
Bastian benar benar menunjukkan tanggung jawabnya dengan membelikan semua berbagai kebutuhan Sechil. Tidak tanggung tanggung Bastian bahkan sampai membelikan semua perabotan baru yang membuat Ramon tidak bisa menolak karna alasan Bastian yang mengatakan semua demi kenyamanan Sechil.
“Masalah Sechil dan Bastian sudah selesai. Sekarang tinggal bagaimana caranya kita menghadapi mommy..” Ujar Rayan saat dirinya dan Alana sedang bersantai ditaman disamping rumah mereka.
Alana menganggukan kepalanya. Wanita itu kemudian menoleh menatap Rayan yang duduk disampingnya.
“Mommy bahkan belum datang sejak kamu memberitahu alamat rumah kita. Dan sepertinya mommy merasa posisinya tergeser oleh kehadiran ibu disini.”
“Biarkan saja. Robin sudah mengirim semua video dan percakapan mommy dengan orang suruhan-nya. Kamu tau sayang, hampir semua orang yang mengantar paket paket yang tidak aku atau kamu pesan itu adalah orang suruhan mommy.. Fatalnya lagi setiap paket yang dia kirim adalah sesuatu yang membahayakan kamu dan anak kita..” Rayan berkata sambil mengusap lembut perut besar Alana.
Alana hanya diam dengan senyuman mirisnya. Beberapa hari ini memang banyak paket datang yang tentu saja langsung dibuang oleh Roky yang memang sudah tau dari Robin.
“Apa sebenci itu mommy padaku?” Lirihnya dengan dada sesak.
Rayan tersenyum kemudian menarik lembut Alana kedalam pelukan-nya.
“Mommy tidak hanya membenci kamu. Mommy membenci semua orang yang menghalanginya untuk mendapatkan apa yang dia mau. Mungkin dia juga membenci aku dan Sechil tanpa sadar.”
Alana hanya diam mendengarkan. Harta benar benar membuat Caterine buta dengan segalanya.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk membongkar semua sandiwara mommy?” Tanya Alana kemudian.
Rayan menghela napas.
“Aku akan mengajak kamu, Sechil, bahkan Ramon kerumah lama. Aku akan menunjukkan semua bukti itu dihadapan kalian.”
“Bagaimana kalau mommy marah?”
“Kamu pikir aku tidak marah dengan apa yang diam diam mommy lakukan hem? Aku lebih arah karna tindakan mommy itu sangat tidak bisa lagi dimaklumi.”
“Kapan kita kesana?” Tanya Alana sekali lagi.
“Malam ini juga. Aku akan menyuruh Roky menjemput Ramon dan Sechil.” Jawab Rayan tegas.
Alana melepaskan diri dari pelukan Rayan. Wanita itu menatap tidak mengerti pada Rayan yang seperti sudah sangat menggebu gebu ingin membongkar semua sandiwara Caterine.
“Rayan, apa kamu tidak sebaiknya memikirkan semuanya dulu. Aku tau apa yang mommy lakukan itu memang sangat keterlaluan. Tapi bagaimanapun juga mommy itu mommy kamu. Kalau kamu mau membongkar semuanya mungkin juga akan lebih baik antara kamu saja dan mommy. Tidak perlu ada aku, Sechil, apa lagi Ramon. Mommy akan sangat merasa malu jika ada kami.”
Rayan tertawa mendengar apa yang Alana katakan. Semua yang Alana ucapkan memang benar. Tapi membuat Caterine merasa malu agar tidak lagi mengulangi sandiwaranya adalah tujuan Rayan. Meski caranya memang mungkin salah tapi Rayan sudah memikirkan semuanya. Rayan tidak mau hubungan rumah tangganya menjadi taruhan lagi.
Deringan hp yang ada didalam saku celana pendek Rayan membuat Rayan segera merogoh sakunya. Rayan mengeluarkan benda pipih itu dan mengeryit ketika melihat nama Robin tertera dilayar hp miliknya.
“Robin menelpon..” Ujar Rayan memberitahu.
Rayan segera mengangkat telpon dari Robin yang pasti akan memberikan kembali informasi tentang Caterine.
