Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 130


__ADS_3

Setelah semua yang Michelle katakan tentang perlakuan Dion pada Cindy, Cindy begitu marah dan langsung memboyong Michelle untuk kembali pulang dan tinggal bersamanya. Lebih parahnya lagi Cindy bahkan langsung berniat menemui Agatha yang masih dirundung pilu untuk membicarakan tentang hubungan Michelle dan Dion yang memang harus segera diakhiri.


“Cindy.. Mana Michelle? Kenapa tidak terlihat dari pagi?” Tanya Agatha sambil mengusap air matanya. Agatha menoleh pada Dion yang tertidur setelah diberi obat penenang. Kondisi putranya benar benar sangat memilukan.


Cindy tersenyum sinis. Wanita itu melipat kedua tangan-nya dibawah dada.


“Michelle pulang sama saya Agatha. Lagi pula untuk apa Michelle disini. Toh Dion juga tidak membutuhkan-nya.”


Agatha menggeleng tidak mengerti dengan apa yang Cindy katakan. Wanita itu tertawa merasa bingung.


“Apa maksud kamu Cindy? Dion membutuhkan Michelle.. Dia adalah istrinya.”


Cindy mengangguk anggukan kepalanya.


“Memang Michelle adalah istri Dion. Tapi itu hanya untuk beberapa bulan kedepan lagi Agatha. Saya mau hubungan Michelle dan Dion berakhir saja. Tidak ada yang perlu dipertahankan.”


Kedua mata Agatha membulat mendengarnya. Wanita itu benar benar sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh besan-nya.


“Saya tidak mengerti maksud kamu Cindy.. Tolong jangan bercanda. Kamu tau saya dan Dion sedang dalam keadaan seperti ini..” Lirih Agatha dengan air mata yang kembali menetes membasahi kedua pipinya namun dengan cepat Agatha langsung menghapusnya.


Cindy tersenyum sinis.


“Kamu pikir saya perduli? Dengar Agatha, apa yang sekarang kamu dan Dion alami adalah balasan atas sikap kalian pada anak saya.” Suara Cindy sedikit meninggi membuat kedua mata Agatha langsung menyipit.

__ADS_1


“Apa maksud kamu Cindy?”


Dada Agatha mulai kembang kempis pertanda emosi mulai menguasainya. Kedua tanganya mengepal membuat kuku kuku jarinya memutih seolah tidak mengandung darah. Ucapan Cindy begitu mencubit hatinya yang memang sedang sangat terluka melihat keadaan memilukan Dion.


“Apa kamu buta Cindy? Kamu tidak bisa melihat bagaimana keadaan anak saya sekarang? saat ini seharusnya Michelle yang ada disini. Michelle yang menguatkan Dion. Dia istrinya Cindy.” Agatha berkata dengan penuh penekanan disetiap katanya.


“Saya tidak perduli Agatha.” Tekan balik Cindy menatap Agatha tajam.


Agatha menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan perubahan sikap Cindy. Pagi tadi Cindy masih baik baik saja. Namun begitu kembali siangnya Cindy sangat berubah. Begitu sinis dan tidak perduli pada apapun bahkan keadaan Dion sekalipun.


Tidak bisa lagi menahan emosinya Agatha pun melempar gelas yang ada didepanya. Hal itu membuat Cindy terkejut kemudian langsung berdiri dari duduknya.


“Apa apaan kamu Agatha?!” Bentaknya.


“Kamu yang apa apaan !! Kamu datang dan berkata dengan sangat tidak berperasaan. Sedangkan kamu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana keadaan putra saya sekarang. Apa kamu punya hati Cindy?”


Cindy mulai emosi dengan pertanyaan diakhir ucapan panjang lebar Agatha. Selama ini dirinya tidak tau bagaimana buruknya sikap Dion pada Michelle putrinya. Dan Agatha, wanita didepan-nya selalu saja memuji muji Dion mengatakan bahwa Dion sangat menyayangi dan menjaga Michelle. Bodohnya lagi Cindy percaya begitu saja dengan sandiwara Dion juga kebaikan palsu Agatha.


“Jangan kamu pikir saya tidak tau dengan apa yang Dion lakukan pada Michelle Agatha. Dion bahkan tidak pantas disebut manusia. Dia adalah binatang dia bahkan adalah iblis berkedok malaikat.”


