Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 198


__ADS_3

Bastian keluar dari mobilnya dengan Cleo yang mengikuti. Sebenarnya Bastian enggan Cleo ikut dengan-nya ke rumah kontrakan Sechil dan Ramon. Selain karna tidak mau Cleo membuat gara gara, Bastian juga tau Sechil tidak akan merasa nyaman jika ada Cleo disekitarnya.


“Cleo.. Aku bener bener minta tolong sama kamu kali ini, tolong kamu jaga bicara kamu. Nona Sechil sedang mengandung anakku..”


Cleo berdecak merasa jengah mendengar apa yang Rayan katakan.


“Sebenarnya orang yang kamu cintai itu aku apa Sechil sih? Dan sebenarnya kehamilan Sechil itu karna murni kecelakaan atau sebenarnya kalian melakukan itu atas dasar suka sama suka?”


Bastian menggeleng tidak mengerti dengan cara berpikir Cleo sekarang. Padahal dulu Cleo tidak pernah perduli dengan siapapun Bastian berkencan.


“Aku heran sama kamu Bastian. Kamu tidak pernah seperduli pada wanita manapun. Tapi pada Sechil kamu bisa begitu sanga perduli. Aku ingin tau alasan kamu yang sebenarnya.”


Cleo menatap angkuh pada Bastian yang tidak percaya dengan apa yang Cleo katakan padanya.


“Kamu tau jelas alasan-nya Cleo. Kalau nona Sechil tidak hamil anakku aku tidak mungkin melakukan ini.” Ujar Bastian pelan. Bastian tidak ingin bertengkar dengan Cleo hanya karna kesalah pahaman tengang keperdulian-nya pada Sechil.


Cleo tersenyum sinis. Cleo merasa sangat keberatan dengan perlakuan Bastian yang begitu sangat mengistimewakan Sechil menurutnya.


“Terserah kamu saja. Aku pulang.”


Cleo menghentikan taxi yang saat itu melintas dijalan didepan-nya. Dan tanpa berkata apapun lagi pada Bastian Cleo masuk kedalam taxi tersebut yang kemudian melaju meninggalkan Bastian yang hanya diam mematung ditempatnya.


Bastian menghela napas. Cleo memang sangat keras kepala. Cleo juga terkesan acuh pada siapapun. Tapi pada Sechil, entah kenapa Cleo sepertinya sangat tidak menyukainya.


Bastian menatap taxi yang melaju dengan kecepatan sedang. Awalnya mereka berniat mengantar Sechil yang memang hari ini akan kembali memeriksakan kandungan-nya. Bastian tidak tau harus bagaimana, mengejar Cleo juga penting. Tapi memastikan anak dalam kandungan Sechil sehat juga tidak kalah penting baginya.


“Bastian.”


Suara Sechil membuat Bastian menoleh. Bastian tersenyum menyembunyikan kegundahan hatinya pada Sechil. Bastian tidak mau Sechil sampai tau bahwa dirinya dan Cleo baru saja bertengkar karna Sechil.


“Eh nona, sudah siap?”

__ADS_1


Sechil menghela napas. Sechil mendengar perdebatan Bastian dan Cleo tadi. Dan Sechil merasa semakin yakin bahwa memang tidak seharusnya Bastian terlalu perhatian padanya juga anak yang sedang dikandungnya.


“Mungkin akan jauh lebih baik kalau kamu tidak usah lagi melakukan apapun untukku juga anakku Bastian.” Ujar Sechil.


Bastian mengeryit. Sechil kembali mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.


“Cleo sangat tidak menyukaiku. Dia selalu membuatku tidak nyaman setiap kali bertemu. Dan tadi aku mendengar perdebatan kalian. Aku tidak membuat hubungan kamu dan Cleo dalam masalah Bastian. Jadi sebaiknya kamu kejar saja dia dan tidak perlu lagi menghiraukan aku dan kandunganku. Aku yakin, aku dan Ramon mampu memenuhi apapun kebutuhan anak ini. Kamu juga tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menjauhkan kamu dengan anak ini. Dia tetap anak kamu.” Lanjut Sechil panjang lebar.


Bastian menelan ludahnya. Tatapan-nya terus terarah pada Sechil yang berdiri didepan-nya.


“Bastian, aku tau Cleo melakukan itu karna cemburu. Mungkin Cleo salah paham dengan semua yang kamu lakukan untukku.”


