
°°°
Febby benar-benar belajar menghadap Tuhannya dengan benar kali ini. Sedikit-sedikit dia sudah mulai tau bagaimana caranya berwudhu dan sholat. Meskipun dia belum bisa menghafal bacaannya tapi tidak apa-apa karena hal itu bisa belajar sambil berjalan.
"Bagaimana Ra, apa tadi aku sudah benar melakukan nya?" tanya Febby yang baru saja mengambil wudhu dengan diperhatikan oleh Rara yang berdiri di pintu.
"Benar Kak, kak Febby pintar. Baru tadi belajar sudah bisa melakukannya dengan benar," puji Rara yang merasa bangga.
"Nah setelah ini kita sholat ashar namanya kak," terangnya lagi dan Febby pun mengangguk. Dia sudah mencatat semua yang Rara ajarkan termasuk waktu sholat lima waktu.
Mereka sudah memakai mukenah saat ini.
"MasyaAllah kak Febby cantik sekali," puji Rara lagi saat melihat Febby menutup auratnya.
Febby pun tersipu mendengar pujian Rara. Apa mungkin dirinya cantik sedangkan rambut indahnya saja tak terlihat.
"Coba lihat kak, cantik kan?" Rara mengambil ponselnya dan memotret Febby yang sedang tersipu.
"Ya ampun, kenapa kamu mengambil fotoku diam-diam. Aku jelek sekali."
"Kata siapa kak, kak Febby sangat cantik kok. Kalau kak Mike sudah bangun dan melihat kak Febby seperti ini pasti dia tambah cinta pada kakak." Rara benar-benar memuji kecantikan Febby saat ini, padahal dia sama sekali tidak menggunakan makeup tapi auranya terus terpancar. Mungkin karena pertaubatan nya pada sang pencipta yang membuat dia memiliki energi positif.
"Kamu bisa saja...." Seandainya benar kalau dengan aku menutup aurat dia bisa sadar. Aku mau melakukannya.
"Sekarang kita sholat, sholat lima waktu itu hukumnya wajib bagi orang yang beragama Islam. Dan Allah menyukai hambanya yang tidak menunda-nunda waktu sholat, jadi kalau bisa setelah kita mendengar suara adzan kita harus segera menunaikan sholat kak."
Febby pun mengangguk mengerti, dia bertekad ingin jadi hamba yang di sayang oleh Allah agar doanya yang ingin Mike segera bangun bisa terdengar oleh Nya dan insyaAllah doanya juga akan terkabul. Sungguh Febby sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba.
"Apa sudah siap kak. Kalau kakak kesulitan untuk melakukan gerakan sholat saat perut kak Febby sudah semakin besar nanti. Kak Febby bisa melakukannya sambil duduk," terang Rara lagi. Hari ini Febby benar-benar mendapatkan banyak pelajaran berharga yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
"Apa boleh Ra, apa nanti sholatnya sah?" ragu Febby.
"Tentu Kak, Allah SWT itu maha baik. Untuk orang hamil, sakit sampai tidak bisa bangun dan karena banyak hal lainnya yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk sholat sambil berdiri. Mereka bisa melakukan sholat dengan duduk atau berbaring,"
Setelah mendengar berbagai penjelasan dari Rara, mereka pun menunaikan ibadah sholat ashar. Dengan Rara di depan sebagai imam sekaligus untuk contoh kalau Febby lupa di tengah-tengah.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan seusai menjalankan sholat. Febby terharu, karena bisa dibilang mungkin ini adalah pertama kalinya dia melakukan sholat selain dulu waktu masih sekolah itupun karena penilaian mata pelajaran agama.
"Ya ampun Ra, aku terharu sekali akhirnya aku bisa sholat dan rasanya hatiku jadi lebih tenang dan sejuk. Kalau tau setelah melakukan ibadah rasanya adeemm seperti ini pasti aku sudah melakukannya dari dulu," ujar Febby yang masih berlinang air mata.
"Syukurlah Kak, kalau kakak merasa seperti itu. Kita memang akan jauh lebih tenang setelah menghadap sang pencipta. Kita juga bisa curhat sepuasnya tanpa perlu khawatir akan ada yang menceritakan pada orang lain."
