Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 91


__ADS_3

Rayan dan Luky duduk berdampingan didalam sebuah restoran yang saat itu cukup ramai pengunjung. Mereka berdua sedang menunggu kedatangan orang yang menjadi suruhan Luky dalam menangani Dion.


“Luky, apa dia masih lama?” Tanya Rayan tidak sabaran. Pria itu sesekali menilik jam tangan mewah yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Rayan sudah berjanji pada Alana juga Sechil akan menjemputnya tidak sampai lewat pukul 8 malam ini. Ya, malam ini Rayan juga akan menemani Sechil bertemu langsung dengan Ramon untuk membicarakan tentang rencana pernikahan.


“Ah itu dia tuan..” Kata Luky membuat Rayan langsung memusatkan perhatian-nya kearah yang ditatap oleh Luky.


Pria dengan penampilan yang benar benar tidak diduga oleh Rayan. Berkaca mata besar dan tebal, dengan rambut klimis dan baju yang kelewat rapi.


“Dia??” Tanya Rayan menatap Luky ragu. Rayan merasa tidak yakin meski pada kenyataan-nya perusahaan Dion sekarang sedang krisis bahkan menuju kebangkrutan.


Luky hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Luky kemudian mempersilahkan orang suruhan-nya untuk duduk.


“Selamat malam tuan Luky, tuan Rayan..” Sapa pria itu sopan setelah mendudukkan dirinya dikursi didepan Luky juga Rayan.


“Ya, malam.” Angguk Rayan menatap aneh pada pria tersebut karna penampilan-nya yang sangat tidak memungkinkan.


Pria itu mengangguk pelan membalas tatapan Rayan.


“Sebelumnya maaf, apa saya boleh membuka kaca mata dan rambut saya?” Tanya pria tersebut karna takut dirasa tidak sopan oleh 2 tuan tampan didepan-nya.


Rayan sempat bingung namun akhirnya mempersilahkan. Ketika pria itu membuka kaca mata dan rambut palsunya, Rayan terkejut. Penampilan pria itu sangat berbanding terbalik dengan penampilan culun-nya yang tadi.


“Baik, langsung saja pembahasan ya tuan, saya takut ada orang yang mengenal saya disini dan curiga dengan pertemuan kita.”


Rayan menyipitkan kedua matanya. Rayan merasa orang suruhan Luky didepan-nya sepertinya memang sudah sangat berpengalaman. Wajahnya kentara sebagai orang yang penuh taktik.


Mereka bertiga membahas tentang apa yang pria berambut jambul itu lakukan dalam penyamaran-nya menjadi karyawan baru di perusahaan Dion. Mereka juga membahas rencana selanjutnya yang akan dilakukan oleh pria bernama Bastian itu.

__ADS_1


Pertemuan singkat itu membuat Rayan merasa yakin Bastian bisa menghandle semuanya. Mungkin apa yang Rayan lakukan pada Dion memang sangat keterlaluan. Tapi itu semua Rayan lakukan agar Dion mempunyai kesibukan dan tidak terus mengganggu istrinya.


“Dimana kamu mengenal Bastian Luky?” Tanya Rayan saat dalam perjalanan pulang. Ya, mereka hanya bertemu kurang lebih setengah jam. Itu pun hanya untuk membahas tentang rencana Bastian serta mengenalkan Bastian langsung pada Rayan.


“Kami tidak sengaja bertemu tuan. Saat itu saya sedang mengawasi nona Sechil di klub malam dan tidak sengaja bertemu dengan-nya hingga akhirnya kami berkenalan dan menjadi teman.”


Rayan mengangguk pelan. Rayan sangat berharap Bastian benar benar orang yang baik.


Ketika sampai didepan gerbang rumahnya, Rayan meminta agar Luky berhenti. Rayan segera turun dan meminta pada Robin yang kebetulan sedang berjaga disana untuk membukakan pintu gerbang. Rayan tau Alana dan Sechil pasti sudah menunggunya.


Saat Robin membukakan pintu gerbang, dengan langkah buru buru Rayan segera masuk kearea luas kediaman-nya. Pria itu bahkan sedikit berlari menuju pintu utama rumahnya yang terasa sangat jauh sekarang.


