Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 82


__ADS_3

Rayan dan Alana sedang bersantai ditaman belakang rumah saat Caterine menghampiri mereka. Wanita itu datang dengan senyuman manis yang ditunjukan baik pada Alana maupun Rayan.


Alana yang merasa tidak biasa dengan ekspresi mertuanya itu hanya bisa mengeryit diam. Alana tau Caterine pasti punya maksud tertentu tiba tiba menghampirinya dan Rayan.


“Ada apa mom?” Tanya Rayan pada Caterine.


“Kalian sedang apa?” Tanya balik Caterine dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


Rayan diam sebentar. Rasanya aneh melihat Caterine yang tiba tiba bersikap begitu lembut dan perhatian didepan Alana. Namun Rayan akhirnya mengerti. Mungkin itu adalah salah satu caranya agar Rayan tidak benar benar memindahkan-nya dari rumah itu.


“Kami sedang mengobrol mommy.. Mengobrol tentang masa depan yang cerah dan penuh kebahagiaan.” Alana menjawab dengan senyuman lebarnya. Wanita itu sengaja memancing Caterine yang pasti akan langsung menyebutnya wanita murahan atau wanita tidak tau diri seperti biasanya.


Caterine tertawa pelan mendengarnya. Masih dengan sisa tawanya Caterine menganggukan kepalanya.


“Tentu saja... Kalian berdua orang yang baik. Masa depan kalian pasti akan sangat cerah karna dikelilingi orang orang baik.” Setuju Caterine.


Alana tersenyum namun hanya dibibir saja. Entah kenapa Alana merasa ucapan Caterine seperti sebuah ancaman.


“Terimakasih do'anya mommy, mommy ada apa?”


Caterine terdiam sesaat. Wanita itu terlihat bingung menatap Rayan yang berdiri dari duduknya tapi tidak dengan Alana yang tetap duduk dengan santai dikursi. Alana merasa malas jika harus menghadapi kepura puraan Caterine.


“Begini Rayan, mommy mau minta tolong sama kamu. Sechil, dia mengeluhkan sakit pada kepalanya. Badan-nya juga menggigil dan dia bilang dia ingin memakan siomay bandung langganan-nya jika diajak kamu pergi dulu.. Bisa tidak mommy minta tolong sama kamu belikan. Mommy mau minta tolong sama pelayan tapi mereka sedang istirahat siang. Mommy nggak enak mau bangunin.”


Alana memutar jengah kedua bola matanya. Akting Caterine sangat apik dan patut diacungi 2 jempol bahkan mungkin 4 jempol.


“Tempat siomay-nya lumayan jauh mom.. Tapi nggak papa. Aku juga lagi nggak terlalu sibuk. Aku akan membelikan-nya sekarang.”


Caterine tersenyum bahagia mendengar itu. Wanita itu diam diam melirik Alana yang terlihat kesal karna Rayan mau membelikan-nya siomay kesukaan Sechil.


“Mommy sangat berterimakasih Rayan.”

__ADS_1


“Sama sama mom. Ya sudah kalau begitu aku jalan dulu..” Rayan kemudian berjongkok didepan Alana yang masih anteng duduk dikursinya dalam diam.


“Apa kamu mau sesuatu?” Tanya Rayan lembut.


Alana tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya. Wanita itu memang sedang tidak ingin memakan apapun siang ini.


“Ya sudah.. Aku jalan ya.. Aku tidak akan lama.” Senyum Rayan bangkit dan mengecup singkat kening Alana.


“Hati hati..” Titah Alana lembut.


“Ya...” Angguk Rayan dengan senyuman manis yang terukir dibibirnya kemudian melangkah berlalu dari taman meninggalkan Alana dan Caterine.


Setelah Rayan berlalu, senyuman manis dibibir Caterine memudar. Wanita itu menatap malas pada Alana yang bahkan tidak memperdulikan kehadiran-nya.


Caterine menghela napas kemudian melipat kedua tangan-nya dibawah dada. Caterine melangkah mendekat pada Alana dan berdiri tepat didepan kursi tempat Rayan tadi berdiri.


“Saya rasa Rayan memang sangat menyayangi Sechil, adik satu satunya.” Ujar Caterine sombong.


“Tentu saja Rayan sangat menyayangi Sechil. Rayan orang yang baik mommy..” Balas Alana menatap lurus kedepan.


