
Alana menuruni anak tangga dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya. Waktu keberangkatanya ke pelabuhan sudah tiba dan Alana sangat merasa bahagia karna sebentar lagi akan menikmati waktu hanya berdua saja dengan Rayan. Tanpa pelayan juga pekerja lainya. Setidaknya begitu khayalan Alana.
“Rayan aku..”
Alana menggantungkan ucapanya saat melihat seorang wanita paruh baya dengan seorang gadis yang masih terlihat belia sedang berdiri berhadapan dengan Rayan. Entah siapa mereka berdua Alana tidak tau. Alana tidak mengenal juga tidak pernah melihat keduanya.
“Lihat mom.. Itu dia, Sakura palsu.”
Alana terkejut. Gadis belia yang berada disamping wanita baya itu tiba tiba menatap dan mengoloknya dengan tajam.
“Aku? Sakura palsu? Apa maksudnya?” Alana bingung sekarang. Alana juga penasaran dengan kedua orang asing yang tidak pernah dikenalnya itu.
“Jaga bicara kamu Sechil, namanya Alana. Dia istriku, dia kakak kamu juga.” Rayan berkata dengan penuh penekanan. Pria itu sangat tidak terima dengan apa yang diucapkan oleh adiknya pada Alana.
Alana yang masih berdiri ditempatnya hanya diam saja. Alana maklum jika orang orang menganggapnya adalah wanita yang meniru Sakura karna memang rupa mereka sama. Dan itu adalah takdir tuhan.
“Apa apaan kamu Rayan. Kamu memarahi adik kamu sendiri demi wanita murahan itu.”
Alana mendelik. Wanita murahan adalah olokan paling rendah bagi seorang wanita.
“Apa maksud anda nyonya?” Alana tidak bisa diam. Harga dirinya harus selalu dijunjung tinggi dan tidak boleh diolok oleh siapapun.
Rayan berdecak pelan. Alana sudah mulai bersuara itu artinya akan ada perdebatan panjang. Apa lagi mommy-nya juga sangat keras kepala sama seperti Alana bahkan lebih keras kepala dari Alana.
Rayan membalikan tubuhnya kemudian melangkah mendekat pada Alana yang menatap tidak suka pada mommy Rayan dan adiknya.
“Rayan, nyonya itu keterlaluan. Dia merendahkanku.” Alana berusaha membela dirinya karna Rayan menatapnya dengan ekspresi datar.
“Sudahlah. Ayo kita pergi sekarang.” Rayan meraih tangan Alana kemudian menuntunya berlalu dari ruang tamu yang sangat luas itu.
“Rayan, kembali !!”
“Rayan !!”
Rayan tidak mengidahkan seruan mommy-nya. Untuk saat ini memisahkan Alana dengan adik dan mommy-nya adalah jalan satu satunya agar mereka tidak bentrok. Ditambah lagi Rayan yang sepertinya juga harus menjelaskan sesuatu pada Alana tentang sikap adik dan mommy-nya itu.
Rayan memasukan Alana kedalam mobil mewahnya kemudian dengan sangat buru buru menyusul masuk. Tanpa berkata sepatah katapun pada Alana Rayan langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pekarangan luas kediaman mewahnya.
“Rayan, siapa mereka sebenarnya?” Tanya Alana yang tidak bisa menahan rasa penasaranya.
Rayan menghela napas. Kedatangan adik dan mommy-nya sangat mendadak.
__ADS_1
“Namanya Caterine dan Sechilia.” Jawab Rayan.
Alana mengangkat sebelah alisnya. Alana sempat mendengar Rayan mengatakan bahwa Alana juga adalah kakak Sechil.
“Mereka adalah mommy dan adikku.” Lanjut Rayan.
“Apa?”
Rayan melirik Alana sekilas kemudian tersenyum. Alana terlihat terkejut dengan apa yang Rayan katakan.
“Aku pikir kamu sama sepertiku.” Lirih Alana.
Kali ini Rayan yang bingung.
“Apa maksudmu?”
Alana menggelengkan kepalanya. Rasanya tidak pantas Alana mengaku yatim piatu karna masih ada Sari yang rela banting tulang demi bisa menghidupinya. Sari bahkan sangat menyayanginya tanpa pernah sekalipun memarahi Alana.
“Alana.. Apa maksudmu tadi?” Rayan merasa penasaran.
Alana menghela napas. Rayan bukan orang lain. Rayan adalah suaminya.
