Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
145. Damai


__ADS_3

°°°


Para warga menerobos masuk ke dalam area proyek dan menghancurkan apa saja yang bisa mereka hancurkan dengan penuh amarah.


Bodyguard yang melindungi Revan tidak berdaya menghalangi warga yang jumlahnya lebih banyak.


"Tuan, sebaiknya anda pergi dari sini sebelum warga semakin mengamuk." Mike yang sedang sedikit cedera khawatir jika tidak bisa melindungi tuannya.


"Tidak Mike kita hadapi sama-sama." Revan menatap Mike dan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun berusaha menghadang warga yang ingin merusak bangunan yang baru berdiri setengahnya itu. Walaupun warga sesekali menghantam tubuh mereka dengan barang yang mereka bawa, seperti balok kayu dan benda keras lainnya.


"Dengar semuanya, jika kalian terus merusak bangunan ini maka saya akan melaporkannya ke pihak berwajib dan kalian semua akan di penjara bahkan harus membayar denda."


Mike bersuara dengan menggunakan pengeras suara agar para warga bisa mendengar suaranya di tengah kericuhan itu.


"Benar, saya tidak akan segan menjebloskan kalian ke penjara dan menuntut kalian dengan hukuman seberat-beratnya." Revan terpaksa mengancam mereka agar menghentikan aksinya.


"Kami tidak takut!! Proyek ini sudah mengganggu lingkungan kami!!" Teriak mereka.


"Begini saja bagaimana kalau kita bicarakan baik-baik, kalau memang proyek ini terbukti banyak merugikan kalian maka saya akan menghentikan saat itu juga," tegas Revan agar para warga menjadi tenang.


Para warga terlihat saling pandang untuk meminta pendapat.


"Kalian juga bisa mengatakan keluhan dan kerugian apa saja yang kalian alami." Revan bersuara lagi.


Sepertinya amarah warga sudah sedikit mereda mendengar perkataan Revan, buktinya mereka sudah menurunkan senjata yang mereka gunakan untuk merusak tadi.


"Baiklah, kami mau berbicara dengan Anda tapi jika kami tidak puas dan tetap merasa jika proyek ini merugikan. Maka kalian semua harus angkat kaki dari tempat ini."


Revan pun mengangguk, dia yakin jika mereka semua sedang terprovokasi oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Dia harus bisa meyakinkan warga tentang keuntungan apa saja yang bisa warna dapatkan. Karena memang proyeknya ini tidak hanya untuk kepentingannya semata tapi dia sudah memikirkan semuanya.

__ADS_1


,,,


Akhirnya empat perwakilan warga duduk bersama dengan Revan dan Mike untuk meminta penjelasan. Mike pun mulai menjelaskan apa saja yang bisa warga sekitar dapatkan jika proyek hotel dan wisata itu selesai di bangun.


Hampir tiga jam para tetua desa dan pemimpin fresh grup di dalam ruangan itu. Sempat ada adu mulut dan bersitegang awalnya sampai akhirnya para tetua luluh juga berkat Revan yang begitu sabar menghadapi mereka. Jika Mike masih menggunakan emosi maka Revan yang selalu menahan amarahnya.


Mereka bersalaman, senyum kelegaan terpancar dari wajah para tetua. Mereka ternyata hanya korban dari provokator yang berniat menjatuhkan Revan. Namun, Revan sudah menjelaskan jika apa yang dibilang orang itu sama sekali tidak benar.


"Terimakasih Tuan, maaf sebelumnya karena kami sudah membuat keributan dan merusak bangunan itu," ujar Pak RT.


"Tidak apa-apa, saya mengerti apa yang para warga khawatirkan. Insyaallah semua informasi yang kalian terima dari orang itu sama sekali tidak benar. Saya bisa jamin itu." Revan menjabat tangan pak RT.


"Terimakasih juga karena kalian sudah mau memberikan informasi pada kami tentang orang itu. Saya tidak akan membiarkan orang yang sudah memprovokasi warga itu berkeliaran lagi."


