
Rayan keluar dari mobilnya dengan emosi yang sudah tidak bisa ditahan. Caterine benar benar sangat keterlaluan karna dengan tidak tau malunya menyambangi kediaman Bastian. Caterine bahkan tanpa sadar mempermalukan dirinya sendiri didepan keluarga Bastian.
“Rayan..” Caterine terkejut karna melihat Rayan yang turun dari mobilnya dan melangkah mendekat kearahnya. Namun kamudian Caterine tersenyum menganggap bahwa Rayan datang untuk mendukungnya menuntut Bastian agar bertanggung jawab dan menikahi Sechil.
“Selamat malam tuan..” Sapa Bastian sopan begitu Rayan sampai disamping Caterine didepan-nya.
Rayan mengangguk pelan. Rayan juga tersenyum sopan pada Gery dan istrinya yang berdiri tepat didepan pintu utama rumah mewah keluarga Bastian.
“Sekarang kamu sudah disini Rayan. Mommy yakin kamu juga sudah tau siapa Bastian sebenarnya. Dia yang menghamili Sechil Rayan. Dia ayah biologis dari anak yang sedang dikandung Sechil.” Ujar Caterine menatap Bastian sengit.
Bastian hanya diam saja dengan ekspresi tenang. Bastian tau bagaimana Rayan.
“Mommy kita pulang sekarang.”
Caterine mengeryit mendengarnya. Wanita itu menggeleng tidak menyangka dengan apa yang Rayan ucapkan.
“Rayan tapi dia..”
“Kita pulang sekarang mommy..” Sela Rayan dengan penuh penekanan.
Caterine menelan ludahnya. Rencananya tidak boleh gagal lagi. Bastian adalah alat baginya untuk memisahkan Ramon dari Sechil. Apa lagi Bastian juga adalah keluarga berpunya, tidak seperti Ramon yang bahkan untuk biaya kuliah saja harus mencari uang sendiri.
“Mommy tidak mau. Mommy disini untuk Sechil. Mommy mau laki laki itu bertanggung jawab. Dia harus menikahi Sechil.” Caterine mulai ngotot dengan tatapan penuh tekad pada Bastian juga kedua orang tuanya.
Rayan mengepalkan kedua tanganya erat sampai kuku jarinya memutih. Caterine benar benar menguras kesabaran-nya kali ini.
“Mommy tolong berhenti. Aku mohon..” Lirih Rayan dengan tatapan terus terarah pada Caterine.
“Jangan mempermalukan diri mommy sendiri disini..” Lanjut Rayan.
Caterine mengeryit.
“Mommy sedang berjuang untuk adik kamu Rayan. Laki laki ini harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan pada Sechil !” Caterine menunjuk kasar pada Bastian dan kedua orang tuanya yang hanya diam saja.
__ADS_1
“Mommy cukup !” Rayan meraih tangan Caterine. Malu bercampur emosi kini sedang benar benar menguasainya. Tidak ada Alana disampingnya sehingga Rayan harus benar benar bisa menahan semuanya sendiri.
“Rayan mommy..”
“Kita pulang sekarang.” Sela Rayan.
Rayan menarik Caterine menuju mobilnya. Meskipun Caterine terus memberontak dan meminta untuk dilepaskan namun Rayan tidak memperdulikan-nya. Rayan memasukan Caterine kedalam mobilnya mengajaknya pergi menjauh dari Bastian juga kedua orang tuanya.
“Ayah kenal dan tau betul siapa Rayanza Gilbert, Bastian. Ayah harap ada kejelasan tentang masalah ini.” Ujar Gery setelah mobil mewah Rayan berlalu.
Bastian menghela napas. Pada akhirnya semua memang harus tau bahwa sebentar lagi Bastian akan menjadi seorang ayah.
“Baik ayah..” Jawabnya pelan.
Sementara itu dalam perjalanan menuju kediaman Rayan dan Alana, Caterine terus saja mengumpat. Caterine bahkan memarahi Rayan yang hanya diam saja disampingnya. Caterine mengatakan Rayan tidak menyayangi Sechil dan tidak mau menegakan keadilan untuk adiknya itu.
Ketika sampai dikediaman Rayan dan Alana ternyata Sechil dan Ramon sudah menunggu disana. Mereka berdua juga Alana yang memang menyuruh Roky untuk menjemput keduanya langsung berdiri dari duduknya diteras begitu Rayan turun dari mobilnya.
“Mommy..” Lirih Sechil dengan suara bergetar saat melihat Caterine yang juga turun dari mobil Rayan.
“Kalian..” Lirih Caterine.
Caterine menatap sesaat pada Ramon dan Alana. Wanita itu kemudian menghela napas.
