Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 182


__ADS_3

Tidak hanya Rayan saja yang menceritakan tentang Caterine pada Alana, Sechil pun juga menceritakan apa yang dia tau dari Rayan pada Ramon. Sechil sudah bertekad akan selalu terbuka dan tidak akan menyembunyikan apapun dari Ramon, suaminya.


“Aku nggak tau kenapa semua ini bisa terjadi. Mungkin ini memang balasan untuk mommy karna selama ini selalu bersikap jahat pada kak Alana..” Lirih Sechil sedih.


Ramon menghela napas. Jika menilik bagaimana sikap Caterine selama ini mungkin apa yang Sechil katakan memang benar. Caterine sedang mendapatkan balasan atas segala perbuatan tidak baiknya.


“Kamu nggak boleh ngomong gitu sayang.. Percaya sama aku, rencana tuhan lebih baik dari segala rencana didunia ini. Mungkin ini cara tuhan mengajari kamu agar bersikap semakin dewasa. Please.. Positif thinking aja sayang...” Senyum Ramon menatap Sechil penuh perhatian.


Sechil menghela napas pelan. Wanita itu membalas tatapan penuh perhatian Rayan padanya. Sechil tidak tau akan seperti apa dirinya jika tidak dipertemukan kembali dengan Ramon. Bisa jadi mungkin hidupnya akan semakin berantakan tidak karuan. Mungkin juga bisa saja nasibnya akan sama seperti mommy nya sekarang, Caterine.


“Ramon..” Panggil Sechil pelan.


“Ya sayangku.. Kenapa?” Ramon mengusap usap dagu bawah Sechil dengan sangat gemas.


“Apa kamu nggak benci sama mommy?”


Pertanyaan Sechil membuat Ramon sontak tertawa. Ramon mendekatkan wajahnya pada Sechil menggesekkan ujung hidung mancung mereka merasa sangat gemas pada istrinya itu.


“Bari aku satu alasan saja kenapa aku benci sama mommy Caterine.” Katanya membuat Sechil mulai bingung.


“Mungkin karna mommy yang tidak bersikap baik sama kamu..” Ujar Sechil.


Ramon tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak pernah membenci siapapun Sechil. Meskipun memang kadang ada orang yang menghina dan merendahkan aku. Bagiku yang terpenting aku sudah bersikap baik dan tidak merugikan siapapun. Itu saja.”


Sechil terdiam. Entah bagaimana cara suaminya berpikir tentang hidup sehingga bisa begitu bijak dalam menghadapi segala permasalahan.


“Kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak penting. Cukup berbuat baik untuk masa depan kita..” Tambah Ramon.


Sechil benar benar tidak bisa berkata apa apa sekarang. Ucapan Ramon membuatnya bingung sekarang. Ramon terlalu baik.

__ADS_1


“Hey, kenapa menatapku seperti itu?”


Ramon mencubit pelan pipi Sechil karna Sechil sama sekali tidak berkata apa apa dan hanya diam menatapnya.


“Ah aku tau, kamu pasti kagum kan sama aku? Kamu baru sadar kalau suami kamu ini ganteng terus baik, imut, lucu lagi. Ya kan?”


Apa yang Ramon katakan berhasil membuat Sechil tertawa. Namun bersamaan dengan tawanya Sechil juga meneteskan air matanya yang langsung buru buru Sechil hapus. Sechil tidak mau Ramon sampai khawatir padanya.


“Dih, kok jadi cengeng sih. Nggak lucu ah..”


Bukanya merajuk, Sechil malah semakin tertawa mendengar apa yang Ramon katakan. Sechil tidak menyangka tuhan masih sangat baik padanya dengan memberinya kesempatan untuk menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tuhan bahkan begitu baik karna menegurnya dengan sesuatu yang akhirnya menyatukan-nya dengan Ramon, yaitu dengan hamilnya Sechil.


Ramon ikut tertawa dan menarik Sechil kedalam pelukan-nya. Pria itu juga tidak pernah berhenti memanjatkan rasa syukurnya pada sang pencipta karna perubahan baik Sechil yang semakin hari semakin ada kemajuan dan kedewasaan Sechil bertambah.


“Aku cinta banget sama kamu Sechil. Dari dulu dan mungkin akan berlaku selamanya..” Bisik Ramon membuat Sechil tersenyum dengan kedua mata terpejam.


