Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 65


__ADS_3

Setelah mendapat balasan atas perlakuanya dari Alana, Sechil semakin membenci Alana. Gadis itu bahkan selalu saja membuat masalah dan menuduh yang tidak tidak pada Alana. Tidak hanya dibelakang Rayan, Sechil bahkan sangat berani berkata kasar pada Alana didepan Rayan.


“Mom.. Mana kunci mobil aku?”


Caterine hanya diam saja saat Sechil bertanya. Mungkin kesabaran Rayan sudah benar benar terbatas sehingga Rayan mengambil seluruh fasilitas yang diberikan-nya pada Sechil.


“Mom.. Aku sudah terlambat ini..” Sechil berdecak sebal karna Caterine hanya diam saja.


“Mulai sekarang kamu kemana mana naik angkutan umum Sechil.”


Mendengar suara Alana Sechil langsung menolehkan kepalanya. Gadis itu tersenyum sinis dan melipat kedua tanganya dibawah dada menatap angkuh pada Alana yang berada dengan jarak satu meter darinya.


“Apa kamu bilang?” Tanyanya meminta Alana untuk mengulangi ucapan-nya.


Alana tersenyum kemudian melangkah semakin mendekat pada Sechil.


“Mulai sekarang kamu kemana mana naik angkutan umum Sechil. Apa masih kurang keras? atau aku perlu berteriak didepan wajah kamu supaya kamu mendengarnya?” Kata Alana mengulang dengan gaya santainya.


Sechil menurunkan kedua tanganya kemudian mengepal. Saat tanganya terangkat dan hendak menampar Alana, dengan sigap Alana menangkapnya kemudian menghempaskan-nya dengan kasar, dan itu berhasil membuat Sechil terpental kebelakang sampai punggungnya menabrak dinding.


“Awh..” Sechil meringis merasakan sakit dipunggungnya karna benturan keras didinding.


Caterine yang melihat itu sangat terkejut. Untuk yang kedua kalinya Alana berbuat kasar pada Sechil tepat didepan matanya.


“Apa apaan kamu Alana !!” Bentak Caterine langsung menubruk Sechil yang kesakitan.


Alana tersenyum. Caterine terlihat sangat marah karna apa yang dilakukan-nya pada Sechil.


“Putri mommy sangat kurang ajar. Memberi sedikit pelajaran padanya bukan hal buruk bukan?” Alana tetap berusaha tenang. Meski Alana juga sebenarnya marah karena Caterine tidak bisa dengan benar mengajari Sechil.


“Bagaimanapun juga saya adalah istri Rayan mom. Itu artinya saya adalah kakak ipar Sechil. Dan sebagai seorang kakak yang baik adalah kewajiban memberi pelajaran pada adiknya yang tidak tau sopan santun.” Kata Alana.

__ADS_1


Caterine menyipitkan kedua matanya. Wanita itu kemudian melangkah mendekat pada Alana. Caterine berdiri tepat didepan Alana dengan tatapan tidak sukanya.


“Saya tau apa yang harus saya lakukan Alana. Mungkin kamu memang wanita yang dicintai Rayan. Tapi kamu jangan lupa dengan saya yang adalah wanita yang melahirkan Rayan kedunia ini. Jangan kamu anggap kamu adalah segalanya untuk Rayan. Tau diri sedikit bisa kan?”


Alana mendadak bungkam. Apa yang Caterine katakan memang benar. Seburuk buruknya Caterine, dia tetaplah wanita yang sudah sangat berjasa pada Rayan.


“Alana.. Mungkin saat ini Rayan sedang sangat mencintai kamu. Tapi nanti saat Rayan sudah bosan mungkin dia akan membuang kamu. Saya tau bagaimana putra saya.”


Kedua mata Alana melebar. Caterine sedang berusaha mempengaruhi hati juga pikiran-nya.


Caterine menatap Alana dari atas sampai bawah. Wanita itu kemudian memutari Alana menilai nilai penampilan simpel Alana.


“Dengar Alana, kamu sangat mirip dengan Sakura. Dari wajah bahkan sampai postur tubuh. Mungkin penampilan kalian memang berbeda. Tapi rupa kalian tetap sama. Dan kamu pasti tau Alana, Rayan lebih dulu bertemu dan mencintai Sakura sebelum bersama kamu. Saya rasa mungkin Rayan hanya menganggap kamu sebagai pengganti Sakura. Mungkin juga Rayan masih sangat mencintai Sakura, bukan mencintai kamu dengan kamu yang sebenarnya.”


