
Dion memasuki restoran tempat Agatha sedang menunggunya. Pria itu langsung dapat menemukan sang mamah yang memang duduk ditengah diantara pengunjung yang lain-nya.
Dion melangkah mendekat pada Agatha kemudian segera mendudukkan dirinya dihadapan wanita itu.
Agatha menatap penampilan putranya yang masih mengenakan kemeja hijau toskanya. Kedua matanya menyipit merasa sedikit curiga pada Dion.
“Ayolah mah.. Jangan menatap Dion seperti itu..” Keluh Dion merasa keberatan dengan tatapan Agatha padanya.
Agatha menghela napas kemudian berdecak pelan. Wanita itu melipat kedua tanganya dibawah dada menatap kesal pada Dion.
“Kamu berbohong sama mamah Dion.”
Dion terkejut. Agatha bisa mengetahui kebohongan-nya.
“Mah aku..”
“Mamah melihat kamu pagi tadi mengenakan baju ini dan sampai sekarang kamu masih mengenakan-nya. Kamu belum pulang kerumah kan?” Sela Agatha dengan nada marah.
Dion memejamkan kedua matanya. Bukan maksudnya membuat sang mamah marah. Dion berbohong juga agar Agatha tidak marah padanya.
“Dion.. Michelle itu sedang hamil. Bisa tidak kamu perhatikan dia sedikit saja.” Pinta Agatha kali ini dengan nada rendah.
Dion hanya diam saja. Dion sendiri tidak tau kenapa perasaan-nya bisa begitu mudah berubah pada Michelle dan sekarang lebih kuat pada Alana. Dulu Dion sangat tidak rela Michelle terluka, tapi sekarang justru Dion yang dengan sengaja melukainya.
“Michelle yang terbaik buat kamu Dion.”
Dion melengos mendengar itu. Baginya Michelle bukanlah yang terbaik. Michelle hanya benalu yang menghalangi hubungan-nya dengan Alana.
“Atau ini semua karna Alana? Kamu masih tergila gila sama dia? Iya?”
Dion kembali menatap Agatha. Entah dimana kurangnya Alana sehingga Agatha tidak pernah sedikitpun menyukainya dari dulu. Agatha selalu menentang hubungan Dion dan Alana dari dulu.
“Mah.. Antara aku dan Michelle itu nggak ada hubungan-nya sama Alana. Dan kalau aku boleh jujur, aku masih mencintai Alana mah. Aku masih ingin dia kembali lagi menjadi milikku seperti dulu.”
Tangan Agatha mengepal. Marah bahkan sangat pada Dion yang dengan sangat berani dan terang terangan mengatakan masih mengharap Alana kembali padanya.
__ADS_1
“Jangan macam macam kamu Dion. Mamah dari dulu tidak pernah setuju kamu dengan dia. Sekarang kamu sudah menikah dengan Michelle bahkan Michelle sedang hamil.”
Dion menggelengkan kepalanya.
“Itu belum tentu anak aku mah..”
Agatha sangat terkejut. Namun sedetik kemudian tatapanya menyorot begitu tajam pada Dion yang berada didepan-nya.
“Apa maksud kamu Dion?” Tanyanya dengan rahang mengatup keras.
Dion menundukkan kepalanya. Kedua tanganya saling bertaut antara bingung juga takut. Dion tidak mungkin mengakui perbuatan-nya selama bertahun tahun dengan Michelle pada Agatha. Agatha pasti akan sangat marah dan menganggapnya tidak menghargai wanita. Tapi Dion sudah terlanjur mengatakan bahwa anak yang dikandung Michelle belum tentu anaknya pada Agatha, tidak mungkin jika Dion hanya diam saja tanpa beralasan apapun.
“Mah.. Maaf, aku sudah sering melakukan itu dengan Michelle dulu. Bahkan sejak kami duduk dibangku sekolah.”
Agatha tertegun. Jantungnya langsung bekerja dua kali lebih cepat dari normalnya.
“Melakukan apa Dion?” Tanyanya dengan suara lirih.
Dion menelan ludahnya. Dion tau Agatha pasti akan sangat kecewa padanya.
“Aku.. Sering melakukan itu dengan Michelle sejak dulu mah..Jadi aku pikir mungkin Michelle tidak hanya melakukan-nya denganku saja.. Bisa saja anak itu adalah hasil dari hubungan-nya dengan yang lain mah..” Ujar Dion menatap Agatha yang napasnya mulai tidak beraturan karna amarah yang mulai menguasainya.