Sechil tidak bisa menggambarkan rasa nyaman-nya setiap kali Ramon memeluknya. Rasa nyaman yang tidak pernah Sechil dapatkan dari siapapun.


“Eemm.. Aku buka pintu dulu.” Katanya kemudian bangkit dari duduknya setelah Ramon menganggukkan kepala menjawabnya.


Sechil melangkah pelan menuju pintu dan membukanya.


“Kejutaan...!!”


Sechil kaget begitu melihat siapa yang ada didepan pintu rumah kontrakan-nya dan Ramon. Claudia, dia ada didepan-nya sekarang. Caludia membawa kue ulang tahun yang pasti dia tujukan untuk Ramon.


“Sechil?”


Tidak hanya Sechil, Claudia bahkan terlihat lebih terkejut darinya. Claudia bahkan sampai menjatuhkan kue tart yang dibawanya tanpa sadar.


“Claudia.. Eemm.. Silahkan masuk..” Sechil berusaha untuk bersikap tenang dan mempersilahkan untuk Claudia masuk.

__ADS_1


“Jangan gila Sechil. Memangnya kamu siapa bersikap seperti tuan rumah disini? Kamu juga ngapain malam malam disini?”


Sechil menatap Claudia yang terlihat menahan tangis. Pernikahan-nya dengan Ramon memang tidak ada satu orang pun dikampus yang tau.


“Aku bisa jelaskan Claudia. Ayo kamu masuk dulu. Ramon ada didalam.”


Sechil tetap berusaha untuk tenang. Sechil bahkan mengesampingkan kecemburuan-nya sekarang karna Claudia datang untuk memberi kejutan ulang tahun untuk Ramon. Sedang dirinya saja tidak mengingat jika hari spesial Ramon adalah hari ini.


Claudia menatap Sechil dengan dada kembang kempis. Claudia juga sempat menatap perut besar Sechil yang siapapun tidak akan percaya jika ayah dari janin yang sedang dikandung Sechil adalah Ramon.


“Siapa sayang?”


Ramon yang mendekat pada Sechil langsung terdiam melihat siapa yang berdiri didepan pintu rumahnya. Ramon juga sempat menunduk menatap kue tart malang yang jatuh ditanah.


“Claudia..”


“Kenapa ada Sechil disini Ramon? Dan apa tadi? kamu panggil dia sayang? Apa apaan ini Ramon?”


Ramon menghela napas. Ramon dapat dengan jelas melihat kekecewaan dari tatapan Claudia sekarang.


“Eemm.. Ramon sebaiknya kamu ajak Claudia kemana dulu untuk menjelaskan semua ini. Aku nggak papa.” Ujar Sechil berusaha untuk bersikap bijak. Sechil tau Claudia memang menyukai Ramon sejak lama. Mereka bahkan pernah bersaing mendapatkan perhatian Ramon yang memang berakhir dengan Sechil sebagai pemenangnya menaklukan hati Ramon.


Ramon menatap Sechil tidak tega. Tapi menjelaskan pada Claudia didepan Sechil juga pasti tidak akan baik. Claudia pasti tidak akan bisa mengerti.


“Ya sudah.. Aku tidak akan lama sayang. Kunci pintunya dan jangan dibuka kecuali aku pulang. Oke?” Ramon menangkup kedua pipi tembem Sechil dengan tatapan perhatian. Ramon sepertinya tidak perduli meskipun ada Claudia didepan mereka sekarang.


“Ya, suamiku..” Senyum Sechil menganggukan kepalanya.


Melihat kemesraan Ramon dan Sechil, Claudia diam diam mengepalkan kedua tangan-nya. Tatapan-nya menyorot penuh kebencian pada Sechil yang mendapat perlakuan begitu lembut dari Ramon.


Setelah itu Ramon meraih pergelangan tangan Claudia membawa Claudia menjauh dari Sechil yang hanya bisa tersenyum menatapnya. Sechil Yakin dan percaya sepenuhnya pada Ramon sekarang.

__ADS_1


Sechil menutup pintu dan menguncinya seperti apa yang Ramon ucapkan tadi. Sementara Ramon, membawa Claudia dengan motor metiknya. Ramon mencoba mencari tempat yang nyaman untuk berbicara pada Claudia tentang hubungan-nya dan Sechil yang memang belum semua orang tau.


__ADS_2