
Merasa sangat emosi setelah mendengar rencana Caterine dan Dion, Rayan pun segera memanggil Luky juga orang suruhan-nya yang menjadi orang dalam diperusahaan Dion untuk segera datang malam itu juga.
Saking emosinya Rayan bahkan tidak perduli meskipun Sechil dan Ramon masih ada dirumahnya karna menurut Rayan rencana Caterine dan Dion harus segera ditangani. Keduanya harus diberi pelajaran agar jera.
“Ratakan semuanya. Dan jangan sampai ada yang tersisa.” Ujarnya tegas.
Luky terkejut mendengarnya. Rayan mengambil keputusan tanpa memikirkan orang lain kali ini.
“Tuan anda..”
“Jangan membantah. Hubungan rumah tangga saya dan adik saya jauh lebih penting dari apapun.” Sela Rayan memotong apa yang ingin Luky katakan.
Luky menghela napas kemudian menganggukkan kepalanya. Entah apa yang terjadi Luky masih bingung karna setahunya Caterine sudah benar benar berubah dan tidak lagi berhubungan apapun dengan Dion.
Sementara Bastian, pria tampan dengan gaya coolnya itu mengangguk setuju saja. Bastian tidak perduli dengan apapun selain pekerjaan-nya. Baginya menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya adalah kewajiban sebelum akhirnya dirinya menerima bayaran atas apa yang sudah dia lakukan.
“Saya akan lakukan seperti yang anda minta tuan. Tapi sebelumnya maaf, saya ada permintaan pada tuan.”
Rayan mengeryit.
“Apa itu?” Tanyanya penasaran.
“Tentang bayaran saya, saya minta sedikit lagi tambahan.” Jawab Bastian santai. Penampilan pria itu kini benar benar sangat terbuka. Mungkin karna Rayan memintanya untuk datang langsung kerumahnya sehingga Bastian merasa tidak perlu melakukan penyamaran.
“Itu tidak masalah. Kerjakan saja dulu tugasmu Bastian.”
“Dengan senang hati tuan.” Balas Bastian tersenyum merasa sangat puas.
Luky yang berada disamping Bastian hanya diam saja. Luky memikirkan bagaimana nasib para karyawan diperusahaan Dion jika sampai Bastian benar benar membuat perusahaan Dion bangkrut. Luky merasa dirinya sama seperti mereka, hanya bawahan yang melakukan pekerjaan dengan profesional. Luky juga membayangkan bagaimana sedihnya mereka jika sampai kehilangan pekerjaan dan harus kembali berjuang kesana kemari menyebarkan surat lamaran.
Sementara itu tidak jauh dari Rayan, Luky, juga Bastian, Sechil berdiri. Wanita itu menatap Bastian dengan rasa penasaran yang begitu besar. Dan entah kenapa tiba tiba Sechil merasa ingin sekali mendekat dan memeluk Bastian yang notabenenya adalah pria yang sama sekali tidak Sechil kenal.
__ADS_1
“Sechil..”
Suara Alana membuat Sechil tersentak. Sechil segera menoleh dan tersenyum pada Alana.
“Kamu ngapain berdiri disini?” Tanya Alana bingung.
Sechil melirik lagi pada Bastian. Sechil merasa malu jika harus jujur. Siapapun pasti akan menganggapnya gila karna tiba tiba ingin memeluk pria yang sama sekali tidak dikenalnya bahkan baru pertama kali dilihatnya.
Alana yang melihat lirikan Sechil pada Bastian tersenyum. Alana juga tidak tau persis siapa Bastian. Tapi Alana menebak Bastian adalah salah satu orang kepercayaan Rayan karna Bastian tampak akrab dengan Luky.
“Namanya Bastian. Dia salah satu orang Rayan juga sepertinya. Hanya itu yang aku tau.” Ujar Alana memberitahu Sechil.
Sechil mengangguk pelan. Tiba tiba Sechil merasakan ada pergerakan seperti menekan diperutnya. Dan gerakan menekan itu semakin memperkuat keinginan Sechil untuk memeluk Bastian. Benar benar aneh menurut Sechil.
”Sechil kamu kenapa? Apa ada yang sakit?” Tanya Alana mulai khawatir dengan gelagat aneh Sechil.
Sechil menggelengkan kepalanya. Sechil berusaha menutup mulutnya agar tidak mengatakan apa yang sedang sangat di inginkan-nya sekarang.
“Ya sudah kalau begitu saya permisi tuan.”
