
°°°
Mamah Wina sedang berusaha untuk membujuk Febby agar mau memaafkannya. Namun, hal itu hanya karena sang putri sedang dekat dengan pria si pemilik black card itu.
Ingin mendapatkan akses kembali agar bisa menggunakan kartu berwarna hitam itu.
Tanpa sepengetahuan Febby, Mike telah menyiapkan semuanya termasuk kepulangan ibu dari wanita yang ia cintai. Mike sengaja memblokir black card yang ada di tangan mamah Wina agar wanita itu kembali, ya tentu nya kalau tidak punya uang pasti wanita itu akan kembali.
Semua itu Mike persiapkan untuk acara pernikahan mereka. Rencananya sepulang dari luar kota dia akan menjadikan Febby sebagai pendamping hidupnya secara sah di mata agama dan hukum. Maka dari itu Mike mengatur agar mamah Wina pulang untuk menghadiri pernikahan mereka.
Pikir Mike, pasti akan menyedihkan kalau kita masih punya orang tua tapi mereka tidak bisa hadir di hari penting seperti pernikahan. Entah setelah itu mamah Wina mau diapakan, apa mau dilempar ke luar negeri lagi atau dibiarkan saja. Namun, takutnya kalau mamah Wina berada di dekat Febby akan membawa pengaruh buruk lagi nantinya.
"Sayang, apa kau sudah makan. Ini mamah bawakan makanan untukmu, kamu makan dulu ya. Pasti lelah seharian nungguin orang sakit," ujar mamah Wina yang baru saja kembali ke ruangan rawat Mike. Dia membawa beberapa bungkus makanan yang baru saja ia beli di restoran.
Kalau saja masih Febby yang dulu, dia pasti akan senang sekali mendapatkan perhatian seperti itu dari mamahnya. Tapi sekarang Febby sadar semua itu mamahnya lakukan kalau ada maunya. Selebihnya Febby akan merasa sendiri saat di rumah.
"Aku belum lapar," ujar Febby yang enggan menerima kebaikan terselubung dari sang ibu.
"Jangan begitu dong sayang, makan yuk sama mamah. Mumpung masih panas, lihatlah mamah belikan makanan kesukaan kamu." Mamah Wina mendekati Febby dan menunjukkan kantong belanjaan dari restoran cepat saji favorit Febby.
"Nanti saja Mah, aku akan makan kalau sudah lapar. Mamah makan duluan saja," ujar Febby.
"Ya sudah mamah makan duluan." Mamah Wina berjalan ke arah sofa dan meletakkan belanjaannya di atas meja. Mulai melahap makanan yang ia beli sendiri, seperti belum makan beberapa hari saja. Lebih tepatnya sudah beberapa hari tidak makan enak karena tidak lagi bisa menggunakan black card milik Mike.
Febby memandangi mamahnya yang sedang makan. Dia sebenarnya tidak ingin marah atau membenci mamahnya sendiri tapi sikapnya sebagai seorang ibu membuat Febby harus tegas agar sang mamah tidak terus memanfaatkannya.
Aku sayang sama mamah, hanya mamah satu-satunya keluarga ku yang tersisa dan kalau tidak ada mamah aku juga tidak bisa lahir ke dunia ini. Batin Febby.
Kemudian Febby beralih pada Mike, menggenggam tangannya erat. Berterimakasih padanya.
__ADS_1
Apa kau yang membuat mamah pulang, terimakasih Miky. Terlalu banyak kejutan yang tidak aku sangka dan belum pernah aku terima.
Dengan mengulas senyum dan dengan sudut mata sedikit berair.
Febby tau karena mamahnya tadi meminta uang padanya padahal sang mamah sudah memegang black card milik Mike. Itu berarti Mike sudah memblokir akses penggunaan kartu yang dipegang oleh mamah Wina. Itulah sebabnya sang mamah pulang. Itu yang ada di pikiran Febby.
Terharu, hanya itu yang mampu menggambarkan perasaannya saat ini. Mike bagaikan setitik bintang yang menerangi malam. Hidup Febby yang awalnya hitam putih monoton kini menjadi terang penuh warna.
