Aku Bukan Pengganti

Aku Bukan Pengganti
Episode 95


__ADS_3

“Pokonya kamu harus bilang yang membuat kamu pingsan itu adalah Fina. Dia yang pukul kamu sampai akhirnya kamu pingsan.”


Sechil yang sedang meminum segelas air putih hampir saja tersedak saat mendengar apa yang Caterine katakan. Caterine menyuruhnya untuk mengfitnah Fina.


Sechil mengelap bibir dan dagunya yang basah karna segelas air putih yang ditangan-nya. Tatapan-nya terarah tidak percaya pada Caterine yang bukan-nya sadar malah semakin meraja lela. Kali ini bahkan Caterine menargetkan Fina sebagai korban.


“Mommy mau aku berbohong pada kakak dan menyalahkan Fina? Bukankah itu bukan perbuatan baik mom? Mommy dulu sering melarang aku berbohong sama mommy..”


Caterine berdecak. Gemas sekali rasanya mendengar ucapan polos yang keluar dari bibir putri bungsunya itu. Entah kemana otak pintar dan liciknya sekarang.


Caterine mendekat pada Sechil yang duduk bersender dengan bantal diatas ranjangnya. Caterine duduk ditepi ranjang tepat disamping Sechil.


“Begini Sechil, semua ini mommy lakukan demi kita berdua. Agar kita bisa hidup tidak berkekurangan.”


Sechil menggeleng tidak mengerti. Hidup mereka sudah lebih dari berkecukupan semenjak datang ke-jakarta. Semua itu tentu saja karna Rayan yang sudah sangat berbaik hati padanya juga Caterine.


“Sayang.. Bantu mommy yah..” Caterine meraih tangan Sechil dan menggenggamnya lembut. Tatapanya menyorot memelas pada Sechil yang terlihat bimbang.


“Ini demi kita berdua Sechil..” Tekan Caterine meyakinkan Sechil.


------


Paginya Rayan dan Alana langsung menemui Sechil dikamarnya. Mereka berdua tersenyum dan merasa sangat lega ketika menemukan Sechil yang sudah sadar dan sedang sibuk mengeringkan rambutnya menggunakan alat pengering rambut. Sechil juga sepertinya belum menyadari kehadiran Alana dan Rayan yang menatapnya didepan pintu kamar yang terbuka lebar.


“Menurut kamu apa Sechil akan berterus terang jika kita bertanya apa yang terjadi sebenarnya?”


Alana menolehkan kepalanya menatap Rayan bingung. Sechil sudah berubah menjadi orang yang baik. Sechil juga yang mencegah Caterine saat akan menyakitinya. Alana berpikir Sechil pasti akan jujur jika ditanya tentang apa yang terjadi sebenarnya.


“Kenapa kamu meragukan adik kamu sendiri?” Tanya balik Alana hampir seperti bisikkan.


Rayan tersenyum tipis. Rayan sangat yakin Caterine pasti sudah membujuk Sechil dengan berbagai cara agar Sechil mau mengikuti kemauan-nya.

__ADS_1


“Kita lihat saja nanti. Jujur, aku masih sedikit ragu.” Jawab Rayan.


Alana menelan ludahnya. Jika menilik dari yang sudah sudah Alana merasa wajar jika Rayan masih sedikit merasa ragu. Tapi jika melihat dari sikap Sechil sekarang rasanya juga tidak mungkin Sechil mau kembali mengikuti sikap tidak baik Caterine.


Rayan melangkah lebih dulu mendekat pada Sechil yang masih saja sibuk mengeringkan rambutnya. Dan sampai Rayan berada didepan-nya Sechil belum juga menyadari kehadiran kakak-nya itu.


“Sechil..”


Suara Rayan berhasil mengalihkan perhatian Sechil. Sechil langsung mematikan alat pengering rambut miliknya dan meletakkan-nya diatas tempat tidur.


“Kakak..” Sechil mengangkat kepalanya tersenyum menatap Rayan yang berdiri didepan-nya.


Rayan diam. Senyuman Sechil benar benar terlihat sangat polos. Sechil tidak pantas jika harus terus terusan berkelakuan tidak baik seperti Caterine.


Merasa ada sosok lain selain Rayan, Sechil pun memiringkan sedikit kepalanya. Ya, keberadaan Rayan membuat pandangan Sechil pada Alana sedikit terhalang.


“Kakak sini..” Senyum Sechil pada Alana.


