Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
187. Tamak


__ADS_3

°°°


Di perusahaan Fresh Grup.


Di sebuah ruangan rapat sudah duduk jajaran dewan direksi dan para bawahannya.


Danu dan para sekutunya yang mengadakan rapat dewan mendadak itu, padahal seharusnya rapat dewan hanya diadakan satu bulan sekali dan harus seijin direktur utama.


Danu sedang membujuk para pemegang saham untuk mendukungnya menjadi direktur utama yang baru menggantikan Revan yang katanya koma, karena memang menurut berita yang sengaja beredar Revan dan Mike masih koma.


"Bagaimana tuan-tuan, disini saya lah satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat untuk menjadi direktur utama fresh grup. Seperti yang kalian ketahui kalau tuan besar Hermawan hanya mempunyai satu cucu jadi tidak ada penggantinya. Hanya saya sebagai pemegang saham terbesar kedua yang pantas."


Para dewan direksi berbisik-bisik menimbang apa yang Danu bicarakan. Ada setuju tampaknya tapi ada juga yang menatap tidak suka pada lagak Danu yang sok berkuasa.


"Jadi bagaimana tuan-tuan, kalian setuju kan saya yang menjadi direktur utama karena jabatan itu tidak bisa terlalu lama kosong. Seperti yang kalian tau kalau beberapa proyek batal dikerjakan karena tidak mendapatkan tanda tangan persetujuan dan beberapa investor juga ada yang mundur karena proyek tidak berjalan."


Danu berusaha meyakinkan para dewan direksi. Dia terus mengompori dan menjelekkan Revan selama memimpin perusahaan.


"Kalian tau kan, direktur utama yang sekarang baru memimpin berapa hari tapi sudah banyak masalah dia buat. Dan sekarang banyak masalah juga yang dia tinggalkan dan hanya saya yang mampu menyelesaikan itu semua, tapi saya butuh jabatan itu untuk sementara waktu agar aku bisa mempunyai kuasa untuk menandatangani beberapa kontrak kerjasama."


Danu menyeringai saat melihat wajah orang-orang disana sudah mulai terpengaruh.


"Tuan sepertinya mereka sebentar lagi akan menyetujui rencana tuan," bisik salah satu pengikut Danu.


"Bagaimana kalau kita putuskan melalui voting," usul salah satu dewan direksi dan semua pun setuju.


Danu mengepalkan tangannya mendengar hal itu padahal sedikit lagi dia mendapatkan jabatan itu tapi ada orang yang mengusulkan hal yang menurutnya tidak penting.


"Tenang saja Tuan, saya jamin yang memilih anda lebih banyak dari pada yang tidak setuju," anak buah Danu membisikkan sesuatu, ya mereka sudah menyogok sebagian orang yang ada disana untuk mendukung Danu menjadi pemimpin.


"Baiklah, silahkan kalian lakukan voting dan jika yang setuju lebih banyak maka saya yang akan menjadi pemimpin baru di perusahaan ini," ujar Danu penuh percaya diri karena sudah banyak uang yang ia keluarkan untuk membentuk sekutu.


Orang yang duduk di kursi paling ujung pun mengangkat tangannya, pertanda kalau dia setuju dengan Danu.

__ADS_1


Papan untuk mencatat jumlah voting hampir seimbang antara orang yang setuju dan tidak setuju. Kini tersisa satu orang yang belum mengeluarkan suaranya. Kalau dia setuju otomatis Danu lah yang memimpin tapi kalau dia tidak mengangkat tangan berarti tidak setuju.


Sementara Danu sudah tertawa dalam hati karena sisa satu orang itu adalah sekutunya, dia sudah sangat senang karena sebentar lagi dia akan jadi pemimpin.


"Tuan silahkan apa pilihan anda," ujar orang yang mencatat jumlah voting.


Dan benar saja kalau orang itu mengangkat tangannya.Sudah di pastikan kalau Danu akan menjadi direktur utama. Dia tidak takut kakek Tio marah padanya karena dia sudah mendapatkan dukungan dari para dewan direksi.


Suara tepuk tangan dari orang-orang yang mendukung Danu menggema, mereka sangat gembira karena mulai sekarang mereka akan dengan mudah menggrogoti perusahaan.


