Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
101. Kuat dan Hebat


__ADS_3

°°°


Pintu ruangan IGD akhirnya terbuka juga, para dokter yang memeriksa keadaan Febby keluar satu persatu. Mereka sudah gemetar melihat raut wajah Mike yang tidak bersahabat.


Tidak bisa mereka bayangkan bagaimana nasib mereka jika wanita itu tidak selamat. Mereka tidak akan bisa menerima amukan Mike.


"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" Mike segera mendekati dokter yang baru saja keluar.


"Maaf Tuan..."


"Apa maksudnya minta maaf!! Apa kalian sudah tidak ingin bekerja di rumah sakit ini." Mike sudah naik pitam hanya dengan mendengar kata maaf.


Sontak para dokter itu pun langsung menunduk. Tidak ada yg berani bersuara lagi.


"Kenapa kalian diam, cepat katakan apa yang terjadi dengan istri ku." Kini Mike maju dan mencengkeram salah satu jas dokter yang sedang menunduk.


"Sa.. sabar Tuan, tolong dengarkan penjelasan kami lebih dulu." Dokter itu semakin ketakutan, melihat wajah penuh amarah itu dari dekat.


"Sabar, sabar bagaimana bisa aku sabar kalau kalian tidak becus menyembuhkan istriku," ujar Mike dengan berapi-api.


"Tenang Tuan, biar kami jelaskan. Nona sudah tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Dokter yang lain memberanikan diri untuk berbicara, karena kasihan melihat dokter yang berada di tangan pria itu.


Setelah mendengar hal itu Mike pin melepaskan jas dokter yang tadi ia cengkeram dengan kencang.


"Apa kalian tidak sedang membohongiku?" Mike menatap dokter yang tadi bersuara untuk mencari kebenaran.


"Benar Tuan, kami tidak berbohong," ujar dokter yang lain lagi.


Setelah berusaha menetralkan amarahnya, Mike menatap semua dokter yang sedang ketakutan. Ia sadar tadi aura yang dulu ia keluarkan saat masih di dunia hitam, baru saja ia keluarkan tanpa ia sadari.


"Katakan..." Mike menyuruh salah satu dari mereka mengatakan apa yang terjadi pada Febby.


Para dokter pun saling pandang, seolah saling lempar untuk menjelaskan pada pria itu.

__ADS_1


Akhirnya dokter yang berada di depan pun memberanikan diri untuk bersuara.


"Begini Tuan, nona Febby tidak kenapa-kenapa. Dia hanya kelelahan dan dehidrasi akibat morning sickness parah karena kehamilannya. Bahkan dia sudah beberapa hari tidak bisa makan nasi jadi tubuhnya sangat lemah."


"Lalu kenapa dia bisa pingsan tiba-tiba?" tanya Mike yang sedikit lebih lega.


"Emm... itu sepertinya karena nona syok mendengar kabar kehamilannya," jawab dokter itu dengan hati-hati karena takut menyinggung pria berkuasa itu.


Benar saja kan, saat ini amarah Mike kembali memuncak. Dia menatap tajam wajah dokter yang tadi bilang jika Febby syok, itu artinya Febby tidak terima dengan kehamilannya.


"Apa maksudmu? Apa maksudmu istriku tidak mau terima kenyataan jika dirinya tengah hamil sekarang."


"Bukan seperti itu Tuan. Mak... maksud saya, mungkin karena nona terlalu bahagia mendengar kehamilannya." Para dokter itu kembali ketakutan.


Mike tampak menimbang apa yang dokter itu katakan, tapi wajar saja jika Febby terkejut dengan kenyataan itu. Sementara dia tidak tau siapa ayah dari janin yang ia kandung.


Sekarang Mike sadar siapakah sebenarnya yang menyebabkan Febby menjadi kurus dan pucat, itu karena saat ini dia tengah mengandung anak dari pria yang tidak bertanggung jawab yaitu dirinya sendiri.


"Nona masih pingsan karena gula darahnya sangat rendah, tapi kami sudah memberikan penanganan. Mungkin sebentar lagi dia bisa sadar. Tuan tenang saja, walaupun tubuh ibunya sangat lemah dan dehidrasi tapi keadaan janin yang ada didalam perut nona sangatlah sehat." Dokter itu mengatakan dengan wajah berseri.


