Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 127


__ADS_3

Alana terlihat sangat bahagia karna bisa makan malam bersama dengan ibunya. Wanita menceritakan banyak hal dari pengalaman-nya belajar masak bersama bibi dan Fina yang ditanggapi dengan sangat semangat oleh Sari.


Rayan yang melihat itu hanya bisa tertawa saja. Istrinya bersikap seperti anak kecil yang sedang bercerita pada ibunya.


Selesai makan malam lagi lagi Rayan mengalah. Pria itu memberi waktu pada Sari dan Alana untuk bersama.


Rayan masuk kedalam ruang kerjanya dengan membawa serta tas kerjanya yang baru saja Rayan ambil dari mobilnya. Tas itu berisi berkas berkas yang diberikan Bastian padanya.


Mengingat tentang Bastian Rayan menjadi kembali membayangkan saat Sechil menangis sambil memeluk Bastian. Siapapun pasti menganggap apa yang Sechil lakukan bukanlah hal sederhana dari seorang ibu hamil yang sedang ngidam. Memeluk pria yang tidak pernah dilihat rasanya sangatlah aneh.


Rayan menghela napas pelan. Pria itu meraih hp nya kemudian menghubungi salah satu orang kepercayaan-nya yaitu Roky dan Robin. Rayan meminta keduanya untuk datang guna membicarakan tentang Bastian.


Rayan memutuskan sambungan telpon-nya kemudian membuka satu persatu berkas yang mungkin suatu saat akan berguna untuknya.


Rayan tersenyum miris menatap isi dari berkas itu. Dion melakukan banyak kecurangan dalam menjalani bisnisnya. Pantas saja perilaku pria itu tidak mencerminkan seorang pembisnis yang elegant dan bijak.


Tidak lama kemudian Roky dan Robin sampai. Mereka berdua langsung masuk menghadap pada Rayan yang memang sedang menunggunya didalam ruangan-nya.


Alana yang sempat disapa oleh keduanya mengeryit. Alana pikir Rayan tidak akan secepat itu menyuruh keduanya untuk kembali tinggal dirumah barunya.


“Kenapa nak?” Tanya Sari menatap Alana bingung.


Alana menghela napas kemudian menoleh kembali pada ibunya. Alana menggelengkan kepala dengan senyuman dibibirnya.


“Enggak papa bu..” Jawabnya.


Alana meraih remote TV dan menghidupkan TV tersebut. Saat itu juga berita tentang kebakaran perusahaan Dion kembali sedang diputar. Berita yang memang sedang panas karna semua stasiun TV pasti menayangkan beritanya.

__ADS_1


Alana diam tidak berkomentar apapun meski kedua matanya terus menatap berita yang sedang disiarkan. Ada sebesit rasa kasihan melihat Dion yang menangis meraung raung dalam pelukan Agatha seperti orang gila. Namun jika mengingat Dion yang sedang bersekongkol diam diam dengan Caterine Alana merasa mungkin apa yang didapat Dion adalah karma.


“Ibu pernah tidak sengaja melihat Dion dan Muchelle di jalan. Mereka seperti sedang bertengkar saat itu dan Dion langsung menurunkan Michelle dipinggir jalan.” Sari bercerita tentang Michelle dan Dion yang memang pernah dia lihatnya tanpa sengaja didepan super market. Saat itu juga Michelle sempat melihat kearahnya dan tersenyum namun Sari langsung berlalu. Sari enggan menyapa orang yang menyakiti putri kesayangan-nya.


“Dion bersikap sangat tidak baik pada Michelle sepertinya.”


Alana tersenyum miring.


“Bukankah mereka berdua memang bukan orang baik bu? Apa yang mereka dapatkan mungkin memang balasan atas apa yang mereka lakukan.” Balas Alana tidak perduli.


Sari tertawa pelan.


“Nak...” Sari menyentuh pelan bahu Alana.


“Tidak baik menyimpan dendam pada orang lain. Kamu boleh tidak mau mengenal mereka lagi, tapi hilangkan rasa benci itu.” Lanjut Sari.


“Bu.. Aku nggak dendam. Aku hanya kecewa pada mereka berdua. Mereka membohongi aku dan diam diam mempunyai hubungan dibelakangku bahkan sebelum aku bertemu dengan Rayan. Aku sudah tau semuanya bu..”