Beberapa saat kemudian, Febby juga belajar mengaji. Tidak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting sudah punya niat untuk bertaubat. Kan tidak mungkin kalau harus langsung bisa menjalankan semuanya. Semua juga butuh proses.
,,,
Di perusahaan fresh grup.
Revan baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya dan dia berniat ke rumah sakit untuk menjemput istrinya tercinta setelah tadi sang istri mengabari kalau dia masih di rumah sakit.
Revan memasuki lift khusus petinggi perusahaan itu. Lalu langsung menuju parkiran. Sangat sepi karena memang itu sudah lewat jam pulang kantor.
Revan berjalan sambil memainkan ponselnya, sedang berkirim pesan dengan sang istri.
"Ya ampun... kenapa mogok. Dasar motor tua."
"Siapa di sana?" sentak Revan.
"Maaf Tuan, saya karyawan disini dan saya baru saja selesai lembur," ujarnya seraya menunduk, selain dia takut dia juga silau terkena cahaya itu.
"Siapa nama kamu dan di bagian mana kamu bekerja?" tanya Revan dengan waspada.
"Nama saya Rindu dan saya bekerja di bagian pemasaran," jawab orang itu yang ternyata adalah Rindu.
"Bukannya staf bagian itu seharusnya sudah pulang, lalu kenapa kamu lembur sendirian." Revan mulai curiga dengan wanita itu.
"Itu karena mulai besok saya bekerja di bagian lain makanya saya harus menyelesaikan pekerjaan ku hari ini juga Tuan," terang Rindu lagi dengan tubuh yang sudah bergetar karena takut. Takut dikira pencuri atau penyusup.
"Benarkah, apa kamu bisa dipercaya? Kalau sampai kamu ketahuan berbohong maka kamu akan tau konsekuensinya karena di perusahaan ini banyak rahasia yang tidak boleh sampai jatuh ke tangan saingan."
"Maaf Tuan, saya benar-benar tidak berbohong. Saya bersumpah kalau saya memang lembur untuk menyelesaikan pekerjaan. Anda bisa bertanya pada atasan saya Tuan." Rindu menangkup kedua tangannya memohon.
__ADS_1
"Kalau begitu sekarang kamu ikut saya ke pos security untuk mencatat data dan keterangan yang tadi kamu katakan. Bukan saya tidak percaya, hanya saja saya harus memastikan perusahaan ini aman dari penyusup."
"Baik Tuan, saya akan mengikuti perintah anda," ujar Rindu dengan yakin. Ya dia memang tidak melakukan kesalahan apapun jadi tidak perlu takut kalau cuma melapor.
Revan pun berjalan lebih dulu dan Rindu berjalan agak jauh dengan kepala yang terus menunduk.
Sampai di ruang keamanan dan cukup terang. Semua anggota tim keamanan perusahaan itu langsung berdiri dan menunduk hormat pada Revan.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya salah satu petugas keamanan.
"Tolong kamu catat keterangan dari wanita ini yang katanya karyawan perusahaan ini."
Revan pun menyuruh wanita itu untuk duduk dan di mintai keterangan oleh penjaga keamanan. Sementara dia pergi keluar untuk mengabari sang istri kalau mungkin dia datang terlambat.
Setelah itu dia kembali ke dalam untuk memeriksa wanita tadi dan terlihat kalau petugas keamanan masih belum selesai menanyai wanita itu.
"Saya lembur untuk menyelesaikan pekerjaan karena besok saya pindah bagian," ujar Rindu.
"Kamu mau dipindah bagian mana, biar saya catat untuk menanyakannya besok."
"Hari ini saya baru saja ikut seleksi untuk menjadi sekretaris direktur utama dan saya terpilih. Jadi besok saya sudah mulai berkerja menjadi sekretaris," terang Rindu.
"Jadi kamu yang akan sekretaris baruku?"
Semua orang menoleh termasuk Rindu.
to be continue...
°°°
Maafkan Abang yang pelupa ya neng.
LIKE KOMEN DAN BINTANG LIMA 😍
Gomawo 🤗
__ADS_1