
Michelle menatap Dion yang terus saja menangis seperti anak kecil dalam pelukan Agatha. Michelle tidak tau kenapa tiba tiba perusahaan suaminya kebakaran. Tapi Michelle tidak bodoh, Michelle bisa menebak mungkin yang melakukan-nya adalah orang yang tidak suka dengan perilaku Dion yang memang suka seenaknya.
“Mamah ikut berduka dengan apa yang terjadi sayang..”
Sentuhan lembut tangan Cindy dibahunya membuat Michelle menoleh. Michelle tersenyum. Melihat Dion seperti itu Michelle merasa kasihan tapi jika menilik apa yang sudah Dion lakukan padanya Michelle merasa itu pantas untuk Dion dapatkan setelah apa yang Dion lakukan.
Michelle menghela napas. Setelah apa yang terjadi pada Dion Michelle merasa sudah tidak ada lagi yang perlu ditutup tutupi.
“Mah.. Apa papah masih lama diluar kota?” Tanya Michelle manatap Cindy.
Cindy mengeryit. Wanita itu merasa aneh dengan sikap Michelle yang sepertinya tidak ikut merasa sedih dengan apa yang menimpa suaminya. Michelle tetap terlihat tenang bahkan sama sekali tidak mau mendekat pada Dion.
“Michelle..” Cindy menatap Michelle dengan tatapan penuh curiga.
“Kenapa mah?” Tanya Michelle membalas tatapan penuh curiga Cindy padanya.
Cindy diam. Wanita itu terus mengamati dalam dalam ekspresi putri tunggalnya yang menurutnya sangat tidak wajar. Michelle terlihat biasa saja meskipun keadaan Dion sekarang sangat mengkhawatirkan.
“Mamah kenapa sih? kok liatin aku gitu banget?” Michelle tertawa aneh karna Cindy yang seperti sedang menyangka sesuatu yang tidak baik padanya.
“Mamah mau bicara sama kamu, tapi tidak disini.”
Cindy meraih pergelangan tangan Michelle menjauh dari ruang rawat Dion. Setelah kejadian itu Dion memang sempat pingsan hingga akhirnya harus dibawa kerumah sakit. Namun setelah sadar Dion kembali menangis histeris.
Cindy mengajak Michelle untuk duduk ditaman belakang rumah sakit. Wanita itu menghela napas merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Dion mengalami musibah namun Michelle terlihat biasa saja bahkan enggan untuk mendekat dan menguatkan suaminya itu.
“Apa ada tidak mamah tau?”
Michelle menoleh menatap tidak mengerti pada mamahnya.
__ADS_1
“Maksud mamah apa?” Michelle masih tidak bisa menangkap maksud pertanyaan Cindy.
Cindy tersenyum kemudian meraih tangan Michelle dan menggenggamnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Michelle adalah putri satu satunya. Dan Cindy tidak mau jika putrinya sampai salah jalan.
“Dion mengalami musibah yang tidak mudah untuk dilalui sayang. Perusahaan-nya habis terbakar dengan kerugian yang tidak sedikit. Tapi sepertinya kamu terlihat biasa saja. Mamah liat bahkan kamu seperti enggan untuk mendekat dan menguatkan Dion. Ada apa?”
Michelle tersenyum mendengarnya. Michelle merasa dirinya tidak perlu ada disamping Dion. Cukup Agatha yang memang sangat disayangi oleh Dion didunia ini.
Michelle menghela napas dan memejamkan kedua matanya sesaat sebelum kembali menatap Cindy yang tampak begitu sangat mengkhawatirkan hubungan rumah tangganya dan Dion.
“Aku rasa itu memang pantas Dion dapatkan mah..”
Cindy sangat terkejut mendengar apa yang putrinya katakan. Wanita itu refleks melepaskan genggaman tangan-nya pada tangan Michelle.
“Michelle kamu..”
Cindy menggelengkan kepalanya. Wanita itu masih tidak mengerti dengan apa yang Michelle katakan.
“Mamah nggak ngerti apa yang kamu bicarakan Michelle.. Selama ini mamah liat kamu dan Dion baik baik saja. Dion sangat menyayangi dan memperhatikan kamu..”