Terimakasih...
,,,
Mike dalam komanya.
Kata dokter walaupun seseorang dinyatakan koma tapi dia masih bisa mendengar suara yang ditangkap oleh gendang telinganya. Masih bisa merasakan perhatian dan kehangatan orang-orang sekitar.
Seperti Mike yang samar-samar bisa mendengar apa yang Febby katakan dan merasakan kalau wanita itu sedang bersedih setiap hari karena dia tidak kunjung membuka mata.
Mike sudah berusaha tapi sepertinya berat untuk melewati kegelapan itu.
Mike ayo bangun, Febby membutuhkan mu saat ini. Ayo buka matamu... Mike memukuli dirinya sendiri dalam mimpi.
Ayo sadar, ada wanita secantik Febby yang sedang menunggu. Mau sampai kapan kau akan tidur dan membuat Febby terus bersedih.
Mike berusaha merangkak naik, mencari jalan keluar tapi nihil. Dia sudah berjalan sejauh apapun masih tetap tidak menemukan apa-apa .
Tidak menyerah, Mike terus berlari untuk menemukan cahaya. Isakkan tangis Febby menyemangati nya untuk cepat sadar dan bangun dari mimpi gelapnya.
,,,
__ADS_1
Febby baru saja membersihkan tubuh Mike dengan mengelapnya menggunakan handuk yang dibasahi air hangat. Dengan telaten Febby mengurus Mike dengan baik.
Sementara mamahnya sudah pergi sejak tadi, tapi bisa ditebak pasti nanti balik lagi ke kamar itu. Karena Febby hanya memberikan sedikit uang cash, karena memang Mike belum memberinya uang bulanan. Hanya sedikit pegangan saja, tok selama di rumah pria itu Febby tidak pernah kekurangan apapun.
tok tok tok
"Pasti mamah lagi, padahal aku sudah menyuruhnya untuk istirahat saja di rumah." Gerutu Febby.
Febby pun beranjak untuk membukakan pintu karena tadi ia menguncinya saat mau membersihkan tubuh Mike. Febby tentu tidak rela jika ada yang melihat tubuh prianya walaupun dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tapi tetap saja, walau sedang tidak berdaya, bentuk tubuh pria itu tetap sempurna dengan roti sobek yang masih ada.
"Sore Kak," sapa seorang wanita yang ternyata Rara.
"Rara, aku kira siapa. Ayo masuk." Febby membukakan pintu lebih lebar dan menyuruh Rara untuk masuk, setelahnya dia menutup pintu itu kembali.
"Bagaimana keadaan assisten Mike? Apa ada perkembangan kak?" tanya Rara tentu saja mengenai kondisi Mike.
"Seperti yang kau lihat, masih sama. Kata dokter kondisi fisiknya semuanya sudah normal tapi entah kenapa dia belum juga bangun. Mungkin dia tidak merindukan ku dan anaknya," ujar Febby terdengar putus asa.
"Mungkin assisten Mike masih butuh waktu untuk pemulihan Kak, kak Febby sudah merawatnya dengan baik. Pasti kelak kalau assisten Mike bangun, dia akan sangat berterimakasih pada kak Febby dan membalasnya dengan cinta berkali-kali lipat." Rara menyemangati Febby agar tidak menyerah pada keadaan. Sulit memang, pasti sangat tersiksa setiap hari hanya bisa memandangi orang yang kita sayang tergeletak di atas ranjang.
"Kenapa dia jahat sekali Ra, sampai kapan dia akan membuat aku menunggu. Sampai kapan dia akan membuatku sendirian. Kenapa dia tidak mau berbagi rasa sakitnya padaku, dia tanggung semuanya sendiri dalam tidurnya."
to be continue...
°°°
Aku gak tau mau ngomong apa, maaf ya Feb. Bentar lagi kamu juga bakal bahagia kok. Gak tau juga mau bangunin Mike apa engga, soalnya author lagi nggak semangat. Maaf ya Feb...
Like komen dan bintang lima 😍😍😍
__ADS_1
❤️❤️❤️