Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 139


__ADS_3

Rayan terkejut begitu mendengar Sechil dan Ramon yang pindah mendadak pagi ini. Dengan sangat terburu buru Rayan langsung menyusul setelah sebelumnya menanyakan alamat yang memang Rayan sendiri sudah tau karna pernah mencari Ramon dikontrakan-nya dulu.


“Ibu ikut ya?” Pinta Sari yang langsung diangguki oleh Rayan dan Alana.


Mereka bertiga kemudian langsung masuk kedalam mobil Rayan. Dengan kecepatan sedang Rayan melajukan mobilnya tanpa memikirkan Caterine yang memang masih berada dikontrakan Ramon dan Sechil.


“Kenapa mereka pindah mendadak?” Tanya Alana tidak habis pikir dengan tindakan tiba tiba Ramon dan Sechil.


“Aku juga tidak tau sayang. Tapi mungkin memang lebih baik seperti ini. Supaya Ramon tidak terus terusan disudutkan oleh Mommy.” Jawab Rayan.


Alana menghela napas. Bahkan yang memberitahu tentang Ramon dan Sechil pindah adalah Robin, bukan Sechil ataupun Ramon sendiri.


Sari yang ada dikursi belakang hanya diam dan tersenyum saja. Alana dan Rayan begitu kompak dan bisa memposisikan dirinya sebagai kakak untuk Sechil juga Ramon.


Tidak membutuhkan waktu lama mobil Rayan sampai tepat didepan kontrakan Ramon. Rayan segera turun begitu juga dengan Alana dan Sari.


“Pelan pelan sayang..” Titah Rayan saat Alana melangkah didepan-nya.


Ketika hendak masuk kedalam kontrakan Ramon, Rayan melirik mobil Caterine yang terparkir sedikit jauh dari kontrakan Rayan.


“Rayan, ayo..” Ajak Alana.


Rayan menganggukan kepalanya. Mereka bertiga termasuk Sari kemudian masuk kedalam kontrakan Ramon.


“Mommy..” Alana terkejut saat mendapati Caterine yang sedang duduk sambil memainkan memainkan hp-nya.


Caterine mengangkat kepalanya. Caterine menatap Alana yang membuatnya sedikit pangling. Alana terlihat semakin berisi dengan perutnya yang mulai terlihat membuncit.


“Alana..” Caterine tersenyum kemudian bangkit dari duduknya. Caterine mendekat dan langsung memeluk Alana lembut.


Rayan dan Sari yang melihat itu hanya diam saja dibelakang Alana. Caterine benar benar sangat pintar dalam bersandiwara. Tapi sayangnya Rayan juga Alana jauh lebih pintar dari Caterine karna bisa dengan mudah membaca gerak gerik Caterine.


“Dimana Ramon dan Sechil mom?”


Pertanyaan Rayan membuat Caterine melepaskan pelukan-nya. Mendadak senyuman dibibir Caterine memudar begitu menyadari ada Sari disamping Rayan.

__ADS_1


“Sari.. Kamu juga ikut kesini? Bagaimana bisa?” Tanyanya menatap Sari penuh selidik.


Sari tersenyum dan sedikit menganggukan kepalanya.


“Ya nyonya, kebetulan saya sedang menginap dirumah Rayan.” Jawab Sari pelan.


“Menginap?” Tanya Caterine lagi.


Rayan dan Alana saling menatap. Mereka berdua tau Caterine pasti merasa sangat panas sekarang. Caterine juga pasti semakin beranggapan buruk pada Alana dan menganggap Alana juga mengincar harta Rayan.


Caterine kemudian menatap Rayan dan tersenyum.


“Bahkan sampai detik ini mommy saja belum kamu kasih tau dimana alamat rumah baru kamu. Tapi pada Sari, kamu dengan begitu murah hati mengajaknya menginap. Sepertinya Sari memang ibu yang sangat baik.”


Rayan hanya menghela napas saja. Menanggapi drama Caterine hanya akan membuang buang waktu menurutnya.


“Kakak..”


Suara cempreng Sechil membuat semuanya menoleh termasuk Caterine. Sechil yang muncul dari kamarnya dan Ramon langsung melangkah cepat dan memeluk erat Alana.


“Selamat datang ditempat tinggal baruku dan Ramon. Ayo duduk duduk..” Antusias Sechil.


Rayan tertawa pelan. Adiknya terlihat sangat bahagia dengan istana barunya dan Ramon. Mereka kemudian duduk dikursi yang terbuat dari kayu.