“Kalau kamu tau seperti itu bagus. Berarti kamu harus siap siap pergi dari rumah ini Alana. Rayan akan segera meninggalkan kamu karna Sechil jauh lebih penting dari kamu.”


Alana menoleh menatap Caterine yang begitu angkuh disampingnya. Alana kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri berhadapan dengan Caterine.


“Oh ya? Kenapa mommy begitu yakin?” Tanya Alana menantang.


Caterine menggeleng dengan senyuman meledek.


“Kamu lihat sendiri tadi kan? Dia rela meninggalkan kamu hanya demi membelikan Sechil siomay. Bukankah itu sudah menjadi bukti kuat bahwa Sechil lebih penting untuk Rayan dari pada kamu, Alana.” Tekan Caterine dengan sombongnya.


Alana tersenyum merasa kasihan pada Caterine yang begitu percaya diri menganggap Rayan meratukan putrinya. Tidak mau kalah, Alana kemudian meraih hp nya yang berada dimeja didepan-nya.

__ADS_1


“Kita buktikan sekarang..” Katanya tersenyum kemudian menghubungi Rayan yang sudah berada dijalan untuk membeli siomay yang di inginkan Sechil.


“Halo..”


“Eemm.. Rayan aku tiba tiba ingin seblak super pedas yang ada disekitar rumah ibu.. Bisa tolong kamu belikan dulu tidak?” Alana berkata dengan terus menatap Sechil yang ada didepan-nya. Alana juga melaudspekcer hp nya agar Caterine bisa mendengar sendiri percakapan-nya dengan Rayan lewat sambungan telpon.


“Tentu saja aku akan putar arah sekarang dan membelikan-nya untuk kamu.” Jawab Rayan.


Senyuman kemenangan Alana mengembang, tapi tidak dengan Caterine yang terlihat sangat kesal.


“Lalu bagaimana dengan siomay yang di inginkan Sechil?” Tanya Alana dengan tatapan meledek pada Caterine.


“Jangan khawatirkan yang lain. Yang penting kamu dulu Alana. Aku akan telpon pak Lim agar membelikan-nya untuk Sechil sekarang.”


Caterine menurunkan kedua tanganya yang dilipat dibawah dada dengan rahang mengetat. Kesal sekali mendengar Rayan yang lebih mau menuruti apa yang Alana inginkan dari pada membelikan siomay bandung untuk Sechil.


“Oh terimakasih Rayan. Aku sangat mencintaimu.” Senyum Alana merasa puas melihat ekspresi kesal Caterine.


Alana menyudahi telpon-nya setelah itu. Wanita itu merasa senang karna ternyata Rayan lebih memilih membelikan seblak untuknya dari pada membelikan siomay bandung kesukaan Sechil.


“Mommy masih mau bilang Rayan lebih mementingkan Sechil dari pada saya?” Tanya Alana dengan senyuman manis yang terukir dibibirnya.


Caterine merasa sangat geram. Caterine pikir Rayan akan mengabaikan Alana demi membelikan apa yang Sechil mau. Tapi nyatanya Rayan malah menyuruh pak Lim untuk membelikan-nya bukan membeli sendiri dan mengesampingkan keinginan Alana.


“Saya curiga permintaan mommy itu hanya alasan saja untuk menunjukan yang sebenarnya perasaan Rayan pada saya. Kalau memang begitu, saya sangat berterimakasih karna mommy aku tau bahwa ternyata Rayan memang sangat mencintai dan memprioritaskan saya.”


Caterine menelan ludahnya membasahi tenggorokan-nya yang kering karna terlalu emosi.


“Dengar Alana, saya akan buktikan sama kamu bahwa Rayan tidak secinta itu sama kamu. Dia hanya sedang dimabuk cinta sesaat sama kamu. Kamu akan segera tersingkir dari rumah ini.”


Alana tersenyum. Alana tidak ingin melawan Caterine sebenarnya, tapi diam juga tidak baik karna Caterine pasti akan menganggapnya lemah dan akan sangat berbuat seenaknya.

__ADS_1


“Saya akan menunggu saat itu mommy. Tapi jika semua itu malah berbalik pada mommy saya akan dengan senang hati membantu.” Senyum Alana tenang.


__ADS_2