
Disebuah kamar megah nan mewah, terlihat seorang lelaki tampan bersurai keperakan berdiri di depan sebuah cermin besar. Tidak ada yang special dengan penampilannya. Tubuh kekar itu hanya berbalut celana panjang hitam, singlet putih dan blazer biru pudar.
Jam tangan mewah melingkari pergelangan tangan kanannya. Setelah dress up dan memastikan tidak ada yang kurang dengan penampilannya, lelaki itu melenggang keluar sambil menenteng kunci mobilnya.
"Ai, sudah mau pergi?" tegur Henry yang kebetulan berada diruang tamu, Aiden menghampiri pria itu kemudian duduk bersebelahan dengannya. Aiden mengambil satu batang rokok dari kotaknya lalu menyulutnya.
"Tumben sepi, dimana bocah-bocah itu dan Max? Apa mereka sedang pergi?" tanya Aiden memastikan.
"Max dan Tao sedang keluar untuk membeli kaset, Kai ada urusan sedangkan Logan masih di kamarnya." ujar Henry memaparkan. "Apa kau akan pergi untuk menemui, Luna? "tanya Henry yang segera dibalas anggukan oleh Aiden.
"Kami akan fiting gaun pengantin, rencananya kami akan menikah dipertengahan musim semi ini. Seperti janjiku padanya," Henry tersenyum.
Rasanya dia masih tidak percaya jika rekan yang merangkap sebagai Bosnya itu telah tumbuh menjadi pria dewasa, dan sepertinya Henry telah kalah satu langkah darinya. Tidak lama lagi Aiden akan menikah, sedangkan dirinya masih saja betah menjadi BU-DI, dan entah kapan julukan itu akan berakhir.
Seperti halnya Aiden, Henry pun ingin menemukan tambatan hatinya. Aiden mengangkat tangan kanannya dan melirik jam yang bertengger manis dipergelangan tangannya.
"Hm, aku harus pergi, baik-baik di rumah." Aiden menepuk bahu Henry seraya bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.
Sementara itu. Ditempat dan lokasi berbeda, terlihat seorang gadis cantik berparas jelita tengah memagut dirinya di depan cermin. Luna terlihat cantik dan anggun dalam balutan dress putih berlengan panjang yang mengembang dibagian bawahnya dengan pita hitam kecil dipinggangnya. Rambut coklat panjangnya ia biarkan tergerai indah.
Setelah dirasa tidak ada yang kurang, dia bergegas keluar saat mendengar deru mobil memasuki halaman mansion mewahnya. Sesampainya diujung tangga, Luna melihat sang pujaan hati tengah berbincang dengan kakak keduanya diruang tamu.
"Sudah siap?" tegur Aiden yang menyadari kehadiran Luna, gadis itu mengangguk. Aiden bangkit dari duduknya ketika melihat Luna menghampirinya.
"Ge, kami berangkat dulu," pamit Luna pada Eric.
Eric mengangguk. "Hati-hati, jangan ngebut." Nasehat Eric yang segera dibalas anggukan oleh keduanya.
Eric menyeka air mata harunya. Rasanya masih tidak percaya jika pada akhirnya Luna kembali dan bangun dari tidur panjangnya, setelah dinyatakan meninggal oleh Dokter.
Ia pikir hari itu ia dan semua orang yang menyentuhnya akan kehilangan adik perempuan satu-satunya itu, tapi takdir berkata lain. Rupanya Tuhan masih menyayangi Luna dan memberikan kesempatan kedua baginya untuk tetap hidup.
"Semoga kalian berdua selalu bahagia, adik-adikku."
xxx
Logan menggigit bibir bawahnya ketika ingatannya kembali pada kejadian satu tahun yang lalu.
FLASHBACK:
"KKKYYYYAAAA.... Aku menang lagi," Kai tidak dapat menahan kegembiraannya karna permainan kartu berhasil ia menangkan sebanyak 5x berturut-turun dan itu artinya sebagai pihak yang kalah, Logan harus siap-siap menerima hukumannya.
