
Malam ini Rayan pulang sedikit terlambat bahkan setelah Alana tertidur. Pria itu tersenyum menatap istrinya yang sudah terlelap damai diatas tempat tidur mereka. Lucunya malam ini Alana mengenakan baju yang menurut Rayan sangat terbuka berwarna pink lembut berbahan satin seperti sedang menggodanya. Baju itu bahkan mencetak dengan jelas bagian tengah dada Alana yang sedikit basah. Sebagai pria normal bohong jika Rayan tidak tergoda. Apa lagi jika melihat kulit putih bersih Alana yang selalu berhasil membangkitkan sesuatu dalam diri Rayan.
Rayan menghela napas. Tidak ingin memaksakan kehendaknya pada Alana yang sedang hamil, Rayan meraih selimut dan menutupi tubuh istrinya yang benar benar sangat menggodanya.
Ketika Rayan hendak naik keatas tempat tidur, tiba tiba hp nya yang belum lama dia letakan diatas nakas disamping ranjang mereka berdering. Rayan segera meraih hp miliknya karna tidak mau deringan itu mengganggu tidur nyenyak istrinya, Rayan pun mengangkat telpon yang lagi lagi memang dari Robin.
“Kenapa lagi Robin?” Tanya Rayan langsung tanpa basa basi pada Robin yang menelpon-nya.
“Maaf kalau saya mengganggu anda tuan. Tapi dokter yang kemarin menangani nyonya Caterine mengatakan ingin bertemu dengan anda secara langsung untuk membicarakan tentang keadaan nyonya Caterine.” Ujar Robin dari seberang telpon.
Rayan mengeryit. Baru saja dirinya ingin hidup tanpa memikirkan apapun lagi kecuali calon anak dan istrinya.
“Memangnya kenapa lagi dengan mommy?” Tanya Rayan merasa jengah. Caterine tidak pernah bosa berulah dan membuatnya repot.
“Saya tidak bisa menjelaskan-nya tuan. Tapi saya akan kirimkan Video CCTV tersembunyi yang ada disel nyonya Caterine.” Jawab Robin membuat Rayan kembali menghela napas.
“Ya sudah kalau begitu. Saya tunggu Videonya. Kirim sekarang juga.” Ujar Rayan kemudian memutuskan sambungan telepon tanpa mendengarkan lebih dulu jawaban dari Robin.
Tidak lama setelah Rayan menyudahi telepon-nya dengan Robin, sebuah notifikasi pesan masuk dari Robin. Rayan segera membuka kiriman Video dari Robin. Kedua mata Rayan menyipit ketika mengamati lekat lekat Video tersebut.
Caterine duduk di sudut selnya sambil memainkan rambut dan terlihat berbicara sendiri bahkan sempat tertawa seperti orang yang sedang mengobrol. Mungkin itu yang membuat dokter yang menangani Caterine ingin bertemu dengan Rayan. Caterine sudah seperti orang gila karna berbicara bahkan tertawa sendiri bahkan logatnya pun terlihat sangat aneh.
__ADS_1
“Apa lagi ini tuhan..” Gumam Rayan memejamkan kedua matanya.
Rayan tidak tau entah kesalahan apa yang dibuatnya sehingga tuhan sepertinya belum mengizinkan-nya untuk hidup tenang bersama Alana. Caterine, wanita yang sejatinya adalah ibu kandungnya sendiri selalu saja membuat masalah.
Rayan kembali membuka kedua matanya kemudian membalas pesan video yang Robin kirimkan. Rayan setuju dan akan menemui dokter itu besok siang.
Rayan meletakan kembali hp miliknya setelah mengirim balasan pada Robin. Pria itu naik keatas tempat tidur dan berbaring miring menghadap Alana yang memejamkan kedua matanya dengan damai. Rayan tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya jika tidak ada Alana disampingnya. Mungkin Rayan sudah putus asa atau bahkan mati karna tidak sanggup menghadapi sikap serakah Caterine.