“Ada apa Robin?” Tanya Rayan begitu mengangkat telpon dari Robin.
“Tuan, nyonya Caterine mengetahui tentang Bastian yang adalah anak dari janin yang sedang dikandung oleh nona Sechil tuan. Sekarang nyonya Caterine sedang menuju kediaman Bastian dan hendak meminta pertanggung jawaban.”
__ADS_1
“Apa?!” Kedua mata Rayan membulat sangat terkejut dengan apa yang di katakan Robin. Entah darimana Caterine tau semua itu.
“Sekarang kamu dimana?” Tanya Rayan pada Robin.
“Saya sedang dijalan tuan. Saya sedang mengikuti mobil nyonya Caterine.” Jawab Robin lagi.
“Kamu ikuti mommy terus. Saya dan Luky akan segera menuju kesana.”
Rayan langsung memutuskan sambungan telpon-nya. Pria itu bangkit dari duduknya dengan sangat terburu buru. Alana yang penasaran dengan sikap Rayan pun mengikuti dari belakang.
“Ada apa Rayan?” Tanya Alana sambil mlangkah dibelakang Rayan.
“Aku harus pergi sekarang sayang. Mommy sedang menuju kerumah Bastian untuk meminta pertanggung jawaban atas Sechil dan anaknya.” Jawab Rayan menatap Alana dengan tatapan frustasi.
“Aku ikut...”
Rayan menggelengkan kepalanya.
“Tidak perlu. Tetap dirumah sayang. Tunggu aku pulang.” Tolak Rayan.
“Tapi..”
Cup
Ciuman Rayan dibibir Alana menyela apa yang ingin Alana katakan. Karna ciuman itu pula Alana langsung bungkam.
“Tetap dirumah.” Bisik Rayan kemudian.
“Tetap tenang dan hati hati.”
“Ya sayang..” Jawab Rayan sambil membelai lembut pipi chuby Alana.
Alana hanya diam menatap punggung Rayan yang menjauh darinya. Entah apa yang sebenarnya Caterine inginkan dari Rayan selain harta. Caterine membuat Rayan tidak pernah merasa tenang dengan segala permasalahan yang dibuatnya.
“Aku pasrahkan semuanya padamu tuhan..” Lirih Alana dengan kedua mata memanas menahan air matanya agar tidak menetes. Alana sudah berjanji pada dirinya sendiri juga pada Rayan. Alana akan terus tangguh selama Rayan ada disisinya apapun yang terjadi.
------
Sementara itu dikediaman mewah Bastian acara makan malam dua keluarga sedang berlangsung. Mereka tampak sangat bahagia karna acara pertunangan Bastian dan kekasihnya akan segera dilangsungkan besok.
“Aku harap kamu tidak lagi membuat masalah Bastian.” Bisik Cleo, kekasih Bastian.
Bastian yang ada disamping Cleo hanya tertawa saja. Bastian memang belum menceritakan perihal masalahnya dengan Sechil. Bastian tidak berencana merahasiakan-nya. Bastian akan jujur setelah pesta pertunangan-nya dengan Cleo sudah dilaksanakan.
“Aku punya satu masalah sebenarnya.” Ujar Bastian jujur.
“Tentang drama wanita wanita yang mengaku kamu hamili lagi? sudah berapa kali aku bilang untuk memakai pengaman saat melakukan-nya Bastian. Aku tidak mau mengurus anak yang lahir dari rahim wanita lain meskipun itu adalah darah dagingmu.”
Bastian tertawa lagi. Cleo memang tau bagaimana Bastian yang sesungguhnya. Bastian yang memang sudah tidak asing dengan kehidupan liar dan bebas didunia malam.
__ADS_1
“Aku benar benar minta maaf kekasihku.” Lirih Bastian.
“Tidak usah mulai drama.” Balas Cleo cepat.
Bastian menghela napas. Selama ini Cleo selalu mengerti dirinya. Dan kali ini Bastian juga berharap Cleo akan mengerti tentang Sechil dan anaknya.
“Aku hanya mencintaimu.” Bisik Bastian.
