Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 163


__ADS_3

“Ibu sudah memikirkan semuanya.”


Rayan dan Alana saling menatap sesaat. Keduanya kemudian menatap Sari yang duduk disamping kiri Rayan dimeja makan. Mereka menunggu apa yang akan dikatakan Sari selanjutnya. Rayan memang sudah membicarakan semuanya pada Alana semalam sambil menemani Alana yang terbangun tengah malam karna merasakan lapar.


Sari menatap Rayan dan Alana bergantian kemudian tersenyum. Dan senyuman itu Rayan dan Alana artikan sebagai pertanda baik.


“Ibu akan ikut kalian berdua untuk tinggal dirumah Rayan yang lama..” Ujar Sari membuat Alana dan Rayan tersenyum senang.


Sari memang sudah memikirkan semuanya bahkan sampai tidak bisa tidur hingga menjelang pagi. Sari sadar yang dia punya didunia ini dan sangat berharga baginya adalah Alana. Tanpa Alana mungkin Sari tidak akan punya alasan dan semangat untuk menjalani masa tuanya. Sari tidak akan perduli apa kata orang termasuk Caterine. Sari akan memasang badan untuk tetap menjaga dan melindungi Alana dari apapun dan siapapun. Sari siap jika memang harus berkorban untuk putri kesayangan-nya.


“Aku benar benar sangat bahagia mendengarnya ibu.. Kita akan selalu bersama setiap hari.” Senyum Alana.


Rayan yang juga merasa ikut bahagia hanya menganggukkan kepalanya setuju. Sekarang keinginan-nya untuk kembali kerumah lamanya semakin kuat. Sari mau ikut bersamanya dan Alana.


“Lalu bagaimana dengan Sechil dan Ramon, Rayan?” Tanya Sari menatap Alana dan Rayan bergantian.


“Saya akan membicarakan-nya nanti bu..”


Deringan hp didalam saku jas hitam yang dikenakan Rayan membuat Alana mengeryit. Tidak biasanya hp Rayan berbunyi pagi pagi dimeja makan saat sedang sarapan.


“Siapa?” Tanya Alana ketika Rayan menilik siapa yang menelpon-nya.


Rayan terdiam sesaat. Dilayar hp nya tidak ada nama si penelepon. Hanya ada nomor baru yang Rayan yakini itu adalah Juita.


“Tidak ada namanya.” Jawab Rayan apa adanya.


Alana semakin merasa penasaran. Wajah cantik dan senyuman Juita langsung membayanginya membuat Alana semakin merasa waspada. Meskipun memang Rayan sudah menjelaskan tapi Alana tidak bisa percaya begitu saja pada wanita bernama Juita itu. Apa lagi suaminya adalah pria tampan dengan segala kelebihan yang pasti membuat wanita manapun tidak akan menolak jika dijodohkan dengan-nya apapun alasan-nya.

__ADS_1


“Angkat dan laudspecker, aku ingin tau siapa yang mengganggu sarapan kamu pagi ini.” Ujar Alana.


Sari yang mendengarnya terkejut. Tidak biasanya Alana bersikap seperti itu pada Rayan. Sari merasa Alana seperti sedang tidak percaya pada Rayan bahkan sedang mencurigainya.


Rayan yang memang tidak ingin membuat istrinya salah paham dan menangis lagi hanya mengangguk menurut saja. Toh memang tidak ada apapun yang Rayan sembunyikan termasuk hubungan-nya dengan Juita.


“Rayan kamu sudah bilang mau mengantarku ketempat mommy Caterine ditahan.”


Kedua mata Alana membulat ketika mendengar apa yang Juita katakan pada Rayan begitu Rayan mengangkat telepon darinya. Alana menganggap Juita sangat tidak sopan karna langsung menodong Rayan dan seakan menuntut agar Rayan menemaninya menemui Caterine.


“Hey kamu..” Ucapan Alana terpotong saat Sari tiba tiba menyentuh lembut bahunya. Alana menoleh dan terkejut karna tiba tiba Sari sudah ada disampingnya. Alana tidak menyadari kapan Sari bangkit dan menghampirinya.


“Saya akan menyuruh Luky untuk mengantarkan kamu kesana Juita. Maaf, saya sibuk hari ini. Mungkin nanti saya akan menyusul dengan istri saya.” Balas Rayan sembari tersenyum melirik Alana yang tampak dikuasai oleh prasangka buruknya terhadap Juita.