Ucapan panjang lebar Caterine langsung mengenai hati Alana membuat Alana tidak bisa berkata apa apa. Fisiknya memang sama persis seperti Sakura dan itu tidak bisa Alana pungkiri.


“Saya percaya pada Rayan. Dia mencintai saya sebagai Alana, bukan sebagai Sakura.” Alana mencoba untuk tetap yakin. Alana tidak ingin terpengaruh oleh ucapan Caterine yang hanya sedang berusaha melemahkan hatinya.


Caterine tertawa mendengarnya. Wanita itu meraih dagu Alana mengarahkan agar Alana menatapnya.


Dalam diamnya Alana tiba tiba ucapan Sari terngiang ditelinganya. Dan ucapan itu seakan memberi kekuatan pada Alana.


Senyum Alana mengembang. Tangan Alana terangkat meraih tangan Caterine yang masih memegang dagunya kemudian menurunkanya pelan.


“Mommy.. Terimakasih untuk peringatan-nya. Mommy sangat baik dan perhatian.”


Caterine mendesis pelan. Ekspresi Alana yang semula terlihat mulai termakan omonganya kini langsung berubah sumringah kembali. Alana tersenyum dengan begitu tenang menatapnya.


“Ada yang harus mommy tau tentang saya. Sekali lagi saya Alana, bukan Sakura. Saya tidak lemah dan mudah untuk mommy dan Sechil tindas. Saya istri Rayan. Dan saya juga punya hak disini dengan status saya.” Alana terus melawan. Alana tau Caterine hanya sedang menjalankan taktik memperlemah hati dan pikiran-nya sehingga Alana ragu pada Rayan.


“Jadi saya sangat meminta pada mommy juga kamu Sechil. Tolong sedikit jaga sikap. Oke? Saya permisi.”

__ADS_1


Alana tersenyum menatap Caterine dan Sechil bergantian kemudian melenggang pergi meninggalkan keduanya yang semakin terbakar emosi karna tidak berhasil mempengaruhi Alana.


“Kurang ajar.” Gumam Caterine mengepalkan kedua tanganya yang berada disisi tubuh rampingnya.


“Mom.. Aku sudah terlambat..”


Caterine menoleh mendengar rengekan Sechil. Dengan sangat kesal Caterine mendekat pada Sechil yang berada dibelakangnya dan masih bersender didinding.


“Biar mommy yang antar kamu kekampus.” Katanya.


Sechil menganggukan kepalanya. Gadis itu menurut saat Caterine menuntun-nya keluar rumah. Sechil tidak punya pilihan lain. Sechil tidak ingin melewatkan waktunya bersama kekasihnya.


Dengan menggunakan mobil yang diberikan Rayan, Caterine mengantar Sechil ke universitas tempat Sechil kuliah. Wanita itu sama sekali tidak merasa curiga pada Sechil yang sebenarnya tidak pernah mengikuti kelas dan selalu menghabiskan waktu bersama kekasihnya.


“Belajar yang pintar. Nanti pulangnya mommy jemput.” Ujar Caterine saat Sechil melepas seatbelt yang melilit tubuhnya.


“Emm.. Tidak usah mom. Nanti Sechil pulang sama teman Sechil saja. Mommy hati hati dirumah. Jangan mau kalah sama Alana.”


Caterine tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.


“Jangan ragukan mommy Sechil.”


Sechil tertawa pelan. Meski punggungnya masih terasa nyeri karna menabrak tembok tadi tapi Sechil tidak perduli. Rasa nyeri itu terkalahkan dengan rasa senangnya karna sebentar lagi akan bertemu dengan kekasihnya.


“Kalau begitu Sechil turun..”


“Ya..”


Setelah memastikan Sechil masuk kedalam gedung kampusnya, Caterine segera melajukan kembali mobilnya untuk pulang. Namun saat dalam perjalanan Caterine melihat mobil Dion dan segera mengejarnya. Caterine bahkan menghadang mobil Dion membuat Dion naik pitam dan segera turun dari mobil.


“Apa apaan ini?!” Ucap Dion marah.

__ADS_1


Caterine tersenyum melihat itu kemudian segera turun dari mobilnya.


“Hey tuan. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda. Saya Caterine, mommy-nya Rayan.”


__ADS_2