Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
233. Pesta


__ADS_3

°°°


Hari ini hari perayaan ulang tahun si kecil Arin. Tuan putri keluarga Herwaman. Agak terlambat memang pestanya karena menunggu sang kakek buyut benar-benar pulih setelah kemarin sempat dirawat di rumah sakit.


Sebenarnya Arin tak pernah meminta ulang tahunnya dirayakan besar-besaran seperti itu. Cukup seperti biasanya saja, berkumpul bersama keluarga juga cukup baginya. Tapi sang kakek buyut sudah terlanjur janji dan tidak ingin mengingkari janjinya pada sang cicit kesayangan.


"Apa kau suka dengan hiasannya nak," tanya kakek Tio yang duduk di kursi roda sambil menemani cicitnya bermain.


"Suka Kek, banyak princess princess di ulang tahun Arin. Nanti Arin juga pakai baju princess yang cantik," celoteh gadis kecil yang sedang mendadani boneka Barbie nya, agar bisa terlihat cantik juga.


"Lihat ini kakek uyut, boneka Arin juga sudah jadi princess. Cantik cantik sekali kan seperti Arin."


Arin menunjukkan bonekanya pada kakek Tio.


"Iya sayang, mereka cantik. Pintar sekali cicit kakek mendandani mereka," puji kakek.


"Iya donk, Arin...," Gadis kecil itu kakek buyutnya gemas.


Tumbuhlah menjadi gadis yang cantik dan baik hati seperti ibumu nak, penyabar serta kuat menghadapi apapun yang terjadi pada hidupmu. Dan semoga saat kau dewasa nanti akan ada lelaki yang baik, menyayangi mu dan menjagamu.


,,,


Sementara sejak pagi para pekerja di kediaman Hermawan sudah disibukkan dengan berbagai persiapan. Pesta yang awalnya akan diadakan di hotel mendadak pindah ke rumah dengan alasan kesehatan sang kakek Tio. Dia yang bersikeras ingin merayakan ulang tahun cicitnya.


Keluarga Rara dan teman-teman juga sudah berkumpul semuanya. Mereka siap membantu apapun, tak terkecuali Lia yang saat ini tengah berbadan dua. Setelah lama menanti akhirnya Allah memberikan kepercayaan pada mereka.


"Sudah Li, kamu duduk manis saja sambil ngemil. Aku ngilu lihatnya kalau kamu terus bergerak kesana kemari begitu," ujar Febby pada Lia yang seperti tidak mengenal lelah padahal perutnya sudah sebesar itu.


"Tidak apa-apa, aku bosan kalau duduk terus. Lebih baik banyak gerak begini," sahut Lia. Usia kehamilannya memang sudah memasuki bulan kelahiran tapi dia masih sangat aktif.


Sementara orang lain yang melihat justru takut sendiri.


"Sudah tidak apa-apa, nanti pas lahiran jadi gampang kalau kata orang dulu. Banyak gerak jadi gampang pas pembukaan," ujar umi.


"Tuh kan, kata umi juga tidak apa-apa." Lia pun memeluk umi membuat Febby pun iri dan ikut memeluk ibu dari Rara dan Luna itu.


Umi memang sudah seperti orang tua mereka semua. Apalagi sikap umi yang juga begitu baik pada mereka membuat hubungan mereka semakin dekat.


"Kita seperti punya saudara lagi sekarang," cicit Luna, melihat pemandangan di depannya. Tapi untungnya dia masih bisa menguasai umi saat di rumah.

__ADS_1


"Biarkan saja mbak, biarkan mereka puas." Rara memang yang terbaik, bahkan rela berbagi kasih sayang ibunya.


,,,


Sementara para pria tentu saja ada di tempatnya sendiri. Memilih menepi dari keramaian. Mereka memilih taman belakang rumah yang cukup tenang karena acaranya hanya diadakan di dalam rumah.


Revan, Mike, Sakka dan Abi mereka mengobrol tentang bisnis mereka. Ada juga yang terlihat kerjasama ada pula yang berhasil sendiri. Mereka laki-laki hebat kebanggaan keluarga.


"Jadi bagaimana perkembangan produk makanan kemasan dari tahu. Sepertinya sekarang sedang digandrungi masyarakat, bahkan ada di mana-mana." Sakka menyesap tehnya dengan menyilangkan kakinya.


"Alhamdulillah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, karena sasaran kita bukan hanya kaum menengah ke atas tapi agar Semuanya bisa menikmati dengan harga yang terjangkau. Sudah mulai didistribusikan ke negara tetangga juga, semua berkat kakak ipar," ujar Revan, dia bangga bisa ikut mengembangkan usaha dari Keluarga istrinya.


"Abi juga hebat karena bisa membuat kualitas dan rasa tahu tetap terjaga walaupun jumlah pesanan sudah sangat banyak," puji Revan pada ayah mertua nya.


