Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 208


__ADS_3

Sechil melamun didepan jendela kamarnya dan Ramon. Sejak pulang dari rumah sakit menjenguk Alana seminggu yang lalu Sechil memang belum lagi datang kerumah Alana. Sechil juga sama sekali tidak menelpon Rayan untuk menanyakan keadaan Alana dan keponakan barunya.


Ramon yang saat itu baru selesai membersihkan dirinya menghela napas melihat Sechil yang melamun didepan jendela kamar mereka. Ramon tau perasaan Sechil sekarang.


Ramon menyampirkan handuk hijau yang baru saja dia gunakan dibelakang pintu kemudian dengan pelan mendekat pada istrinya.


“Sayang...”


“Jika anak ini lahir nanti apa kamu dan Bastian bisa saling memahami posisi kalian masing masing?”


Ramon terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Sechil. Ramon mengerti akan kekhawatiran Sechil. Ramon juga paham akan posisinya sebagai orang tua kedua setelah Bastian untuk anak mereka kelak.


“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun Sechil. Aku tau apa yang harus aku lakukan.” Senyum Ramon.


Sechil menoleh menatap Ramon yang tersenyum manis padanya. Sechil sendiri tidak bisa menerima kenyataan bahwa bukan Ramon ayah biologis dari janin yang sedang dikandungnya.


Tanpa sadar Sechil meneteskan air matanya. Seminggu ini Sechil uring uringan memikirkan akan seperti apa Ramon dan Bastian jika anaknya lahir nanti.


“Hhh.. Sayang jangan menangis. Semua orang yang ada disekitar kita adalah orang orang baik. Tuhan sayang sama kita, itu sebabnya Tuhan melingkupi kita dengan kebaikan. Mulai dari Kak Rayan dan kak Alana, sampai pada Bastian dan mamah aliya. Mereka adalah perantara dari Tuhan untuk kita.”


Ramon mengusap air mata yang membasahi pipi chuby Sechil. Ramon tidak ingin istrinya sedih hanya karna memikirkan sesuatu yang sebenarnya memang sangat mustahil terjadi.


“Sudah ya.. Mending sekarang kita telepon kak Rayan. Udah seminggu sejak mereka pulang kita sama sekali nggak nengokin loh..”


Sechil mengangguk dengan senyuman yang menghiasi bibirnya. Sechil percaya pada apa yang Ramon katakan bahwa semuanya memang akan baik baik saja.


“Enaknya kita video call kali yah..” Ujar Ramon tersenyum pada Sechil.


“Iya..” Angguk Sechil setuju.


“Oke, sebentar aku ambil hp dulu.”


Ramon kemudian berlalu dari hadapan Sechil untuk mengambil hp nya yang memang suka dia taruh disembarang tempat didalam rumahnya.

__ADS_1


Sechil tertawa melihat tingkah suaminya. Suka menaruh sesuatu pada tempatnya itu menjadi salah satu kekurangan Ramon. Sechil bahkan sering membantu Ramon mencari kunci motornya dipagi hari saat Ramon akan berangkat kuliah karna Ramon yang suka lupa menaruhnya dimana.


Tidak lama Ramon kembali dengan membawa hp nya. Keduanya kemudian duduk berjajar ditepi ranjang dan mulai menghubungi Rayan yang tidak lama langsung diangkat oleh Rayan yang memang sedang sibuk membantu Alana mengganti pempers Zoya.


-------


Malam ini Bastian mengajak Cleo untuk makan malam bersama dirumahnya dengan mamahnya juga sang ayah Gery. Tidak ada pembahasan apapun saat makan malam itu berlangsung. Aliya, mamah bastian bahkan merasa ada yang berbeda dengan makan malam kali ini. Mamah Bastian merasa Cleo tidak seperti biasanya. Cleo terlihat dingin tidak banyak bicara bahkan padanya dan Gery sekalipun.


“Cleo..” Panggil mamah Bastian.


Cleo menoleh pada mamah Bastian dengan ekspresi datar.


“Ya mah..” Sautnya.


“Apa kamu baik baik saja?” Tanya mamah Bastian.


Cleo diam sesaat. Fisiknya memang baik baik saja. Tapi tidak dengan hati juga pikiran-nya. Cleo merasa keberadaan-nya sudah tidak lagi penting bagi keluarga Bastian. Apa lagi setelah Cleo tau mamah Bastian juga sangat perhatian dan menyayangi Sechil dan Ramon.


