
°°°
Febby masih melihat punggung Mike yang hanya terbalut kemeja putih. Walaupun tertutup kemeja tapi Febby masih bisa melihat dengan jelas bagaimana kekarnya punggung milik pria itu.
Sudah tidur dengan banyak pria membuat Febby hapal bagaimana bentuk tubuh pria hanya dengan melihatnya sekilas. Seketika pikirannya melayang pada malam dimana dia akhirnya bisa hamil saat ini.
Dulu dia dalam keadaan tidak sadar saat melakukannya dengan Mike, dia jadi penasaran bagaimana perkasanya pria itu sampai bisa membuatnya hamil hanya dalam satu malam.
Febby tersenyum menyeringai, ia menduga jika saat ini Mike membelakanginya karena tidak tahan melihatnya yang hanya terbalut bikini seksi. Perutnya yang masih rata membuat tubuhnya masih terlihat sempurna saat menggunakan bikini.
"Kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan disana Miky...," gumam Febby.
Sejauh yang ia tau, selama ini tidak ada laki-laki yang bisa tahan melihat gerakan erotisnya saat menggoda mereka.
Febby memulai aksinya, tapi sebelum itu dia harus membuat Mike melihatnya terlebih dahulu.
"Kau sudah pulang?" tanya Febby yang hanya memperlihatkan kepalanya.
Mendengar suara Febby, Mike pun membalikkan tubuhnya lagi.
"Jangan terlalu lama berenang, tubuhmu belum benar-benar pulih," ujar Mike, walaupun sebenarnya dia mengatakan itu agar Febby cepat menutupi tubuhnya dengan pakaian yang benar.
"Baru juga sebentar, tidak usah khawatir aku sudah lebih baik. Lebih baik kamu pergi dari sana kalau tidak ingin melihatku berenang," ujar Febby lalu dia kembali masuk ke dalam air.
Kenapa dia tidak mengerti apa maksudku, apa dia ingin aku melewati batasan lagi. Pikir Mike.
Dia akhirnya duduk di kursi yang ada di pinggiran kolam, mau meninggalkan Febby sendirian disana tidak tega. Dan ia juga takut ada yang mengintip.
Rencana Febby sudah setengah berhasil, kini ia hanya perlu menyelesaikan sisanya. Mungkin dia sudah gilaa, jangan menghujatnya karena kita tidak tau bagaimana rasanya jika wanita yang bisa dikatakan hiper s*ex. Dia akan merasa selalu ingin disentuh jika sudah lama tidak merasakannya. Walaupun Febby tidak separah itu.
Febby mulai melakukan gerakan menggoda, dengan menyembulkan tubuhnya ke permukaan hingga perutnya. Tubuhnya yang basah dengan hanya menggunakan kain yang sedikit menutupi bagian dadanya yang besar terlihat sangat menggoda.
__ADS_1
Mike hanya bisa menelan ludahnya sendiri, menyaksikan bagaimana indahnya tubuh Febby saat ini. Apalagi bagian dadanya yang seakan ingin melepaskan diri dari kain penutup itu.
Kenapa terlihat lebih besar dadanya, apa karena kehamilannya membuat dada itu semakin besar.
Pikiran Mike mengingat saat dulu ia menghabiskan malam dengan Febby, seingatnya dada Febby tidak sebesar itu. Tangannya masih bisa menangkupnya tapi kini sepertinya satu tangannya tidak akan muat menangkupnya.
Memikirkan hal itu membuat Mike kembali gerah, apalagi saat ini tangan Febby bergerak menyusuri leher dan dadanya sendiri.
Apa yang dia lakukan, apa dia sedang menggodaku.
Belum puas dengan apa yang tadi dia lakukan, kini Febby bergerak menaiki tangga agar laki-laki itu bisa melihat bagaimana keindahan tubuhnya dari atas hingga bawah.
Benar saja saat ini Mike sudah membuka dasinya yang terasa mencekik padahal sudah ia longgarkan, dadanya yang bidang juga sudah terbuka lebar membuat Febby semakin penasaran. Meski yang lebih membuat wanita itu penasaran adalah ukuran milik pria itu yang mampu membuatnya menggelinjang saat keadaan mabuk.