Logan mendadak lemas, itu artinya ia harus rela berdandan tak ubahnya mahluk jadi-jadian selama 2 minggu penuh. Bodohnya lagi, kenapa ia harus menerima usul Tao yang jelas itu adalah jebakan untuknya.
Sosok Tao muncul dari kamar dengan menenteng sebuah tas hitam berukuran sedang. Di dalam tas itu tersimpan semua atribut wanitta yang pernah ia pake saat ia menjalankan hukuman ketika kalah taruhan dengan Logan.
Tao mengullum senyum penuh kemenangan melihat ekspresi pasrah Logan 'Mampus kau Logan Oh, akhirnya kau mendapatkan batunya,' ujar Tao membatin.
Tao melanjutkan langkahnya lalu mengambil tempat disamping Logan. "Aku rasanya kau membutuhkan ini semua, Oh Lolly!" kata Tao yang langsung mendapatkan delikan tajam dari Logan. "Kenapa? Apa kau tidak menyukai nama yang aku berikan padamu? Oh Lolly, adalah nama yang sangat cantik loh," rasanya Logan ingin mengetok kepala Tai menggunakan palu.
__ADS_1
Logan sadar jika Tao sedang membalas dendam padanya, dia menatap temannya satu persatu. Tidak ada yang merasa iba pada penderitaannya, mereka semua malah mengulum senyum menyebalkan.
"Ge, bagaimana jika 1 minggu saja? Dua minggu itu terlalu lama," rengek Logan mencoba meminta keringanan hukumannya.
"Ka...."
"Tidak bisa, perjanjian itu sudah disepakati dan kau harus bisa menerimanya, Bocah!" Tao menyela cepat saat Kai hendak membuka mulutnya.
"Memangnya siapa yang bicara padamu, Hyung. Aku bicara padanya,"
"Janji tetap saja janji, kau juga sudah menyepakati perjanjian itu. Jadi kau tidak memiliki alasan untuk kau menentangnya," sahut Henry bijak, laki-laki itu mencoba memberikan nasehatnya pada Logan, Tapi dibalik kalimatnya itu, tersimpan maksud tersembunyi. Sepertinya bukan hanya Tao yang ingin balas dendam pada Logan tapi Henry juga.
Logan mencerutkan bibirnya "Aisshhh... kenapa kalian semua begitu menyebalkan," sambil menghentakkan kakinya, Logan bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamarnya. Tak lupa membawa tas yang Tao berikan padanya. Max menjadi sangat penasaran ketika Logan menjadi jelita. Antara Tao dan Logan lebih cantik siapa, hal serupa juga dirasakan oleh Henry.
15 menit kemudian Ligan keluar dengan wujud barunya. Dia begitu cantik dan menggoda dalam balutan mini dress berwarna hitam, kakinya dibalut stoking tipis yang menyamarkan bulu pada kakinya. Heels membuat kakinya terlihat lebih jenjang, wig panjang berwarna coklat dan tak lupa make up tipis pada wajahnya.
Semua begitu terperangah melihat penampilan baru Logan. Semua tidak menduga jika Logan akan begitu cantik dan sexy ketika menjadi seorang mahluk jadi-jadian. Ada syal tipis yang melingkari lehernya, pemuda itu keluar kamar dengan malu-malu.
Wajahnya menunduk kebawa, menyembunyikan semburat merah di pipinya ."OMO?" dan Luna yang baru saja keluar dari kamarnya nyaris terkena serangan jantung dadakan saat melihat penampilan Logan yang begitu menyilaukan.
Luna menghampiri pemuda itu lalu memutar tubuhnya, memperhatikan penampilan pemuda itu dengan seksama ."Hahahah.. hampir saja aku tidak mengenalimu, Logan Oh. Wow kau sangat luar biasa, bahkan kau lebih cantik dari Taemi nunna," ujar Luna diiringi tawa renyah disela-sela kalimatnya, gadis itu juga mengedipkan salah satu matanya pada Tao.
