Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 30


__ADS_3

Setelah pembicaraanya dengan dokter Tirta tentang hubunganya dan Alana, Rayan mulai berpikir panjang. Sandi, pria itu mungkin masih sangat marah padanya. Awalnya Rayan merasa tidak perduli tapi kemudian Rayan berpikir kemarahan pria itu bisa saja menjadi bumerang untuk hubunganya dan Alana. Rayan berpikir mungkin akan lebih baik jika Rayan menjelaskan semuanya pada Sandi dan keluarganya.


“Kamu mau kemana?” Tanya Alana saat mendapati penampilan rapi Rayan setelah mandi. Biasanya Rayan hanya memakai kaos oblong dan celana piyama jika sudah malam. Tapi sekarang, pria itu kembali berdandan rapi seperti mau pergi lagi.


Rayan tersenyum tipis menatap bayangan Alana lewat pantulan cermin besar yang ada didepanya.


“Aku ada urusan sebentar.” Jawabnya.


“Sudah malam begini? urusan apa?” Tanya Alana penasaran menatap punggung Rayan penuh selidik.


Rayan tertawa pelan melihat ekspresi penuh selidik Alana. Rayan merasa Alana sedang mencurigainya. Mungkin juga Alana berpikir Rayan hendak menemui seorang yang spesial.


Rayan membalikan tubuhnya menatap Alana yang duduk ditepi ranjang berseprei coklat gelap itu.


“Kamu takut aku bertemu dengan wanita lain diluar sana hem?” Tanya Rayan sambil memasukkan kedua tanganya kedalam saku celana bahan warna hitam yang dikenakanya.


Alana tidak menjawab. Alana diam sesaaat mencoba merasakan rasa apa yang saat ini sedang merayapi hatinya. Saat itu juga Alana sadar dirinya tidak rela jika sampai Rayan bertemu dengan wanita lain dibelakangnya.


“Boleh tidak aku ikut?” Alana melempar pertanyaan yang membuat sebelah alis Rayan terangkat.


“Kamu ikut?”


Alana menganggukan cepat kepalanya.


“Untuk memastikan kamu tidak berbohong.” Katanya.


Rayan menghela napas kemudian tersenyum. Kepala pria tampan itu menggeleng pelan kemudian melangkah mendekat dan berdiri menjulang tepat didepan Alana yang sudah berdiri dari duduknya.


“Apa itu artinya kamu cemburu jika aku bersama wanita lain hem?” Tanya Rayan menunduk mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Alana.

__ADS_1


Alana mengeryit. Bodoh jika Rayan masih bertanya seperti itu. Karna pada dasarnya tidak ada wanita yang tidak cemburu jika tau pasanganya bersama wanita lain. Entah dibelakang atau didepan secara langsung.


“Mungkin bisa jadi seperti itu.” Jawab Alana.


“Ah ya, tunggu 5 menit. Aku akan segera bersiap.”


Sebelum Rayan menjawab, Alana sudah lebih dulu melangkah menuju lemari bajunya meraih dress yang akan dia kenakan kemudian melangkah menuju kamar mandi.


Rayan diam. Detik berikutnya Rayan terkekeh geli. Rayan mulai yakin dengan perasaanya. Alana pasti sudah memiliki rasa indah itu dihatinya. Dengan keyakinan itu Rayan menjadi semakin semangat, seluruhnya yang berada pada diri Alana pasti akan bisa dia miliki.


5 Menit berlalu Alana belum juga kunjung keluar dari kamar mandi. Dari awal memang Rayan sudah tidak yakin karna tidak mungkin ada wanita yang bisa berdandan dengan waktu sesingkat itu.


Rayan berdecak pelan kemudian melangkah menuju pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. Rayan mengetuk pelan pintu itu memberitahu Alana bahwa dirinya menunggu dibawah yang tentu langsung mendapat sautan penuh semangat oleh Alana dari dalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi Alana berusaha untuk merias wajahnya secantik mungkin. Alana tidak ingin kalah oleh siapapun wanita yang nanti akan Rayan temui. Alana ingin menunjukan pada wanita itu bahwa dirinya lebih layak bersanding dengan Rayan. Apa lagi statusnya yang adalah sebagai istri sah. Alana yakin wanita manapun tidak akan bisa berkutik jika sudah berhadapan dengan status telak dari negara dan agama, yaitu istri sah.