Febby berjalan mendekati Mike yang masih setia memandanginya. Dia berjalan dengan sangat cantik memperlihatkan kaki jenjangnya.
Sampai di depan pria itu, Febby tersenyum menggoda.
"Apa kau gerah? Kenapa tidak berenang bersama?" tawarnya seraya mengedipkan sebelah matanya dan tangannya yang penasaran pun sempat meraba dada bidang yang terbuka itu. Setelahnya dia kembali menceburkan diri ke kolam dan berenang menuju ujung yang sedikit tertutup dari luar.
Kenapa dia malah menggodaku, kesal Mike pada tingkah Febby yang sudah berani menggodanya.
"Rupanya kau mau bermain-main denganku, baiklah kali ini kamu yang meminta jangan salahkan aku kalau kau tidak ingin berhenti saat merasakannya." Geram Mike yang akhirnya menyerah juga, dia mulai melucuti pakaiannya hingga tersisa celana pendeknya. Otot perutnya yang tercetak sempurna terpampang nyata.
"Sabarlah, sebentar lagi kau akan mendapatkan apa yang kau mau," gumamnya pada sesuatu yang menonjol di balik celananya.
Byurrr...
Febby yang mendengar suara air yang terkoyak pun tersenyum puas, rencananya berhasil. Laki-laki itu sama saja dengan pria diluaran sana yang mudah tergoda.
Febby bergerak naik dan duduk di pinggir kolam, menunggu Mike datang menghampirinya. Tidak butuh waktu lama dia menunggu. Pria itu mulai terlihat berenang ke arahnya.
__ADS_1
Dan tepat di hadapan Febby, Mike naik ke permukaan. Kini kebalikannya, justru Febby lah yang menganga hingga meneteskan air liurnya.
Tubuhnya sangat sempurna, lebih dari yang ku bayangkan. Tatap Febby dengan mata berbinar.
Mike yang melihat Febby terpana dengan tubuhnya pun semakin mendekat dan bertumpu pada bibir kolam tempat wanita itu duduk hingga kini mereka berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.
"Kenapa, apa kau ingin menyentuhnya?" tanya Mike datar namun malah menggoda di telinga Febby.
Semakin ditantang Febby makin berani, dia menyusuri liatnya otot perut pria itu.
"Bagus juga tubuhmu, aku tidak menyesal pernah tidur denganmu." Tentu saja Febby sengaja memancing Mike.
Seketika Mike menarik tangan Febby hingga terjatuh masuk kedalam kolam. Dia menangkap tubuhnya hingga mereka saling menempel.
"Apa kau sudah lupa bagaimana kita melewati malam itu?" tanya Mike.
"Bagaimana aku bisa ingat kalau tidak ada yang berkesan, ibaratnya itu milikmu B aja." Febby sengaja, padahal dia sama sekali tidak sadar malam itu.
"Apa maksudmu B, Apa B?"
"Maksudnya... B itu Biasa aja," Febby terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.
Sebagai laki-laki, Mike pun tersulut emosi mendengar Febby mengatakan jika miliknya biasa saja. Padahal malam itu Febby mengerang keenakan saat merasakan miliknya yang mengobrak-abrik lubangnya. Sudah jelas seharusnya sebesar apa milik Mike, Febby yang sudah biasa melakukan hubungan intim saja kesusahan saat dimasuki milik Mike.
"Sepertinya aku harus mengingatkanmu agar kau tidak pernah bisa melupakannya," ujar Mike, seraya mengeratkan pelukannya pada pinggang Febby.
"Benarkah, aku jadi penasaran apa kau bisa membuatku puas. Standar kepuasanku itu cukup tinggi jadi tidak gampang membuatku tidak bisa melupakannya," Dengan berani Febby mengusap milik Mike yang sudah mengeras, dan seketika Febby membulatkan matanya. Bisa ia rasakan sebesar apa milik pria itu dibalik celana. Pantas saja pagi itu dia sampai kesusahan berjalan.
to be continue...
°°°
__ADS_1
Febby berani membangunkan anak konda yang lagi tidur 🤦🤦
Sudahlah, author gak bisa ngomong apa-apa lagi...