Dion memejamkan kedua matanya. Dion sadar dirinya bukanlah anak yang baik. Tapi Dion tetap ingin membuat Agatha bangga.
“Mah aku...”
“Ya tuhan Dion.. Kamu sudah sangat kelewatan. Kamu melecehkan wanita Dion..”
Dion diam mendengarnya. Agatha menangis mendengar pengakuan Dion tentang apa yang selama ini dilakukan-nya pada Michelle.
“Mah.. Aku minta maaf..”
Saat Dion hendak meraih tangan Agatha, Agatha segera menarik tanganya menghindari sentuhan Dion. Wanita itu menangis merasa sangat kecewa karna perbuatan putranya yang selama ini bahkan tidak pernah dia ketahui.
“Mah.. Maafin aku..” Dion memohon dengan tatapan memelas pada Agatha yang menggeleng dan terus saja menangis.
__ADS_1
“Kamu, ya tuhan... Mamah nggak nyangka Dion.. Mamah pikir selama ini kamu menjaga Michelle dengan baik. Kalian selalu bersama kemanapun kalian pergi.. Tapi ternyata..”
Dion tidak tau harus berkata apa pada Agatha. Perbuatan-nya memang salah. Dan Dion mengakui itu.
“Mah..” Dion memanggil pelan Agatha berharap wanita itu mau memaafkan kesalahan yang dibuatnya.
“Minta maaf pada Michelle Dion, bukan pada mamah..”
Dion berdecak pelan. Bagaimana mungkin dirinya meminta maaf pada Michelle sedang Michelle saja selalu enjoy dan menikmati sentuhan-nya.
“Kalau kamu memang menyesal dengan apa yang sudah kamu perbuat, tebus semua itu dengan menjaga dan membahagiakan Michelle juga anak yang sedang dikandungnya Dion. Mamah yakin itu anak kamu. Michelle wanita yang baik. Dia tidak seperti Alana.”
Dion mengeryit, Agatha membanding bandingkan Michelle dengan Alana lagi.
“Mah.. Kenapa mamah jadi bawa bawa Alana sih? Alana jelas lebih baik dari Michelle.” Dion merasa tidak terima karna Agatha membanding bandingkan Michelle dengan Alana.
Agatha mengusap air mata yang membasahi pipinya. Agatha kemudian tersenyum tidak mengerti dengan cara pikir putra tunggalnya itu.
“Kalau memang Alana lebih baik dari Michelle kenapa kamu melakukan itu dengan Michelle Dion? Bukankah itu pertanda kamu lebih merasa nyaman dengan Michelle? Kamu lebih menikmati saat bersama Michelle dari pada bersama Alana bukan?”
“Bukan begitu mah.. Aku tidak melakukan-nya pada Alana karna Alana memang wanita yang baik. Sedang Michelle, dia bahkan mau aku sentuh meski tanpa ikatan apapun. Bukankah itu sudah jelas sebagai tanda bahwa Michelle bukan wanita yang baik?”
BRAKK !!
Agatha tidak bisa menahan emosinya mendengar ucapan Dion. Wanita itu berdiri dan menggebrak meja didepan-nya membuat semua mata pengunjung direstoran itu langsung mengarah padanya juga Dion.
“Cukup Dion! Kamu sudah diluar batas. Kamu sangat keterlaluan.” Marah Agatha. Agatha menatap tajam pada Dion yang tetap duduk didepan-nya.
“Dengar mamah baik baik. Kalau sampai kamu kembali bersama Alana dan meninggalkan Michelle, mamah akan pastikan kamu tidak mendapat sepeserpun dari yang mamah punya.”
Dion terbelalak mendengarnya. Untuk yang kedua kalinya Agatha mengancamnya dengan ancaman yang sama.
“Mah tapi kan...”
“Tidak ada tapi tapian Dion. Mamah kecewa sama kamu.” Agatha beranjak setelah berkata. Wanita itu berlalu dengan air mata yang kembali menetes membasahi kedua pipinya. Agatha merasa sangat gagal. Putra tunggal kesayangan-nya yang dia didik sendiri dengan baik malah berbuat bejat dan tidak mau mengakui anak dalam kandungan Michelle.
__ADS_1
Dion berdecak kesal. Entah kenapa Agatha bisa begitu menyayangi Michelle tapi membenci Alana, wanita yang sangat Dion harapkan bisa menjadi pendamping hidupnya dimasa depan.
“Michelle.. Ini semua gara gara kamu.” Dion bergumam dengan rahang mengeras karna emosinya yang tertahan. Pria itu terus menyalahkan Michelle atas apa yang dirasakanya sekarang.