Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 161


__ADS_3

Alana tersenyum saat melihat mobil Luky mulai memasuki pekarangan luas rumahnya. Alana meletakan sepiring buah naga yang sedang dinikmatinya diatas meja kemudian bangkit dari duduknya dikursi diteras rumahnya.


Namun saat hendak melangkah mendekat pada Rayan yang turun dari mobil Luky, senyuman dibibir Alana memudar begitu melihat wanita cantik berpakaian sexy yang juga ikut turun dari mobil Luky. Wanita itu bahkan tidak canggung meraih lengan kekar Rayan dan bergelayut manja didepan kedua mata Alana yang adalah istri sah Rayan.


“Siapa dia..” Gumam Alana dengan kedua tangan mengepal erat. Rasanya Alana ingin sekali melempar wanita cantik itu dari samping Rayan.


Sementara itu Rayan dengan sigap melepaskan gelungan tangan wanita itu. Rayan tau istrinya tidak akan suka melihat itu. Dan juga Rayan merasa tidak nyaman jika terlalu dekat dengan orang asing terutama jika orang itu adalah seorang wanita.


Wanita cantik berparas bule menatap bingung pada Rayan yang melepaskan gelayutan-nya.


“Kenapa Rayan?” Tanyanya dengan logat cedalnya.


“Maaf, tolong jangan sembarangan menyentuh saya. Saya tidak suka.” Ujar Rayan kemudian melangkah cepat menghampiri Alana yang diam berdiri diteras rumah mereka.


Alana menghela napas. Rasa kesal mulai menguasai hatinya membuat moodnya menjadi tidak bagus. Padahal sebelumnya Alana sudah sangat senang melihat kepulangan Rayan. Tapi begitu melihat wanita asing keluar dari mobil Luky dan dengan tidak tau malunya menggandeng Rayan itu benar benar berhasil membuat moodnya langsung berantakan.


“Hey..” Rayan tersenyum menatap istrinya yang tidak sumringah seperti biasanya saat menyambut kepulangan-nya. Rayan meraih kedua bahu Alana menariknya lembut dan memeluknya dengan mesra. Berangkat pagi pagi buta kemudian disibukan dengan pekerjaan yang benar benar menyita waktunya membuat Rayan merasa sangat merindukan istri tercintanya itu.


Alana hanya diam saja. Sesekali Alana menatap wanita asing yang melipat tangan dibawah dada dan terus memperhatikan-nya dengan Rayan yang masih berpelukan.


“Dia siapa?”


Rayan melepaskan pelukan-nya. Satu kecupan singkat Rayan daratkan dikening Alana


“Apa dia teman dekat kamu?” Tanya Alana lagi. Dalam pikiran Alana saat ini sedang menebak nebak siapa wanita itu. Sempat terpikir mungkin wanita itu adalah teman masa kecil Rayan yang tiba tiba datang dan berniat menghancurkan rumah tangganya dengan Rayan.


“Namanya juita. Dia anak teman-nya mommy. Katanya ingin bertemu dengan mommy.” Jawab Rayan.


Alana mengangkat sebelah alisnya.


“Jangan bilang dia adalah orang yang akan dijodohkan oleh mommy sama kamu..” Ujar Alana menatap Rayan penuh curiga.


Rayan tertawa mendengarnya. Tebakan Alana langsung tepat pada sasaran. Tapi sepertinya tebakan itu tidak pas dengan kenyataan.

__ADS_1


“Ayo aku kenalin..” Kata Rayan meraih lembut pergelangan tangan Alana berniat menuntun Alana untuk mendekat pada Juita.


Alana menarik tangan-nya enggan menurut pada Rayan yang ingin memperkenalkan dirinya dengan Juita.


“Berkenalan dengan orang yang mau menjadi duri dalam rumah tanggaku sendiri? Aku tidak sebodoh itu Rayan.” Judes Alana kemudian berlalu meninggalkan Rayan yang hanya bisa menghela napas.


Rayan menatap Alana yang melangkah cepat memasuki rumahnya. Alana pasti salah mengartikan maksudnya tentang juita.


“Apa dia marah karna aku?” Tanya juita yang memang tidak bisa fasih berbahasa indonesia. Juita memang tidak tinggal di indonesia karna ayahnya adalah orang Amerika, sama seperti Rayan. Hanya saja Richard memilih menetap di indonesia dulu.


“Sepertinya begitu.” Jawab Rayan.


Juita berdecak. Wanita hamil memang sedikit menyusahkan menurutnya. Selain karna sangat sensitif, wanita hamil juga selalu berprasangka buruk pada orang lain.


“Ya sudah kalau begitu. Aku ikut Luky saja.” Ujarnya kemudian masuk kembali kedalam mobil Luky.


