
Roky menatap bingung pada Rayan dan Alana yang melangkah menjauh darinya. Roky sebenarnya ingin melaporkan sesuatu tentang Caterine, namun melihat keduanya yang sudah akan pergi kepesta pertunangan Bastian Roky menjadi ragu.
Roky menghela napas kemudian mengeluarkan hp dari saku celana jinsnya.
“Tuan dan nyonya sudah akan pergi kepesta Robin. Tidak mungkin kalau kita memberitahu tentang nyonya Caterine sekarang. Lebih baik kita atasi dulu masalah ini sendiri. Setelah tuan dan nyonya pulang dari pesta baru kita beritahu.” Ujar Roky pada Robin lewat sambungan telpon.
“Ya sudah kalau begitu.” Balas Robin dari seberang telpon mengerti.
Roky menyudahi telepon-nya setelah mendapat balasan dari Robin. Pria berbadan kekar itu kemudian melangkah menyusul Alana dan Rayan.
“Roky..” Panggil Rayan ketika hendak masuk kedalam mobilnya.
“Saya tuan..” Saut Roky mengangguk hormat.
“Tolong kamu dan pak Lim kerumah Sechil dan Ramon sekarang, bawakan mobil Sechil kesana.” Perintah Rayan. Rayan tidak mau Sechil dan Ramon menghadiri acara Bastian dan Cleo dengan mengendarai sepeda motor milik Ramon yang pasti akan membuat keduanya merasa sangat tidak nyaman.
“Baik tuan. Saya permisi.” Angguk Roky.
“Ya, hati hati.”
Rayan menghela napas kemudian menoleh pada Alana. Rayan mengedipkan sebelah matanya genit pada Alana yang malah tertawa menanggapinya. Alana merasa Rayan sangat aneh dan berbeda sekarang.
“Ayo kita berangkat.”
“Oke...” Angguk Alana masih dengan tawanya kemudian masuk kedalam mobil yang langsung diikuti oleh Rayan.
“Pokonya kamu inget ya sayang, kalau ada yang lihatin kamu apa lagi ngegodain kamu, kamu diam saja. Abaikan dan jangan balas menatap apa lagi sampai tersenyum. Oke?”
Alana menatap aneh pada Rayan. Suaminya benar benar tidak seperti biasanya. Rayan bahkan sering sekali berbicara panjang lebar, tidak singkat dan seperlunya seperti biasanya.
“Rayan.. Kamu sangat aneh..”
Rayan menghela napas. Rayan juga merasa aneh dengan perasaan-nya sekarang. Rayan terlalu khawatir Alana akan terpesona pada pria lain. Padahal biasanya Rayan selalu percaya diri dan percaya Alana tidak akan terpesona pada pria manapun selain dirinya. Beruntungnya saat perasaan-nya sedang sangat aneh Dion sudah menjadi orang gila sehingga tidak lagi mendekati Alana.
“Aku juga tidak tau ada apa denganku sayang. Tapi semoga kamu selalu mengerti. Aku terlalu mencintaimu.” Kata Rayan dengan ekspresi memelas.
Alana tersenyum lagi. Meski memang Rayan sangat bawel hari ini tapi Alana tidak sama sekali merasa terganggu karna itu. Alana tau Rayan hanya sedang sensitif sesaat.
“Baiklah. Lebih baik kita jalan sekarang sebelum pesta pertunangan Bastian dan kekasihnya selesai.”
Rayan tertawa mendengarnya. Pria itu segera menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang keluar dari pekarangan luas rumahnya. Dan sepanjang perjalanan menuju kediaman Bastian, Rayan dan Alana terus mengobrol sembari bercanda.
__ADS_1
Tidak lama mobil Rayan sampai didepan gerbang kediaman mewah keluarga Bastian. Suasana begitu sangat ramai karna banyaknya tamu undangan yang hadir disana. Hal itu membuat mobil Rayan juga tidak bisa masuk sehingga Rayan harus memarkirkan mobilnya dipinggir jalanan kompleks itu.
“Apa Bastian itu sangat kaya?”
Rayan tersenyum. Rayan sendiri tidak menyangka jika ternyata Bastian adalah putra dari Gery Ardiansyah, seorang pengusaha yang namanya memang sudah tidak asing lagi dikalangan-nya.
“Aku mengenal siapa ayahnya Bastian. Dia juga seorang pengusaha.” Kata Rayan.
“Sejak kapan kamu mengenalnya?” Tanya Alana lagi merasa semakin penasaran.
“Sudah lama. Tapi aku tau baru kemarin malam tentang Bastian yang adalah putra dari Gery.” Jawab Rayan.
Alana mengangguk mengerti. Suaminya adalah pengusaha yang namanya sudah dikenal publik. Suatu yang sangat tidak disangka bagi Alana karna memiliki suami yang memiliki nama baik didalam maupun diluar negeri.
“Sudah yuk kita turun.”
“Oke...”
Alana kemudian membuka sabuk pengaman yang melilit tubuhnya. Namun ketika Alana hendak membuka pintu mobil, Rayan mencekal lengan-nya.
“Tunggu sayang..” Cegah Rayan membuat Alana menoleh dan menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.
