Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Kalian Sangat Cocok


__ADS_3

Kedatangan Viona, Kevin dan Ailee di kediaman Williams tidak disangka-sangka oleh Deen Williams. Luna memberitahu Viona jika Aiden terluka makanya mereka langsung datang. Dan siapa yang menduga jika keluarga Williams dan Zhang ternyata memiliki hubungan yang sangat baik, apalagi mereka adalah rekan bisnis secara turun-temurun.


Sementara itu. Eric tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mengetahui jika Ailee adalah kakak kembar Aiden, begitupun sebaliknya. Ailee juga tidak menyangka jika ternyata Eric adalah kakak angkat saudara kembarnya.


Disisi lain. Alex yang pertama kali bertemu dengan Ailee langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, tanpa mengetahui kebenaran jika dia adalah mantan kekasih adiknya. Pandangan Alex tak bisa teralihkan sedikit pun dari Ailee yang sesekali menatap Eric.


"Tuan Zhang, Nyonya Zhang, Nona Zhang. Sungguh kehormatan besar bagi keluarga Williams kalian datang kemari," dan kedatangan mereka berdua disambut dengan hangat oleh Tuan Williams.


"Kami datang untuk melihat keadaan, Aiden. Di mana dia sekarang?" tanya Viona yang sudah tidak sabar untuk melihat keadaan putranya. Dia tidak bisa tenang sebelum melihat langsung keadaan Aiden.


"Dia sedang di kamarnya. Luna, membantunya mengganti perban. Kami sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dari informasi Eric dan Alex, Aiden pulang dalam keadaan terluka parah dan mereka tidak tahu apa yang terjadi padanya karena dia tidak mengatakan apa-apa." Terang Deen Williams.


Aiden memiliki sifat yang tertutup. Dia tidak pernah menceritakan masalahnya pada siapapun termasuk keluarganya, semua permasalahan yang dia miliki pasti Aiden simpan sendiri.


"Mari, saya akan mengantarkan Anda bertiga untuk bertemu dengannya." Ucap Tuan Williams. Viona, Ailee dan Kevin mengangguk. Ketiganya mengikuti Tuan Williams menuju kamar Aiden yang berada di lantai dua.


Selepas kepergian mereka berempat. Diruang tamu hanya menyisakan Alex dan Eric. Eric pun memberitahu Alex jika Ailee adalah mantan kekasihnya. Dan tentu saja itu membuatnya terkejut.


Ternyata perempuan yang membuatnya jatuh cinta sejak pandangan pertama adalah mantan kekasih adiknya, dan dia adalah gadis yang sangat Eric cintai.


"Dia mantan kekasihmu yang kau ceritakan itu? Orang yang membuatmu patah hati?" ucap Alex dan di balas anggukan oleh Eric.


"Ya, tapi dia tidak mau kembali padaku apalagi memberiku kesempatan kedua. Dan hal itu membuatku semakin Patah hati. Mungkin bahagianya memang bukan bersamaku, siapapun dia nantinya aku akan rela dan ikhlas asalkan itu bisa membuatnya bahagia." Tutur Eric.


Alex terdiam. Meskipun Eric sudah berkata demikian. Tapi apakah dia sanggup membuatnya semakin Patah hati? Lagipula bukankah cinta tidak harus selalu memiliki. Sepertinya dia harus menyerah, dia tidak ingin hubungan mereka memburuk hanya karena wanita.

__ADS_1


"Kuatkan hati, Ric. Pasti Tuhan telah mempersiapkan jodoh terbaik untukmu. Lagipula wanita di dunia ini bukan dia saja, apalagi ada pepatah mengatakan mati satu tumbuh seribu. Yang pergi biarlah pergi, tidak perlu dikenang apalagi diingat-ingat lagi. Songsong masa depan yang lebih cerah dan kebahagiaan sedang menunggumu di depan." Tukas Alex panjang lebar.


Sebagai seorang kakak dan yang tertua diantara mereka berempat. Sudah menjadi tugas Alex memberikan nasehat pada adik-adiknya. Lagipula jika bukan dia yang memberi nasehat lalu siapa lagi?


"Ge, kau memang kakak terbaik. Terimakasih sudah membuatku merasa tenang." Ucap Eric.


Alex mengangguk. "Sama-sama,"


xxx


Aiden menutup matanya ketika Luna meneteskan cairan antiseptik pada luka jahit di perutnya. Jari-jarinya meremas sprei dengan kuat, geraman pelan keluar dari sela-sela bibirnya.


Luna mengangkat wajahnya dan menatap Aiden yang sedang kesakitan, dahinya berkeringat. "Ge, tahan sebentar. Sakitnya tidak akan lama kok." Ucapnya meyakinkan. Luna tidak tega melihat Aiden yang tampak kesakitan. Tapi jika tidak diobati dan diganti perban, lukanya tidak cepat membaik.