Alana menganggukan kepalanya kemudian segera mendekat. Namun sebelum itu Alana lebih dulu menutup dan mengunci pintu kamar Sechil agar Caterine tidak asal masuk saat mereka bertiga sedang berbicara.


“Tentang semalam Sechil.. Apa yang terjadi sebenarnya?”


Pertanyaan Rayan membuat senyuman dibibir Sechil memudar. Sechil menoleh menatap pada Alana yang berada disampingnya seolah bertanya apa Alana belum memberitahu Rayan yang sebenarnya.


“Rayan ingin mendengarnya langsung dari kamu.” Kata Alana.


Sechil mengangguk pelan. Ucapan Caterine semalam kembali terngiang ditelinganya.


“Kenapa kamu sampai pingsan semalam Sechil? Apa yang Fina lakukan sama kamu?”


Baik Sechil maupun Alana mereka sama sama langsung mengangkat kepala menatap tidak percaya pada Rayan yang seperti menuduh Fina yang melakukan tindakan kasar itu pada Sechil.

__ADS_1


“Apa maksud kamu Rayan?” Tanya Alana bingung.


Rayan hanya menghela napas. Rayan hanya sedang menguji seberapa jujurnya Sechil sekarang padanya.


Sechil menghela napas kemudian kembali menundukkan kepalanya. Fina tidak melakukan apa apa. Caterine yang memukul tengkuknya sampai akhirnya Sechil tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan.


“Katakan saja terus terang. Kakak yang akan memecat Fina hari ini juga jika memang Fina yang membuat kamu sampai pingsan.” Rayan terus menyudutkan Sechil dengan berpura pura menyalahkan Fina.


“Kenapa kakak tidak melihat lewat CCTV saja? Disitu bisa terlihat jelas siapa yang melukaiku kak..” Lirih Sechil. Sechil tidak mau orang lain menanggung kesalahan yang dilakukan mommy-nya, Caterine.


Sedang Alana, wanita itu hanya bisa berdecak kesal. Alana akan sangat marah jika sampai Sechil menyalahkan Fina dan Rayan memecatnya.


“Semalam ada yang merusak CCTV dikamar kakak.” Jawab Rayan.


Sechil memejamkan kedua matanya mencoba untuk meyakinkan hatinya agar tidak goyah dan tidak terpengaruh oleh semua yang Caterine katakan padanya semalam. Sechil yakin, Rayan tidak mungkin berbuat kasar pada Caterine meskipun tau apa yang sebenarnya terjadi.


“Mommy... Mommy yang memukulku kak. Dia yang membuatku pingsan. Mommy juga menyuruhku menyalahkan Fina agar kakak memecatnya.” Jujur Sechil.


Kedua mata Alana membulat mendengarnya. Sechil benar benar sudah berubah sekarang. Sechil berani mengatakan yang sebenarnya meski harus menyalahkan Caterine, mommy-nya.


“Sechil kamu..”


“Mommy yang melakukan-nya kak, aku nggak bohong. Aku hanya ingin jujur. Aku tidak mau terus terusan menjadi orang yang tidak baik. Apa lagi kakak adalah kakak aku sendiri.” Sela Sechil menoleh menatap Alana yang terkejut karna pengakuan-nya.


“Mommy memang sudah sangat keterlaluan. Tapi, aku sayang banget sama mommy.. Aku sayang sama mommy..” Sechil mulai menangis terisak mengingat sikap mommy-nya yang sampai tega memukulnya demi ambisinya sendiri.


Alana menghela napas. Merasa tidak tega Alana pun memeluk tubuh Sechil yang bergetar karna tangisan-nya.


“Sabar yah..” Lirih Alana ikut merasa sedih dengan kenyataan yang sedang Sechil hadapi sekarang.


Rayan yang melihat itu merasa bahagia. Istri dan adiknya akur dan saling menyayangi. Walaupun sebenarnya Rayan masih merasa kurang karna Caterine tidak bisa menyayangi istrinya tapi Rayan tetap merasa bahagia. Setidaknya Sechil sudah berubah menjadi lebih baik sekarang.

__ADS_1


“Aku janji.. Badai ini akan segera berlalu. Sechil, kamu akan bahagia bersama Ramon.” Ujar Rayan.


Sechil menganggukan kepalanya. Semalam setelah Caterine keluar dari kamarnya, Ramon menelpon-nya. Sechil menceritakan semuanya pada Ramon dan Ramon memberinya nasehat yang membuat Sechil semakin yakin bahwa keputusan-nya berubah menjadi orang baik tidaklah salah.


__ADS_2