Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
60. Masih Terasa Sempit


__ADS_3

°°°


Mobil yang Mike kendarai sudah terparkir di depan hotel mewah. Dia langsung masuk ke dalam kamar tanpa memesan ataupun check in karena ia adalah salah satu member VVIP.


Bekerja pada keluarga Herwaman dan mempunyai beberapa club' malam serta usaha di bidang lainnya, membuat Mike dengan gampangnya memiliki member VVIP.


Febby yang makin tidak bisa mengendalikan diri, terus menempel pada Mike di lift. Untunglah itu adalah lift khusus untuk tamu VVIP, jadi tidak ada tamu atapun karyawan hotel yang menaikinya.


"Sayang, apa kau merasa panas?" Rancau Febby yang sedang berusaha melepaskan tali dress di pundaknya.


"Apa kau gilaa, jangan membuka bajumu disini." Mike sampai kewalahan menghadapinya.


Akhirnya sampai juga mereka di kamar VVIP, begitu masuk Febby langsung melepaskan tali-tali dressnya. Hingga kain yang menutupi tubuhnya itu terjatuh begitu saja. Kini hanya ada dalaman yang menutupi kedua asetnya.


Mike yang baru saja berbalik pun membulatkan matanya. Bagian bawah tubuhnya yang sudah menegang, semakin terasa sesak ingin segera dikeluarkan.


Ini gilaa, kenapa aku bisa bergairah saat melihat tubuh wanita itu.


Febby yang tubuhnya semakin merasa panas, meliuk-liukkan tubuhnya tidak karuan. Dia pun hendak melepaskan kain terakhir yang menutupi kedua asetnya.


Namun, Mike mencegahnya. Pikirannya masih berperang antara melanjutkan niatnya atau membatalkannya. Karna ia yakin, dengan tegangan sang adik kecil sudah cukup membuktikan jika dirinya normal. Dia juga tidak ingin melakukan pertama kali dengan wanita yang sudah rusak.


"Tunggu, pakailah pakaianmu kembali," perintah Mike.


"Kenapa, apa kau tidak ingin bersenang-senang." Febby bergerak mendekati Mike.


"Pakai apapun untuk menutupi tubuhmu, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu. Aku akan memesan kamar yang lain."


Baru saja Mike berbalik, Febby menghambur memeluknya dari belakang.


"Tunggu, jangan tinggalkan aku sendiri. Aku mohon... " Nada suaranya bergetar menahan tangis.


Mike membeku mendengarnya.


"Jangan pernah tinggalkan aku sayang, aku juga wanita sama seperti yang lain. Aku juga ingin dicintai dan disayangi seperti wanita lain. Hiks..."


"Apa karena aku sudah hancur jadi kalian semua menganggapku tidak berharga lagi. Kenapa kalian para pria egois dan hanya menginginkan wanita yang baik untuk menjadi pendamping hidup kalian."


Febby, meluapnya isi hatinya. Entah apa maksud ucapannya yang pasti kalimat itu tidak mungkin terucap bila ia sadar.


"Hahaha... aku memang bukan wanita baik-baik. Ya aku memang suka harta, apa aku salah kalau ingin hidup dengan banyak uang."

__ADS_1


Ucapan Febby merembet kemana-mana, Mike pun mendengarnya dengan baik. Entah kenapa ia merasa iba pada wanita itu.


Tidak ada perempuan yang ingin hidupnya seperti itu, kadangkala mereka juga mempunyai alasan mengapa akhirnya terjelembah ke dunia yang seperti itu. Bahkan ada juga wanita yang terpaksa menjajakan tubuhnya demi menyambung hidup.


Mike memeluk tubuh Febby yang masih sibuk meluapkan isi hatinya. Dia sendiri tidak tau apa yang menyebabkan wanita itu menjadi seperti itu. Yang ia tau saat kakek Tio menyuruhnya menyelidikinya, ia menemukan jika Febby suka datang ke club' dan bermalam dengan banyak pria.


Ya kakek Tio juga tidak salah, ia pasti ingin yang terbaik untuk mendampingi cucunya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Febby tenang dalam pelukan pria yang baru ia kenal itu tapi sudah membuat ia nyaman.


Dia seakan tidak ingin melepaskan pelukannya, walaupun ia hanya menggunakan pakaian dalam saja dan sedikit mengganggu adik kecil milik Mike.


Setelah dirasa Febby cukup tenang, Mike pun mencoba membawa ia ke ranjang agar wanita itu beristirahat. Karena sejujurnya berdekatan dengan Febby membuatnya terus menegang. Ia tidak ingin melewati batas dan berniat keluar setelah wanita itu tidur.


