Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 132


__ADS_3

Pada jam pulang kerja, Rayan tidak langsung menuju rumah Sari untuk membicarakan tentang apa yang di inginkan oleh Alana. Rayan lebih dulu menyambangi rumah lamanya yang langsung mendapat sambutan hangat dari Caterine juga Sechil.


“Ramon mana?” Tanya Rayan pada Sechil yang duduk disofa didepan-nya.


“Ramon belum pulang kak. Biasanya dia pulang agak malem kan abis ngampus langsung kerja kak..” Jawaban Sechil membuat Rayan mengangguk paham. Ramon memang bukan pria pemalas yang mengandalkan orang lain. Ramon pria yang gigih dan mau berusaha.


“Eemm.. Kenapa jadi bahas Ramon?”


Rayan dan Sechil kompak menoleh pada Caterine yang duduk disofa tunggal diantara keduanya. Mereka menatap aneh pada Caterine yang memang tidak pernah senang dengan pembahasan tentang Ramon.


“Oh iya Rayan, mumpunng sekarang kita lagi bertiga bagaimana kalau malam ini kita jalan jalan? Kita makan malam diluar tapi khusus keluarga kita saja. Mommy, kamu, sama adik kamu.” Senyum Caterine menatap Rayan dengan penuh sandiwara.


“Memangnya kak Alana dan Ramon bukan keluarga kita menurut mommy?”


Caterine menghela napas kemudian menoleh pada Sechil yang berada disebelah kirinya.


“Bukan begitu maksudnya sayang.. Mereka kan pendatang dikeluarga kita. Dan kalau kita bertiga kan ada hubungan darah. Mungkin bisa dibilang keluarga inti ya..” Jawab Caterine beralasan.


“Tapi tetep aja mom.. Kak Alana istri kakak dan Ramon itu suami aku.. Mereka keluarga kita juga.” Sechil tetap tidak setuju dengan alasan yang Caterine lontarkan. Sechil merasa Caterine seperti sedang membeda bedakan sekarang.


“Ya sudah kalau memang mommy salah ngomong mommy minta maaf sayang..” Senyum Caterine menatap Sechil yang merengut menatapnya.


“Lain kali jangan begitu lagi mom.. Nggak enak kalau sampai kak Alana dan Ramon sampai dengar.” Nasehat Sechil.


“Ya iya sayang.. Jadi bagaimana Rayan?”


Caterine kembali menatap Rayan setelah menjawab Sechil. Wanita itu sangat berharap Rayan mau mengikuti kemauan-nya untuk makan bertiga diluar malam ini.


Rayan menghela napas. Jika saja Caterine bisa seperti Sari yang menyayangi Alana dengan sepenuh hati mungkin Rayan akan sangat merindukan moment itu. Tapi sayangnya saat berbicara dan menatap Rayan saja Caterine kentara sekali hanya sedang berusaha meluluhkan hati Rayan. Bukan benar benar ingin menciptakan momen indah untuk putra sulungnya itu.


“Maaf mom.. Aku tidak bisa. Alana dirumah menungguku. Dia juga sudah memasak banyak untukku.” Jawab Rayan menolak dengan halus.

__ADS_1


Caterine diam sesaat. Senyuman dibibirnya memudar karna Rayan menolak apa yang diinginkan-nya.


Caterine menghela napas kemudian menganggukan kepalanya mengerti dengan penolakan Rayan.


“Ya sudah enggak papa. Bagaimana kalau mommy saja ikut kamu kita makan malam bersama dirumah baru kamu. Mommy juga belum tau kan dimana alamatnya?” Lagi, Caterine terus berusaha bersikap baik pada Rayan yang memang sudah kebal dari segala sandiwara yang Caterine mainkan.


“Lain kali saja ya mom..” Tolak Rayan lagi.


“Begitu ya?” Gumam Caterine kecewa. Wanita itu tersenyum miris kemudian menundukan kepalanya.


“Ya.. ya sudah kalau begitu, mommy keatas ya.. Tiba tiba mommy ngantuk. Kamu nanti pulangnya hati hati..”


Caterine bangkit dan berlalu begitu saja membuat Sechil merasa tidak tega melihatnya. Namun saat Sechil hendak bangkit dan menyusul Caterine, Rayan langsung mencegahnya.


“Kenapa kak?”


“Ada yang ingin kakak tanyakan sama kamu, ini tentang Bastian.” Jawab Rayan membuat Sechil mengeryit bingung.


Rayan menghela napas. Menanyakan apa yang terjadi dimasa lalu Sechil sama saja dengan mengorek luka yang Sechil buat sendiri. Tapi semua itu Rayan lakukan agar semuanya jelas.