“Aku tau itu.” Cleo membalas lagi dengan cepat.
Bastian tersenyum. Cleo adalah kekasih terhebatnya. Cleo selalu mengerti dan menerima segala kekurangan-nya yang dimana dibalik kekurangan itu sama sekali tidak ada kelebihan menurut Bastian.
“Permisi saya mengganggu pak, tapi diluar ada seorang wanita yang membuat keributan bahkan sampai melempar mobil pak Gery dengan batu.”
Semua yang ada dimeja makan terkejut mendengar apa yang dikatakan seorang asisten rumah tangga yang bekerja dirumah keluarga Bastian. Mereka langsung bangkit dari duduknya untuk melihat siapa wanita yang dimaksud oleh asisten rumah tangga itu.
“Sudah aku duga pasti ini akan terjadi lagi.” Gumam Cleo menghela napas kesal.
Ketika keluarga Bastian dan keluarga Cleo keluar Caterine tersenyum penuh arti. Wanita itu melangkah dengan santainya dan berdiri tepat didepan 2 keluarga yang sedang berbahagia itu.
“Apa apaan anda nyonya. Nyonya merusak mobil orang tua saya.” Bastian mengeram kesal melihat kaca mobil milik Gery sang ayah yang pecah menjadi serpihan kecil akibat ulah Caterine.
“Kamu juga merusak anak saya Bastian !!”
Cleo yang mendengar secara langsung apa yang Caterine katakan hanya bisa diam saja begitu juga dengan kedua orang tuanya. Mereka sudah tidak heran dengan wanita wanita yang melabrak Bastian meminta pertanggung jawaban.
“Cleo, lebih baik kita pulang saja.” Ujar papah Cleo. Pria berambut coklat terang itu enggan mendengar apapun yang Caterine katakan tentang Bastian. Papah Cleo sendiri juga tau bagaimana kehidupan bebas Bastian yang juga putrinya Cleo jalani dulu. Keduanya sama sama liar dan susah untuk diatur.
“Ya papah.” Angguk Cleo menurut.
“Untuk kamu Bastian, bereskan masalah ini dengan baik. Jangan menggunakan kekerasan.” Nasehat papah Cleo sebelum menggiring anak dan istrinya untuk pergi.
“Ya papah. Kalian hati hati..” Bastian tidak bisa berbuat banyak. Bastian juga tidak bisa mencegah Cleo dan keluarganya untuk pulang.
Sementara Gery dan istrinya, keduanya merasa sangat malu juga marah. Caterine adalah wanita yang kesekian kalinya yang datang dengan alasan yang sama. Hanya perbuatan Caterine kali ini terlalu anarkis.
“Apa mau anda sebenarnya nyonya?” Tanya Bastian berusaha untuk tenang.
Caterine melipat kedua tangan-nya dibawah dada. Wanita itu menatap sesaat kediaman mewah keluarga Bastian.
“Saya mau kamu bertanggung jawab pada anak saya. Nikahi dia.” Jawab Caterine menuntut.
Bastian tertawa. Sechil saja yang hamil tidak banyak tingkah dan selalu merasa tidak enak setiap menerima pemberian darinya. Tapi Caterine dengan berani dan tidak tau malu berani menuntutnya.
“Apa anda sudah tidak waras nyonya? Nona Sechil sudah menikah dengan Ramon. Dan anda meminta saya untuk menikahi nona Sechil?”
“Ya, karna kamu yang menghamili anak saya.” Balas cepat Caterine tanpa merasa ragu sedikitpun.
Bastian menggeleng tidak percaya. Jelas jelas Sechil dan Ramon terlihat sangat bahagia dengan kehidupan sederhananya. Mereka terlihat romantis dan kompak yang membuat Bastian merasa tenang karna yakin anaknya pasti akan bahagia jika lahir nanti berada diantara Sechil dan Ramon.
__ADS_1
Tepat saat itu mobil Rayan masuk kedalam pekarangan luas rumah keluarga Bastian. Bastian yang melihat itu tersenyum. Bastian yakin Rayan bisa mengatasi dan menjelaskan semuanya.