Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Iblis Atau Manusia


__ADS_3

Tubuh Sonny terkulai tidak berdaya setelah mendapatkan penyiksaan brutal dari Kevin. Tubuhnya terikat pada sebuah kursi dengan luka bekas sayattan hampir di sekujur badannya. Jangankan untuk melawan, untuk bergerak saja dia tidak mampu.


Kevin menyiiksanya seperti orang gila. Dan yang Sonny alami sekarang adalah buah dari apa yang dia tanam. Dia memetik hasil dari perbuatannya sendiri.


Sonny menatap Sonny dengan napas tersengal-sengal. "Kenapa kau tidak langsung menghabisiku saja?!" dia menatap Kevin dengan marah.


"Jika kau mati dengan cepat. Maka itu tidak seru lagi, bukankah menikmati setiap moment menyenangkan itu sangat penting untuk membuat kita tetap waras? Apalagi sudah lama sekali aku tidak mendapatkan mainan menyenangkan sepertimu!!" ujar Kevin panjang lebar.


"Sebenarnya kau itu iblis atau manusia? Bagaimana bisa ada manusia yang tega melakukan hal kejii seperti ini pada manusia lainnya? Kau bukan manusia, tapi kau iblis!!"


"Nah itu kau tahu jika aku adalah iblis, lalu kenapa kau malah membuat masalah dengan iblis sepertiku ini? Bukankah itu malah mengantarkan dirimu sendiri dalam masalah? Dan aku sudah bosan terus berbasa-basi denganmu. Bagaikan mana kalau sekarang kita melakukan potong memotong saja? Pasti lebih seru," ujar Kevin. Kevin menyeringai tajam membuat Sonny merinding sendiri.


Sonny tidak tahu apa lagi yang akan Kevin lakukan setelah ini. Tubuhnya gemetar hebat saat Kevin mengangkat bellati di tangannya yang tampak berkilauan itu. Puluhan sayattan sudah menghiasi tubuhnya.


"Ma...Mau apa kau?" Sonny bertanya dengan panik ketika Kevin menarik kakinya dan memindahkannya ke pangkuannya. Keringat dingin membanjiri sekujur tubuh Sonny ketika Kevin mengarahkan belatti di tangannya pada jari-jari kakinya.


Pupil mata Sonny membulat sempurna dan lolongan kesakitan keluar dari bibirnya. "AARRKKHH.." Ketika Kevin memotong satu persatu jarii-jarii kakinya , membuat darah segar seketika melumuri tangga Kevin.


Tidak cukup sekali saja. Kevin melakukannya berkali-kali. Lolongan kesakitan tak putus-putusnya keluar dari bibir Sonny . Dia telah kehilangan jarii-jarii kakinya. Kevin melakukannya dengan begitu sadiss. Iblis dalam dirinya mengambil alih kewarasan Kevin sehingga dia melakukan tindakan kejam dan brutal semacam itu.


Sonny memang tidak mati. Namun apa yang dia alami malam ini akan meninggalkan rasa trauma yang berkepanjangan karena perbuatan Kevin. Tidak ada penyesalan di matanya sama sekali meskipun dia telah melakukan tindakan yang benar-benar membuat orang lain merinding.


Kevin menatapnya dengan tajam. "Itu hanya peringatan kecil untukmu. Jika sekali lagi kau berani mengungsi ketenangan keluargaku Jangan berharap kau masih bisa melihat matahari terbit. Karena jika aku tahu kau melakukannya maka hari itu akan menjadi hari terakhirmu menghirup udara bebas!!" Kevin bangkit dari posisinya dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Sudah cukup peringatan yang dia berikan pada Sonny hari ini. Dan itu hanya peringatan kecil saja untuknya, jika sekali lagi Sonny berani melakukan tindakan yang bisa membuat Kevin marah, tidak menutup kemungkinan jika dia akan kehilangan nyawanya.


.


.


Kevin tiba di kediaman Lu pukul tiga dini hari. Tidak ada yang mengetahui kepergiannya ataupun kepulangannya kecuali para bodyguard yang berjaga di luar rumah. Kevin telah mengganti pakaiannya yang berlumur darah dengan pakaian lain yang warnanya sama dengan yang ia pakai sebelumnya.


