Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
61. Enak-enak Dapat Black card


__ADS_3

°°°


Matahari mulai menyingsing, memancarkan sinarnya yang menghangatkan bumi. Sebagai orang sudah memulai aktivitas. Namun, sesosok wanita dengan tubuh polosnya masih meringkuk di balik selimut.


Bunyi cuitan burung dan silaunya cahaya matahari yang menyeruak di celah kamar sama sekali tidak menggangu tidurnya. Rasa lelah dan tenaga yang hampir habis membuatnya ingin tidur lebih lama lagi.


Namun, suara ketukan pintu mengakhiri mimpi indahnya yang sedang bercinta dengan seorang pria.


"Siapa si pagi-pagi begini. Pasti mamah."


"Aku masih ngantuk Mah," teriaknya dengan masih memejamkan matanya.


Tok, tok, tok


Lagi-lagi bunyi itu mengganggu telinganya. Dengan terpaksa ia membuka mata dengan malas. Dia bangun dari ranjang hendak membukakan pintu.


Tapi tunggu mengapa rasanya tubuhku dingin sekali, ia pun menundukkan kepalanya karena merasa ada yang salah dengan tubuhnya.


"Aaa... aaaa...," teriakkan Febby menggelegar memenuhi ruangan itu.


Bagaimana tidak, saat ini tubuhnya tidak memakai sehelai benangpun. Febby pun langsung berlari ke kamar mandi, ia berdiri di depan cermin untuk memastikan apa yang terjadi pada tubuhnya.


Lagi-lagi matanya membulat dan mulutnya menganga, melihat banyaknya jejak kepemilikan di sekujur tubuhnya. Di leher, dada, perut bahkan pahanya tidak ada yang terlewat.


Apa yang terjadi semalam, bukannya aku ada di club' lalu aku minum. Setelah itu aku tidak mengingat apa-apa lagi.


Febby mengacak rambutnya sendiri, meski ia sudah tidak suci, tapi berbuat seperti itu tanpa tau siapa orangnya sungguh sangat menjijikkan. Ia seperti menjadi korban pelecehan. Ia juga merasa sakit di daerah intinya, membuatnya bertanya-tanya berapa kali pria brengseek itu melakukan penyatuan.


"Shiiittt!! bagaimana aku bisa lupa dengan apa yang terjadi." umpatnya tidak terima.


Suara ketukan pintu kembali menyadarkannya, buru-buru Febby mengambil bathrobe untuk membungkus tubuh polosnya. Ia bersumpah, jika yang datang pria itu maka Febby akan menghajarnya habis-habisan.


Febby pun membuka pintu, tapi ternyata di luar adalah beberapa orang dengan seragam hotel dan mereka membawakan sesuatu untuknya.


"Kami di suruh untuk mengantarkan ini untuk anda, Nona."


Sementara Febby masih mematung melihatnya.


Pelayan itupun membawa masuk apa yang mereka bawa atas perintah Mike tentunya. Ya pria itu sudah pergi sebelum Febby bangun karena ada hal yang perlu ia urus.

__ADS_1


Makanan untuk sarapan, pakaian, sepatu dan tas bahkan dalaman mereka bawakan. Febby bisa menebak jika itu adalah perintah pria yang telah memperkosanya.


Ya Febby menganggap semalam adalah tindakan pemerkosaan karena dilakukan saat ia tidak sadar. Menurutnya pria yang melakukan itu adalah pria pengecut.


"Siapa yang menyuruh kalian untuk membawa ini semua?" tanya Febby seraya melipat kedua tangannya.


"Kami hanya menjalankan perintah Nona dan kami tidak tau siapa yang menyuruh kami karena identitas tamu VVIP sangat dijaga. Jadi hanya yang mempunyai jabatanlah yang mungkin tau." Pelayan itu menjelaskan.


Febby yang tidak berhasil mendapatkan informasi dari para pelayan, ia pun semakin merasa penasaran karena ternyata pria itu adalah pemilik kartu VVIP. Mungkinkah pria itu orang yang berkuasa di negara ini.


Perutnya yang lapar karena tidak makan dari kemarin membuatnya mengakhiri segala pemikirannya. Febby pun menyantap makanan yang disiapkan untuknya. Mengenai pria itu dia akan mencari nanti.


Kalau dipikir-pikir pun untuk apa mencarinya, mau minta pertanggungjawaban juga tidak mungkin karena pria itu pasti sudah tau jika Febby sudah tidak tersegel. Namun, entah kenapa dia merasa penasaran ingin tau siapa pria itu. Mau apa nanti jika sudah bertemu ia pikirkan nanti.


Biasanya Febby memang sering berakhir di kamar hotel jika datang ke club' tapi biasanya ia sudah tau siapa pria yang tidur dengannya. Karena sebelumnya ia sudah mengincarnya, tapi perlu dicatat jika Febby tidak pernah meminta bayaran karena ia tidak ingin dianggap wanita malam.