PLAKK !!


Agatha melayangkan tamparan keras pada Cindy karna tidak terima dengan sebutan yang Cindy lontarkan untuk Dion. Bagi Agatha Dion adalah segalanya. Dion sangat menyayanginya juga menjaganya.

__ADS_1


“Jaga mulut kamu Cindy. Harusnya kamu berterimakasih sama anak saya karna anak saya sudah memberikan kebahagiaan untuk anak kamu. Anak kamu yang tidak bisa apa apa dan hanya bisa mengeluh dengan topeng lemahnya. Memuakkan.” Kesal Agatha berkata dengan tatapan tajam pada Cindy yang menoleh kesamping kanan karna tamparan Agatha.


Cindy perlahan menoleh menatap Agatha yang begitu berani menamparnya. Merasa kembali tidak terima dengan perbuatan kasar Agatha padanya, Cindy pun membalas tamparan Agatha dengan menampar balik kedua pipi Agatha. Cindy tidak perduli lagi dengan hubungan pertemanan mereka. Michelle adalah segalanya, Michelle adalah harta paling berharga baginya juga suaminya yang tidak boleh ada seorangpun menyentuhnya.


“Asal kamu tau Agatha. Binatang kamu itu memeras saya dan suami saya. Meminta ini itu untuk perusahaan-nya yang beberapa kali pernah anjlok. Sekarang perusahaan-nya juga sedang krisis keuangan sehingga binatang peliharaan kamu itu tidak bisa menggaji para karyawan-nya. Kamu pikir siapa yang membantu kalau bukan saya hah?! Memangnya kamu mampu membantu? Kurang baik apa saya sama peliharaan kamu? Kenapa dia melukai dan menyakiti anak saya? Kenapa dia memperbudak anak saya hah?!”


Cindy berkata dengan tangisan kesakitan seorang ibu atas perbuatan menyakitkan yang diterima oleh putri kesayangan-nya. Seorang ibu yang sedang berusaha membela putrinya yang tertindas ketidak adilan oleh suaminya sendiri.


“Apa?” Agatha menggeleng tidak percaya dengan apa yang Cindy katakan. Karna selama ini Agatha selalu mewanti wanti Dion agar baik baik menjaga Michelle. Agatha juga berusaha sebaik mungkin memperhatikan Michelle yang memang sering terlihat lemah dan menyedihkan.


“Satu lagi Agatha, saat mereka menikah itu Michelle sudah hamil karna perbuatan bejat binatang itu !!” Cindy menunjuk Dion yang terkapar tidak berdaya diatas brankarnya.


“Saya tidak akan tinggal diam. Saya akan menuntut kamu dan anak kamu Agatha. Kamu ingat itu.”


Cindy meraih tas kecilnya yang tergeletak diatas sofa yang tadi didudukinya dengan Agatha. Wanita itu mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya sebelum akhirnya melangkah berlalu meninggalkan Agatha yang mematung ditempatnya. Keluarga Michelle memang bukan orang biasa. Baik Cindy maupun suaminya, mereka sama sama berasal dari keluarga yang berada. Mereka berdua juga sama sama sukses dengan bisnisnya masing masing. Semua yang Cindy dan suaminya inginkan pasti bisa mereka lakukan termasuk ancaman-nya pada Agatha tadi.


“Ya tuhan..” Lirih Agatha terkejut bercampur bingung. Sudah bisa dipastikan dirinya akan kalah jika Cindy dan suaminya benar benar menuntutnya juga Dion.


Agatha menoleh pada Dion yang menutup tenang kedua matanya. Selama ini yang Agatha tau Dion adalah putranya yang sangat penurut. Dion bahkan tidak pernah membuatnya kecewa apa lagi marah sebelum menikah bersama Michelle. Dion selalu mengutamakan perasaan Agatha.


“Kenapa kamu berbuat seperti itu Dion? Kenapa kamu tidak pernah jujur sama mamah?” Suara Agatha bergetar dengan kedua pipi merahnya yang basah oleh air mata.


“Bagaimana ini? Cindy dan suaminya pasti tidak main main dengan ancaman-nya..” Agatha bergumam frustasi. Wanita itu mendudukan dirinya kembali disofa dengan kebingungan yang melanda hatinya.

__ADS_1


__ADS_2