Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 60


__ADS_3

Ditempat lain Rayan sedang mengklarifikasi semua berita tentang Alana. Rayan bahkan mengakui semuanya didepan para wartawan bahwa dirinya yang lebih dulu tergila gila pada Alana.


“Jadi tuan apa wajah nyonya Alana itu benar benar asli?” Tanya salah satu wartawan yang mendapat senyuman tipis dari Rayan.


“Tentu saja. Alana tidak pernah merubah apapun atas dirinya.” Jawab Rayan mantap.


Semua wartawan mengangguk anggukan kepalanya mengerti. Mereka kemudian bergantian menanyakan apa yang mereka ingin ketahui tentang Alana untuk dijadikan berita.


Selesai mengklarifikasi semuanya Rayan langsung kembali keperusahaan-nya. Kebetulan hotel tempat yang menjadi pilihan Luky untuk mengumpulkan para wartawan itu tidak jauh dari perusahaan yang Rayan pimpin.


“Tuan..” Panggil Luky melirik Rayan dari kaca mobil.


“Kenapa Luky?” Tanya rayan langsung.


“Sepertinya ada yang perlu anda lihat dirumah anda tuan.”


Rayan mengeryit mendengar itu. Rayan memang sempat meminta Luky untuk mengecek CCTV dirumahnya saat dirinya dikerubungi para wartawan tadi.


Rayan langsung mengeluarkan hp dalam saku jas hitamnya bermaksud mengecek keadaan Alana dirumah. Rayan yakin mommy dan Sechil pasti berulah lagi.


“Jam berapa tadi?” Tanya Rayan pada Luky.


“Masih sangat pagi tuan. Tepatnya setelah anda dan pak Lim berangkat.” Jawab Luky.


Rayan mengangguk kemudian segera mengecek rekaman CCTV dirumahnya. Awalnya semua terlihat biasa saja, Alana menyapa Sechil yang berpapasan dengan-nya didepan pintu. Namun tidak lama saat Alana hendak meninggalkan Sechil, Sechil langsung menghalangi langkah Alana dengan kakinya sehingga Alana yang memang sedikit kurang sigap jatuh terjerembab kelantai karena tersandung kaki Sechil.


Melihat kejadian itu tangan Rayan mengepal erat. Istrinya jatuh bahkan sampai terluka dibagian lutut dan sikunya. Itu sangat keterlaluan menurut Rayan.


Karena tidak bisa menahan emosinya, Rayan segera menghubungi Sechil yang memang sedang tidak dirumah dan menyuruh gadis itu untuk menemuinya diperusahaan saat itu juga.


“Luky cepat sedikit.” Perintah Rayan.

__ADS_1


“Oh, ya tuan, baik.”


Luky segera menambah kecepatan laju mobil yang dikemudikan-nya. Luky memang sudah melihat lebih dulu rekaman CCTV itu. Karna kesetiaan-nya pada Rayan Luky pun langsung memberitahu tentang perbuatan Sechil pagi ini pada Alana.


“Kakak ada apa nyuruh aku dateng? Aku tuh lagi liat liat kampus baru yang mau jadi tempat aku kuliah tau nggak sih kak.” Sechil mengerucutkan bibirnya merasa kesal karna Rayan menyuruhnya untuk segera datang. Gadis itu jelas merasa terganggu karna waktunya dengan kekasih barunya harus usai.


Rayan menatap tajam pada Sechil yang duduk didepan-nya. Gadis itu benar benar tidak merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukan-nya pada Alana.


Melihat tatapan tajam Rayan Sechil mengeryit. Entah apa yang membuat kakak satu satunya itu terlihat sangat marah padanya.


“Kakak kenapa sih gitu banget liatin aku?”


Rayan menelan ludahnya. Sechil memang sudah melebihi batas batasnya sebagai seorang adik pada kakak ipar yang harusnya dia hormati.


“Jangan kamu pikir kakak tidak tau apa yang kamu lakukan pada Alana Sechil.” Ucap Rayan penuh penekanan.


Sechil terhenyak. Gadis itu lupa jika dirumah kakak-nya ada CCTV yang bisa merekam apa saja yang dia lakukan.


Melihat gelagat adiknya Rayan tersenyum kecut. Entah didikan apa yang Caterine berikan pada Sechil sehingga Sechil begitu berani dan sama sekali tidak punya sopan santun. Rasanya semua biaya yang Rayan keluarkan untuk menyekolahkan adiknya hanya sia sia. Sechil sama sekali tidak bertatakrama.


