Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 33


__ADS_3

Rayan menatap penuh perhatian pada Alana yang sedang menceritakan setiap detail mimpinya yang katanya bertemu dengan sosok Sakura.


“Aku serius Rayan. Kamu percayakan sama aku?”


Rayan menghela napas. Bibirnya perlahan melengkung membentuk sebuah senyuman. Sakura memang wanita yang sangat baik juga penuh kesabaran. Rayan merasa sangat mustahil dengan mimpi Alana. Tapi gambaran tentang Sakura yang dikatakan Alana benar benar tidak bisa membuat Rayan mengelak. Mungkin memang Sakura sengaja menemui Alana. Entah apa maksudnya Rayan sendiri tidak bisa menebak. Tapi Rayan yakin tidak akan ada hal buruk setelah mimpi Alana itu.


“Aku percaya.” Jawab Rayan.


Alana menghela napas. Semua yang Sakura lontarkan masih terekam jelas di memori ingatanya. Sakura begitu jelas nyata didepanya bahkan duduk disampingnya.


“Rayan aku...”


“Jangan terlalu dipikirkan. Mungkin Sakura menemui kamu karna ingin mengenal kamu.” Sela Rayan.


Rayan mengusap lembut pipi chuby Alana.


“Sekarang lebih baik kamu mandi. Sudah pagi.” Katanya lagi.


Alana diam sesaat namun akhirnya mengangguk mengiyakan apa yang Rayan suruh.


“Aku tunggu dimeja makan.”


“Oke..” Senyum Alana menganggukan kepala.


Rayan bangkit dari duduknya di tepi ranjang. Pria itu mengusap lembut puncak kepala Alana sebelum berlalu keluar dari kamar mereka.


Sepeninggal Rayan, Alana memejamkan kedua matanya. Pertemuanya dengan Sakura lewat mimpi sangatlah singkat. Tapi kesan tentang baiknya sosok Sakura membuat Alana semakin yakin bahwa Sakura memang wanita yang sangat baik. Tidak heran jika tuhan sangat menyayanginya dan menempatkanya ditempat yang begitu indah di lain dunia.


“Apa karna aku yang terlalu banyak memikirkan tentang Sakura?” Alana bertanya tanya pelan.


“Tapi dia begitu nyata.. Dia Sakura.. Wanita yang pernah sangat mencintai Rayan..”


Tidak ingin terlalu pusing dengan mimpi yang dialaminya, Alana pun bergegas bangkit dari ranjang untuk membersihkan diri. Alana tidak ingin mendapat kritikan pedas dari Rayan jika membuat pria itu terlalu lama menunggunya dimeja makan.


Setelah rapi dengan baju rumahan-nya Alana turun untuk menemui Rayan yang sedang menunggunya. Mereka berdua sarapan bersama tanpa ada obrolan apapun.

__ADS_1


Selesai sarapan, Alana mengantar Rayan sampai depan rumahnya. Alana bahkan memberikan kecupan singkat di pipi Rayan sebelum Rayan masuk kedalam mobil mewahnya yang dikemudikan oleh pak Lim.


“Hati hati..” Begitu pesan Alana saat Rayan masuk kedalam mobil mewahnya.


Rayan tidak tau harus bersikap seperti apa. Tapi sikap manis Alana membuat hati Rayan menghangat. Alana sudah tidak lagi keras kepala dan menentangnya. Alana mulai lunak dan menerima statusnya sebagai istri sah Rayan.


“Kita berangkat sekarang tuan?” Tanya pak Lim pada Rayan.


“Ya..” Jawab Rayan singkat.


Pak Lim segera melajukan mobil Rayan berlalu dari pekarangan luas rumah mewah berlantai 3 itu meninggalkan Alana yang terus melambaikan tangan mengiringi berlalunya mobil mewah Rayan.


Alana tersenyum.


“Beast.. Kamu benar benar seperti Beast Rayan. Kamu tampan. Dan aku mengakui itu.” Gumamnya.


Alana kembali masuk kedalam rumah setelah mobil Rayan tidak lagi terjangkau oleh pandangan matanya. Alana bingung sebenarnya akan melakukan apa. Tidak ada yang bisa Alana kerjakan dirumah mewah itu karna semua pekerjaan sudah dihandle oleh bibi dan pelayan lainya.


“Nyonya.”


“Ya bi, ada apa?” Tanya Alana mengeryit.


“Didepan ada seseorang mencari nyonya. Dia mengatakan namanya Dion.”