“Sebentar, biar aku ambilkan minum dulu.” Dengan semangat Sechil berlalu menuju dapur untuk mengambilkan minuman.


Sementara Caterine, wanita itu terus menatap benci pada Sari yang dia anggap hendak merebut semuanya darinya.


“Sepertinya kamu memang sedikit terpengaruh oleh sesuatu ya Rayan. Mommy harap kamu segera sadar. Mommy nggak mau kamu juga menantu cantik mommy kenapa napa.”


Alana menyipitkan kedua matanya mendengar sindiran Caterine. Alana tau siapa yang Caterine maksud.


“Do'akan saja yang terbaik mommy. Selama mommy berbuat baik dan mau berdo'a untuk saya dan Rayan semuanya pasti akan baik baik saja.” Balasnya tersenyum pada Caterine.


Caterine tersenyum tipis. Tangan-nya diam diam mengepal karna Alana dengan berani membalas sindiran-nya.

__ADS_1


“Itu pasti sayang. Mommy tau yang terbaik untuk Rayan juga kamu.” Katanya menjawab.


Rayan hanya diam saja. Istrinya memang sangat pintar dan tidak pernah mau terlihat lemah didepan siapapun. Dan itu memang kemauan Rayan agar Caterine tidak mudah menindas Alana.


Tepat saat Sechil muncul dengan membawa minuman diatas nampan, Ramon juga masuk kedalam dengan berbagai cemilan yang baru saja dibelinya di indomaret terdekat.


“Kak Rayan, kak Alana.. Bu..” Angguk Ramon sopan.


Ramon buru buru meletakan berbagai cemilan diatas meja sebagai jamuan. Setelah itu Ramon duduk lesehan dilantai tepat disamping kursi yang diduduki Rayan.


“Maaf semuanya. Keadaan kontrakan saya memang begini. Berantakan dan sangat seadanya.” Katanya tersenyum.


Rayan ikut tersenyum mendengarnya.


“Rumahnya cukup nyaman. Sechil pasti akan betah disini. Aku dan Alana juga pasti akan sering main kesini.”


Sechil tertawa. Entah kenapa rasanya sangat senang sekali karna merasa memiliki tempat tinggal sendiri dan hanya berdua dengan Ramon. Disamping itu tempat tinggal barunya juga tidak begitu luas sehingga Sechil pasti bisa dengan mudah membersihkan-nya.


Setelah mengobrol sebentar akhirnya mereka membubarkan diri karna Rayan juga harus segera bekerja pagi ini.


“Ada baiknya kamu kasih tau alamat rumah ini segera pada mommy Rayan. Aku nggak mau ibu sampai merasa sakit hati karna ucapan mommy.” Kata Alana saat Rayan hendak memasuki kembali mobilnya. Mereka sudah berada didepan rumahnya. Sedang Sari, wanita itu masuk kedalam rumah lebih dulu karna hendak memberi pupuk bunga bunga ditaman samping rumah.


Rayan menghela napas. Caterine mulai kembali memperlihatkan sikap sinisnya.


“Ya.. Nanti aku akan jemput mommy dan bawa dia untuk makan malam bersama kita. Oh iya sayang. Nanti Roky mungkin akan membawa orang untuk memasang CCTV. Kamu kalau merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang lain dirumah bisa jalan jalan sama ibu. Pak Lim akan siap mengantar. Jangan lupa ajak Fina untuk berjaga jaga ya..”


Alana menganggukkan kepalanya menjawab. Rayan memang sangat mengerti dan tau apa yang dirinya mau.


“Aku berangkat ya, kamu hati hati dirumah. I love you.”


Cup


2 Kecupan singkat Rayan daratkan dibibir dan kening Alana. Pria itu kemudian kembali masuk kedalam mobilnya dan berlalu dengan kecepatan sedang berlalu meninggalkan Alana yang tersenyum menatap mobil mewahnya.


Alana menghela napas. Alana yakin suaminya pasti bisa secepatnya menangani berbagai masalah yang sedang dihadapinya. Mulai dari membuka kejahatan Caterine sampai menemukan kebenaran tentang Bastian yang dicurigai sebagai ayah biologis dari janin yang sedang dikandung oleh Sechil sekarang.

__ADS_1


“Aku percaya sepenuhnya sama kamu Rayan. I love you to..” Gumam Alana tersenyum.


__ADS_2