Ranjang Hangat Pamanku

Ranjang Hangat Pamanku
Season 2: Penolakan Ailee


__ADS_3

Malam semakin larut. Bulan mulai menyeret sinarnya ke puncak semesta, beriringan bersama jutaan bintang-bintang yang bertebaran tak terhitung banyak kilaunya. Membuat malam ini begitu istimewa


Suasana beku sekaligus sendu bersekutu mengusik malam. Angin beriringan melewati celah-celah pohon yang berjajar di sepanjang jalan. Menggoyangkan pucuk-pucuk bunga yang telah lelah dalam kuncupnya, bersiap untuk bermekaran pada pagi selanjutnya.


Luna dan Aiden memandang rembulan yang bersinar indah di antara gelap malam. Diatas sana jutaan bintang berkilau menghias langit dengan suasana hening, mereka duduk berdekatan di bangku taman menikmati suasana malam ini, tidak ada kata apa-apa yang terlintas dari bibir keduanya, hanya angin semilir yang membelai lembut.


Jemari mereka kemudian beranjak saling mendekatkan, saat kedua jemari kelingking mereka saling menyentuh keberadaan masing-masing, mereka kompak berbalik kemudian berpandangan dalam kebisuan, hanya sinar mata mereka yang bicara.


Jari-jari lentik Luna bergerak pelan menyentuh lengan Aiden yang dibalut kemeja hitam, mata mereka masih saling adu pandang selama beberapa detik, untuk menyelami keindahan mata masing-masing.


Dengan lembut, Jari-jari lentik Luna menyentuh bahu Aiden tepat di atas Vest hitam yang menjadi lapisan luar kemeja hitamnya, kemudian pria berparas tampan nan cantik itu lalu melingkarkan lengan kokohnya pada pinggangnya yang ramping, menariknya dalam dekapan dadanya yang hangat, membuat wajah Luna menabrak tubuh kokohnya dan menghirup wangi tubuh pria itu.


Matanya memejam, ke dua jemarinya mencengkram punggung Aiden, sementara jantung mereka berbagi debaran yang sama. Beberapa lama hingga mereka kembali saling menatap, nafas mereka bertukar, memberi rasa hangat pada wajah masing-masing.

__ADS_1


"Kau kedinginan? Wajahmu memerah," ucap Aiden tanpa melepaskan kontak mata di antara mereka.


Luna menggeleng. Kemudian dia menarik kedua tangannya lalu meletakkan di pipinya. "Benarkah? Ya, mungkin saja karena dingin. Ge, setelah ini kita mau kemana lagi?" Luna menatap Aiden penasaran.


"Terserah kau saja. Memangnya kau ingin ke mana?" tanya pria itu.


Luna tampak berpikir. "Entah, aku sendiri tidak tahu. Yang jelas aku masih ingin jalan-jalan, lagipula ini masih terlalu sore untuk pulang ke rumah. Ge, sebaiknya tinggalkan mobilmu di sini, kita jalan kaki saja. Sudah lama kita tidak jalan kaki bersama," ucap Luna dan dibalas anggukan oleh Aiden.


Aidan tidak pernah bisa menolak keinginan Luna. Selama dia mampu melakukannya, apapun pasti akan Aiden lakukan untuknya. Mereka berdua kemudian meninggalkan taman sungai Han dan menyusuri jalanan malam kota Seoul dengan saling bergandengan tangan. Aiden menggandeng Luna seperti dia menggandeng tangan anak kecil.


xxx


"Ailee, aku mohon padamu beri aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Aku berjanji padamu, kali ini tidak akan mengecewakanmu lagi."

__ADS_1


Eric memohon pada Ailee supaya dia memberinya kesempatan ke dua. Namun sayangnya Ailee tidak mau memberikan kesempatan itu pada Eric. Dia sudah terlanjur kesal dan kecewa padanya.


"Maaf, Eric. Tapi keluargaku sudah terlanjur kecewa padamu, kau membuat mereka menunggu sangat lama tapi akhirnya kau tetap tidak datang juga. Papa, langsung memintaku mengakhiri hubungan kita berdua, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa." Ujar Ailee.


Eric meraih tangan Ailee dan menggenggamnya. Dia masih sangat berharap padanya. "Kalau begitu bawa aku untuk bertemu dengannya. Aku akan mengatakan langsung padanya dan memohon supaya dia memberikan restunya untuk kita. Aku ingin memperjuangkan mu, Ailee, memperjuangkan cinta kita." Ujar Eric.


Ailee menghela napas. Dia menarik tangannya yang di genggam oleh Eric dan menggeleng. "Tetap saja tidak bisa, Eric. Kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi, diterima saja kenyataan Jika hubungan kita sudah tidak bisa diperbaiki apalagi sampai kembali seperti dulu." Ucap Ailee.


"Tapi, Ailee..."


"Maaf, Eric. Tapi aku harus pergi sekarang," Ailee menatap sekilas kearah Eric dan pergi begitu saja. Meninggalkan Eric sendirian yang menatap sedih kepergiannya.


"Ailee, kenapa kau sangat tega. Hatiku... Kau telah mematahkannya."

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2