
"Ya Tuhan, dia cantik sekali,"
Frans tidak berkedip sedikitpun saat melihat seorang perawat keluar dari ruang inap Kevin. Dia memiliki paras yang sangat cantik, kulit putih dan rambut panjang yang tersangkut rapi. Dan Perawat itu adalah Isabelle.
Selama dirawat di rumah sakit selama beberapa hari pasca kecelakaan yang menimpanya dan Kevin, ini pertama kalinya Frans melihat perawat cantik itu.
"Nona perawat, tunggu!!" seru Frans menghentikan langkah Isabelle. "Maaf mengganggumu. Apakah perawat baru di sini, ini pertama kalinya aku melihatmu." Ucap Frans sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Isabelle mengangguk. "Ya," dan menjawab singkat.
Dia terpaksa berbohong, karena tidak mungkin Isabelle mengatakan yang sebenarnya pada Frans jika sebenarnya dia bukanlah seorang perawat, melainkan suruhan yang diperintahkan untuk menghabisi nyawa salah seorang pasien yang di rawat di rumah sakit ini. Bisa-bisa dia dilaporkan ke polisi yang akhirnya membuatnya membusuk di penjara.
"Sudah aku duga. Dan jika boleh jujur, Nona adalah perawat paling cantik yang pernah aku temui." Ucapnya malu-malu. Dan seumur-umur, ini pertama kalinya Frans menggoda lawan jenisnya.
"Anda terlalu memuji , Tuan. Maaf, saya harus pergi." Isabelle membungkuk pada Frans lalu beranjak dari hadapannya.
Frans menoleh. Senyum lebar tercetak di bibirnya. Selama dia hidup, baru kali ini ada perempuan yang mampu menggetarkan hatinya. Isabelle adalah perempuan pertama yang mampu meluluhkan hati Frans.
"Frans, apa yang sedang kau lihat?" tegur Viona tiba-tiba.
"Ayam ayam ayam.." dan membuat Frans terlonjak kaget. Sampai-sampai sifat latahnya keluar. "Nunna, kenapa kau mengejutkanku?!" keluh Frans sambil mengusap dadanya naik turun.
__ADS_1
"Salahmu sendiri. Lagian siapa suruh berubah jadi tuli, aku panggil berkali-kali tidak dengar dan malah terus melihat ke depan." jawab Viona tak mau kalah.
Frans menghela napas. "Nunna, kau jangan salah menilaiku. Asal kau tahu saja ya, aku tadi melihat seorang bidadari sangat cantik jelita muncul di hadapanku. Dan yang lebih hebatnya lagi , dia keluar dari kamar ini." Ujar Frans.
"Maksudmu wanita berpakaian perawat yang keluar dari ruangan ini?" Tanya Viona memastikan.
Frans mengangguk membenarkan. "Nah, benar sekali Nunna. Dialah yang aku maksud. Ngomong-ngomong apa kalian sempat mengobrol ketika di dalam tadi? Misalnya basa-basi dan saling tanya nama?" tanya Frans memastikan.
"Untuk apa aku harus melakukan hal itu. jangankan untuk bertanya siapa namanya, mengobrol dengannya saja aku tidak sudi." jawab Viona menimpali.
Frans memicingkan matanya dan menatap Fiona dengan bingung. "Kenapa? Nunna, apa kau ada masalah dengannya?" tanya Frans memastikan.
"Nunna, kau terlalu bertele-tele. Katakan secara to the poin, kau membuatku kebingungan. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud ucapanmu, dan alasanmu membencinya. Dia terlihat baik, jadi mana mungkin jika Perawat secantik itu bermasalah." Ujar Frans.
Viona menghela nafas panjang. "Jadi kau benar-benar ingin tahu alasan kenapa aku tidak menyukainya, dan sangat membencinya? asal kau tahu saja Frans, perempuan yang kau anggap sangat cantik itu adalah orang yang ingin mencelakai Paman. Dia suruhan dari pria bernama Glenn. Dia dibayar supaya meracuni Paman melalui cairan infusnya."
"Sekarang kau sudah mengerti kan, alasan kenapa aku sangat tidak menyukainya. Untuk itu jangan pernah tertipu hanya dari casing luarnya saja, apapun alasannya aku tetap tidak bisa membenarkan perbuatannya!!" Tutur Viona panjang lebar.
Sontak kedua mata Frans membulat sempurna setelah mendengar penuturan Viona. "Apa? Dia adalah orang yang berniat mencelakai, Kevin Ge?" Frans memekik dengan kedua mata membulat sempurna. Viona menganggukkan kepala, membenarkan apa yang Frans katakan. "Lalu bagaimana keadaan Gege sekarang?" tanya Frans lagi.
"Dia baik-baik saja. Karena aku berhasil mencegahnya melakukan sesuatu terhadap, Paman. Kau datang untuk bertemu dengannya bukan? Kalau begitu masuklah, aku titip dia sebentar. Aku ada urusan penting yang harus ku selesaikan." Ucap Viona. Viona menepuk bauran dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Melihat suaminya berada dalam bahaya tepat di depan matanya, membuat Viona tidak tinggal diam. Dia hendak melakukan sesuatu pada orang yang berniat mencelakai Kevin. Dan dengan tangannya sendiri Viona akan memberikan pelajaran yang sangat berharga untuknya. Dia ingin memberitahu padanya, jika Glenn telah mencari masalah dengan orang yang salah.
Frans memicingkan matanya dan menatap kepergian Viona penuh tanya. Dia penasaran ke mana kakak iparnya itu akan pergi, dari raut wajahnya terlihat jelas jika dia sedang marah dan kesal. Mungkinkah dia akan membuat perhitungan dengan Glenn?
xxx
Tapp
Isabelle menghentikan langkahnya saat merasa seseorang tengah mengikutinya. Ketika Isabelle menoleh ke belakang, dia tidak melihat siapapun selain orang-orang yang tersibuk berlalu Lalang.
Wanita itu mengangkat bahunya dengan acuh. Isabelle tidak peduli, karena mungkin itu hanya perasaannya saja. Isabelle menghentikan sebuah taksi. Sekali lagi dia dia melihat ke belakang dan tidak menemukan siapapun mengikutinya, sehingga Isabel berpikir itu hanya perasaannya saja.
Tepat saat Isabelle hendak masuk ke dalam taksi. Sebuah belati menempel di leher belakangnya dan hal itu membuatnya terkejut bukan main. Dengan kaku Isabelle menoleh ke belakang, pupil matanya membulat sempurna.
"Kau~"
"Jangan banyak bicara. Cepat antarkan aku pada Tuanmu!!" Pinta orang itu yang pastinya adalah Viona.
"Untuk apa?"
"Tentu saja untuk mengambil nyawanya!!"
__ADS_1