"Kau benar sekali nunna-ya, dan kau bisa menikmati wajah cantik Lolly selama 2 minggu penuh. Wajah cantiknya akan menghiasi rumah kita ini." Tao semakin berada diatas angin, ia puas karena akhirnya Logan mendapatkan batunya atas semua kejahilannya. Kini ia mendapatkan karmanya.
"Lolly? Wow, itu nama yang sangat indah Tao. Aku sangat menyukai nama itu, Oh Lolly!" Luna mengedipkan matanya pada Logan membuat pemuda itu semakin kesal dibuatnya.
"Hahahaha,"
Gelak tawa memenuhi seluruh penjuru rumah. Mereka begitu terhibur dengan penampilan baru Logan yang begitu menggemaskan. Dan Alex yang baru pertama kali berkumpul dengan teman-teman Aiden merasa muda lagi, karena mereka begitu menggelikan dan luar biasa. Sifat mereka yang bar-bar dan konyol, membuka satu fakta baru, jika Mafia tidak selalu mengerikan.
Ketukan keras pada pintu mengalihkan perhatian semua orang yang ada didalam ruangan itu. Luna beranjak dari hadapan Logan dan Tao lalu berjalan menuju pintu. Decitan pintu terbuka dan sosok Lay datang dengan penampilan rapinya, Luna mempersilahkan laki-laki itu untuk masuk.
Lay segera menghampiri Alex saat laki-laki melambai padanya, rupanya kedatangan Lay atas undangan kakak sulung Luna. "Maaf Tuan, ada apa? Kenapa disana rame sekali dan... OMO?? Siapa gadis itu? Dia cantik sekali," seru Lay dengan suara sedikit meninggi membuat semua mata kini terarah padanya.
Tao menatap Logan sekilas, pemuda itu menyeringai. Sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya.
Logan memiliki firasat buruk melihat senyum misterius Tao. "Kau, kemarilah aku ingin mengenalkan mu dengan seseorang," seru Tao sambil melambaikan tangannya pada Lay.
Laki-laki itu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Tao. "Oya, perkenalkan. Ini adalah Oh Lolly, dia adik kembarnya Logan. Saat ini Logan sedang berada di America, dia harus dirawat karena penyakit gatal," mata Ligan melotot mendengar ucapan Tap, rasanya Logan ingin memandikan Tao dalam kolam berisi air es.
"Oh benarkah, perkenalkan aku Zhang Yi, tapi kau bisa memanggilku Lay oppa, senang bertemu denganmu Lolly Oh!" Logan berusaha melepaskan tangannya yang sedang digenggam oleh Lay. "Wow, kau memiliki kulit yang sangat halus!" ujar Lay.
Susah payah Logan menelan saliva nya melihat Lay mendekatkan wajahnya, tubuh Logan bagaikan terbakar di dalam bara api ketika Lay mengajaknya bercipika-cipiki, buru-buru Logan menghapus bekas pipi Lay di pipinya dan menatapnya tajam.
"Yakkk.. berani sekali kau menodai kesucian pipiku ini. Kau jahat, sudah melecehkan harga diriku sebagai seorang wanita!" Logan mendorong Lay hingga lali-laki itu terhuyung kesamping, menyeka air mata palsunya. Logan berlari begitu saja. Dan Tao segera memberi kode pada Lay agar mengejar Logan, Lay mengangguk paham.
"Lolly, tunggu!"
Lay berpapasan dengan Aiden dan Eric yang baru saja tiba. Lay hanya membungkuk tanpa menyapa mereka dan bergegas mengejar Lolly yang sudah menjauh. Aiden yang merasa bingung terlebih lagi sosok wanita asing yang meninggakkan rumah dalam keadaan menangis.
__ADS_1
Dan kedatangan Aiden segera disambut Luna yang bergelayut manja padanya. "Ge, kau dari mana saja? Ada pertunjukan yang begitu menarik." Ucapnya.
"Ngomong-ngomong siapa gadis asing itu, tapi terlihat familiar?" tanya Aiden pada Henry.