Seketika Mike merasakan sesuatu yang lain saat mendengar tentang keadaan calon anaknya. Ada sesuatu dalam relung hatinya yang menyeruak, dia tidak tau apa artinya itu. Tapi saat ini dia sedikit berkaca-kaca.


"Janinnya sangat kuat dan hebat Tuan, dia bisa bertahan saat kondisi ibunya sangat lemah. Padahal biasanya jika kondisi ibu hamil itu melemah maka janinnya bisa dalam bahaya. Calon anak anda sangat hebat Tuan." Lanjut dokter yang lain, mereka juga sempat takjub saat memeriksa kondisi Febby.


Setelah mendengar keterangan dokter, Mike memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan Febby. Kondisinya sudah stabil, hanya tinggal menunggu sadar. Tapi jika menurut dokter Febby itu sedang tertidur karena tadi sempat diberikan oleh penenang agar beristirahat lebih lama.


Mike perlahan membuka pintu dan mulai masuk mendekati ranjang pasien dimana Febby sedang terbaring.


Mike sudah berada di dekat Febby saat ini, dia memandang wajah yang saat ini terlihat pucat dan pipinya tirus tidak seperti saat terakhir bertemu. Ia merutuki para bawahannya yang tidak benar saat menyampaikan informasi. Jika saja ia tau jika kondisi Febby tidak sedang baik-baik, pasti Mike akan datang untuk menemuinya.


Perlahan Mike memberanikan diri untuk menggenggam tangan yang saat ini menancap jarum infus di atasnya.


"Maafkan aku, aku yang sudah membuatmu jadi begini. Jika saja aku tau benihku sedang tumbuh di dalam rahimmu maka aku akan datang sejak awal, tidak membuang-buang waktu untuk menunggu."

__ADS_1


"Maaf...," ujar Mike penuh penyesalan. Kalau tau akhirnya akan seperti ini, pasti dia akan menikahi Febby secepatnya. Mike tidak menyangka benihnya bisa tumbuh dengan begitu cepat di rahimnya.


"Jika kamu bangun nanti, aku harap kamu memaafkanku yang pengecut ini. Tapi sungguh aku tidak pernah berniat lari dari tanggung jawab. Aku hanya mencari waktu yang tepat untuk mendekatimu."


Mike menggenggam erat tangan Febby, lalu ia mendaratkan ciuman bertubi-tubi disana. Tiba-tiba matanya menatap perut rata Febby yang saat ini sedang tumbuh makhluk calon anaknya di dalamnya.


Tangannya perlahan menyentuh perut rata itu.


Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan saat tangannya menempel di perut Febby. Rasanya bahagia bercampur haru.


Mike yang dingin, kejam dan tidak punya perasaan mendadak melunak. Begitu hebatkah calon anaknya, sampai masih di dalam perut saja dia bisa membuat ayahnya berubah seketika.


Mike masih tidak percaya jika saat ini ada nyawa yang hidup dalam perut wanita yang berhasil mengambil hatinya.


Benarkah aku akan menjadi seorang ayah sebentar lagi? batin Mike masih tidak menyangka.


Hidupnya yang dulu sangat gelap hingga bertemu kakek Tio yang berhasil merubahnya menjadi lebih baik. Lalu kini dia diberi kesempatan untuk menjadi seorang ayah.


Mike benar-benar merasa malu, dirinya yang banyak melakukan kejahatan tapi Tuhan memberinya banyak hal tak terduga.


Air yang sedari tadi menggenang pun akhirnya menetes juga, jika menjadi seorang ayah rasanya sangat bahagia seperti ini. Lalu mengapa dulu ayahnya tidak menginginkannya.


to be continue...


°°°


...Yuk tinggalkan jejak. Jangan lupa favoritkan juga. Komenin author apa saja yang kalian mau....


...Salam goyang jempol dari author halu yang hobinya rebahan....


...Like, komen, bintang lima jangan lupa yaa.....


...Sehat selalu pembacaku tersayang...

__ADS_1


__ADS_2