Caterine menoleh pada Rayan yang masih berdiri disamping mobilnya kemudian tersenyum. Caterine melangkah menghampiri Sechil, Alana, juga Ramon yang berdiri diteras.
“Sechil mommy sudah tau siapa yang menghamili kamu. Dan mommy rasa dia yang lebih pantas bertanggung jawab, bukan Ramon.”
Rayan memejamkan kedua matanya. Tanganya kembali mengepal mendengar apa yang Caterine katakan pada Sechil. Merasa sudah tidak tahan lagi dengan sikap Caterine, Rayan pun menyuruh Robin untuk datang dan membeberkan semua rencana Caterine didepan semuanya. Mulai dari bukti rekaman suara Caterine yang sedang menghubungi seseorang untuk menjahati Alana sampai rencana Caterine dengan Dion yang memang tidak terlaksana.
Sechil sangat terkejut mendengar rekaman suaranya sendiri lewat laptop yang dibawa Robin. Sechil bahkan sampai menangis karna mengira Caterine selama ini memang sudah berubah.
“Apa apaan ini?!” Caterine mendelik tidak terima. Wanita meraih laptop milik Robin kemudian membantingnya sampai rusak.
__ADS_1
Rayan tertawa merasa sangat miris dengan kehidupan-nya sendiri. Caterine tidak pernah sedikitpun menyayanginya selama ini.
“Ini semua bohong. Mommy dijebak. Itu, itu bukan suara mommy..” Caterine masih mencoba berkilah tidak mau mengakui semua bukti bukti yang dibawa Robin.
“Dijebak? Lalu paket berisi makanan beracun dan peluntur kandungan, apa itu juga masih jebakan mom?”
Caterine menggeleng tidak menyangka semua rencananya bisa begitu mudah diendus oleh Rayan.
“Enggak Rayan.. Ini semua salah paham. Mommy tidak sejahat itu..” Caterine terus mengelak dan tidak mau mengakui perbuatan-nya.
Hal itu membuat Rayan tiba tiba tertawa begitu keras. Namun bersamaan dengan tawanya, Rayan juga menangis mengingat nasibnya yang begitu malang.
“Apa karna harta mom? Jika saja mommy memintanya secara baik baik aku akan dengan senang hati memberikan-nya pada mommy.. Tidak perlu dengan cara seperti ini mom..” Rayan berkata dengan suara bergetar. Matanya menyorotkan kesedihan yang mendalam menatap Caterine yang terus saja mengelak meski semua bukti sudah dengan gamblang Rayan buka didepan Alana, Sechil, juga Ramon.
“Rayan ini bukan...”
Suara sirine mobil polisi membuat Caterine berhenti berbicara. Wanita itu menoleh kearah gerbang dan terkejut begitu mendapati mobil polisi mulai masuk kedalam area pekarangan luas kediaman Rayan.
“Rayan kenapa ada polisi?” Caterine kembali menatap Rayan dan bertanya dengan kepala menggeleng tidak percaya.
Rayan tertawa lagi. Rayan memang menyuruh Luky menghubungi polisi karna sudah tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi Caterine. Disamping itu apa yang Caterine lakukan pada Alana dengan mengirimkan berbagai makanan yang mengandung zat berbahaya juga termasuk dalam kategori percobaan pembunuhan sehingga Rayan merasa Rayan perlu memberi pelajaran pada Caterine sesuai apa yang Caterine lakukan.
“Rayan jawab mommy..” Desak Caterine dengan suara bergetar. Caterine benar benar takut sekarang, apa lagi 4 polisi itu mulai melangkah mendekat kearahnya.
“Selamat malam tuan Rayan..” Sapa salah satu dari ke 4 polisi itu pada Rayan.
“Ya, malam pak.” Angguk Rayan pelan menjawab sapaan dari polisi tersebut.
Caterine yang merasa ada peluang hendak berlari untuk kabur namun dengan sigap 2 polisi yang berdiri didekatnya segera menahan-nya.
Caterine menjerit tidak terima. Caterine bahkan marah dan mengancam 2 polisi yang memegang tangan-nya.
Sementara Sechil, wanita itu hanya bisa menangis dalam pelukan Ramon. Sechil tidak bisa berbuat apa apa melihat Caterine dibawa oleh polisi. Caterine sudah melakukan percobaan pembunuhan pada Alana dengan mengirim berbagai bingkisan makanan yang mengandung zat berbahaya.
__ADS_1
Untuk yang kesekian kalinya Rayan patah hati oleh Caterine. Lutut Rayan melemas begitu mobil polisi membawa Caterine yang terus saja berteriak meminta pertolongan. Ketika Rayan hampir ambruk Luky yang baru datang segera menubruknya tidak mau membiarkan lutut tuan-nya itu menyentuh tanah.
“Sabar tuan...”