Henry mengerutkan dahinya. "Kau tidak mengenalinya?" tanyanya, Aiden menggeleng.
Henry menepuk jidatnya "Itu Logan. Bocah itu kalah taruhan dari Kai dan hukumannya, dia harus menjadi mahluk jadi-jadian selama 2 minggu penuh!" tutur Henry.
Nyaris saja Aiden memekik saking kagetnya, Luna yang sedari tadi berada disamping sang kakak sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Gadis itu tertawa lepas, entah kenapa ia merasa puas melihat Logan akhirnya mendapatkan karmanya.
FLASHBACK END:
Logan membuka matanya dan menghela napas. Kebodohannya adalah menerima tantangan itu. Jika saja dia tidak terlalu percaya diri pasti memenangkan permainan kartu itu dan terjebak pasti hidupnya tidak akan berakhir mengenaskan seperti ini. Tapi nasi telah menjadi bubur, apa yang terjadi tidak perlu lagi disesali.
xxx
"Ge... Coba kau lihat. Kalau yang ini cantik tidak?" tanya Luna begitu ia mencoba sebuah gaun pengantin berwarna putih yang sangat cantik dan elegan membalut tubuh rampingnya.
"Hn..." jawab Aiden bergumam.
Spontan Luna pun mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban irit pria itu, sangat menyebalkan dan Luna tidak menyukainya. Luna pun langsung menghampiri Aiden yang sedang duduk di sofa menanti dirinya yang sedang mencoba gaun pengantin.
Setelah bertahun-tahun menjadi kakak beradik. Perasaan, Luna benar-benar tidak pernah menyangka jika dirinya dan Aiden malah akan saling jatuh cinta. Dan Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut lalu menuju ke jenjang yang lebih serius, yaitu jenjang pernikahan.
Dan saat ini mereka sedang berada di sebuah boutique untuk melakukan fitting baju pengantin. Dan sejak dari tadi Luna sibuk mencoba beberapa gaun pengantin. Sedangkan Aiden hanya bisa duduk dan menunggu calon istrinya itu dengan sabar.
"Ge, kau sangat menyebalkan. Kenapa kau hanya menjawab hn saja?" tanya Luna yang sudah duduk di samping tunangannya dengan sebal pada Aiden.
Aiden menghela napas. "Memangnya aku harus jawab apa, Luna?" tanya Aiden bingung.
"Misalnya begini. Bilang kalau... Iya Luna sayang, kau sangat cantik... Atau bilang kau sangat cantik sayangku..." ucap Luna dengan sedikit menirukan suara Aiden.
Tiba tiba Aiden mencium pipi kanan Luna setelah mendengar ocehan yang keluar dari bibir tipisnya. Dan itu membuat wajah Luna memerah karena blushing.
"Ge, ini tempat umum, kenapa malah menciumku?" kata Luna
"Kau sangat cantik... Sayang ku..." bisik Aiden tepat di telinga Luna.
Gadis itu menunduk malu. Namun senyum segera tersungging disudut bibirnya. "T..terima kasih, Ge.." ucapnya lalu memeluk lengan Aiden.
"Nah... Kalau begitu. Cepat tentukan gaun yang kau pilih... Dan cepat selesaikan semua ini... Aku sudah gerah..." ucap Aiden yang sudah mulai mengendorkan tuxedo putih yang sudah ia pakai.
Luna mempoutkan bibirnya. "Ge, kau ini. Jangan di begitu kan... Lihat bajumu jadi berantakan.." ucap Kuna sembari merapikan baju Aiden yang tadi di longgar kan oleh pria itu.
Acara mereka masih belum selesai, karena setelah Luna menemukan gaun yang yang tepat, mereka akan pergi untuk melakukan prewedding. Sebenarnya Luna tidak ingin melakukannya, tapi calon ibu mertuanya lah yang memaksanya. Bahkan Viona sudah menyiapkan semuanya dengan matang.
xxx
Bersambung
__ADS_1