Mamah Bastian melirik suaminya yang berada disampingnya. Mamah Bastian tau akhir akhir ini hubungan Bastian dan Cleo memang sedang tidak baik. Meski memang Bastian tidak pernah menceritakan padanya, tapi mamah Bastian bisa tau dari gerak gerik Cleo setiap bersama Bastian. Bahkan tidak jarang mamah Bastian juga mendengar langsung Bastian dan Cleo yang bertengkar karna masalah perhatian Bastian pada Sechil.


“Syukurlah kalau begitu..” Mamah Bastian bingung harus berkata apa lagi karna terlalu ikut campur dengan hubungan Bastian dan Cleo juga tidak akan baik nantinya.


Cleo hanya tersenyum saja kemudian kembali melanjutkan menyantap makan malamnya.


Sedang Bastian, dia tau Cleo berbohong karna tidak ingin mamah Bastian tau tentang masalah yang akhir akhir ini memang melanda hubungan-nya dan Cleo. Bahkan saat Bastian menjemput Cleo pun mereka sempat bertengkar dalam perjalanan menuju rumah Bastian.


Selesai makan malam bersama, Kedua orang tua Bastian memberi kesempatan untuk Bastian ngobrol berdua dengan Cleo. Aliya dan Gery yakin putranya bisa menangani masalahnya dengan Cleo sendiri.


“Kapan kamu nikahin aku?”


Bastian tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Cleo. Bastian benar benar sangat senang dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu.


“Secepatnya sayang..” Jawabnya lembut.

__ADS_1


Cleo tersenyum miris. Cleo tau maksud Bastian bertanggung jawab pada anak yang dikandung Sechil memang baik. Tapi menurut Cleo apa yang dilakukan Bastian pada Sechil terlalu berlebihan. Bastian bahkan sering membatalkan janji dengan-nya hanya karna ingin mengantarkan sesuatu untuk Sechil.


Cleo bangkit dari duduknya dikursi taman samping rumah mewah keluarga Bastian. Cleo melangkah menjauh dari Bastian yang menatapnya dalam diam dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


“Secepatnya? Bisa kamu beritahu aku kapan secepatnya itu?”


Bastian tertawa pelan kemudian ikut bangkit dan mendekat pada Cleo. Bastian memeluk mesra Cleo dari belakang dan mengecup singkat bahu Cleo.


“Aku mohon kamu mengerti posisiku sekarang Cleo.. Aku tidak akan ingkar janji. Aku pasti akan menikahi kamu secepatnya.”


Cleo menghela napas. Cleo tau apa maksud dari ucapan Bastian.


“Sudah aku duga. Pasti karna Sechil kan?”


Senyuman dibibir Bastian memudar. Cleo pasti salah mengartikan maksudnya.


“Cleo aku...”


“Sudahlah, tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tau apa maksud kamu.” Sela Cleo dingin.


Bastian menghela napas. Cleo memang selalu sensitif jika menyangkut tentang Sechil dan anak Bastian yang sedang Sechil kandung.


“Kita belum benar benar memastikan apakah anak yang dia kandung benar benar anak kamu atau bukan Bastian. Sechil bukan satu satunya wanita yang mengaku kamu hamili. Tapi hebatnya kamu bahkan mamah bisa begitu percaya bahkan sepertinya sangat menyayangi Sechil dan suaminya. Itu membuat aku ragu dengan perasaan kamu sekarang.”


Bastian menelan ludahnya. Ini bukan kali pertama dirinya dan Cleo bertengkar karna Sechil. Tapi ucapan Cleo kali ini membuat Bastian bungkam. Bastian ingin menjelaskan tapi Bastian tau Cleo pasti akan semakin marah padanya mengingat sikap Cleo yang keras kepala.


“Sudahlah. Aku pulang..”


“Cleo tunggu..” Bastian mencegah Cleo yang hendak berlalu dengan mencekal lengan Cleo.


“Biar aku antar kamu pulang.” Katanya kemudian.


“Nggak perlu. Aku bisa naik taxi.” Balas Cleo melepaskan cekalan tangan Bastian dilengan-nya kemudian berlalu meninggalkan Bastian yang mematung ditempatnya.

__ADS_1


__ADS_2