Revan sudah tidak bisa mentolerir lagi, mereka bukan hanya sudah membuat warga merusak tapi juga sudah memakai kekerasan bahkan Mike terluka parah. Revan tau itu, walaupun sang assisten terlihat baik-baik saja tapi luka di punggungnya pasti sangat sakit.


"Tentu Tuan, kapanpun tuan-tuan membutuhkan bantuan warga. Kami siap untuk membantu," sahut pak RW dan dua orang lainnya pun menganggukinya.


Mereka keluar untuk menemui para warga yang menunggu di luar. Sambutan para warga yang penasaran dengan hasil musyawarah pun langsung mendekati mereka berenam.


Pak RT langsung menjelaskan kesimpulan dari apa yang sudah dibicarakan di dalam, tidak semua diucapkan karena akan terlalu lama dan membuang waktu. Revan juga yang meminta agar para tetua tidak bicara soal Revan yang akan mencari sang provokator, karena takutnya orang itu akan kabur.


Akhirnya para warga pun membubarkan diri dari penginapan yang ditempati Revan dan Mike.


"Oh iya Tuan, sebagai permintaan maaf kami yang sudah salah paham terhadap anda. Kami ingin mengajak tuan untuk makan malam bersama para warga. Bagaimana apa tuan bersedia?" tanya pak RT pada Revan.


"Tentu saya sangat tersanjung mendengarnya, saya tidak akan menolak niat baik bapak. Saya akan hadir bersama assisten Mike." Revan tidak mungkin menolak niat baik mereka.


Akhirnya pak RT dan yang lainnya pun pamit untuk mempersiapkan acara makan malam.


"Tolong panggilkan dokter, Mike kau harus mengobati lukamu dulu," titah Revan pada anak buahnya.

__ADS_1


"Tidak perlu Tuan, saya bisa mengobatinya sendiri." Mike menolak dipanggilkan dokter.


"Tapi Mike, aku khawatir lukamu akan semakin parah jika tidak segera di obati," ujar Revan.


"Tuan juga terluka lebih baik tuan saja yang diobati, saya permisi ke kamar dulu Tuan." Mike langsung pergi ke dalam kamarnya meninggalkan Revan.


"Mike... hai... dasar keras kepala." Revan geleng-geleng kepala menghadapi assisten nya.


,,,


Malamnya seperti yang sudah dijanjikan tadi siang, Revan dan Mike datang ke perjamuan kecil yang diadakan warga sekitar lokasi proyek.


Revan sendiri tidak menyangka jika warga sangat antusias menyambutnya. Mungkin karena mereka sudah mendengar apa saja keuntungan yang bisa mereka dapatkan nantinya jadilah sangat bersemangat mengadakan makan malam.


Makan malam yang diadakan di aula desa sangat meriah. Banyak makanan dan hiburan juga, seperti tari-tarian dan ada juga yang menyanyi.


"Tuan bagaimana, apa anda suka dengan acaranya?" tanya pak RT mewakili warga.


"Saya sangat senang bisa ada di antara kalian semua, para warga di sini sangat ramah dan baik. Semoga kedepannya kita bisa bersama-sama maju." Revan sudah seperti kader partai yang sedang meyakinkan warga untuk memilihnya.


Revan bisa dengan mudah berbaur dengan para warga, mengobrol dan sesekali saling melempar candaan.


Berbeda dengan Mike yang lebih memilih tempat yang sepi di pojokan, jauh dari orang-orang. Bukannya sombong tapi dia memang tidak suka keramaian. Walaupun begitu tadi dia sudah menyapa para warga.


Dannn ada yang menarik dari pesta kecil-kecilan itu. Ternyata Para bapak dan ibu-ibu yang hadir ada maksud tertentu dengan dua pria tampan itu. Coba tebak, mereka berlomba-lomba menunjukkan keahlian putri mereka. Apalagi tujuannya kalau bukan sebuah harapan agar putri mereka bisa dipersunting dua pria tampan nan bergelimang harta seperti Revan dan Mike.


to be continue...


°°°


Done empat bab ya guys...

__ADS_1


Walaupun jariku lelah aku tetap menulis untuk kalian, love you selangit cakrawala untuk kalian semua... ❤️❤️❤️


__ADS_2