"Itu harus nak, bukan berarti karena sudah laku kita jadi tidak memperhatikan kualitas. Justru kita harus tetap menjaganya agar konsumen tidak kecewa." Abi yang rambutnya sudah mulai memutih tampak masih sehat dan bugar. Meski kini dia juga semakin sibuk mengurus pabrik. Dia tidak mungkin tega membiarkan Luna mengurus semuanya sendirian.


"Mike, kenapa putramu tidak bermain bersama yang lain?" tanya Sakka yang sejak tadi memperhatikan Nathan yang duduk diam di samping ayahnya.


"Kalian kan tau dia tidak begitu suka keramaian," ujar Mike, padahal dia sudah meminta putranya untuk bermain bersama Arin tapi dia tidak mau.


"Ya ampun, anak tampan yang satu ini sepertinya bakal jadi pria dingin yang banyak di gilai para gadis saat dewasa nanti. Dari kecil saja auranya sudah sangat mendominasi." Sakka kagum pada bocah itu.


"Bukan begitu, dia hanya malu mungkin," ujar Mike yang tidak enak pada Revan dan yang lainnya.


"Santai saja bro... aku bercanda."


Gelak tawa pun terdengar dari semua orang. Kecuali Nathan yang masih memasang wajah dinginnya. Ingin menjauh dari keramaian dan si kecil Arin tapi malah jadi bahan candaan para laki-laki di sana. Sungguh malang nasib anak itu.


"Kalau anakku perempuan pasti suka juga pada putra mu. hahaha..." Sakka ikut menyahut.


"Kenapa tidak kalian jodohkan saja Nathan dan Arin, mereka tampak sangat serasi." Ucapan Sakka membuat semua orang terdiam beberapa saat.


"Biarlah mereka menentukan pasangan mereka nanti, kita sebagai orang tua akan mendukung pilihan mereka dalam pengawasan kita tentunya. Perjodohan memang bukan hal yang buruk apalagi bila berakhir bahagia seperti ku dan Rara. Tapi banyak juga yang akhirnya tak lagi bersama."


Belajar dari pengalaman, Revan tidak ingin putrinya bernasib sama seperti kisah nya. Meski akhirnya bahagia tapi belum tentu Arin sekuat Rara. Biarlah Allah yang menentukan laki-laki yang terbaik untuknya bila sudah waktunya.


,,,


Acara tiup lilin dan potong kue telah usai. Kini para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang ada di pesta itu.

__ADS_1


Banyak tamu penting yang datang, para rekan bisnis Revan bahkan pejabat juga ada. Banyak pula yang menawarkan Perjodohan sejak dini dengan sang putri cantik hari ini. Tapi Revan tetap pada pendiriannya untuk tidak melakukan hal yang sama. Untunglah Arin hidup di jaman sekarang.


Kecantikan Arin benar-benar banyak menuai pujian hari ini, gadis kecil itu bak princess di negeri dongeng. Membuat semua orang terpana.


Namun, ada satu orang yang sama sekali tidak suka berada di sana. Siapa lagi kalau bukan Nathan yang sejak tadi sudah merengek ingin pulang.


"Ini kue untuk Kak Nathan...," ujar Arin yang akhirnya punya kesempatan untuk menyapa Nathan.


"Aku tidak suka makanan manis," tolak Nathan.


"Sayang, kau tidak boleh seperti itu. Arin sudah memberimu kue, kau harus menerimanya." Febby pun menasehati putranya.


Dengan terpaksa pria kecil itu menerima nya.


"Terimakasih kak Nathan sudah datang ke pesta Arin. Oh iya apa kak Nathan tau kenapa kakak aku kasih kue terakhir bukannya yang pertama, yang ke dua atau yang lainnya?" Gadis kecil itu antusias.


Aku tidak ingin tau dan tidak mau tau.


"Itu karena kak Nathan selalu ada di hati Arin, selamanya tidak ada urutan nomornya."


Astaga, apa hubungannya kue terakhir dengan hati dan nomor. Nathan geleng-geleng kepala mendengarnya.


Berbeda dengan orang-orang yang justru tertawa gemas mendengar celotehan gadis itu meski tak jelas didengar dan di anggap candaan tapi siapa sangka kalau apa yang Arin ucapkan sungguh dari lubuk hatinya. Meski tak tau bagaimana caranya.


...Sekian dan terimakasih. ...


...The end....


°°°


😭😭😭


Akhirnya selesai juga. Terimakasih yang masih mau mengikuti cerita ini. Tanpa kalian othor sama sekali tidak punya kepercayaan diri untuk terus melanjutkan cerita ini. Terimakasih semua. Terimakasih selangit cakrawala untuk kalian semua.


big love untuk kalian semua.


Sebenarnya ga rela end, tapi takut ceritanya kemana-mana jadinya.


Mumpung bulan puasa, othor minta maaf kalau ada salah kata. Tolong jangan pernah dicontoh kalau ada adegan yang kurang pantas karena ini hanya karangan othor.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2