
“Tidak mungkin. Tidak mungkin anak saya seperti itu..”
Sari menggeleng tidak percaya mendengar apa yang Dion katakan. Pria itu tiba tiba datang dan dengan tampang menyedihkan menceritakan apa yang Alana katakan padanya.
“Aku tidak bohong bu.. Alana.. Dia sangat angkuh dan sombong sekarang.”
“Aku menyaksikanya sendiri. Aku bahkan yang dia hina bu..” Lanjut Dion.
Sari menelan ludahnya susah payah. Sari merasa tidak pernah salah mendidik putri dari madunya itu. Meski memang Alana bukan anak yang dia lahirkan sendiri tapi Sari selalu memastikan pendidikan baik untuk Alana. Meski memang tidak bisa selalu membiayai sendiri Sari selalu memastikan semua yang terbaik untuk Alana.
“Enggak, nggak mungkin Dion. Putri saya anak yang baik. Dia sangat menjunjung tinggi tatakrama dan sopan santun.” Tolak Sari.
“Tapi bu..”
“Dion, kamu sudah beristri. Kamu sudah memilih Michelle. Kenapa kamu masih lancang mendatangi Alana? Kamu tau bukan, Alana juga sudah menikah. Alana sudah memiliki suami.”
Dion menundukan kepalanya. Pria itu tidak tau harus berkata apa sekarang. Apa yang dilakukanya dengan menemui Alana pasti dinilai salah oleh siapapun.
“Bu.. Aku masih mencintainya.” Lirih Dion.
Sari menggelengkan kepalanya.
“Jangan gila Dion. Kamu sudah punya Michelle. Jangan membuat putri saya dalam masalah.”
Dion menghela napas. Dari dulu Dion memang sudah berhubungan dengan Michelle dibelakang Alana. Tidak tanggung tanggung mereka bahkan sudah sering tidur seranjang.
“Bu..”
“Saya lebih percaya pada putri saya sendiri Dion.” Sela Sari.
Dion menelan ludahnya. Dion juga tidak percaya dengan berubahan tiba tiba Alana. Tapi semua itu sangat nyata. Alana menghinanya. Alana menyombongkan apa yang sekarang dia miliki.
“Aku menikahi Michelle karna tuntutan bu.. Orang tua Michelle mengancam akan menuntut keluargaku kalau aku tidak mau menikahi Michelle.”
Sari menghela napas.
“Itu bukan urusan saya Dion. Apapun yang terjadi pada kamu dan Michelle itu bukan urusan Saya. Yang saya minta sama kamu, tolong jangan lagi ganggu Alana. Dia sudah bahagia dengan Rayan, suaminya.”
Dion menahan sejenak napasnya kemudian menghembuskanya pelan. Merelakan Alana bersama dengan pria lain benar benar sangat berat untuk Dion. Dion masih mempunyai rasa pada Alana. Dion masih mencintai Alana.
“Tapi aku mencintai Alana bu.. Aku tidak bisa melupakanya.”
Sari tidak habis pikir dengan apa yang berada dipikiran mantan kekasih putrinya itu. Dion sudah jelas jelas bersama Michelle tapi masih berani mengatakan cinta pada Alana.
__ADS_1
“Nak Dion..” Panggil Sari pelan.
Dion mengangkat kepalanya menatap Sari dengan ekspresi sendunya.
“Kalau memang kamu mencintai putri saya, kenapa kamu tidak jelaskan pada kedua orang tua Michelle bahwa yang kamu cintai itu Alana, bukan Michelle. Kenapa kamu hanya pasrah? Kamu bahkan dengan entengnya menitipkan undangan untuk Alana pada saya. Kamu tau nak Dion? Saat itu juga saya merasa sakit. Tapi saya juga merasa lega karna tuhan menunjukan jalan terbaik untuk putri saya yaitu menikah dengan Rayan sebelum kamu meninggalkanya dan menikah dengan Michelle.”
Dion mengeryit kemudian tersenyum sinis.
“Kalau begitu berarti semuanya jelaskan bu, Alana yang lebih dulu berhianat.”
Sari mengepalkan tanganya. Ingin sekali Sari melayangkan tamparan keras di wajah memuakan Dion. Sudah jelas berhianat tapi masih berani merasa seolah dirinya yang dihianati.
“Ibu bahkan tau Alana menikah dengan Rayan. Tapi ibu diam, ibu tidak memberitahu aku. Ibu juga salah disini.. Ibu..”
