Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 191


__ADS_3

Alana sedang membantu Sari menata hidangan diatas meja makan saat mobil Rayan memasuki pekarangan luas rumah mewahnya.


Sari yang mendengar sayup sayup suara deru mesin mobil Rayan langsung menghentikan aktivitasnya.


“Alana..” Panggil Sari pada Alana yang asik bersenandung didepan-nya.


“Ya bu, kenapa? Ada yang kurang?” Tanya Alana menoleh menatap pada Sari yang berada disampingnya.


“Tidak, ibu rasa sudah cukup.” Jawab Sari.


“Lalu?”


“Suami kamu pulang. Lebih baik kamu serahkan semua ini pada ibu. Kamu keluar dan sambut kepulangan suami kamu nak.” Senyum Sari pada Alana.


Alana ikut tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. Alana menaruh piring yang sedang ditatanya diatas meja makan.


“Ya sudah, Alana kedepan ya bu..” Katanya yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Sari.


Alana melangkah pelan berlalu dari meja makan. Wanita itu berniat menyambut kepulangan suami tercintanya. Alana juga sudah sangat tidak sabar ingin mendengar cerita Rayan tentang proses pembebasan Ramon pagi tadi. Alana memang sengaja tidak ikut agar Rayan tidak perlu repot bolak balik setelah menyerahkan bukti dan pelaku pembunuhan itu pada polisi.


Ketika sampai diambang pintu utama kediaman mewahnya, Alana semakin melebarkan senyuman-nya melihat Rayan yang turun dari mobilnya. Apa lagi saat melihat Rayan membawa sebuket bunga yang Alana yakini pasti memang untuknya.


Sementara Rayan, pria itu berhenti melangkah ketika mendapati Alana yang berdiri diambang pintu dengan menatapnya. Rayan menatap dari atas sampai bawah pada penampilan Alana. Melihat penampilan sederhana istrinya itu membuat Rayan merasa semakin mencintainya. Rayan lebih suka dengan penampilan apa adanya Alana karna itu terlihat lebih manis dari pada harus berdandan yang kecantikan-nya memang dibuat dengan make up.


Rayan menatap sebuket bunga yang dipegangnya kemudian tersenyum. Pria tampan yang sudah tidak lagi mengenakan jasnya itu kembali melanjutkan langkahnya mendekat pada Alana yang sedang menunggunya.


Begitu sampai didepan Alana, Rayan langsung menyodorkan sebuket bunga itu pada Alana.


“Ini untukku?” Tanya Alana dengan raut kebahagiaan yang bisa dengan jelas Rayan baca dari ekspresi wajah cantik alaminya.


“Tentu saja.” Angguk Rayan menjawab.


Alana langsung menerimanya kemudian mencium aroma wangi dari buket bunga yang diberikan oleh suaminya. Alana merasa sangat senang juga bahagia dengan pemberian bunga dengan kartu ucapan simpel yang Alana yakin ditulis oleh Rayan sendiri. I LOVE YOU. Kata sederhana dengan makna yang begitu dalam.


“Terimakasih, aku suka bunganya.” Senyum Alana menatap Rayan.

__ADS_1


Rayan kemudian merentangkan kedua tanganya membuat Alana tertawa pelan kemudian segera berhambur masuk kedalam pelukan hangat Rayan.


“Aku tidak pernah merasakan rasa ingin selalu melindungi seperti ini pada orang lain tuhan.. Bahkan pada Sakura sekalipun. Tapi sekarang, dia wanita yang sedang mengandung anakku membuat aku merasa ingin selalu menjadi pahlawan untuknya. Keamanan dan kebahagiaan-nya adalah prioritas utama bagiku tuhan.. Mohon beri aku kekuatan untuk terus menjadi yang terbaik untuknya..” Batin Rayan memejamkan kedua matanya sambil membelai lembut punggung Alana.


Alana kemudian melepaskan dirinya dengan pelan dari pelukan Rayan. Alana berjinjit dan mengecup singkat bibir tipis Rayan. Wanita itu terus tersenyum menatap wajah tampan suaminya yang begitu sangat dia cintai.


“Aku dan ibu sudah menyiapkan makan malam. Kita makan sekarang?”


Rayan tersenyum dan menggelengkan pelan kepalanya.


“Sepertinya akan lebih nyaman kalau aku membersihkan diriku lebih dulu.” Katanya pelan.


Alana mengangguk mengerti.


“Baiklah kalau begitu.” Balas Alana.


“Ayo..” Ajak Alana.


Keduanya masuk kedalam rumah dengan Alana yang bergelayut dilengan kekar Rayan. Bunga pemberian Rayan dia bopong dengan bangganya. Senyuman dibibirnya tidak pernah luntur karna kejutan manis yang Rayan berikan padanya malam ini.