------


“Kenapa Sechil? kenapa kamu tidak mau mendengarkan mommy? Ramon itu tidak punya apa apa.. Dia tidak akan mampu menghidupi kamu..” Caterine terus saja mencoba meruntuhkan keyakinan Sechil yang sudah rapi dengan Alana yang duduk disampingnya. Sechil dan Alana memang sedang menunggu Rayan pulang.


“Mom.. Ramon mungkin memang tidak punya apa apa.. Tapi dia laki laki yang baik. Dia mau menikahi aku yang hamil diluar nikah bahkan hamil dengan orang yang aku sendiri tidak tau dengan siapa..” Sechil mengesampingkan rasa malunya pada Alana dengan mengatakan yang sebenarnya. Sechil memang tidak tau siapa sebenarnya ayah dari janin yang sedang dikandungnya.


“Itu masalah gampang Sechil. Asal kamu nurut sama mommy janin dalam kandungan kamu tidak akan terlantar. Dia akan mendapatkan semuanya dan hidup dengan berkecukupan.”


Sechil menggelengkan kepalanya. Sechil tau apa yang Caterine maksud. Caterine ingin menggunakan anaknya untuk menarik simpati Rayan sebagai anak yang tidak diharapkan agar Rayan luluh.


“Alana, Sechil.. Kalian sudah siap?”


Suara berat Rayan membuat perhatian Alana, Sechil, juga Caterine langsung teralihkan. Alana tersenyum melihat suaminya yang sudah berdiri diambang pintu. Sedang Sechil, dia merasa sangat lega karna akhirnya Rayan pulang.


Alana dan Sechil langsung berdiri dari duduknya kemudian mengangguk dengan kompak.

__ADS_1


“Kami sudah menunggu dari 20 menit yang lalu..” Ujar Alana.


Rayan tersenyum. Istri juga adiknya terlihat sangat berbeda. Begitu cantik dan elegan bahkan sangat kompak.


Caterine yang melihat itu menggeleng tidak menyangkan. Wanita itu ikut bangkit dari duduknya kemudian melangkah mendekat dengan cepat pada Rayan.


“Apa kamu gila Rayan? Kamu mendukung keputusan salah adik kamu..” Omel Caterine pada Rayan.


Rayan berdecak. Rayan masih tidak bisa menerima dengan keniatan tersembunyi Caterine sebenarnya. Tapi Rayan juga tidak sampai hati mengusir Caterine dari rumahnya. Rayan masih sadar, dalam dirinya mengalir air susu Caterine. Dan itu adalah jasa seorang ibu yang tidak bisa dibalas dengan apapun menurut Rayan. Bahkan jika seluruh harta yang Rayan miliki Rayan serahkan itu juga tidak akan cukup untuk membalas jasa menyusui Caterine padanya.


“Aku gila?” Tanya Rayan membalas tatapan Caterine dengan berani.


Caterine menelan ludahnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ada kilatan kemarahan yang Caterine lihat dari tatapan Rayan padanya sekarang.


“Yang gila itu mommy.. Mommy nggak mikirin bagaimana perasaan Sechil dan anak yang berada didalam kandungan-nya. Asal mommy tau, harta berlimpah tidak menjamin kehidupan seseorang akan bahagia. Aku sendiri contohnya. Aku yang mengalaminya dulu.” Jawab Rayan dengan lantang.


Kedua mata Caterine membulat. Rayan tidak seperti biasanya.


“Rayan kamu..” Lirih Caterine dalam keterkejutan-nya.


“Aku yang akan memastikan sendiri Sechil bahagia bersama Ramon.” Tekan Rayan menyela ucapan Caterine.


Setelah membalas ucapan Caterine, Rayan melangkah mendekat pada Alana dan Sechil yang hanya diam mendengarkan perdebatan-nya dengan Caterine. Rayan menuntun Alana dan Sechil berlalu melewati Caterine yang masih dikuasai oleh keterkejutan-nya.


Caterine menatap dalam diam pada Rayan yang membukakan pintu mobil untuk istri juga adiknya. Caterine merasa sangat tidak dihargai sekarang.


“Alana.. Pasti Rayan bersikap seperti ini padaku gara gara Alana..” Gumam Caterine dengan kedua tangan mengepal erat.

__ADS_1


__ADS_2