"Tidurlah...," ujar Mike seraya menutupi tubuh Febby yang terbuka dengan selimut.


"Tunggu, jangan pergi."


Muka memelas Febby akhirnya membuat Mike ikut merebahkan tubuhnya di ranjang itu.


"Baiklah, aku akan disini tapi kamu tidur dan jangan banyak bergerak."


Tangan Febby kembali bermain-main menyusuri rahang dan dada Mike yang terasa liat. Dia seperti sangat menyukainya, baru kali ini ia menemukan dada seliat itu.


Kesedihan yang tadi terasa seolah sirna begitu saja, kerinduannya terhadap sentuhan membuatnya ingin merasakan pria itu.


"Apa yang kau lakukan!" Bentak Mike saat Febby tiba-tiba duduk di atas tubuhnya.


Sementara Febby tidak peduli, ia mendaratkan bibirnya di dada bidang milik Mike yang sudah terbuka sebagian kancingnya.


"Shiiittt!! Berhentilah!!" Mike takut tidak bisa menahannya lagi.


"Kenapa sayang, bahkan punyamu sudah mengeras di bawah sana."


"Kau...!!"


Perkataan Mike terhenti saat Febby membungkamnya dengan bibir seksinya. Tubuhnya pun tidak tinggal diam, ia menggerakkan pinggulnya hingga miliknya yang masih terbungkus kain bergesekan dengan milik Mike yang juga masih di dalam sangkarnya.


Mike yang baru merasakan itu pun menggeram, sesuatu dibawah sana sudah sangat sesak.


Febby yang memang sudah sangat lihaipun memimpin permainan, dia berhasil membuat Mike yang kaku berada dibawah kendalinya.

__ADS_1


Mike tidak mau kalah, walaupun itu pertama baginya tapi bagi pria pasti tau apa yang harus di lakukan. Ia membalikkan tubuh Febby hingga kini ia yang di atas. Dengan sekali hentakan ia berhasil memasukkan miliknya yang besar ke inti Febby yang terasa sesak.


Padahal ini bukan pertama kalinya bagi Febby, tapi entah bagaimana wanita itu merawat daerah intinya hingga masih terasa sempit saat Mike melesatkan pusakanya.


"Aahhh... ini sangat besar. Ahh..."


Febby menggeliat, rasanya ia baru merasakan yang sebesar itu dan sedikit membuat miliknya sakit. Meskipun bukan pertama baginya tapi milik Mike berhasil membuatnya menggila.


Permainan mereka tidak hanya sekali, Mike berulangkali menumpahkan cairannya dalam lubang kenikmatan. Hingga Febby terlihat lemas, barulah ia menyudahi permainan itu.


"Apa aku sudah gilaa, aku benar-benar melakukannya."


Mike sedikit frustasi saat menyadarinya. Meskipun dia bukanlah lelaki pertama yang melakukan dengannya, tapi entah kenapa pria itu ingin bertanggung jawab.


Dipandanginya wajah Febby yang sudah terlelap karena kelelahan. Mike menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik itu. Saat tertidur seperti itu, wajahnya sangat polos.


"Sebenarnya apa yang membuatmu menjadi seperti sekarang. Apapun itu, mulai sekarang aku tidak akan membiarkan kamu melakukannya dengan pria lain."


"Biarkan Tuan Revan bahagia dengan istrinya, jangan mengharapkannya lagi. Kau akan menjadi milikku mulai sekarang."


Setelah bermonolog sendiri pada Febby yang terlelap, Mike memunguti baju-bajunya dan membersihkan diri di kamar mandi.


Mike bekerja pada keluarga Herwaman tepatnya pada kakek Tio, karena hutang budinya pada kakek Tio. Dulu ia hampir ditangkap oleh polisi karena salah satu usahanya yang bergerak di bidang selundupan senjata ilegal. Jika bukan kakek Tio yang menjaminnya ia tidak mungkin bisa bebas dari jeratan hukum.


Kakek Tio pada saat itu memintanya menjadi bawahannya dan sekarang dia bertugas menjadi bawahan cucu tuannya.


to be continue...


Bagi rahasianya dong Feb, biar tetap sempit?


Wkwkwk author juga mau.


°°°


...Yuk tinggalkan jejak. Jangan lupa favoritkan juga. Komenin author apa saja yang kalian mau....


...Salam goyang jempol dari author halu yang hobinya rebahan....


...Like, komen, bintang lima jangan lupa yaa.....


...Sehat selalu pembacaku tersayang...

__ADS_1


__ADS_2