Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 98


__ADS_3

Caterine tidak bisa menahan emosinya saat hari pernikahan Sechil dan Ramon tiba. Caterine bahkan hampir saja mengajak Sechil pergi jika saja Fina tidak memergokinya. Karna hal itu Rayan dengan sangat tegas mengunci Caterine dikamar agar tidak mengganggu acara pernikahan Sechil dan Ramon.


“Bagaimana para saksi?” Tanya seorang penghulu pada semua saksi yang hadir dengan tangan masih berjabat dengan tangan Ramon.


“Sah !” Jawab serentak para saksi yang hadir disana termasuk ayah dari Ramon yang sengaja dijemput oleh Luky karna perintah dari Rayan.


Setelah ucapan sah keluar dari bibir para saksi pak penghulu memanjatkan do'a. Sechil menangis mendengar panjatan do'a untuknya dan Ramon. Mendengar Ramon mengucapkan ijab kobul membuat jantungnya berdetak begitu cepat bahkan seperti akan meloncat keluar dari tempatnya. Namun saat kata sah itu keluar dari bibir para saksi air mata Sechil langsung menetes. Apa lagi saat dirinya mencium punggung tangan Ramon. Benar benar seperti mimpi.


“Jangan menangis, nanti cantiknya ilang loh..” Bisik Ramon membuat Sechil tersenyum mendengarnya.


Rayan dan Alana yang duduk berjajar tersenyum merasa lega karna akhirnya Sechil dan Ramon resmi menikah meskipun tidak bisa dihadiri oleh Caterine yang dikunci didalam kamar dan Daddy Sechil yang sedang dalam perjalanan bisnisnya. Rayan merasa miris sebenarnya karna dihari bahagia adiknya orang orang yang seharusnya wajib hadir malah tidak bisa hadir disana untuk menyaksikan hari bahagia Sechil.


“Kenapa melamun?” Tegur Alana lembut.


Rayan menoleh kemudian tersenyum menatap Alana yang begitu cantik dengan riasan natural diwajahnya. Acara sakral itu memang diadakan tertutup karna Sechil dan Ramon langsung yang meminta. Tidak ada satupun teman sekampus mereka yang hadir disana.


Rayan menggeleng pelan. Mengunci Caterine didalam kamar saat acara pernikahan Sechil dan Ramon memang perbuatan yang sangat tidak patut untuk dilakukan. Tapi jika membiarkan Caterine berada ditengah acara tersebut juga tidak baik karna Caterine bisa saja mengacaukan rencana tersebut.


Rayan meraih tangan Alana menggenggamnya dengan sangat lembut.


“Aku merasa lega sekarang.” Katanya.


Alana mengangguk pelan. Mungkin setelah ini mereka akan sama sama meninggalkan Caterine dirumah mewah itu. Caterine sangat keras kepala dan tidak mudah untuk diluluhkan. Caterine bahkan beberapa kali bersikap sangat keterlaluan pada Alana dan Sechil yang membuat Rayan tidak bisa lagi memaklumi.


“Tuan Rayan..”

__ADS_1


Rayan menoleh ketika mendengar suara berat seseorang yang memanggilnya. Ketika itu Rayan mendapati kedua orang tua Ramon yang sudah berdiri disamping kursinya. Rayan buru buru berdiri dari duduknya begitu juga dengan Alana.


“Ah ya pak.. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Rayan tersenyum dengan ramah.


Kedua orang tua Ramon saling menatap sesaat. Kedua petani sayur itu memang sengaja dijemput oleh Luky dari kampung halaman-nya agar bisa menghadiri acara pernikahan sederhana tersebut.


“Saya tidak punya apa apa untuk diberikan pada nona Sechil tuan.” Ujar ayah Ramon, Handi namanya.


“Saya minta maaf..” Lanjutnya pelan.


Rayan tersenyum mendengarnya. Dari cara bicara Handi, Rayan tau bahwa keluarga pria itu memang keluarga baik baik yang menjunjung tinggi norma dan etika. Namun dibalik itu juga ada ketegasan dari sikap Handi yang mungkin menurun pada Ramon.


“Pak Handi.. Jangan sungkan. Asalkan anda merestui pernikahan Ramon dan Sechil saya sudah sangat berterimakasih.” Balas Rayan ramah.


