Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 69


__ADS_3

Setibanya dirumah, Rayan langsung mengumpulkan semua pekerja dirumahnya. Mulai dari pelayan, satpam, pak Lim, bahkan sampai body guard yang sebelumnya Rayan tugaskan ditempat lain karna permintaan Alana. Rayan juga mengumpulkan mereka semua saat Caterine dan Sechil tidak sedang dirumah.


“Kalian tau kenapa saya mengumpulkan kalian semua disini?”


Semua yang berada diruang keluarga dilantai 1 rumah mewah itu saling menatap penuh rasa bingung. Mereka semua merasa sudah bekerja dengan baik dan tidak melakukan kesalahan apa apa. Tapi siang ini Rayan tiba tiba mengumpulkan-nya dan berbicara dengan ekspresi datar.


“Kami tidak tau tuan. Dan sebelumnya kami minta maaf kalau kami melakukan kesalahan.” Bibi bersuara mewakili semua para pekerja yang hadir. Wanita tua itu berucap lirih dengan kepala tertunduk merasa takut pada Rayan yang seperti hendak menyidang mereka.


Rayan menatap satu persatu pekerja dirumahnya.


“Kalian semua duduk.” Ujarnya dengan nada memerintah.


Mereka semua menurut saja dan langsung duduk diatas karpet namun Rayan melarangnya dan menyuruh mereka untuk duduk diatas sofa saja.


“Mulai hari ini tugas kalian akan semakin bertambah. Dan siapapun diantara kalian yang ceroboh saya tidak akan segan.”


Semuanya diam. Entah kesalahan apa yang membuat Rayan berkata demikian mereka semua juga tidak tau.


“Disini memang ada CCTV. Tapi itu tidak menjamin keamanan istri saya. Jadi untuk kalian semua, mulai sekarang perketat penjagaan istri saya. Laporkan segera pada saya apapun yang Mommy dan Sechil lakukan pada Alana. Kalian mengerti?”


“Mengerti tuan.” Jawab mereka kompak.


Rayan tersenyum. Pria itu kemudian menghela napas pelan.


“Ada lagi yang perlu kalian ketahui tapi jangan sampai mommy dan Sechil tau.”


Para pekerja kembali saling menatap. Rayan benar benar aneh hari ini menurut mereka.


“Alana sedang hamil.”


Semua kepala para pekerja yang tadinya menunduk langsung terangkat. Mereka terlihat terkejut sesaat namun kemudian tersenyum merasa ikut bahagia mendengar kabar baik tersebut.


“Kami ikut bahagia mendengarnya tuan.” Kata bibi dengan senyuman dibibirnya yang keriput.


“Terimakasih.” Angguk Rayan.


“Seperti yang kalian tau, mommy dan Sechil selalu membuat masalah pada Alana. Jadi mulai sekarang saya percayakan juga keamanan Alana dan calon anak saya pada kalian. Jaga Alana selama saya tidak dirumah. Jangan teledor dan selalu waspada.”


“Baik tuan. Kami akan menjaga nyonya dengan baik.” Semua pekerja bersuara dengan penuh semangat. Mereka tidak sabar menunggu Rayan junior hadir ditengah tengah keluarga itu.

__ADS_1


“Kalau begitu kalian bisa kembali bekerja. Robin, Roky, kalian berdua juga berjaga lagi dirumah ini mulai sekarang.”


“Baik tuan.” Jawab tegas Robin dan Roky yang tidak lain adalah body guard kepercayaan Rayan.


“Bagus. Ingat, jangan sampai mommy dan Sechil tau tentang kehamilan Alana. Kalian boleh bekerja lagi.”


“Kami permisi tuan.”


“Hem..” Angguk Rayan.


Semua pekerja dirumah mewah berlantai 3 itu kemudian keluar dari ruang keluarga meninggalkan Rayan sendiri.


Rayan memejamkan kedua matanya dengan punggung yang disandarkan disandaran sofa panjang yang menjadi tempat duduknya. Rayan merasa khawatir dengan kondisi Alana sekarang. Wanita itu sedang hamil tapi harus tetap menghadapi sikap tidak baik Caterine dan Sechil yang memang sangat menguras kesabaran dan membuat emosi. Tapi Rayan tidak bisa berbuat banyak. Tidak mungkin rasanya jika Rayan mengusir keduanya. Caterine adalah mommy-nya dan Sechil, dia adalah adiknya bahkan satu satunya.


Rayan membuka kembali kedua matanya dengan pelan. Sesaat pria itu tampak berpikir kemudian merogoh saku dalam jasnya meraih hp miliknya. Rayan mencoba menghubungi seorang yang sangat dipercayainya yaitu Luky.


“Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?” Suara Luky langsung menyaut didering pertama Rayan menelpon. Pria itu memang selalu sigap dan tidak pernah mengecewakan Rayan.


“Saya tidak bisa kembali ke perusahaan siang ini Luky. Kamu tolong handle semuanya. Hadiri pertemuan dengan Client sore nanti bersama Susi.” Ujar Rayan dengan memijit pelan keningnya sendiri.


“Ah ya tuan. Baik.” Balas Luky.


“Terimakasih yah..”