Sampai tiba-tiba lampu di ruangan itu mati barulah membuat orang-orang itu menghentikan tepuk tangan mereka dan berganti dengan suara panik dari mereka.


"Ada apa ini, kenapa lampunya tiba-tiba mati," panik Danu.


"Sebentar tuan, biar saya periksa," ujar bawahannya.


"Iya cepatlah periksa, acaranya belum selesai. Aku belum mendapatkan tanda tangan mereka sebagai persetujuan," sungut Danu.


Semua orang memperhatikan layar proyektor itu, termasuk Danu yang tidak tau menahu mengenai itu. Dia kira itu adalah ulah anak buahnya."


Sampai sebuah video diputar disana, menampilkan Danu bersama orang-orang nya yang merencanakan semua perbuatannya. Dari mulai menggelapkan uang perusahaan, lalu masalah proyek di luar kota dan terakhir rencana tentang kecelakaan yang menimpa Revan dan Mike.


"Hai matikan ini, siapa yang sudah membuat kekacauan. Cepat tangkap orang yang sudah merekayasa video ini." Danu panik melihat Video dirinya saat melakukan kejahatan. Apalagi saat melihat wajah para dewan direksi yang terlihat sudah hilang kepercayaan.


Shiiittt!! Siapa sebenarnya yang sudah melakukan ini. Bukannya anak itu koma dan bukti ini apa orang tua itu yang melakukannya. Danu kelimpungan mencari cara untuk membantah semua fakta yang ada dalam rekaman itu.


Tiba-tiba lampu kembali menyala saat video itu selesai di putar. Tapi mendadak suara tepuk tangan keras menggema bersamaan dengan pintu ruangan itu terbuka.


Semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangannya dari Danu dan sekarang beralih pada sumber suara. Berapa terkejutnya mereka saat melihat siapa sosok orang yang masuk dengan sangat berwibawa.


Revan lah yang datang, dia bertepuk tangan sampai di depan Danu yang tercengang dengan apa yang ia lihat.


"Apa anda senang dengan sambutan ku tadi," ucap Revan sedikit berbisik.

__ADS_1


Danu mengepalkan tangannya di bawah meja. Bagaimana mungkin saat ini Revan ada di depan matanya, padahal dari informan yang ia suruh saat ini seharusnya Revan sedang berbaring di atas ranjang.


"Kenapa kamu tidak mengundang ku untuk datang ke pertemuan ini tuan Danu," sindir Revan.


Danu keluar keringat dingin dari sekitar dahinya, dia bingung menjawab apa.


"Maaf tuan, saya kira anda belum sembuh jadilah aku membuat pertemuan darurat karena banyak proyek yang dibatalkan dan terancam gagal kalau perusahaan ini tidak ada pemimpin." Ujar Danu beralasan.


"Oh iya... anda baik sekali , sampai memikirkan kerugian perusahaan padahal selama ini anda yang sudah membuat perusahaan lepas kendali.


"Aku... aku... Anda tidak bisa menuduh sembarang, bagaimana anda bisa membuktikan kalau aku melakukan semuanya itu." Danu meradang, Dia ingin pergi dari sana tapi pintu masuk satu-satunya dijaga ketat oleh beberapa bodyguard.


"Ohh anda ingin bukti, baiklah saya akan bawakan apa yang anda mau." Revan duduk di kursi pemimpin yang tadi sempat dicicipi sebentar oleh Danu dan sekarang sudah diambil alih oleh pemilik aslinya.


Revan menjentikkan dua jarinya dan pak Ahmad pun masuk.


"Pak Ahmad, tolong kamu bagikan pada semua orang. Bukti kebusukan tuan Danu," ujar Revan.


Sontak Danu membelalakkan matanya, ingin tau bukti seperti apa yang Revan miliki. Sampai saat ia melihat bukti yang Revan bawa, Danu hampir saja terkena serangan jantung setelah membacanya.


to be continue...


°°°


Makanya jangan tamak jadi orang, harta kan nggak dibawa mati.


Jangan ditiru ya guys yang seperti itu.🤭


like komen dan bintang lima 😍


Gomawo ❤️❤️


Sehat selalu pembacaku tersayang.

__ADS_1


__ADS_2