Dia melakukannya atas dasar saling memuaskan bersama pria yang ia temui. Semacam one night stand, setelah itu ia tidak akan bertemu lagi atau ada juga yang menjalin hubungan setelannya. Tapi tidak bertahan lama karena Febby, biasanya akan meminta banyak hal pada pria itu.


Misalnya pria yang bermalam dengan Febby, lalu biasanya akan berkencan dengannya beberapa hari dan memanjakannya dengan barang-barang mewah.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Febby bergerak mencari ponselnya.


Febby mencarinya disetiap sudat ruangan.


"Itu dia, aku kira pria itu sudah mencuri tasku." Febby menemukan tasnya ada di atas nakas. Ia mencari ponselnya, berharap ada kabar dari Revan yang sudah menghilang dua hari ini.


Namun, bola mata Febby menangkap sesuatu yang tersembunyi dibawah tas nya. Penasaran akhirnya dia mengangkat tasnya dan melihat ada apa dibawahnya.


Sebuah kertas kecil dan sebuah black card, mata Febby pun membulat. Siapa gerangan yang meninggalkan kartu spesial itu di kamar yang ia tempati. Lalu ia pun melihat kertas yang ada di sana bersama kartu itu.


Maaf karena aku pergi lebih dulu, simpanlah kartu itu untukmu. Kita akan bertemu lagi.


Febby merobek kertas itu setelah membaca pesan yang tertulis disana.


"Setelah memakai ku pergi begitu saja tanpa permisi. Lalu apa ini, dia kira aku bisa disogok pakai kartu ini."


Febby mencak-mencak tidak terima. Ia pun berjalan ke arah tong sampah di pojok kamar dan berniat membuang kartu itu. Tangannya sudah ada di atas dan tinggal melepaskannya maka kartu itu masuk ke tong sampah.


"Tapi kalau aku buang kartu ini, aku rugi banyak dong. Pasti orang itu senang karena aku tidak memakai uangnya. Sepertinya aku punya ide, agar aku bisa tau siapa orang itu." Seringai licik tercetak di wajahnya.

__ADS_1


Ia bergegas keluar dari hotel itu dan akan pergi ke pusat perbelanjaan. Ia berniat menguras habis harta orang itu dengan berbelanja sepuasnya menggunakan black card itu.


Febby yakin pria itu akan muncul untuk meminta kembali kartunya.


Apa saja dibeli Febby, dari mulai pakaian branded, sepatu, tas bahkan ia membeli perhiasan juga. Belum cukup puas dengan semua itu, ia pun pergi membeli mobil baru dengan harga yang fantastis.


Setelah puas Febby pun pulang, ternyata di depan rumahnya sudah ada truk besar yang membawakan barang belanjaannya.


"Sayang, apa benar kamu membeli ini semua. Kata supir truk itu, semua belanjaan itu milikmu."


Mamah Wina jelas bingung karena tiba-tiba ada orang yang mengantarkan barang belanjaan dengan jumlah yang tidak sedikit. Satu truk besar semuanya berisi belanjaan.


"Benar Mah, biarkan mereka menurunkannya. Oh ya, satu lagi mungkin sebentar lagi akan ada orang yang mengantarkan mobil baru kemari."


"Nanti Mamah terima saja."


Setelah berkata seperti itu, Febby berlalu begitu saja meninggalkan sang mamah yang memaku.


Dari mana putrinya dapatkan uang sebanyak itu karena setaunya uang jajan Febby tidak begitu banyak. Perusahaan suaminya yang sedang diambang kebangkrutan membuat mereka tidak bisa bersenang-senang. Lalu tiba-tiba sang putri pulang dengan belanjaan sebegitu banyaknya.


"Jadi bagaimana Bu, boleh kami turunkan barang-barangnya?" tanya supir pengantar barang yang sejak tadi belum juga menurunkan barang bawaannya.


Mamah Wina pun tersadar dari lamunannya.


"Ya ya. Kalian taruh saja di dalam."


Setelah berkata seperti itu mamah Wina pergi menyusul putrinya yang sudah masuk kedalam kamarnya. Ia penasaran dari manakah Febby mendapatkan uang dalam waktu semalam.


to be continue...


Mamah Wina kira ngep*t kali ya bisa dapat duit banyak semalam... (Emoticon ketawa ngakak)


°°°


...Yuk tinggalkan jejak. Jangan lupa favoritkan juga. Komenin author apa saja yang kalian mau....


...Salam goyang jempol dari author halu yang hobinya rebahan....


...Like, komen, bintang lima jangan lupa yaa.....

__ADS_1


...Sehat selalu pembacaku tersayang...


__ADS_2