“Kamu tau Rayan, aku adalah anak dari madu ibuku. Aku adalah anak dari wanita yang merebut cinta ayah dari ibuku. Aku sebenarnya yatim piatu. Ayah dan ibu kandungku sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan. Tapi aku sangat beruntung karna masih memiliki ibu yang sangat hebat yang mau menerimaku sebagai anaknya.”
“Aku pikir bi Sari adalah ibu kandungmu.”
Alana tersenyum. Sari memang sangat menyayanginya seperti anak kandung sendiri. Sari memberikan segalanya untuknya. Bahkan dimasa tuanya Sari masih rela menjadi pelayan demi bisa membiayai sekolah Alana.
“Ya, dia ibuku. Ibu terhebat yang pernah aku miliki. Dia segalanya untukku Rayan.”
Rayan tersenyum. Apa yang dia tau dan apa yang dia lihat memang tidak selalu sama dengan yang sebenarnya.
“Apa kita jadi kepulau?” Tanya Alana mengalihkan topik obrolan.
“Kenapa tidak?”
“Lalu bagaimana dengan mommy dan adik kamu?” Tanya Alana menatap Rayan dengan wajah sendunya.
Rayan tersenyum.
“Biarkan saja mereka berdua istirahat. Acara honeymoon kita tidak boleh tertunda oleh apapun.” Katanya.
__ADS_1
Alana tersenyum mendengarnya. Wanita itu kemudian menyenderkan kepalanya dibahu Rayan.
“Mommy kamu sepertinya dia tidak menyukaiku.”
“Jangan terlalu dipikirkan. Yang terpenting kamu jangan lemah. Oke?”
Alana menganggukan kepalanya menjawab. Alana sangat berharap Rayan bisa bijak menyikapi segala permasalahan yang mungkin akan timbul karena ketidak sukaan Sechil dan Caterine pada Alana nanti.
“Perjalanan kepelabuhan masih jauh. Tidurlah jika lelah.” Kata Rayan.
Lagi Alana menganggukan kepalanya. Masalah yang akan dihadapinya mungkin tidak akan mudah. Tapi Alana yakin dirinya bisa menghadapinya. Apapun itu selama dirinya tidak bersalah Alana tidak akan mengalah. Alana akan melawan jika benar.
“Rayan..”
“Hem...” Saut Rayan mengecup singkat puncak kepala Alana.
“Apapun yang terjadi nanti bersikaplah dengan adil. Jika aku yang salah tegur aku. Tapi jika mommy dan adik kamu yang salah kamu tetap harus adil.”
Rayan tersenyum mendengarnya. Rayan bukan orang yang akan pilih kasih. Rayan akan tetap bersikap adil pada siapapun sekalipun itu pada Sechil dan Caterine.
“Aku akan berusaha untuk selalu adil.” Balasnya.
Alana tersenyum. Perlahan Alana memejamkan kedua matanya. Alana tidak mengantuk. Alana hanya ingin menikmati posisi nyaman-nya sekarang. Bersender di bahu tegap Rayan, menghirup aroma parfum berkelas yang selalu menguar dari tubuh kekar suaminya membuat Alana selalu merasa betah.
------
“Mom.. Kita harus bertindak. Kita nggak boleh biarin kakak dimanfaatin sama wanita itu. Apa lagi dia sampai merubah penampilanya menyerupai kak Sakura. Itu sangat keterlaluan.” Sechil berkata dengan wajah penuh rasa kesal. Gadis belia itu terus mencoba mempengaruhi Caterine agar semakin membenci Alana.
Caterine menghela napas. Wanita baya dengan rambut ikal itu terlihat sangat frustasi. Rayan adalah putra sulung yang selalu dia banggakan. Tapi sekarang Rayan membuatnya kesal karna menikahi Alana tanpa sepengetahuan-nya.
“Apa yang harus kita lakukan Sechil?” Tanya Caterine menatap putri bungsunya.
Sechil tampak berpikir sesaat. Gadis itu menyenderkan punggungnya disandaran sofa diruang keluarga.
“Kita buat wanita itu tidak betah tinggal disini mom.”
Caterine mengeryit.
“Bagaimana caranya?” Tanyanya bingung.
“Mommy jangan baik sama dia. Mommy harus tegas. Sechil yakin dia cuma mau manfaatin kakak doang. Dia cuma mau harta keluarga kita.”
__ADS_1
Caterine tampak berpikir. Harta memang sering kali membuat orang rela melakukan apa saja.
“Kamu benar. Kita harus bisa memisahkan Rayan dan wanita itu.”