"Santai saja, aku masih bisa menahannya."


Aiden memicingkan matanya. "Untuk apa kau memberitahu mereka?"


"Kau ini bagaimana? Mereka adalah orang tuamu, jadi harus tahu tentang keadaanmu. Bisa-bisa kami yang disalahkan karena kau terluka tapi tidak memberitahu mereka," ujar Luna.


Panjang umur, baru juga dibicarakan mereka sudah datang. Kedua orang tua Aiden dan kakaknya datang untuk melihat keadaannya, dan alangkah terkejutnya Viona saat melihat luka-luka yang dialami oleh putranya ternyata benar-benar parah.


Viona mendekati Aiden dan menatapnya dengan cemas. "Nak, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa terluka sampai seperti ini?" tanya Viona. Kedua mata Viona tampak berkaca-kaca. Memangnya hati ibu mana yang tidak menjerit saat melihat putranya sekujur tubuh putranya penuh luka.


Yang terparah adalah luka di perut dan pelipisnya. Mata kanannya sampai bengkak akibat luka terbuka pada pelipisnya, namun selebihnya luka ringan dan memar saja.

__ADS_1


Namun tidak ada jawaban dari Aiden. Dia tidak memberikan jawaban apa-apa pada pertanyaan Viona. Seperti pada keluarga angkatnya, Aiden juga tidak mau mengatakan apapun perihal yang menimpa dirinya pada Viona yang notabenenya adalah ibu kandungnya.


Luna yang baru selesai mengobati Aiden berpamitan untuk keluar. Dia merasa tidak enak jika harus mendengar obrolan mereka, karena bagaimana pun juga Luna masih tahu batasannya.


"Ge, kalian mengobrol saja. Aku keluar dulu," ucapnya dan pergi begitu saja. Aiden menatap kepergian Luna dengan memandang yang sulit di jelaskan. Dan pandangan itu disadari oleh Kevin yang sedari tadi berdiri disamping Viona.


"Dia gadis yang baik. Dan jika dilihat-lihat kalian berdua sangat cocok." Ucap Kevin dan membuat perhatian Viona, Ailee dan Aiden teralihkan padanya.


"Papa, juga berpikir begitu? Aku pikir hanya aku saja yang melihat kecocokan antara Aiden dan Luna, dia sangat cantik, baik dan sopan. Ai, bagaimana kalau kami jodohkan kau dengannya saja?" sahut Ailee memberi usul.


"Jangan mengada-ada. Lagipula aku dan dia bersaudara. Jadi mana pantas seorang kakak mengencani adiknya." Tukas Aiden.


"Kau dan dia kan bukan saudara kandung. Mama dan Papa juga begitu. Papamu adalah Paman angkat Mama, karena memang berjodoh akhirnya kami berdua menikah dan memiliki kalian berdua," Viona pun tidak mau kalau. Dia memberitahu Aiden jika ia dan Kevin juga memiliki hubungan seperti Luna dan dirinya.


"Kalau kalian ingin bersama. Kami akan mendukung 100%, syukur-syukur jika bisa menikah." Ujar Kevin.


Aiden bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah jendela kamarnya yang terbuka. "Kalian ini bicara apa? Jangan mengatakan omong kosong, aku dan Luna tidak mungkin bisa bersama, jadi jangan mengada-ada." Tandas Aiden tanpa menatap ketiga orang itu.


Kevin mendekati putranya lalu menepuk bahunya. "Kali ini kau bisa mengingkarinya, bahkan bersikeras mengatakan jika tidak mungkin bersama. Tapi saat cinta hadir dan tumbuh di hatimu, baru kau akan mengerti. Dan Papa berani menjamin, kau akan memperjuangkannya secara mati-matian untuk bisa mendapatkan hati dan cintanya." Tutur Kevin panjang lebar.


Namun tidak ada jawaban dari Aiden. Dia hanya diam tanpa berniat untuk membalas perkataan ayahnya. Bagaimana nantinya. Aiden akan menyerahkan pada waktu saja. Lagipula tidak ada yang bisa menebak dan memprediksi apa yang terjadi di masa depan.


"Kau istirahat, kami keluar dulu."


Kevin mengajak Viona dan Ailee untuk meninggalkan kamar Aiden. Dia sedang sakit dan perlu beristirahat. Meskipun sebenarnya tidak ingin, tapi Viona tetap ikut keluar bersama suami dan putranya. Setidaknya dia merasa lega, karena sepertinya tidak ada yang serius dengan luka-luka Aiden.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2