
Prolog
Exchel " rist aku sayang kamuuuu..... (teriaknya ditengah tengah perumahan B) pliss... maafkan aku"
Kenapa dia selalu menggangu hidup ku,,,
Nafas ku sangat sesak jika teringat apa yang dia lakukan dulu
Apakah sehina itu kah aku dihadapanya saat itu?
exchel"aku sangat menyesal maafkan aku....”
Ucapan maaf yang terlontar dari mulut pria itu membuat gadis yang berada tidak jauh dari hadapanya berhenti melangkah dan memutar arah badannya dengan hati yang sangat rapuh. Ya benar rapuh bagaikan tisu yang terkena tetesan air hingga satu goresan saja mampu membuatnya hancur berkeping keping tanpa sisa dan tidak akan pernah bisa kembali seperti semula.
Risty ” cukup chel lepaskan aku! aku mohon hiks hiks”
Ucapnya dengan tersedu sedu beriringan dengan sedikit getaran rasa takut dalam kalimat yang dia lontarkan. Rasa takut yang menyelimuti hatinya dan juga jiwanya,sungguh rasa sakit yang dulu masih tetap menyisakan luka yang amat sangat mendalam.
Exchel “ aku mohon ris”
Ucap Pria dengan setelan pakaian jas hitam namun sedikit berantakan dengan nada yang sedikit memelas agar wanita tersebut mau memaafkanya.
Risty “kemana aja kmu selama ini hiks hiks...kemana hati kamu hiks..dimana hahh dimana JAWAB DIMANA?!!”
Gadis itu menghampiri pria tersebut dan plakkkk suara tamparan yang keras mendarat di pipi sebelah kanan pria tersebut. Entah keberanian datang dari mana hingga membuatnya mempunyai keberanian untuk menampar pria sepertinya.
Tangannya bergetar hebat,kakinya mendadak lemas entah apa yang terjadi namun pria itu tidak menghiraukanya, Dan menarik tangan yang tadi gadis itu pakai untuk menamparnya.
Exchel” pukul ayooo pukul sepuas yang kamu mau.. memang pantas aku mendapatkannya”
Refleks pria tersebut menariknya dalam pelukannya. Namun senyum licik sedikit terukir dalam wajahnya yang tampan itu.
Risty “ lepaskan aku!!!”
__ADS_1
Gadis itu meronta ronta dan memukul dada bidang dari pria yang memeluknya erat itu. Namun yang terjadi adalah hal yang sebaliknya pria itu semakin mengencangkan pelukanya dengan erat dan tanpa ada persiapan mental dari gadis itu,pria tersebut mengambil kesempatan untuk menciumnya dengan paksa.
Risty “emmhhhhh”
Plakkkk suara tamparan yang sama kerasnya dengan tamparan yang tadi mendarat lagi di pipi yang sama di tempat mendarat yang sama pula.
Risty”bajingan( mengelap bibir dengan tangan) aku benci kamu dan juga semua masa lalu yg pernah aku lalui sama kmu!!!!”
dia tak menggubris perkataan ku dan memelukku lagi dan ******* bibirku lagi
Risty "ummmmmh..."
Pria tersebut mengangkat tubuh gadis itu dan mengangkatnya layaknya sebuah karung yang dibawa dan dipikul dipundaknya.
Risty "turunkan turunkan aku!!!”
Dia meronta ronta layaknya korban penculikan yang mencoba lepas dari cengkaran penculik, memukul mukulnya dengan keras dan tidak lupa mengigit pundak dari pria tersebut. Namun semua perlawanan yang dia berikan tidak mempengaruhi pria tersebut. Gadis itu berteriak meminta pertolongan yang dia harap seseorang akan menyelamatkanya.
Exchel "DIAM!!" bentaknya
risty"tidak lepaskan aku..aku tidak mau hiks tolong lepaskan!! lepaskan!!!"
Tidak jauh dari hadapan pria tersebut sudah terdapat modil mewah berwarna hitam dengan supir yang sudah menunggunya sejak tadi, supir itu membukakan pintunya dan pria tersebut melempar tubuh mungil dari gadis itu.
Exchel "dengar baik baik aku tidak suka ada penolakan"
Ucapan yang tegas dan penekanan intonasi disetiap kata yang pria itu lontarkan.al hasil berhasil membuat bulu kuduk gadis itu merinding karena selama yang dia tahu pria itu akan berbuat apa saja demi apa yang dia inginkan agar tercapai dengan mudah.
Kenapa aku bisa bertemu dengan pria ini?
Kenapa? Aku sungguh takut
Hatiku belum siap menerima semua ini,aku mohon seseorang selamatkan aku
__ADS_1
Exchel “minggir!!”
Ucap pria itu kepada supirnya, dia mengambil alih setir mobilnya. Pria itu menjalankan dengan super cepat duper cepat mobilnya. Sedangkan supirnya ditinggalkan ditempat yang tadi saat dia masuk mobil.
Supir “ apakah saya harus memberitahu pak jonathan jika tuan exchel telah menculik dan menganggu nona risty lagi”
Supir itu hanya bingung harus melakukan apa ditengah tengah kondisinya yang seperti ini.
Exchel membawa gadis itu menuju rumahnya dan sesampainya dirumahnya yang megah itu dia menarik tangan gadis itu dengan kasar.
Risty "awww...hiks sakit kumohon chel lepaskan aku hiks"
Pria itu tidak mendengar kesakitan yang dirasakan yang gadis itu rasakan dipergelangannya.exchel menyeret tubuh gadis itu ke lantai dua.dan itu adalah tempat kamar tidurnya brakkk exchel membuka pintu dengan kasar lalu membanting tubuh gadis munggil itu ke atas ranjang.
Risty "apa yang kamu lakukan chell...hiks"
Aku mohon seseorang selamatkan aku
Aku sungguh takut....
Exchel "haahh masih bertanya kenapa??apa kamu tidak sadar kesalahan yang kamu lakukan hah?"
Pria itu bentaknyadan berhasil menbuat gadis itu meringkuk diatas ranjang karena rasa takut yang dia rasakan saat ini.
Pria yang sudah menahan hawa nafsunya sejak dia bertemu dengan gadis munggil itu sekarang dia sudah tidak bisa menahanya lagi. Dia berjalan mendekati arah pintu dan menguncinya. Clek suara pintu yang terkunci membuat gadis mungil itu tersentak dan dia meringsut mengambil selimut dengan tergesa gesa untuk menutupi tubuhnya. Gadis itu menutupi tubuhnya hingga yang tersisa hanyalah bahu dan kepalanya saja.
Risty “ka ka kamu ma mmau ap apa?”
Ya gadis itu benar benar takut, exchel berjalan perlahan mendekati ranjang tempat dimana gadis itu duduk dengan ketakutan. Exchel mulai mendekati tubuh gadis itu,memejamkan matanya dan menghirup aroma tubuh yang sudah lama dia tidak rasakan. Mengambil sehelai rambut gadis itu dan lalu menciumnya dengan perlahan.
Exchel “ apa kamu tahu? Betapa sakitnya hati ku bila aku ingat kejadian masa lalu?”
“betapa kejamnya dirimu menghancurkan hidup ku dan sekarang kamu harus merasakan apa itu rasa sakit yang sesungguhnya” sambungnya.
__ADS_1
Dan malam itu telah menjadi saksi bisu dari peristiwa yang membuat masa depan gadis itu hancur untuk selama lamanya. Ya benar sekali pria tersebut memaksakan kehendaknya kepada gadis yang tidak berdosa itu.