Suara berat Bastian membuat ucapan Sechil menggantung. Sechil menoleh dengan cepat pada Bastian yang mulai bangkit duduknya.
“Tidak, jangan pergi dulu..” Gumamnya lirih dengan kepala menggeleng merasa sangat tidak rela jika Bastian pergi sebelum Sechil memeluknya.
Alana semakin merasa penasaran. Sechil seperti tidak rela menatap Bastian yang akan pergi.
“Kak.. Aku.. Aku nggak tau aku ini kenapa sekarang. Tapi aku... Ya tuhan...”
Sechil terbata bata mengatakan-nya bahkan seperti ingin menangis. Wanita itu tidak tau apa yang sedang terjadi pada tubuhnya juga perasaan-nya. Sechil tidak kenal dengan Bastian. Tapi Sechil tiba tiba ingin memeluknya. Dan keinginan itu sangat kuat bahkan sampai berpengaruh pada janin dalam kandungan-nya.
“Jangan membuat aku bingung Sechil. Ada apa?” Alana menyentuh lembut bahu Sechil yang mulai bergetar. Alana tau Sechil sedang menahan tangisnya.
__ADS_1
“Kak.. Ini sangat salah. Ramon pasti akan salah paham dan marah padaku jika tau...” Suara Sechil mulai bergetar merasa takut akan Ramon yang bisa saja marah bahkan salah paham padanya. Sechil ingat saat Ramon marah dan langsung memutuskan hubungan mereka dulu. Sechil takut semua itu terulang kembali.
“Katakan pelan pelan Sechil.. Aku akan berusaha membantu..” Alana menatap Sechil serius berusaha meyakinkan adik iparnya itu bahwa dirinya selalu ada dan siap untuk membantu.
Kepala Sechil menggeleng pelan. Sechil menatap Alana dengan kedua mata berkaca kaca.
“Kamu kenal dengan Bastian? Atau dia membuat kamu merasa tidak nyaman? Dia menjahati kamu?” Alana melontarkan serentet pertanyaan yang hanya dijawab dengan gelengan kepala pelan saja oleh Sechil. Semua itu membuat Alana semakin tidak mengerti. Sechil sangat aneh kali ini.
“Katakan sesuatu Sechil. Jangan membuat aku bingung.” Nada suara Alana sedikit meninggi sekarang. Alana merasa gemas namun juga khawatir pada Sechil.
Sechil menangis. Kepalanya tertunduk membuat rambut pirang panjangnya langsung terurai kebawah menutupi wajah serta bahunya.
“Aku takut kak...” Lirih Sechil mulai terisak.
“Apa yang kamu takutkan Sechil. Ada apa dengan Bastian?” Alana semakin merasa gemas pada Sechil yang tidak langsung berterus terang padanya.
Merasa sudah kehabisan kesabaran, Alana pun meraih tangan Sechil. Alana menarik Sechil untuk mengejar Bastian dan Luky yang sudah pamit pergi pada Rayan.
Rayan yang melihat itu merasa penasaran. Enggan bertanya, Rayan pun mengikuti Sechil dan Alana dari belakang hingga akhirnya Alana melangkah cepat dan melepaskan gandengan-nya pada tangan Sechil. Alana berdiri didepan mobil Bastian yang saat itu hampir saja menabraknya.
“Alana !!” Pekik Rayan terkejut. Jantungnya hampir saja berhenti melihat bagian depan mobil Bastian yang menyentuh lutut terbuka Alana.
Rayan berlari menghampiri Alana dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Rayan benar benar bingung melihat Sechil yang menangis sesunggukan sedang Alana dengan sangat nekat memberhentikan mobil Bastian.
“Apa yang kamu lakukan Alana? Kamu tau itu sangat berbahaya.” Ujar Rayan khawatir bercampur emosi. Rayan menganggap Alana sangat bodoh kali ini karna dengan sangat berani menghalangi mobil Bastian yang sedang melaju. Beruntung Bastian bisa dengan cepat menginjak rem sehingga tidak terjadi apapun pada Alana.
“Rayan, Sechil mengenal Bastian.” Alana menatap Rayan seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ayahnya.
“Apa?” Tanya Rayan tidak mengerti.
Sedang Bastian yang juga tidak mengerti dengan apa yang Alana lakukan segera keluar dari mobilnya. Bastian menghampiri Rayan dan Alana yang berdiri didepan mobilnya. Kesal sebenarnya pada apa yang Alana lakukan tadi. Bastian hampir saja menabrak Alana.
__ADS_1
“Apa yang anda lakukan nyonya?!”