“Hhh.. Menyebalkan memang kalian ini.” Umpat Juita dari seberang telepon sebelum menyudahinya.


Rayan menghela napas. Juita memang sedikit arogan dan seenaknya. Juita bahkan tidak pernah bersikap seperti wanita biasanya yang malu malu ataupun jual mahal pada lawan jenisnya. Juita selalu bersikap terbuka yang kadang memang membuat Rayan merasa tidak nyaman. Seperti semalam misalnya. Juita dengan berani bergelayut dilengan-nya tanpa memperdulikan respon Rayan juga Alana selaku istri sah Rayan.


“Sudahlah Alana.. Kan aku sudah jelasin sama kamu semalam tujuan Juita datang ke indonesia.” Rayan berbicara dengan sangat pelan dan tenang. Rayan tidak mau Alana salah paham lagi padanya dan Juita.


Alana berdecak. Membayangkan senyuman Juita semalam membuat Alana merasa sangat muak. Alana ingin sekali melempat Juita kelautan semalam.


“Sabar sayang.. Kamu nggak boleh emosi apalagi berprasangka buruk sama orang lain..” Sari menyentuh dan mengusap lembut bahu Alana menenangkan-nya.


Alana menarik napasnya panjang dan menghembuskan-nya perlahan. Alana tiba tiba menyesal karna sudah tidak percaya pada Rayan, suaminya sendiri.


“Maaf.. Aku terbawa emosi tadi.” Kata Alana menatap Rayan yang hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


“Enggak papa.. Sekarang kamu abisin sarapan-nya. Jangan lupa minum susu dan vitamin. Nanti siang aku jemput kamu, kita temui mommy sama sama untuk menemani Juita membicarakan tentang pembatalan perjodohan itu.”


Alana menganggukan kepala dan tersenyum. Setelah dirasa semuanya sudah tidak ada lagi kesalah pahaman, ketiganya kembali melanjutkan sarapan-nya.


“Dandan yang cantik ya, jam 11 aku jemput kamu.” Ujar Rayan saat Alana mengantarnya sampai depan rumah. Mereka berdua berdiri disamping mobil mewah Rayan yang baru saja selesai dibersihkan oleh pak Lim.


Alana menyipitkan kedua matanya membalas tatapan penuh cinta Rayan.


“Memang biasanya dandanan aku nggak bikin aku cantik?” Tanyanya mulai sensitif kembali.


Senyuman dibibir Rayan langsung sirna seketika. Alana benar benar membuatnya serba salah kali ini.


“Apa karna Juita lebih cantik dari aku makanya kamu begitu?” Todong Alana yang langsung menyinggung nama Juita.


Rayan bingung sekarang. Alana sedang sangat sensitif dan selalu salah paham sejak semalam.


“Eemm.. Maksud aku..”


“Sudahlah.. Kamu hati hati dijalan.” Sela Alana jutek kemudian melangkah cepat berlalu meninggalkan Rayan yang hanya bisa diam ditempatnya. Alana masuk kembali kedalam rumah dengan kesalah pahaman yang menguasai pikiran juga perasaan-nya.


Rayan menghela napas. Kehadiran Juita benar benar membuatnya pusing. Rayan menyesal karna menolak dijemput oleh pak Lim semalam.


“Ya tuhan.. Lapangkan kesabaranku..” Gumam Rayan kemudian masuk kedalam mobilnya.


Rayan mulai menghidupkan mesin mobilnya. Ketika hendak melajukan mobilnya, Rayan kembali menoleh kearah pintu utama rumahnya. Alana benar benar masuk dan tidak mau melihat mobilnya berlalu seperti biasanya.


Rayan menghela napas lagi. Pria itu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari pekarangan luas rumahnya. Rayan berharap siang nanti pikiran dan hati istri tercintanya sudah kembali tenang dan tidak lagi marah padanya. Karna Rayan tidak mungkin hanya datang berdua bersama Juita menemui Caterine. Itu pasti akan semakin membuat Alana meradang yang berujung akan membuat Rayan merasa bersalah sendiri. Apa lagi jika sampai Alana menangis. Rayan tidak mau lagi melihat air mata membasahi pipi chuby Alana.

__ADS_1


Sempat kebingungan, Rayan akhirnya memutuskan untuk menelpon Sari dan meminta bantuan padanya. Rayan yakin Saru bisa membantunya meluruskan pemikiran Alana tentangnya saat ini.


“Oke. Ingat Rayan, Alana sedang hamil.” Gumam Rayan dengan helaan napas pelan.


__ADS_2