Rayan mengakhiri telpon-nya setelah Luky menjawab. Rayan bangkit dari duduknya berjalan sedikit gontai keluar dari ruang keluarga menuju lift.


“Kakak tunggu !!”


Seruan Sechil membuat Rayan yang saat itu hendak masuk kedalam lift kembali membalikan tubuhnya. Rayan menatap Sechil yang berjalan cepat didepan Caterine dengan linangan air mata.


“Kamu kenapa Sechil?” Rayan tidak bisa memungkiri dirinya khawatir melihat Sechil menangis.


“Kakak masih nanya aku kenapa setelah apa yang kakak lakukan?”


Rayan menelan ludahnya. Rayan tau air mata Sechil hanya sebuah kesedihan karna fasilitas yang dia tarik, bukan air mata penyesalan atas apa yang dilakukan-nya.


Sechil menatap Rayan dengan tatapan terluka. Gadis dengan rambut pirang itu memejamkan sesaat kedua matanya.


“Kakak sudah membuat aku malu didepan teman teman aku. Kakak tau? aku ditertawakan didepan banyak orang kak. Aku bahkan diputuskan oleh Ramon.”

__ADS_1


Rayan melengos. Sudah Rayan duga Sechil akan bertingkah mengiba dan seolah sangat terluka seperti sekarang.


“Kenapa sih kak cuma gara gara wanita murahan seperti itu kakak sampai seperti ini? Kakak bahkan tidak mengenali aku sebagai adik kakak..”


“Cukup Sechil. Berapa kali kakak bilang jaga mulut kamu. Alana istri kakak. Dia wanita baik baik.” Sela Rayan menatap tajam pada Sechil yang terus berakting terluka didepan-nya.


Caterine yang berada dibelakang Sechil berdecak. Alana benar benar merubah Rayan sepenuhnya menurut Caterine.


“Hebat banget ya Alana itu. Dia bisa mengalihkan dunia kamu sepenuhnya. Dia bahkan bisa membuat kamu lupa sama mommy juga sama adik kamu Sechil.” Kata Caterine menatap tidak menyangka pada Rayan.


Rayan mengepalkan kedua tanganya. Rayan tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan. Termasuk apa yang dilakukan-nya dengan menarik semua fasilitas yang selama ini Rayan sediakan untuk Sechil.


“Sehebat apa sih pelayanan Alana untuk kamu Rayan?”


“Mommy.. Tolong jaga mulut mommy..” Tekan Rayan menahan emosi.


Caterine melangkah mendekat pada Rayan dengan melipat kedua tanganya dibawah dada.


“Kenapa Rayan? Apa yang mommy tanyakan itu benar? Kamu terlalu mabuk karna pelayanan Alana sampai kamu lupa dengan mommy dan adik kamu?”


Rayan menghela napas perlahan. Ucapan mommy-nya benar benar sudah menghina dan merendahkan Alana sebagai istrinya.


“Kamu bahkan sampai membuat adik kamu menangis didepan banyak orang Rayan. Mommy sampai harus menjemputnya karna Sechil terus menangis seperti orang tidak waras. Begitu besar pengaruh Alana untuk kamu hah?!”


“Cukup mommy !!” Sela Rayan tegas.


Rayan menatap tajam pada Caterine yang menurutnya sudah benar benar diluar batas merendahkan martabat Alana sebagai wanita sekaligus istrinya.


“Apa mommy pikir aku melakukan ini semua tanpa alasan? Apa mommy pikir yang aku lakukan itu karna Alana? tidak mom. Aku melakukan-nya karna kenakalan Sechil yang sudah tidak bisa terkontrol.”


Caterine menyipitkan kedua matanya menatap Rayan. Tidak biasanya Rayan begitu berani padanya. Rayan sangat menghormatinya sebelum ada Alana dirumah itu.


“Pesta diklub, minum alkohol, bahkan sampai gonta ganti pasangan. Apa itu tidak membuat mommy khawatir sebagai seorang ibu? Sechil bahkan tidak pernah benar benar kuliah. Setiap hari dia hanya bersenang senang dengan pacar pacarnya. Lalu sekarang siapa yang murahan menurut mommy? Sechil? atau Alana?”


Caterine terkejut mendengar apa yang Rayan katakan. Selama ini Caterine tidak pernah tau jika putrinya senakal itu. Caterine hanya menganggap kenakalan putrinya kenakalan biasa saja seperti bolos kuliah untuk belanja.


“Aku nggak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran mommy. Sekarang terserah kalian. Suka atau tidak Alana tetap istriku, wanita yang aku cintai. Dan kalian berdua, kalau memang tidak betah karna ada Alana disini, silahkan pergi.”


Rayan tau apa yang dikatakan-nya sudah sangat keterlaluan. Tapi Rayan benar benar tidak bisa menahan diri lagi. Keduanya selalu saja merendahkan dan tidak menghormati Alana.

__ADS_1


Setelah berkata begitu pada Caterine yang mendelik karna terkejut, Rayan masuk ke dalam lift berniat menuju kamarnya dan Alana yang ada dilantai 3 rumahnya itu.


“Apa ini? Putraku sendiri mengusirku hanya karna seorang wanita?”


__ADS_2