“Cukup nona. Jangan diteruskan lagi. Jangan katakan apapun lagi yang membuat saya berubah pikiran dan menuntut hak asuh atas anak yang sedang nona kandung saat ini.” Balas Bastian dengan sangat tegas.


Sechil terkejut mendengarnya. Sechil tidak menyangka Bastian akan menyinggung tentang hak asuh anak yang sedang dikandungnya.


“Saya melakukan-nya karna itu memang kewajiban saya sebagai ayah dari anak yang sedang nona kandung. Masalah Cleo, itu urusan saya. Nona tidak perlu khawatir apa lagi sampai ikut campur.” Sambung Bastian dengan ekspresi yang berubah datar menatap Sechil.


“Bastian, kamu sudah datang?”


Bastian mengalihkan perhatian-nya dari Sechil pada Ramon yang sedang mengeluarkan motor metiknya dari dalam rumah. Ramon sudah rapi dengan ransel yang digendongnya di punggung.


“Ah ya, saya sudah cukup lama disini. Kalian benar benar membuat saya menunggu.” Jawab Bastian disertai dengan senyuman dibibirnya.


Ramon tertawa pelan mendengarnya.


“Oh ya tuhan.. Maaf maaf.. Sudah membuat kamu menunggu.”


“Saya hanya bercanda. Jangan terlalu serius.”


Sechil terus diam didepan Bastian. Sechil tidak tau harus bersikap seperti apa sekarang. Sechil tau hubungan Bastian dan Cleo memburuk setelah Bastian memutuskan untuk bertanggung jawab pada kehamilan-nya.

__ADS_1


“Eemm.. Sayang, bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja?”


Sechil tersadar dari lamunan-nya ketika Ramon menyentuh tangan-nya. Sechil langsung memperlihatkan senyuman dibibirnya pada Ramon berusaha menyembunyikan apa yang sedang dirasakan-nya.


“Kamu kenapa?” Tanya Ramon lembut.


“Aku panggilin kamu loh dari tadi. Tapi kamu terus diam dan tidak menyaut. Apa ada sesuatu yang mengganggu kamu?”


Sechil menggelengkan kepalanya.


“I'm fine. Hanya sedang sedikit merasa deg degan karena proses persalinan yang sudah semakin dekat.” Jawab Sechil melirik sekilas pada Bastian yang tampak tidak perduli dengan apa yang dikatakan-nya pada Ramon.


Ramon tertawa mendengarnya. Ramon mendaratkan kedua tangan-nya dibahu Sechil. Tatapan-nya begitu dalam pada Sechil yang juga menatapnya.


“Kamu nggak perlu takut. Aku akan terus berada disamping kamu, menggenggam tangan kamu apapun yang terjadi nanti.” Kata Ramon.


Sechil tersenyum mendengarnya. Ramon selalu saja berhasil membuatnya merasa tenang. Sechil begitu percaya pada Ramon yang memang selalu membuktikan segala ucapan-nya dengan perbuatan yang sesungguhnya.


Bastian melengos melihat Sechil dan Ramon yang selalu begitu romantis dan kompak. Dan lagi lagi Bastian terpikirkan pada hubungan-nya dan Cleo yang semakin hari semakin buruk karna Cleo yang terlalu over padanya jika sudah menyangkut tentang Sechil dan anaknya.


“Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita berangkat sekarang.”


Sechil menganggukan kepalanya menerima ajakan Ramon. Sedang Bastian, pria itu sebenarnya ingin mengajak Sechil dan Ramon untuk satu mobil saja dengan-nya. Tapi Bastian tau Ramon dan Sechil pasti akan menolak dan lebih memilih untuk menaiki sepeda motor metik milik Ramon. Selain itu juga Bastian tidak mungkin bisa bertiga dengan keduanya yang selalu mesra dimanapun mereka berada. Bastian akan merasa menjadi pengganggu dan mungkin keduanya pun juga akan merasa tidak nyaman karna ada Bastian diantara mereka.


“Bastian, saya dan Sechil duluan ya..” Ujar Ramon tersenyum menatap Bastian.


“Ah ya, oke. Saya akan mengikuti dari belakang.” Balas Bastian tersenyum membalas Ramon.


Setelah Bastian mengiyakan, Ramon menggandeng Sechil mengajaknya melangkah menuju motor metiknya yang memang sedang dipanaskan lebih dulu mesin-nya.


Bastian menghela napas pelan menatap keduanya sesaat kemudian masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2