“Oke.. sudah cukup.” Alana tersenyum menatap pantulan wajah cantiknya di cermin.


Setelah merasa dandananya cukup, Alana pun keluar dari kamar mandi. Alana tidak lupa mengambil tas slempang kecilnya dan memakainya kemudian menyusul Rayan yang sedang menunggunya dilantai 1 rumah mereka.


“Kenapa?” Alana menatap bingung pada Rayan yang terus menatapnya tanpa berkedip.


“Ah enggak. Kamu cukup cantik.” Puji Rayan.


Alana berdecak. Alana berharap Rayan memujinya tanpa ada kata cukup. Mungkin “Kamu cantik” atau lebih sempurna jika “Kamu sangat cantik”.


“Aku sudah dandan begini tapi hasilnya masih tidak membuat kamu puas ternyata.” Sindir Alana merasa kesal.


Rayan mengeryit. Sejujurnya Alana sangat cantik dan membuatnya pangling. Dandananya memang tidak terlalu menor, tapi itu sudah cukup membuat wajah cantiknya semakin terlihat cantik.

__ADS_1


“Apa maksudnya?” Gumam Rayan bingung.


Tidak mau terlalu pusing memikirkan ucapan Alana, Rayan pun menyusul Alana yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil mereka. Rayan tidak meminta pak Lim untuk mengemudikan mobilnya. Rayan memilih mengemudikan sendiri mobilnya menuju tempat pertemuanya dengan Sandi.


“Lebih cantik mana? Aku atau dia?”


Rayan menoleh menatap bingung pada Alana yang terus menatap kedepan dengan ekspresi datar. Entah apa yang dimaksud wanitanya itu sehingga tiba tiba menyinggung tentang kecantikan.


“Dia tentu saja tidak sama seperti kamu Alana. Jangan bercanda. Kalian sangat jauh berbeda.” Jawab Rayan kemudian menghidupkan mesin mobil mewahnya.


Alana berdecak dan mengerucutkan bibirnya semakin merasa kesal karna Rayan bahkan mengatakan Alana sangat jauh berbeda dengan orang yang akan di temuinya.


Alana kemudian mengangkat satu kakinya, menyingkap gaun warna peach selutut yang dikenakanya sampai terlihat paha mulus putihnya. Alana menunjukanya pada Rayan yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


“Sekarang kamu liat, sexy-an aku atau dia?”


Rayan semakin tidak mengerti. Bagaimana mungkin Alana bisa di sama samakan dengan Sandi yang adalah seorang pria. Mereka berdua tentu sudah jelas berbeda. Alana wanita dan Sandi adalah pria.


“Kenapa? Masih kurang? Apa perlu aku buka semuanya disini?”


Rayan mendelik. Alana sepertinya mengira Rayan akan benar benar menemui wanita lain malam ini.


“Oke.. Oke.. Kamu yang paling cantik, kamu yang paling sexy. Kamu sempurna sebagai istriku.” Jawab Rayan kemudian. Rayan tidak ingin istrinya semakin bertingkah aneh didalam mobilnya. Siapapun yang melihatnya pasti akan mengira Rayan adalah pria maniak yang tidak kenal tempat jika sampai Alana benar benar membuka semua kain yang melekat di tubuhnya.


Alana menghela napas. Entahlah, rasa kesal itu masih juga tidak mereda meskipun Rayan sudah mengatakan bahwa Alana adalah yang paling cantik dan paling sexy. Alana menurunkan kembali dressnya menutupi paha putih mulusnya. Alana kemudian melengos. Tanganya mengepal erat merasa gemas dengan seorang yang sedari tadi Alana pikir adalah wanita yang akan ditemui oleh suaminya.


“Aku Alana, aku tidak akan membiarkan wanita manapun menggoda suamiku.” Katanya.


Rayan tertawa pelan. Kepalanya menggeleng tidak habis pikir dengan apa yang saat ini sedang bersarang dipikiran istrinya tentang wanita lain.

__ADS_1


“Kita jalan sekarang.”


__ADS_2