Pak Handi dan istrinya tersenyum meski mereka berdua masih merasa bingung. Ramon tiba tiba memutuskan menikah dengan adik dari seorang pengusaha kaya raya seperti Rayanza Gilbert. Benar benar masih tidak bisa dipahami.


“Tuan.. Jujur sebenarnya saya masih sedikit bingung. Tapi saya harap putra saya tidak membuat kesalahan yang membuat tuan merasa kesal nanti kedepan-nya.”


Rayan tertawa pelan kemudian mengangguk anggukan kepalanya. Ramon orang yang baik dan sangat tegas.


“Ramon anak yang baik pak. Tidak perlu khawatir. Saya yakin Ramon pasti bisa membimbing adik saya dengan baik.” Ujar Rayan sambil melirik Alana yang ada disampingnya.


“Ya tuan.. Kalau Ramon menyakiti nona Sechil, saya sendiri yang akan menghajarnya tuan.” Tawa pak Handi.


Alana dan istri pak Handi ikut tertawa mendengarnya. Mereka sangat yakin Ramon bisa membuat Sechil bahagia.

__ADS_1


Acara sakral itu berlangsung intim karna hanya dihadiri oleh kerabat dekat baik kerabat dari daddy Rayan maupun keluarga Ramon dari jawa timur. Mereka tampak sangat menikmati pesta resepsi sederhana itu meski tanpa kehadiran Caterine sebagai ibu kandung Sechil.


Pesta telah usai, Ramon dan Sechil segera beristirahat. Sedang Kedua orang tua Ramon, Rayan memintanya untuk menginap karna tidak mungkin rasanya jika Rayan begitu tega membiarkan kedua orang tua Ramon langsung pulang.


Setelah acara benar benar selesai dan kedua orang tua Ramon pun terlelap, Rayan dan Alana juga Ramon dan Sechil membuka pintu kamar Caterine yang memang sengaja dikunci dari luar. Rayan bermaksud mengajak Ramon dan Sechil untuk berbicara baik baik pada Caterine meminta restu meski memang sepertinya mustahil Caterine mau memberikan restu dengan tulus dari hatinya.


“Mau apa kalian kesini?” Caterine bertanya sinis begitu Rayan, Alana, Sechil dan Ramon masuk kedalam kamarnya.


Rayan menghela napas. Caterine pasti sangat marah karna dikurung hampir seharian didalam kamarnya.


“Sechil dan Ramon sudah menikah mom..” Ujar Rayan pelan.


“Mommy tidak perduli.” Balas Caterine cepat. Caterine bahkan enggan menatap ke4 nya yang berada tepat dibelakangnya.


Sementara Sechil dan Ramon, mereka berdua saling menggengam tangan dengan erat. Hubungan-nya sudah resmi dan sah menurut agama juga negara sekarang. Mereka berpikir apapun nanti yang akan terjadi mereka bisa melaluinya selama mereka bisa saling mendukung dan memahami.


Ramon mulai melangkah semakin mendekat pada Caterine begitu juga dengan Sechil yang mengikuti disampingnya. Ramon ingin meminta restu secara baik baik pada Caterine sekarang.


“Mommy..” Panggil Ramon ragu.


“Siapa kamu berani memanggil saya mommy?” Tanya Caterine dengan nada sinisnya.


Ramon memejamkan kedua matanya. Entah dimana letak kesalahan-nya sehingga Caterine sedikitpun tidak pernah mau menatapnya. Padahal Caterine tidak tau bagaimana dan siapa Ramon sebenarnya.


“Saya minta maaf sebelumnya sama mommy karna tidak meminta izin lebih dulu untuk menikahi Sechil. Saya akui saya salah... Dan saya... Saya mohon sama mommy untuk memberikan restu dan do'a terbaik demi kelangsungan hubungan saya dan Sechil kedepan-nya.” Ujar Ramon pelan.

__ADS_1


Caterine tersenyum miring mendengarnya. Kehadiran Ramon membuat rencana yang sudah Caterine susun harus kembali Caterine pikirkan lagi.


“Jangan mimpi kamu. Sampai kapanpun saya tidak akan merestui pernikahan kalian.”


__ADS_2