Hati-hati dia membuka pintu kamarnya dan mendapati Viona yang sedang tertidur pulas. Rupanya pengaruh dari obat bius yang dia berikan belum hilang, dan pastinya itu aman karena berdosis kecil.


Setelah mandi dan mengganti pakaiannya. Kevin menghampiri Viona kemudian berbaring di sampingnya. Dia masih memiliki waktu empat jam untuk tidur. Dan Kevin akan memanfaatkan waktu yang dia miliki sebaik-baiknya.


Namun pergerakannya ternyata mengusik Viona, sepertinya pengaruh dari obat bius itu mulai hilang. Ada pergerakan dari wanita itu. "Kenapa bangun? Tidur lagi karena ini masih malam," pinta Kevin.


Kevin menggeleng. "Mungkin saja kau kelelahan. Sebaiknya tidur lagi, dan saat kau bangun nanti pasti pusingnya sudah hilang. Aku akan memelukmu." Bisik Kevin seraya merapatkan tubuhnya pada Viona dan memeluknya dengan erat. Pusing yang Viona rasakan adalah efek dari obat bius tadi.


"Tapi aku tidak bisa tidur lagi, Ge. Kepalaku benar-benar pusing." Lirih Viona.


Kevin kian mengeratkan pelukannya. "Pasti bisa. Kau akan membaik setelah tidur lagi, percayalah padaku." pinta Kevin sambil beberapa kali menciumi Viona. Berharap yang dia lakukan bisa mengurangi rasa pusing yang dia rasakan saat ini.


Meskipun hanya berdosis kecil, tetap saja memberikan efek seperti pusing dan mual. Namun efek itu akan hilang dengan sendirinya. Kevin ikut berbaring di samping Viona dan memeluk wanitanya dengan erat. Matanya sudah tidak bisa untuk diajak kompromi lagi, mata kanannya terasa berat sekali.


xxx

__ADS_1


"SONNY!!"


Seorang wanita menjerit histeris saat membuka pintu kamarnya dan mendapati Sonny dalam keadaan yang menggenaskan. Dan teriakannya yang nyaring mengejutkan semua orang. Semua orang berhamburan menghampiri kamar Sonny.


"Apa yang terjadi pada, Tuan?" tanya seorang laki-laki muda pada wanita itu 'Ella'


"Aku sendiri tidak tahu. Karena saat tiba di sini keadaannya sudah seperti ini. Jangan banyak tanya lagi, sebaiknya segera kita bawa Sonny ke rumah sakit." Ucap Ella. Sonny sudah lemas dan pucat. Dia bisa tidak tertolong jika tidak ke rumah sakit sekarang.


Ella adalah istri Sonny. Kebetulan saat kejadian Dia sedang tidak berada di rumah. Ella sedang mengunjungi kedua orang tuanya di Macau. Ella menghampiri Agnes yang tampak Syok saat melihat keadaan Sonny saat ini.


"Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia bisa sampai seperti ini?" tanya Ella meminta penjelasan.


Agnes menggeleng. "Aku sendiri tidak tahu. Semua orang di rumah ini tidak sadarkan diri dengan tiba-tiba termasuk aku, sehingga aku tidak tahu apa yang terjadi di rumah ini." Jawab Agnes.


"CCTV. Kita akan mendapatkan jawabannya dari CCTV. Apa yang kalian tunggu cepat periksa CCTV," ucap Ella.


Agnes menggeleng. "Semua CCTV di rumah ini telah dirusak sehingga tidak berfungsi lagi. Sebaiknya kau ikut ke rumah sakit, karena bagaimanapun juga kau adalah istrinya." Ucap Agnes.


Agnes menggeram dengan Frustasi. Dia tidak tahu orang gila mana yang sampai hati melakukan tindakan kejii semacam ini. Dan sepertinya Agnes tidak bisa ikut campur dalam masalah kali ini. Karena dilihat dari situasinya, orang yang melakukannya bukanlah orang sembarangan. Agnes akan mencari aman saja.


xxx


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2