Saat kecil Rayan pernah merasakan bagaimana sakitnya patah hati karna Caterine yang meninggalkan-nya begitu saja. Dan saat Rayan remaja Rayan kembali merasakan patah hati karna Richard juga meninggalkan-nya bahkan untuk selama lamanya. Saat itu Rayan sangat terpuruk bahkan sempat pingsan karna tidak mau makan karna meratapi kepergian Richard, daddy nya. Dan lagi, Sari dan bibi yang menguatkan-nya. Keduanya juga tidak pernah memperdulikan Rayan yang sering marah marah dan memberikan hukuman tanpa alasan. Kemudian saat itu Sandi mulai berperan dalam hidup Rayan begitu juga dengan Sakura yang mampu mengetuk pintu hatinya sehingga Rayan jatuh hati padanya.
Rayan tersenyum. Tangan-nya membelai lembut pipi chuby Alana. Sekarang cintanya bukan lagi milik Sakura, tapi milik Alana. Alana yang mampu mengubahnya dengan caranya sendiri.
“I love you Alana..” Bisik Rayan kemudian mengecup kening Alana.
“Aku harus bisa menghadapi semuanya dengan tenang. Mommy... Aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa menuruti semua kemauan mommy.. Aku mencintai istri juga calon anakku..” Gumam Rayan.
Rayan menghela napas. Apapun yang terjadi Rayan tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiaan-nya. Sekalipun itu mommy nya sendiri, Caterine.
Rayan perlahan mulai memejamkan kedua matanya. Rayan tidak ingin terlalu memikirkan Caterine yang memang selalu membuat ulah. Tapi meskipun begitu Rayan akan tetap mengusahakan yang terbaik untuk semuanya.
Malam terasa sangat singkat bagi Rayan saat kembali membuka kedua matanya dipagi hari. Rayan meraba tempat disampingnya. Alana sudah tidak berada disana hingga suara pintu kamar mandi yang terbuka membuatnya menoleh. Rayan tersenyum saat mendapati Alana yang hanya mengenakan handuk kimono warna hitam dengan rambut basah yang membuat jakun Rayan naik turun melihatnya.
__ADS_1
“Selamat pagi tuan Rayanza Gilbert..” Sapa Alana mendekat pada Rayan dengan senyuman manis yang terukir dibibirnya.
Rayan tertawa pelan kemudian bangkit dari berbaringnya. Pria itu merentangkan kedua tangan-nya meminta agar Alana memeluknya.
“Bangun tidur itu mandi biar wangi, bukan minta peluk.” Ujar Alana membuat ekspresi Rayan langsung berubah.
Rayan mengeryit menatap Alana. Perlahan Rayan menurunkan kedua tangan-nya yang dia rentangkan. Rayan turun dari ranjang dan berdiri tepat didepan Alana yang tersenyum manis padanya.
“Memangnya kenapa kalau bangun tidur langsung minta peluk? Apa itu salah?”
Senyuman dibibir Alana perlahan memudar. Ucapan-nya hanya sekedar candaan untuk mengawali pagi mereka. Bukan serius menolak apa yang Rayan minta.
Rayan semakin mendekat pada Alana. Kedua tangan-nya terangkat dan mendarat dikerah handuk kimono hitam yang Alana kenakan. Perlahan Rayan menyingkirkan kerah kimono tersebut membuat kulit putih bersih dada Alana terbuka.
“Kamu tau sayang, ini mungkin akan sangat terdengar aneh dan berlebihan. Tapi aku akui aku benar benar tergila gila sama kamu..” Ungkap Rayan dengan suara yang sangat lirih.
Alana mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Kepalanya mendongak membalas tatapan dalam Rayan.
“Sekarang aku merasa aku tidak akan bisa berdiri dengan tegak tanpa kamu disampingku. Aku akan lemah tanpa kamu disisiku Alana..” Lanjut Rayan.
Alana menelan ludahnya. Tatapan Rayan begitu lembut juga dalam. Dan Alana dapat melihat dari sorot mata pria itu bahwa apa yang sedang dikatakan-nya adalah kejujuran, bukan kebohongan belaka.
__ADS_1
“Aku mencintai kamu Alana, lebih dari yang kamu tau. Aku mencintai kamu lebih dari apapun didunia fana ini. Dan aku sangat berterimakasih pada tuhan karna menciptakan kamu sebagai tulang rusukku.”
Alana hanya diam saja menatap Rayan. Alana tidak tau harus berkata apa untuk membalas ucapan romantis Rayan. Tapi yang pasti Alana percaya pada apa yang Rayan katakan pagi ini. Karna Alana juga merasakan apa yang Rayan rasakan.