“Cukup Dion.” Potong Sari tidak bisa lagi sabar menghadapi Dion.
Sari bangkit dari duduknya disofa ruang tamu. Tangan kananya terangkat menunjuk pintu utama rumahnya yang terbuka.
“Sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah saya. Jangan lagi datang kesini.” Usir Sari.
Dion tersenyum sinis. Alana lebih dulu menikah dengan Rayan sebelum Dion menikahi Michelle. Itu sudah cukup menjadi pegangan bagi Dion bahwa memang Alana yang lebih dulu menghianatinya, bukan dirinya. Dan Dion merasa semua yang terjadi masih bisa diperbaiki.
Dion bangkit dari duduknya. Kepalanya mengangguk dengan senyuman yang terukir dibibirnya menatap Sari yang sudah dikuasai oleh emosi.
Sari menghela napas gusar setelah kepergian Dion. Sari tau bagaimana putrinya. Alana memang sangat keras kepala. Tapi Sari yakin Alana tidak mungkin bertingkah angkuh dan sombong.
Sari kembali mendudukan dirinya disofa. Dengan pelan Sari memijit keningnya sendiri. Hubungan Dion dan Alana memang cukup lama terjalin. Sari pikir dengan sudahnya hubungan mereka semuanya akan baik baik saja. Tapi nyatanya, Dion mulai berulah.
“Alana.. Ibu harap tidak akan ada masalah antara kamu dan suamimu.” Batin Sari penuh harap.
------
“Kamu lumayan pintar.”
Alana mengeryit mendengarnya. Entah apa yang Rayan maksud dengan mengatakan dirinya lumayan pintar.
“Ini hadiah atas keberanian kamu pagi tadi.” Rayan menyodorkan setangkai mawar merah pada Alana yang duduk disampingnya. Saat ini mereka sedang berada ditaman belakang rumah sekedar untuk menikmati udara segar malam ini.
Alana menerima setangkai mawar merah itu meskipun masih kebingungan.
“Aku melihat dan mendengar semuanya tadi pagi.”
“hah?” Alana semakin tidak mengerti.
__ADS_1
“Tentang kedatangan mantan kekasih kamu tadi pagi. Sikap kamu, itu sangat patut diacungi jempol.”
Alana menghela napas. Alana juga merasa puas karna sudah bisa melontarkan kata hinaan pada Dion. Pria itu sangat tidak tau malu dan pantas untuk dihina menurut Alana.
“Apa pak satpam atau 2 orang kamu itu yang mengirim videonya?” Tanya Alana menatap Rayan yang juga sedang menatapnya.
Rayan menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawabanya.
“Aku melihat dan mendengarnya secara langsung lewat CCTV. Jangan lupakan kalau disetiap sudut rumah ini aku bisa memantau gerak gerik kamu Alana.”
Alana merengut. Itu artinya Rayan bisa mengawasinya nonstop selama 24 jam. Tidak ada sedikitpun peluang untuk Alana bisa berbohong.
“Segitu tidak percayanya kamu sama aku.”
Rayan tersenyum. Mengawasi belum tentu tidak percaya. Rayan hanya ingin memastikan semuanya aman saja.
“Apa kamu juga memasang CCTV dikamar para pelayan?” Tanya Alana.
“Apa kamu pikir aku sangat kurang pekerjaan?” Tanya balik Rayan.
Alana mengedikkan kedua bahunya. Rayan bisa melakukan apapun yang dia mau.
“Bagaimana?” Tanya Rayan membuat Alana mengangkat sebelah alisnya.
“Apa?” Bingung Alana.
“Tentang mengakhiri semuanya dan memulai lagi semuanya dari awal bersama Dion?”
Alana menyipitkan kedua matanya. Rayan mengatakan sudah mendengar semua ucapan pedas penuh hinaan yang Alana lontarkan pada Dion tapi masih saja bertanya.
“Rayan.” Panggil Alana menatap Rayan serius.
“Hem...” Saut Rayan.
“Apa kamu senang mendengar istri kamu ini menghina orang?” Tanya Alana.
Rayan mengerjapkan matanya beberapa kali. Menghina adalah merendahkan dan itu adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Sesungguhnya Rayan tidak suka. Tapi karna yang Alana hina adalah Dion, Rayan merasa itu sangat menghibur.
“Untuk laki laki tidak tau malu seperti Dion aku rasa itu pantas.”
Alana berdecak dan menggeleng mendengar itu.
“Oh berarti memang kamu memang benar jelmaan dari Beast.”
__ADS_1