“Sechil, harus berapa kali kakak bilang sama kamu bahwa Alana adalah istri kakak. Dia wajib kamu hormati.” Rayan berucap pelan, bingung harus bagaimana menyikapi adik satu satunya itu.


Sechil berdecak.


“Kenapa tidak kakak suruh saja dia hormat sama aku, kan gampang. Aku juga adik kakak. Aku juga wajib dihormati.”


Rayan menggelengkan kepalanya. Sechil sangat pandai memutar kata.


“Sechil kalau kamu memang tidak bisa menghormati dan bersikap sopan pada Alana, kakak akan cabut semua fasilitas yang kamu dapat selama ini.”


Sechil mendelik menatap tidak percaya pada Rayan. Hanya karna dirinya menjatuhkan Alana, Rayan mengancamnya.

__ADS_1


“Kakak nggak bisa seperti itu. Aku juga punya hak dirumah itu kak.” Sergah Sechil tidak terima.


Rayan tersenyum miring. Kedua tanganya dia lipat didepan dada. Dengan santai Rayan menyenderkan punggungnya disandaran kursi yang menjadi tempat duduknya.


“Kamu memang adikku Sechil. Tapi kamu bukan anak dari daddy-ku.” Rayan akhirnya mengatakan apa yang selama ini dia sembuyikan pada Sechil. Tentu saja karna Caterine yang meminta untuk Rayan merahasiakan-nya dari Sechil.


Kedua mata Sechil terbelalak. Sechil tidak pernah tau tentang hal itu. Yang Sechil tau, daddy Rayan juga adalah daddy-nya.


“Apa maksud kakak?” Tanya Sechil dengan suara pelan.


Rayan menghela napas. Pria itu kemudian mencondongkan tubuhnya kedepan. Kedua sikunya menjadi tumpuan diatas meja kerjanya. Tatapan-nya begitu serius pada Sechil yang masih tidak percaya dengan apa yang Rayan ucapkan.


“Kamu bisa tanyakan semua itu pada mommy Sechil. Kamu tetap adik kakak apapun yang terjadi. Kita lahir dari rahim yang sama, kita juga menyusu pada wanita yang sama. Tapi tolong, hormati istri kakak, Alana.” Kata Rayan.


Sechil mengerjapkan beberapa kali kedua matanya dengan pelan. Selama ini Sechil menganggap dirinya mempunyai hak atas apa yang Rayan miliki. Sechil bahkan menganggap dirinya juga akan mendapat bagian atas harta tersebut.


“Kakak pasti bercanda.” Lirih Sechil.


Sekali lagi Rayan menghela napas. Rayan tidak ingin mengungkap semua sebenarnya. Tentang siapa Sechil dan bagaimana sikap Caterine dimasa lalu. Tapi apa yang Caterine dan Sechil lakukan sudah sangat keterlaluan. Mereka menindas Sakura dulu dan sekarang juga berusaha menindas Alana, istri sah Rayan.


“Kalau kamu tidak percaya, silahkan kamu pulang dan tanyakan pada mommy langsung.” Rayan kembali menyenderkan punggungnya di sandaran kursi kebesaran-nya. Pria itu menatap Sechil yang masih tampak syok dengan santai.


Sesaat Sechil terdiam. Dadanya kembang kempis dengan satu tangan mengepal pertanda gadis itu sedang menahan amarah.


Sechil menatap Rayan lagi sebelum akhirnya bangkit dan berlalu keluar dari ruangan kerja Rayan tanpa sepatah katapun.


Setelah Sechil keluar dari ruangan-nya Rayan menghela napas frustasi. Rayan mengatakan semuanya perlahan. Dan semua itu untuk Alana, wanita yang berhasil menguasai hati dan pikiran-nya.


Tidak ingin berlarut larut memikirkan hingga akhirnya merasa menyesal, Rayan pun meraih laptopnya. Pria itu berniat melihat Alana lewat rekaman CCTV dirumahnya. Rayan tidak bisa menampik rasa khawatir dihatinya akan keadaan istrinya sekarang.


Rayan mendapati Alana yang sedang duduk sambil membaca majalah di ruang keluarga. Pria itu menghela napas lagi. Rayan ingin sekali berada disamping Alana sekarang tapi itu tidak mungkin. Rayan tidak bisa begitu saja mengabaikan tanggung jawabnya sebagai CEO diperusahaan-nya sendiri.

__ADS_1


“Alana... Aku yakin kamu bisa tahan menghadapi mommy juga adikku, Sechil.”


__ADS_2