
Chapter 2
Jonthan” tidur lahkamu pasti lelah,,, ingat dan berjanjilah pada ku bahwa kamu tidak akan berbuat hal yang bodoh,mengerti?”
Ucap jonathan yang lalu diberi angugkan oleh risty. Pria yang menjadi kaka angkatnya ini pun mencium kening risty dan mengusapnya secara perlahan sebelum dia berlalu meninggalkan apartemen yang ditinggali risty.
Setelah jonathan pergi, risty memutar arah tubuhnya meuju keamar tempat dimana dia akan mencurahkan semua keletihan dalam kehidupanya saat ini.
Risty "huhhhhfff lelah sekali kehidupan ku ....sebenarnya rencana apa yang tuhan akan berikan pada ku hingga prosesnya bisa sesulit ini “
Ucapnya yang lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar, mencoba untuk menutup mata agar tubuhnya bisa beristirahat dan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama akhirnya dia pun pergi ke dunia mimpi.
Disisi lain laki laki yang masih berbaring diranjang yang ukuranya king size dan nyaman dia masih tertidur lelap di alam mimpinya karena masih merasa sangat lelah sekali
Matanya serasa sangat kantuk tapi dia langsung terbangun saat ranjang disisinya kosong tidak ada siapa siapa disisinya
"Sial!!! Kemana wanita itu pergi"
Dia mencarinya di seluruh penjuru kamarnya lalu kamar mandi dan keseluruh sudut rumah kediaman william dan hasilnya nihil dia tidak menemukanya.
Exchel "baiklah kucing nakal untuk saat ini aku melepaskan kamu lagi tapi tidak untuk nanti" seringainya
Pria itu berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya ,setelah selesai dia mengambil ponselnya yang mahal itu dan menelepon seseorang.
Exchel "Cari tahu dimana keberadaan wanita yang akan aku kirimkan filenya padamu" ucapnya kepada pria yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan risty saat ini.
lihat saja kucing nakal cepat atau lambat kou akan ada pada cengramanku lagi
Sementara itu tidak lama kemudian kediaman william terdengar suara kehebohan didalam rumah tersebut. Seseorang sedang mengamuk dan marah marah kepada pria yang arogan dihadapanya.
Exchel “ begini kah cara mu bertamu dikediaman orang lain hah?” ejeknya
Jonathan “ sebenarnya apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu memaksakan kehendak mu secara paksa kepada gadis yang tidak punya salah itu hah? Kamu gilaaaa apa!!” teriaknya dengan kemarahan yang sebenarnya masih iya tahan dengan semaksimal mungkin.
Exchel “ tidak punya salah? Kamu itu bodoh atau memang *****? Apa kamu lupa kejadian dua tahun yang lalu? Disaat dia menipu ku dan lalu pergi menghilang tanpa jejak?”
Jonathan “ jaga ucapan kamu exchel!! dia gadis yang baik namun nasib mempermainkannya,,, bukan kah sudah ku beri tahu bahwa dia hanya dimanfaatkan oleh keluarga alexander”
Exchel “ maaf tuan jonathan, apa hak ada berbicara seperti ini hah? Jangan kamu kira karena kita saudara se ayah kamu bisa berbicara seperti ini” lugasnya dengan penekanan disetiap kalimat dan tentunya adalah sindiran.
“ sekarang juga pergi!!!!!!!” sambungnya
__ADS_1
Jonathan “ ingat satu hal ini jangan pernah menganggu dia lagi atau aku akan bertindak kasar padamu,,, aku tidak akan lagi segan segan untuk bertindak kasar pada mu, disaat kamu sudah melewati batasan!” ucapnya sebelum dia berlalu meninggalkan kediaman william.jonathan memilih mengakhiri semua perdebatanya karena dia juga sudah berjanji tidak akan melakukan apapun pada exchel dan walau bagaimana pula exchel tetap lah saudaranya.
Lalu Exchel pun bergegas pergi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda kemarin.
.
.
Keesokan harinya Risty yang merasa tubuhnya tidak terasa lelah lagi sengaja terbangun sangat pagi dan bersiap siap untuk memulai aktivitasnya kembali seperti semula. menggunakan pakaian kemeja kebawah menggunakan rok span pendek yang diatas lutut sedikit dan rambut yang dikepang satu dan menampilkan lehernya yang jenjang dan putih itu.dia bergegas pergi ke kantor. ya dia bekerja disebuah kantor milik jonathan dan bekerja dibagian pemasaran,pasti bertanya kan kenapa harus di bagian tersebut? Padahal jonathan bisa memberikanya posisi sebagai sekretaris atau menajer. karena saat jonathan menawarkannya sebagai sekretaris dia menolak karena menurutnya jonathan sudah terlalu banyak membantunya.
risty pergi ke kantor mengunakan taksi online yang sudah dia pesan.
Sesampainya disana dia langsung bergegas pergi keruangannya diaman tempat dia mengasah kep[intaranya dalam menghadapi pemasaran dimasyarakat.