Sari diam. Sari juga pernah merasakan sakit yang sama seperti Alana bahkan mungkin sakitnya lebih parah. Suaminya yang tidak lain adalah mendiang ayah kandung Alana diam diam menikah lagi dibelakangnya hingga akhirnya lahirlah Alana. Alana yang memang akhirnya harus Sari urus karna suami dan madunya mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat. Alana juga yang akhirnya menyembuhkan luka parah itu. Alana yang menjadi penyemangat hidupnya setelah sakit parah yang dia dapat.


Sari mengangguk faham. Sari tidak ingin mengatakan segala rasa sakit apa yang dirasanya dimasa lalu pada Alana. Sari tau itu akan membuat Alana merasa bersalah.


Merasa gerah dengan berita tentang Dion, Alana pun langsung mematikan TV. Alana tidak ingin lagi tau ataupun mendengar apapun tentang Dion. Selama Dion tidak mengusiknya dan juga Rayan.


“Aku tidak mau membicarakan apapun tentang Dion.” Katanya kemudian.


“Baiklah. Ah ya nak ibu kan tadi bawakan buah bahan rujak untuk kamu. Tapi ibu belum membuat sambalnya. Bagaimana kalau kita buat sama sama sekarang?”

__ADS_1


Alana merengut mendengarnya.


“Memangnya tidak bisa besok saja ya bu.. Ini kan sudah malam.”


“Besok?” Tanya Sari dengan kedua alis terangkat.


“Ya. Ibu nginep disinikan?” Jawab Alana kemudian melemparkan pertanyaan yang di barengi dengan tatapan penuh harapan pada Sari.


“Nginep ya? Ibu..”


“Please banget bu.. Memangnya ibu nggak kangen apa tidur bareng sama aku? peluk aku terus bacain dongeng untuk aku seperti dulu kalau ibu pulang kerja.”


Sari tertawa mendengarnya. Apa yang Alana ucapkan membuat masa lalu kecil Alana kembali membayanginya. Masa kecil Alana yang penuh dengan kenangan.


“Oh sayangnya ibu.. Baiklah ibu akan menginap disini. Ibu akan memeluk kamu dan membacakan dongeng Beauty and the beast kesukaan kamu..” Senyum Sari sambil merentangkan kedua tangan-nya membuat Alana tersenyum dan langsung berhambur kedalam pelukan hangatnya.


“Aku sayang banget sama ibu..” Ungkap Alana begitu merasakan kembali hangatnya pelukan Sari.


“Ibu juga.. Ibu sangat menyayangi kamu melebihi apapun didunia ini. Bahagia selalu ya sayang.”


Alana menganggukan kepalanya. Do'a yang Sari panjatkan adalah kunci untuknya untuk membuka berbagai fase kehidupan yang indah dimasa depan nanti.


Tanpa keduanya sadari, Rayan memperhatikan dari balik tembok. Melihat Alana yang begitu sangat disayangi dan dimanjakan oleh Sari membuat Rayan merasakan sedikit rasa iri. Sari bukanlah ibu kandung Alana tapi Sari bisa begitu sangat menyayangi Alana. Sedang dirinya mempunyai ibu kandung tapi tidak sekalipun dengan tulus memperlakukan-nya dengan baik.


Rayan tertawa pelan. Rayan menertawakan dirinya sendiri yang bisa bisanya merasa iri melihat istrinya yang dimanjakan oleh Sari. Rayan merasa ingin juga seperti Alana, mendapatkan kasih sayang tulus dari Caterine mommy nya.


Rayan menghela napas. Caterine bukan wanita penyayang seperti Sari. Caterine juga bukan wanita dengan perilaku lembut dan penuh perhatian seperti Sari. Caterine adalah wanita yang mementingkan harta. Hanya harta yang selalu dia dambakan sampai saat ini.

__ADS_1


“Mommy.. Andai saja mommy bisa seperti bu Sari mungkin aku tidak akan merasakan patah hati dari kecil. Mungkin aku tidak akan merasakan luka saat aku merindukan sosok mommy dulu.. Mungkin juga aku tidak menjelma menjadi laki laki kasar seperti Beast.” Gumam Rayan dengan kedua mata berkaca kaca.


__ADS_2