Begitu sampai dikamar mereka, Rayan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, membebaskan tubuhnya dari keringat lengket yang membuatnya tubuhnya terasa tidak nyaman.


Sedang Alana, dia menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh Rayan malam ini. Ketika sedang menunggu Rayan, tiba tiba pandangan Alana terarah pada cermin besar yang berada tidak jauh dari ranjangnya.


Alana bangkit dari duduknya ditepi ranjang kemudian mendekat dan berdiri tepat didepan cermin tersebut.


Alana tertawa pelan melihat pantulan tubuhnya dicermin itu. Tubuhnya yang dulu ramping dan langsing kini berubah menjadi berisi dengan perut dan dada bahkan bokong yang berbeda dari ukuran sebelumnya.


“Ya tuhan.. Benar benar seperti ikan mas koi tubuhku sekarang..” Katanya sambil tertawa.


Alana memiringkan tubuhnya menatap perutnya dimana sedang bersemayam dengan penuh kehangatan calon buah hatinya dan Rayan.


“Sehat sehat ya nak.. Kami sangat menunggu kamu lahir kedunia ini..”


Suara pintu kamar mandi yang terbuka tidak membuat pandangan Alana teralihkan. Wanita itu bahkan sepertinya tidak mendengar bunyi khas pintu yang dibuka oleh Rayan, suaminya.

__ADS_1


“Apa mungkin setelah lahiran nanti tubuhku akan kembali ramping dan langsing seperti dulu lagi?” Alana tampak memikirkan ucapan-nya sendiri, membayangkan tubuhnya yang akan tetap sintal meskipun buah hatinya sudah dilahirkan suatu hari nanti.


Alana menghela napas. Semua pria selalu memuja tubuh langsing wanita. Mereka akan menganggap tubuh ramping dan langsing seorang wanita sexy dan menggoda tanpa lemak yang membuat perut, lengan, juga paha bergelambir. Dan tiba tiba Alana bertanya tanya, apakah pria-nya, suaminya juga seperti itu?


“Lagi mikirin apa?”


Alana tersentak saat tiba tiba Rayan mencium pipinya. Alana mengerjapkan kedua matanya beberapa kali karna keterkejutan-nya akibat tindakan Rayan.


“Kamu membuatku terkejut.” Protes Alana dengan bibir mengerucut sebal.


“Maaf, tapi aku sudah lapar. Aku sudah selesai mengenakan baju yang kamu siapkan. Aku sudah mengeringkan rambutku dengan handuk bahkan menyisirnya. Tapi kamu terus berkaca disini.”


Raut wajah Alana langsung berubah. Alana pikir Rayan masih belum selesai didalam kamar mandi. Karna keasyikan dengan pemikiran-nya sendiri Alana sampai tidak ingat waktu.


“Rayan, apa jika setelah melahirkan aku menjadi gendut kamu akan berpaling dan mencari wanita lain yang lebih sexy?”


Rayan menatap aneh pada Alana. Pertanyaan yang Alana lontarkan padanya benar benar sangat tidak diduga duga.


“Aku seperti ikan mas koi sekarang. Tubuhku tidak lagi ramping apa lagi sexy. Dan aku tidak tau apakah tubuhku akan kembali ramping lagi seperti semula setelah aku melahirkan nanti.”


Rayan berdecak. Tingkah Alana benar benar sering sekali berubah aneh. Pemikiran-nya pun benar benar panjang dan sering membuat Rayan tidak habis pikir.


“Jangan konyol Alana. Lebih baik sekarang kita makan. Aku sudah tidak sabar ingin menghabiskan semua masakanmu.”


“Jawab dulu pertanyaan ku tadi.” Tuntut Alana menahan lengan Rayan.


Rayan menghela napas kemudian mengangkat tangan-nya sejajar dengan kepalanya.


“Atas nama tuhan aku bersumpah tidak akan melirik wanita lain sekalipun istriku, Alana menjadi gendut seperti ikan mas koi.” Katanya.


Alana tersenyum mendengar itu. Ucapan Rayan membuatnya merasa lega sekarang. Apa lagi Rayan sampai membawa nama tuhan dalam janjinya.


“Sudah. Aku sudah berjanji. Sekarang ayo kita turun dan makan.”


“Oke..” Angguk Alana setuju.

__ADS_1


Rayan menggelengkan kepalanya. Rayan selalu berusaha untuk memaklumi tingkah ajaib Alana. Karna Rayan sendiri yakin pasti sangat tidak mudah menjadi seorang Alana.


__ADS_2