"Hey kenapa kamu pucat sekali apa kamu sakit?" ucap seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi risty.
Risty "Tidak ko aku baik baik saja hanya saja aku tidak mmmmm bukan maksud ku, aku tidak sempat sarapan" ucapnya yang lalu dengan niat tertentu dia memesang wajah memelas seperti ada maksud yang tersembunyi dan meminta rekan bicaranya untuk peka.
Alex "Shit bisakah kamu tidak memasang wajah itu,itu membuatku ingin menerkam mu" cetusnya
Risty "Ayolah alex apa kamu tidak peka sama sekali? aku lapar" rengekku padanya
Risty "Yang benar saja alex...” ucapnya malas dan memutar bola matanya ke samping
dia adalah alex rekan kerja dari risty yang secara terang terangan menyatakan perasaan kepadanya,tapi risty menolaknya karena dia sendiri pun bingung kepada siapa hatinya ini sebenarnya. Tapi hubungan mereka tetap baik dan tidak ada yang berubah, dan alex pun selalu ada untuknya. Rutinitas pekerjaan pun berjalan seperti biasanya.
jam makan siang pun tiba risty yang merasakan perutnya yang meminta untuk diisi memutuskan untuk pergi keluar untuk membeli makanan direstoran didepan kantor dan sekalian untuk menghirup udara segar.
Risty "Ka kam kamu kenapa bisa ada disini"gugupnya saat seseorang yang dia benci dan sekaligus yang dia takuti pula datang kehadapan dihadapannya.
Exchel "Ya aku kemari hanya untuk membawamu pulang sayang" dia menarik tanganku paksa
Risty "Tidakk lepaskan aku.."
Dia meronta ronta agar pria itu mau melepaskan cengkramanya. Namun Bukk suara tinju dari seseorang mendarat dipipi Exchel yang tampan itu.
Jonathan "Beran sekali kamu menyentuh tunanganku"
Seketika mata risty membulattak percaya saat mendengar kata kata dilontarkan oleh jonathan
Exchel "Cuihhh heh tunangan??apa kamu lupa wanita yang kamu panggil tunanganmu adalah tunangan ku juga"jelasnya
__ADS_1
Jonathan "Karena aku tau dia adalah tunangan mu makanya aku bilang dia tunanganku,kamu untuk menjadi temannya pun tidak pantas apalagi tunangan heh"
rahang Exchel mulai mengeras dia mulai mengepalkan tangannya dan bukk dia memukul jonathan .saat jonathan akan membalas pukulanya risty yang melihat pertarungan antara dua bersodara ini pun menghalanginya dengan tubuhnya sindiri dan pukulan yang awalnya ditukan untuk exchel malah mengenai tubuhnya sendiri tepat dibagian perut
Risty "ahhhh..."lirihnya saat benda keras itu meninju perutnya dengan keras
Pandangannya mulai memudar dan akhirnya gelap gulita tak nampak apapun.
Jonathan dan exchel yang melihat risty akan terjatuh pun sontak memeluk tubuh risty secara bersamaan.
Jonathan "Lepaskan!!!!" Bentaknya yang diharap agar exchel mau melepaskan pelukanya.
Exchel "Tidak kamu yang lepaskan" ucapnya yang sama tidak mau kalah keras kepalanya dengan jonathan.
Jonathan menginjak kaki sebalah kanan milik exchel dengan kuat.
Jonsthsn "sekarang lepaskan atau ksmu akan menyesal"
Seenak saja dia menginjak kakiku dan menyuruh ku melepaskan wanitaku tidak semudah itu perguso:v
Exchel yang tidak mau kalah pun menginjak lagi kaki milik jonathan dengan sekuat tenaga
Exchel "Sekarang kamu yang lepas,dia tunangan ku jadi aku yang akan membawanya ke rumah sakit!"
Jonathan "Ehhh kutil anoa dia tunangan ku berarti dia aku yang bawa"bentaknya pada exchel
Exchel "Ehhh ****** naga dia milik ku berarti dia aku yang bawa titik"
Mereka terus terus berdebat siapa yang akan membawa nya hingga tersadar tersadar saat ada suara ringisan dari wanita yang mereka rangkul
Risty "Euhhh sakit”
Dan dengan seketika mereka memberhentikan perdebatan dan saling memandang satu sama lain. Namun dengan cepat kilat ada orang ketiga yang merebut Risty dari pelukan mereka kedalam diperlukanya.
Alex "Maaf pa biar saya yang membawa nona ini ke rumah sakit,saya alex saya adalah pacarnya"
Sontak membuat mereka berteriak dengan kompak
"APA?!!!" ucap mereka
Dengan seketika alex pergi membawa Risty dengan cepat dan exchel yang melihatnya benar benar marah rahangnya mengeras ya sangat mengeras dan mengepalkan tangan saking marahnya saat ada laki laki lain yang berani menyentuh Risty.
__ADS_1