Michelle tersenyum miris kemudian menggelengkan kepalanya pelan. Michelle tidak menyalahkan Cindy yang sangat percaya pada Dion karna Michelle melihat sendiri bagaimana piawainya Dion dalam berakting didepan Cindy.
“Itu hanya saat didepan mamah saja. Tapi saat dibelakang mamah semua itu berbanding terbalik dengan apa yang mamah lihat.”
“Katakan dengan jelas Michelle. Jangan membuat mamah bingung.” Tuntut Cindy pada Michelle.
Michelle akhirnya menjelaskan semua perilaku buruk Dion padanya dari saat mereka bersahabat sampai akhirnya Michelle hamil dan menikah dengan Dion. Michelle juga mengatakan bahwa selama ini Dion hanya memanfaatkan kebaikan Cindy dan suaminya.
Cindy menangis kemudian langsung memeluk erat tubuh Michelle. Cindy tidak menyangka jika putri semata wayangnya yang selama ini dia sayangi dengan sepenuh hati diperlakukan begitu buruk oleh Dion. Apa lagi Dion sampai menjadikan Michelle sebagai budak nafsunya. Benar benar perbuatan yang tidak bisa dimaafkan.
__ADS_1
“Mamah nggak terima. Mamah nggak terima kamu diperlakukan seperti itu oleh Dion sayang. Mamah akan tuntut Dion. Mamah akan bicarakan semua ini pada papah.” Sambil menangis Cindy terus berbicara. Hatinya benar benar terasa sakit karna apa yang Dion lakukan pada putri kesayangan-nya.
Sedang Michelle, dia hanya tersenyum dalam pelukan Cindy. Michelle dirinya tidak pernah sendiri. Ada kedua orang tuanya yang akan selalu menyayangi dan mencintainya.
“Kamu ikut pulang sama mamah ya sayang. Kita bereskan barang barang kamu pulang kerumah kita.”
Michelle menganggukan kepalanya. Michelle berpikir mungkin memang hubungan-nya dan Dion harus segera diakhiri. Hubungan tidak sehat yang selalu membuatnya tertekan bahkan hampir putus asa.
Cindy melepaskan pelukan-nya. Wanita itu menangkup kedua pipi chuby Michelle. Kedua matanya terus meneteskan air mata karna tidak tahan dengan rasa sakitnya mendengar cerita memilukan Michelle.
“Kenapa kamu nggak pernah cerita sama mamah nak? Kenapa?”
Michelle tersenyum. Dulu dirinya tidak bercerita karna berpikir Dion mencintainya. Tapi sekarang semuanya berbeda. Dion menunjukan dirinya yang sesungguhnya setelah mereka menikah.
“Aku nggak mau mamah sama papah kenapa napa. Dion lebih dari seorang psikopat mah.. Dia kejam dan tidak berperasaan. Dia selalu mengancam aku akan menyakiti mamah sama papah kalau sampai aku ngadu.” Jawab Michelle yang membuat air mata Cindy semakin deras menetes. Cindy tidak menyangka dalam kesakitan dan kesulitan-nya Michelle masih mengkhawatirkan-nya juga suaminya.
“Asal kamu tau nak, Dion tidak akan bisa sedikitpun menyentuh mamah sama papah. Kita punya segalanya yang bisa membuat Dion bahkan seluruh keluarganya sengsara. Jangan pernah takut untuk bercerita apapun pada mamah sama papah. Kami akan selalu ada dan siap menjadi pelindung kamu sayang.”
Michelle tertawa kemudian menangis. Kedua orang tuanya memang bukan orang sembarangan. Tapi bodohnya Michelle terlalu takut pada Dion sehingga menyembunyikan apa yang dirasakan-nya selama ini sendiri.
“Yang pentingkan sekarang aku udah bilang sama mamah..”
Cindy menggelengkan kepalanya tidak bisa menerima begitu saja apa yang sudah dilakukan Dion pada putri semata wayangnya.
“Enggak, semuanya tidak segampang itu sayang. Menyakiti kamu berarti menyakiti mamah sama papah juga. Mamah akan pastikan Agatha dan Dion mendapatkan ganjaran-nya.”
“Mamah Agatha orang yang baik mah.. Dion yang..”
“Mereka berdua sama saja Michelle.” Sela Cindy yang tidak mau dibantah.
__ADS_1