“Apa?!” Kedua mata Alana melebar mendengarnya. Rayan belum 10 menit pergi dan Dion sudah ada didepan rumah mereka.


Alana mengepalkan kedua tanganya mulai emosi. Dion berani mendatangi kediaman Rayan padahal Rayan sudah 2 kali memperingatinya.


“Saya akan temui dia.”


Alana menghirup dalam dalam oksigen disekitarnya kemudian menghembuskanya perlahan. Alana berpikir itu adalah saat yang tepat untuk membuktikan pada Dion bahwa Alana sudah memiliki segalanya. Alana bisa melakukan segalanya dengan apa yang Alana miliki sekarang.


Alana melangkah dengan gaya angkuhnya menuju gerbang. Ya, Dion memang tidak diizinkan masuk oleh satpam penjaga gerbang. Benar benar keamanan yang sangat ketat tapi bagus menurut Alana.


“Buka pak.” Perintah Alana pada satpam penjaga gerbang.

__ADS_1


“Baik nyonya.” Angguk satpam itu.


Begitu pintu gerbang dibuka, 2 body guard berbadan tinggi besar langsung berdiri disamping kanan dan kiri Alana. Mereka berdua menatap Dion dengan tatapan garangnya memperingati agar Dion tidak berbuat macam macam pada istri dari majikanya.


“Alana..” Dion tersenyum menatap Alana yang berdiri dengan 2 body guard yang begitu sigap menjaganya disisi kanan kirinya.


“Ada apa?” Tanya Alana menatap malas pada Dion.


Dion menghela napas. Rasa itu masih ada untuk Alana meskipun memang Dion sempat kecewa begitu tau Alana sudah menikah dengan Rayan.


“Aku kesini mau minta maaf. Aku sudah menyadari semuanya Alana. Dan aku.. Aku akan mengakhiri semuanya. Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi.” Katanya langsung.


Alana terdiam sesaat namun detik berikutnya Alana tertawa. Alana tidak bodoh. Alana tau apa yang dimaksud dengan kata “Mengakhiri” dan “Memulai lagi”.


“Alana..”


“Apa yang terjadi sudah benar Dion. Tidak ada yang perlu diakhiri ataupun di mulai kembali dari awal. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku. Aku punya suami kaya raya. Aku punya segalanya. Mobil, rumah, uang.. Aku punya semua itu tanpa harus bekerja sekarang. Jadi untuk apa aku memulai dari awal dengan hidup susah bersama kamu. Aku nggak bodoh Dion. Rayan jauh segalanya dari kamu.” Sela Alana menyombongkan diri.


Dion ternganga mendengar apa yang Alana ucapkan. Alana sangat menyombongkan apa yang sekarang dia miliki. Alana tidak lagi seperti Alana yang dulu, yang begitu murah hati dan begitu gampang memaafkan kesalahan orang lain.


“Kamu..”


“Dulu aku bodoh karna mau dengan laki laki modal tampang seperti kamu Dion. Tapi sekarang aku sadar. Aku sadar setelah aku bertemu dengan Rayan. Ternyata harta dan kekayaan juga penting.” Alana kembali menyela apa yang ingin Dion katakan.


“Apa ini Alana? Kenapa kamu jadi seperti ini?” Dion bertanya dengan keterkejutan luar biasa. Alana sudah jauh berubah.


“Aku yang sekarang bukan lagi Aku yang dulu yang bisa begitu gampang kamu bodohi Dion. Aku punya segalanya sekarang. Aku bisa melakukan segalanya termasuk menghancurkan kamu dan Michelle.”


Dion menggeleng semakin tidak menyangka dengan perubahan derastis Alana. Alana yang murah hati kini menjelma menjadi Alana yang sombong dan angkuh.


“Kamu..”


“Pak tutup lagi gerbangnya. Dan ingat baik baik wajah laki laki ini. Kalau dia datang lagi usir saja langsung, terserah dengan cara apa saja.”


Alana membalikan tubuhnya. Dengan langkah lebar Alana berlalu menjauh dari gerbang yang kembali ditutup oleh pak satpam. Alana merasa sangat puas karna bisa menghina Dion. Mungkin Alana memang tidak bisa membalas apa yang Dion dan Michelle lakukan padanya dulu. Tapi setidaknya Alana sudah lega karna bisa menunjukan bahwa dirinya tidak lemah sekarang.

__ADS_1


__ADS_2