“Ada apa Rayan?” Tanya Alana.
Rayan berjalan mengitari bagian depan mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Alana.
“Silahkan tuan putri..”
Alana tertawa mendengarnya. Sekarang Alana tau kenapa Rayan mencegahnya saat akan turun dari mobil.
“Loh kok malah ketawa sih? Ayo dong turun..” Senyum Rayan terus menunggu uluran tangan dari Alana.
“Oh maaf maaf.. Abisnya kamu sedikit lebay sih..”
Alana menyambut uluran tangan Rayan dan turun dari mobil dengan Rayan yang menuntun-nya.
“Gitu dong.. Pokonya kamu ingat ya sayang, kamu nggak boleh liat laki laki lain dipestanya Bastian nanti. Kamu harus selalu ingat ada aku yang sayang dan cinta banget sama kamu..”
Alana menghela napas. Entah apa yang sedang menguasai pikiran suaminya hari ini sehingga bersikap begitu berlebihan padanya.
“Itu kakak...”
__ADS_1
Rayan dan Alana menoleh saat mendengar suara Sechil. Mereka berdua tersenyum ketika mendapati Sechil dan Ramon yang melangkah beriringan menghampirinya.
“Loh kok kalian jalan kaki, tadi kakak sudah suruh Roky sama pak Lim supaya membawakan mobil kamu kerumah.” Ujar Rayan menatap Sechil dan Ramon bergantian.
“Iya kak. Sebelumnya makasih banget ya kak. Tadinya kita kesini mau pakai motor tapi karna Roky dan pak Lim datang dan bawa mobil aku, jadi kami berdua memutuskan untuk pakai mobil.” Senyum Sechil menatap Rayan.
“Terus sekarang mana mobil kamu?” Tanya Alana bingung.
“Eemm.. mobil Sechil aku parkir disana kak, soalnya disini sudah penuh.” Kali ini Ramon yang menjawab.
Alana mengangguk mengerti. Alana kemudian menatap gaun dengan warna peach yang dikenakan oleh Sechil. Gaun yang menurut Alana sangat cantik juga begitu pas di tubuh Sechil yang memang sedang sintal sepertinya.
“Sechil, kamu sangat cantik.” Puji Alana membuat Sechil tersenyum malu malu. Sechil melingkarkan tangan-nya dilengan Ramon.
“Makasih kak, kakak jauh lebih cantik dari aku..” Balas Sechil.
Ramon tersenyum begitu juga dengan Rayan. Mereka berdua merasa sangat bersyukur karna meskipun Caterine tidak bisa bersikap baik tapi Alana dan Sechil bisa kompak dan saling menyayangi satu sama lain.
“Ya sudah yuk kita masuk..” Ajak Rayan.
Alana menganggukan kepalanya kemudian melingkarkan tangan-nya pada Rayan yang ada disampingnya. Mereka berdua melangkah beriringan memasuki area luas kediaman keluarga Bastian yang sudah disulap dengan dekorasi yang tidak terlalu ramai namun tetap terlihat indah. Sedang Sechil dan Bastian, mereka mengikuti Rayan dan Alana dari belakang. Senyuman manis terus terukir dibibir keduanya menandakan kebahagiaan sedang menyelimuti hati mereka.
Rayan, Alana, juga Ramon dan Sechil tampak berbaur dengan para tamu undangan yang lain. Rayan juga bertemu dengan kenalan-nya sesama pengusaha yang kemudian juga Rayan kenalkan pada Ramon. Tidak ada yang berbeda diantara mereka meskipun memang Ramon tidak sederajat dengan mereka. Ramon hanya seorang mahasiswa yang juga bekerja sebagai karyawan dibengkel biasa.
“Sechil..”
Nona Sechil menoleh begitu mendengar suara Bastian menyebut namanya. Sechil menelan ludahnya mendapati Bastian berdiri didepan-nya dengan Cleo, tunangan-nya.
“Jadi dia wanita yang sedang mengandung anak kamu?” Tanya Cleo terang terangan tanpa berniat basa basi pada Sechil.
Sechil menundukan kepalanya. Tanganya yang sedang memegang cup ice cream langsung menyatu. Sechil tidak tau harus bersikap bagaimana didepan Cleo karna sekarang Ramon sedang bersama Rayan dan Alana, berbaur dengan tamu undangan yang lain.
“Ya.. Nona perkenalkan ini Cleo, tunangan saya.” Senyum Bastian membuat Sechil kembali mengangkat kepalanya.
“Saya Sechil.” Senyum Sechil mengangguk sopan.
Cleo menghela napas. Bastian sudah menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dan Cleo mengerti itu.
“Jadi begini Sechil, saya tidak melarang Bastian bertanggung jawab atas anak yang sedang kamu kandung. Tapi maaf kalau setelah lahir nanti anak itu harus mengikuti Bastian, saya jujur merasa keberatan.” Ujar Cleo menatap Sechil.
Sechil tersenyum mendengarnya
__ADS_1
“Saya mengerti nona Cleo. Anda tidak perlu khawatir. Saya akan membesarkan anak ini bersama suami saya.”