikan dari Dion. Ya, viona memang selalu merinding setiap kali melihat tatapan dan salat tajam Kevin yang mirip tatapan Iblis neraka apalagi jika dia sudah marah.

__ADS_1


"Jangan bilang jika kau akan menghabisinya?!" tebak Viona 100%.


Kevin mengangkat bahunya. "Entah, aku belum memikirkannya. Mungkin saja pembalasan yang aku berikan jauh lebih mengerikan dibandingkan kematian," jawab Kevin.


Viona semakin merinding saja mendengar ucapan Kevin. Dia tidak tahu kenapa bisa sampai jatuh cinta pada iblis mengerikan sepertinya.


Dan sifat Asli Kevin lebih sering terlihat baru-baru ini, yakni sejak pertemuannya dengan Tuan Lu. Karena sejak saat itu Kevin lebih sering dihadapan pada hal-hal yang membuatnya emosi dan marah.


"Ge, kau jangan membuatku merinding." Viona mengusap lengannya, bulu kuduknya berdiri karena ucapan dan tatapan Kevin yang tajam.


Kevin mendengus dan menatap Viona dengan geli. Selalu saja ada tingkah konyolnya yang membuatnya menggelengkan kepala. "Kau terlalu banyak bicara, Nona. Sudahlah aku ganti pakaian dulu, aku hendak pergi ke perusahaan milik Kakek dan melihat situasinya di sana."


"Ikuttt..."


xxx


Masalah demi masalah datang secara silih berganti ke perusahaan milik Tuan Lu. Lu Corp sedang diterjang badai besar, ada virus yang masuk ke server keamanan dan mencuri data-data penting perusahaan.


Saat ini para teknisi sedang berusaha untuk memperbaiki sistem dan menghentikan virus yang sedang merajalela, namun sayangnya hacker yang melakukannya lebih berpengalaman di bidang tersebut. Sehingga para teknisi terbaik perusahaan kewalahan menghadapi hacker yang bertubi-tubi.


Dan masalah yang terjadi berlintas pada saham perusahaan yang terus Mengalami penurunan. Dan jika dibiarkan terus-menerus tidak menutup kemungkinan Lu Corp akan mengalami kebangkrutan dalam waktu singkat.


"Bagaimana, Hwan? Apa masalahnya sudah bisa teratasi?" tanya Tuan Lu pada Hwan.

__ADS_1


Hwan menggeleng lemah. "Belum, Kek. Virus yang masuk dan menyerang server sangat kuat. Bahkan para teknisi terbaik kita pun kewalahan menanganinya." jelas Frans.


"Kakek, Ge. Kalian berdua tenang saja. Satu-satunya orang yang bisa mengatasi masalah ini hanya Kevin Gege, dan sekarang dia sedang dalam perjalanan kemari. Jika dia tidak bisa mengatasinya, kita masih memiliki Viona Nuna. Dibandingkan Kevin Ge, dia jauh lebih mahir dalam dunia perhackeran." Tukas Frans menuturkan.


Sontak Tuan Lu menoleh. "Kevin dan Viona bisa mengatasi masalah ini?" Frans menganggukkan kepala. Dia seperti mendapatkan oasis di tengah Padang gurun yang tandus setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh Frans.


"Ya, Perusahaan Keluarga Zhang pernah mengalami masalah yang serupa dengan Lu Corp, dan Viona Nunna yang menyelesaikannya. Biasanya Gege sendiri yang mengatasi setiap ada masalah dengan server, tapi yang terakhir dia kesulitan dan akhirnya Vio Nunna yang akhirnya mengambil alih. Dan masalah pun beres, bahkan dengan cepat Vio Nunna bisa mengetahui siapa pelaku pembobolan tersebut." Terang Frans panjang lebar.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Dia langsung memasuki ruang server untuk melihat seberapa parah kondisi yang terjadi. Saat menghubunginya, Frans telah menceritakan semuanya pada Kevin tentang masalah yang terjadi di perusahaan Kakek mereka.


"Biar aku coba." Kevin mengambil alih tempat salah seorang teknisi.


Dengan lincah, kesepuluh jari-jari besarnya menari diatas papan keyboard dengan pandangan fokus pada monitor di depannya. Tatapan Kevin serius dan terfokus. Tuan Lu, Frans dan Hwan berdiri di belakang Kevin sambil melihat ke layar monitor.


Dan kurang dari sepuluh menit. Masalah pun teratasi. Ternyata yang menyerang dan membobol sistem keamanan Lu Corp bukanlah virus berbahaya sehingga Kevin tidak perlu melibatkan Viona dalam mengatasi masalah tersebut.


Sementara itu. Salah satu teknisi terlihat sangat panik. Dia terus menundukkan celingukan dengan jari-jarinya yang saling menggenggam. Kecemasan terlihat jelas dari raut mukanya , namun tidak di sadari oleh teman-temannya termasuk Tuan Lu.


Namun tidak dengan Kevin, hanya dengan sekali melihat saja dia langsung tau jika orang itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Kevin mendekati orang itu sambil mengacungkan senjata kearahnya.


"Katakan dengan jujur atau aku akan menembak mati dirimu!!"


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2