“Kita bicara dimobil kakak saja.” Rayan bangkit dari duduknya melangkah lebar keluar dari rumah menuju mobilnya yang langsung di ikuti oleh Sechil.


Setelah berada didalam mobil, Rayan langsung menanyakan tentang Bastian pada Sechil. Dan jawaban Sechil sama sekali tidak membuat Rayan puas, Sechil tetap merasa tidak pernah bertemu ataupun mengenal Bastian sebelumnya.


“Coba kamu ingat ingat lagi Sechil..” Rayan menatap Sechil dengan wajah sendu. Bagaimanapun juga Sechil adalah adiknya dan janin yang ada dikandungan Sechil sekarang adalah calon keponakan-nya yang suatu saat tetap harus dipertemukan dengan ayah kandungnya.


“Aku beneran nggak pernah kenal sama dia kak. Memangnya kenapa sih?” Sechil menatap penuh tanda tanya pada Rayan yang tiba tiba saja menanyakan tentang Bastian padanya.


Rayan menghela napas. Sechil pasti akan menangis jika Rayan mengungkit kembali kesalahan fatalnya yang membuat Sechil akhirnya menikah dengan Ramon.


“Begini Sechil, kakak merasa mungkin Bastian adalah ayah dari anak yang sedang kamu kandung.”

__ADS_1


“Apa?!” Kedua mata Sechil membulat mendengarnya. Sechil menggeleng pelan tidak menyangka dengan pemikiran kakaknya.


“Bagaimana mungkin kakak bisa berpikir begitu?”


Rayan menelan ludahnya kemudian menghela napas lagi.


“Logikanya saja Sechil, mana mungkin tiba tiba kamu punya keinginan yang begitu kuat ingin memeluk Bastian. Ngidam itu suatu keinginan yang berasal dari firasat si bayi.. Kehidupan bebas kalian itu sama. Dulu kamu sering gonta ganti pasangan, begitu juga dengan Bastian.” Jawab Rayan menjelaskan.


Sechil diam. Kepalanya menunduk menatap perutnya yang mulai membesar. Meski Ramon mengatakan akan menganggap anak dalam kandungan-nya seperti anak kandung nya sendiri nanti tapi Sechil tiba tiba merasa bimbang.


“Sechil.. Ini demi anak dalam kandungan kamu. Dia tetap harus tau siapa ayah kandungnya nanti.” Ujar Rayan pelan.


Sechil menganggukan kepalanya mengerti. Rayan melakukan-nya demi kebaikan-nya.


“Aku mengerti kak.. Aku akan tanyakan kejadian terakhir malam saat aku hampir dilecehkan oleh seseorang di klub malam nanti pada temanku. Kakak temani aku ya?”


Rayan tersenyum. Tanganya meraih bahu Sechil dan mengusapnya lembut.


“Pasti. Kakak akan temani kamu menemui teman kamu.”


“Makasih kak..” Meski sedikit merasa sesak, namun Sechil mengerti. Semuanya demi kebaikan-nya juga janin dalam kandungan-nya.


“Iya sama sama.. Jangan sungkan sama kakak. Anggap saja kakak ini pengganti daddy kamu. Kakak akan siap selalu ada untuk kamu. Ingat itu Sechil.”


Sechil tertawa mendengarnya. Tanpa dia sadari air mata menetes membasahi kedua pipinya. Sechil dan Rayan memang tidak satu ayah, tapi kasih sayang Rayan padanya sebagai seorang kakak tidak pernah bisa diukur oleh apapun. Rayan tetap menyayanginya walaupun dulu Sechil pernah menjahati Sakura juga Alana.


“Ya sudah kalau begitu kakak pulang yah.. Kamu bisa telpon kakak kalau sudah siap bertemu dengan teman kamu.” Senyum Rayan menatap Sechil.


“Ya kak..” Sechil mengangguk kemudian keluar dari mobil Rayan. Lambaian tangan-nya menghantarkan mobil Rayan yang mulai melaju dengan kecepatan sedang keluar dari pekarangan luas rumah itu.


Rayan berhenti ketika berada diluar gerbang. Pria itu menghela napas menatap bangunan mewah peninggalan daddy nya. Dulu Daddy nya selalu mewanti wanti agar Rayan tetap tinggal dirumah itu meskipun sudah menikah. Namun karna keberadaan Caterine dirumah itu membuat Rayan tidak bisa menepati janji nya pada mendiang daddy nya.

__ADS_1


“Maafin aku dad.. Aku hanya tidak mau istri dan calon anakku kenapa napa.. Aku harap daddy bisa memahami posisiku..”


__ADS_2