Rayan hanya menganggukkan kepala saja. Awalnya memang Juita ingin menginap barang 2 hari dirumahnya. Alasan-nya karna rumah Rayan ramai oleh para pekerjanya yang mungkin bisa membuatnya tidak merasa kesepian. Juita juga ingin mengenal dekat Alana yang Juita pun sudah tau bahwa Rayan sangat mencintainya.


Rayan langsung menuju lantai 2 rumahnya dimana kamarnya berada. Rayan yakin Alana pasti ada disana sekarang.


Ketika sampai dikamarnya Rayan dibuat terkejut dengan apa yang sedang Alana lakukan. Wanita itu mengeluarkan semua bajunya dari dalam lemari dan memasukan kedalam koper besar yang diletakan diatas tempat tidur.


“Ya tuhan..” Lirih Rayan kemudian segera melangkah cepat mendekat pada Alana yang terus sibuk memasukan baju bajunya kedalam koper.


“Alana apa yang kamu lakukan?” Tanya Rayan pelan.


Alana langsung menoleh. Dengan kesal serta dada kembang kempis seperti sedang sangat emosi Alana menatap Rayan.


“Untuk apa aku disini lagi kalau sudah ada wanita yang lebih pantas bersanding dengan kamu?”


Rayan menelan ludahnya. Alana benar benar salah paham kali ini.


“Alana ini...”

__ADS_1


“Kenapa kamu bisa begitu sangat tidak berperasaan Rayan? Kamu bawa wanita yang akan dijodohkan sama kamu pulang kerumah sementara aku sedang hamil besar begini? Dimana hati kamu?”


Rayan menggelengkan kepalanya. Kesalah pahaman Alana benar benar sudah melebihi batas. Alana sampai berpikir Rayan akan setuju dengan perjodohan yang sebenarnya Juita sendiri menolaknya. Juita bahkan datang keindonesia karna diperintahkan oleh kedua orang tuanya untuk membatalkan perjodohan. Alasan-nya tentu saja karna Rayan yang sudah menikah.


“Ya tuhan.. Alana kamu salah paham.. Kamu tenang dulu dong.. Jangan emosi begini. Nggak enak kan kalau sampai ibu melihat dan mendengar ini..” Rayan tetap berbicara dengan nada lembut. Rayan tidak mau ikut terpancing emosi dengan kesalah pahaman Alana.


“Bagaimana aku tidak emosi Rayan? Bagaimana aku bisa tenang kalau kamu saja membawa pulang wanita lain. Kalian bahkan begitu mesra didepanku tadi !!” Nada bicara Alana mulai meninggi dengan kedua mata mulai berkaca kaca.


Rayan menghela napas dengan decakan pelan. Alana memang sangat sensitif semenjak hamil. Tapi Rayan tidak menyangka jika Alana bahkan sampai bisa berpikir begitu jauh tentang dirinya dan Juita.


Rayan meraih tangan Alana namun dengan cepat ditepis oleh Alana.


“Aku nggak mau dimadu.” Tangis Alana mulai pecah membuat Rayan tidak tega melihatnya.


Rayan meraih kedua bahu Alana kemudian menarik lembut Alana kedalam pelukan-nya. Rayan mengusap usap punggung Alana yang bergetar. Alana menangis terisak dalam pelukan-nya.


“Kamu salah paham sayang..” Bisik Rayang mengecupi rambut Alana.


“Juita kesini untuk membatalkan perjodohan denganku. Dia datang ke indonesia hanya untuk bertemu mommy karna kedua orang tuanya yang menyuruh. Juita juga orang tuanya tidak mau meneruskan lagi rencana perjodohan yang mommy ajukan karna tau aku sudah menikah.” Jelas Rayan dengan suara pelan.


Alana langsung berhenti menangis. Alana melepaskan pelukan Rayan kemudian mendongak menatap wajah tampan Rayan.


“Kamu serius?” Tanya Alana menatap Rayan dengan wajah basah oleh air mata.


“Tentu saja. Untuk apa aku bohong..” Jawab Rayan.


“Dengar Alana..” Rayan meraih kedua pipi Alana menangkupnya. Rayan menundukan sedikit kepalanya menatap Alana dengan lekat.


“Aku hanya mau kamu. Aku mencintai kamu.. Sekarang dan selamanya..” Ungkap Rayan kemudian mengecup singkat bibir Alana.


Alana tertawa kemudian kembali masuk kedalam pelukan Rayan. Sedangkan Rayan, pria itu merasa sangat lega karna kesalah pahaman itu masih bisa dengan mudah dia luruskan.


“Jangan lagi seperti ini sayang. Aku tidak mau kamu pergi dari sisiku..”

__ADS_1


__ADS_2