Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 13


__ADS_3

Pagi ini Alana kembali membuka kedua matanya tanpa Rayan di sampingnya. Entah sesibuk apa suaminya itu Alana sendiri tidak tau. Tapi Alana merasa akhir akhir ini Rayan mulai bersikap baik padanya.


Alana menghela napas. Alana tidak bisa melupakan kejadian tadi malam. Rayan menumbangkan Dion untuknya. Rayan membelanya.


“Jangan gila Alana. Membela kamu memang sudah menjadi tugasnya sebagai seorang suami.” Alana menghela napas. Hampir saja Alana melupakan bahwa Rayan adalah pria kejam yang pemaksa.


Alana kemudian menatap hp baru yang baru saja dia buka. Hp itu adalah hp pilihan Alana. Hp yang juga membuat Dion menghinanya lagi.


“Sekaya apa Rayan itu sebenarnya? Kenapa membeli hp semahal ini seperti membeli permen kojek?” Gumam Alana merasa sangat penasaran dengan apa yang di miliki oleh suaminya.


Ucapan Rayan sebelum mereka terlelap kembali terngiang di telinga Alana. Alana menatap ke seluruh taman luas belakang rumah mewah berlantai 3 itu.


“Apa itu artinya ini juga milikku?” Alana kembali bertanya tanya. Rayan mengatakan Alana bisa melakukan apapun yang Alana mau semalam.


“Apa aku bisa melakukan semuanya termasuk membalas sakit hatiku pada Dion dan Michelle?”


Alana tampak berpikir. Dion dan Michelle, mereka sudah dekat bahkan sebelum Alana mengenal mereka. Tapi mereka selalu mengatakan mereka hanya sahabat. Hubungan persahabatan mereka sudah terjalin sejak kecil. Itu yang Dion dan Michelle katakan padanya saat Alana bertanya.


Perlahan seulas senyum terukir di bibir Alana. Alana kembali mengingat ucapan Rayan bahwa asal dirinya patuh dan menjadi istri yang semuanya bisa Alana lakukan. Itu artinya apapun yang Alana inginkan bisa terwujud.


“Oke.. Saatnya berubah Alana.” Gumamnya.


Alana meraih hp barunya kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah berlalu dari taman masuk ke dalam rumah mewah yang kini menjadi tempat tinggalnya.


“Langkah pertama. Cari tau semua tentang Rayan Alana.”


Alana melangkah menuju dapur namun disana tidak ada siapa siapa. Dapurnya begitu rapi dan bersih.


“Kemana mereka?”

__ADS_1


Alana menolehkan kepalanya keseluruh sudut yang bisa di jangkau oleh kedua matanya. Rumah Rayan memang sangat sepi.


“Mungkin mereka sedang istirahat di kamar.”


Alana melangkah kembali berlalu dari dapur menuju kamar para pelayan. Alana yakin mereka sedang istirahat sekarang.


Tanpa Alana sadari, Rayan sedang memperhatikanya lewat laptopnya. Pria itu memang tidak di rumah. Tapi Rayan bisa tetap mengawasi Alana dari kejauhan lewat CCTV. Dan Rayan merasa tidak pernah bosan setiap hari memperhatikan gerak gerik istrinya bahkan sampai di kamar mandi.


Rayan mengeryit saat melihat Alana masuk ke dalam kamar para pelayan. Dan setelah Alana masuk ke dalam kamar pelayan, Rayan sudah tidak bisa lagi melihatnya.


“Untuk apa dia ke kamar pelayan?” Rayan bertanya tanya merasa sangat penasaran.


Rayan menghela napas. Pria itu mengusap kasar dagu tak berjenggotnya. Rayan benar benar penasaran dengan apa yang sedang Alana lakukan di kamar pelayan. Rayan khawatir Alana memang sengaja menghindar untuk merencanakan sesuatu. Misalnya untuk melarikan diri dari rumahnya.


“Apa aku telpon bibi saja?” Rayan tampak berpikir. Rayan tidak bisa menahan dirinya. Rayan ingin tau semua yang Alana lakukan.


Tok tok tok


“Luky, ada apa?”


Luky tampak bingung. Rayan langsung bertanya ada apa padanya. Luky melangkah mendekat menuju meja Rayan dan berdiri disana dengan satu map berwarna kuning yang dibawanya.


“Ini tuan, saya membawa beberapa berkas yang harus tuan tanda tangani.”


“Ah ya.. Taruh saja disitu.”


Luky mengangguk kemudian menaruh map kuning yang dibawanya di meja kerja Rayan.


“Eemm.. Luky tolong kamu ke rumah ya..”

__ADS_1


Luky mengangkat sebelah alisnya menatap Rayan yang tampak sangat gusar sekarang.


“Kamu awasi Alana. Dia berada di kamar para pelayan sekarang. Dengarkan apa saja yang dia bicarakan dengan bibi atau pekerja yang lain.”


Luky semakin bingung. Semua sudut rumah mewah Rayan dari dulu di pasangi CCTV. Rayan bisa mengawasi Alana meskipun dari kantor. Tapi sekarang Rayan meminta Luky untuk ke rumahnya dan mengawasi Alana secara langsung. Padahal jika di pikir lagi bisa saja Rayan pulang dan melihat langsung apa yang Alana lakukan di rumahnya.


“Kenapa kamu malah bengong?”


Luky tersentak. Pria itu tersenyum tipis kemudian menganggukan kepalanya pelan.


“Baik tuan.”


“Tunggu apa lagi?” Tanya Rayan menatap Luky dengan wajah kesal. Rasa penasaranya membuat Rayan sedikit emosi bahkan gemas pada Luky yang kali ini terlihat bodoh didepanya.


“Ah ya tuan, maaf. Saya akan segera kesana.”


Luky buru buru keluar dari ruangan Rayan karna tidak ingin membuat atasanya itu semakin marah. Luky sebenarnya bingung. Rayan mengatakan padanya dari awal bahwa Alana hanyalah pengganti Sakura untuknya. Tapi sekarang Luky merasa Rayan sangat perhatian pada Alana. Rayan menyikapi Alana bukan sebagai pengganti Sakura, tapi sebagai wanita yang membuatnya mulai lupa pada Sakura.


Luky menghela napas sembari mempercepat langkahnya. Rayan pasti akan mengamuk jika tidak segera mendapat informasi tentang apa yang sedang Alana lakukan di kamar pelayan di rumahnya.


Dalam waktu singkat Luky sudah berada di kediaman mewah Rayan. Seperti biasa, para pekerja di rumah Rayan begitu sopan menyambutnya. Namun Luky merasakan suasana yang sedikit berbeda. Rumah itu begitu sepi seperti gedung kosong. Tidak ada tanda tanda kehidupan disana. Semua pelayan yang biasanya bekerja mengelap hiasan di setiap ruangan sama sekali tidak menampakkan diri. Namun kedatangan Luky bukan untuk mengurus para pelayan sekarang. Kedatanganya ke rumah itu tentu saja karna Rayan menyuruhnya untuk secara langsung melihat apa yang sedang Alana lakukan dikamar pelayan.


Luky melangkahkan kakinya menuju kamar pelayan yang memang berada di belakang. Kebetulan pintu kamarnya sedikit terbuka membuat Luky merasa semakin percaya bahwa tuhan memang sangat menyayanginya. Tuhan memberinya jalan agar Rayan tidak memarahinya.


Luky mengeluarkan hp dari saku dalam jas hitamnya kemudian segera merekam diam diam apa yang sedang Alana lakukan di dalam kamar bersama para pelayan kemudian mengirimkan video hasil rekamanya pada Rayan.


Sedang Rayan, pria itu merasa sangat lega melihat apa yang sedang Alana lakukan di dalam kamar pelayan dari video yang Luky kirimkan padanya. Alana sedang bercanda bersama para pelayan yang duduk mengitarinya di atas ranjang kecil tempat bibi terlelap setiap malam. Emosinya langsung mereda dan dengan senyuman dibibirnya Rayan meraih map kuning yang dikatakan Luky berisi berkas yang memang harus Rayan tanda tangani.


Setelah membaca dan menanda tangani berkas berkas itu, Rayan menghubungi Luky dan menyuruh agar Luky segera kembali ke perusahaan.

__ADS_1


“Jadi apa yang Rayan suka bi?”


Rayan tersenyum ketika memutar kembali video Alana yang di kirimkan Luky. Alana sedang mencari tahu tentangnya. Di video itu bibi menjelaskan dengan pelan apa saja yang Rayan sukai. Mulai dari makanan kesukaan sampai warna kesukaan Rayan. Semua itu membuat Rayan tidak bisa untuk tidak tersenyum. Rayan merasa sangat bahagia dan menganggap Alana mulai penasaran padanya.


__ADS_2