Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
153. Tidak Fokus


__ADS_3

°°°


Segera Mike menghubungi nomor bi Ida, untuk mengetahui apa yang terjadi. Siapa yang sudah berani beraninya membuat wanitanya menangis.


Tidak lama, bi Ida mengangkat panggilannya.


"Hallo bi, apa yang terjadi kenapa kalian menangis?" tanya Mike dia lupa jika tidak ada yang tau jika ada cctv di rumahnya.


📞"Kok Tuan tau saya dan nona menangis?"


Kan tentu saja Bi Ida bingung.


"Tidak penting bi, cepat katakan apa yang membuat Febby dan bibi menangis. Apa ada yang berani melukai hati wanitaku lagi."


Terdengar suara tawa di telinga Mike.


"Kok malah tertawa bi, cepat katakan apa yang terjadi bi." Mike sungguh tidak sabaran.


📞"Ohh itu tuan, tadi nona mengajak saya untuk menemaninya menonton tv. Tadi itu kami sedang menonton apa itu namanya... dragon... eh bukan, namanya Drakor. Iya itu namanya, orangnya ganteng-ganteng Tuan..."


Mike tampak berpikir apa itu Drakor?


"Ya sudah, tolong sampaikan padanya kalau tadi aku menelepon tapi dimatikan."


📞"Oh, benarkah Tuan. Mungkin karena nona tidak tau kalau itu nomor tuan Mike. Nanti saya sampaikan."


Ahh iya Mike hampir lupa kalau dia belum memberikan nomor teleponnya pada Febby. Tapi kenapa Febby tidak mau mengangkat telepon dari nomor asing, itu berarti dia sudah banyak berubah.


Sambil menunggu, Mike mencari di internet apa itu Drakor dan muncullah kepanjangan dari Drakor yaitu drama Korea. Ternyata itu singkatan dari dua kata.


Mike melihat kebawah lagi, menampilkan poster poster drama dan film yang berasal dari negara Korea itu. Pantas saja tadi bi Ida mengatakan jika orang nya tampan tampan.


Aku bahkan lebih tampan dari pria-pria itu, tubuhku juga lebih berotot, gumamnya melihat foto para cogan dari Korea.


Mike pun berdiri dan berjalan ke depan cermin, memandangi wajah dan tubuhnya. Ia rasa wajahnya tidak kalah seperti para pria Korea itu. Roti sobek pun dia punya, bahkan tubuhnya sangat sangat berotot.


Mike tersenyum puas melihat penampakan dirinya di dalam cermin. Jika di bandingkan dengan para pria di Drakor dirinya jelas tidak jauh beda.


Ketampanan ku tidak jauh beda dari mereka, otot perutku juga sempurna. Mike narsis sendiri.


Mungkin itulah yang namanya cemburu, Mike tidak suka saat Febby melihat para pria itu di tv. Padahal jaraknya saja jauh, jadi tidak mungkinlah wanita itu bertemu dengan aktor di dalam drama itu.


Mungkin virus posesif sudah mulai merasuki Mike saat ini. Sampai ia lupa kalau cowok cowok tampan itu adanya di Korea sana.

__ADS_1


Dering ponsel pun menyadarkan Mike yang masih bercermin. Ternyata Febby yang menelepon nya, eh tunggu bukan telepon tapi video call. Mike mendadak gugup, dia belum siap jika melakukan panggilan video. Ya kan tadi dia hanya menyiapkan diri untuk panggilan suara, kalau harus melihat wajah wanita itu langsung rasanya dia sangat canggung.


Setelah memastikan penampilannya rapi dan tampan tentunya, Mike pun menggeser tombol hijau.


Terlihat wajah cantik Febby disana, tersenyum malu-malu dengan pipi yang memerah. Seketika Mike pun meleleh melihatnya. Memandangi wajah itu.


📞"Maaf tadi aku tidak tau jika itu nomor kamu."


Mike malah mematung tidak menyahut, dia terlalu senang bisa melihat wajah itu dari dekat. Karena dari cctv wajah itu tidak terlihat terlalu jelas.


📞"Hallo Mike, kau mendengar ku." Febby melambaikan tangannya di depan ponselnya membuat Mike tersadar.


Ehmmm...


"Iya tidak apa-apa." Mike kembali ke mode coolnya.


📞"Oh iya tadi kau menelpon ku, apa ada yang ingin kau tanyakan?"


Wajah malu-malu Febby sungguh membuat Mike tidak tahan, apalagi saat ini posisi Febby yang telungkup di atas ranjang membuat sesuatu terlihat jelas, menyembul dan menggantung.


"Apa kau sudah makan?" tanya Mike karena tidak tau mau membahas apa.


📞"Sudah, apa kau juga sudah makan?"


"Apa sudah minum vitamin dan susu?" Eh kenapa membahas susu, benda yang menggantung itu memang membuat gagal fokus karena posisi Febby yang telungkup membuat belahan dada nya terlihat jelas oleh Mike.


Terlihat pipi Febby memerah.


"Maksud ku apa kau sudah memakan vitamin dan meminum susu hamilnya?" Mike gugup sendiri.


📞"Sudah juga," jawab Febby malu-malu.


Bagaimana ini, kalau dia seperti itu terus aku jadi ingin minum susu... Pikiran Mike mulai kemana-mana.


📞"Apa ada yang ingin kau katakan lagi?"


"Emm itu, kamu jangan seperti itu, aku jadi bisa melihatnya." Mike nakal nih.


📞"Kenapa, aku harus seperti apa?"


"Kamu bisa duduk atau mencari posisi yang lain agar aku tidak melihat dadamu." Mike menghela nafasnya, entahlah kenapa kalau berhubungan dengan Febby otaknya jadi mesyuuummm begitu.


Febby pun membenarkan posisinya, duduk dan bersandar di kepala ranjang. Mungkin jika dulu ia biasa melakukan video call s*eex sekarang tidak lagi karena Mike begitu memperlakukannya dengan baik. Ya dulu memang dia segila itu.

__ADS_1


Malam itu terasa begitu indah bagi sepasang manusia yang dilanda asmara itu. Hingga larut malam Mike dan Febby belum juga mengakhiri panggilan telepon mereka.


Mike sudah lebih mencair dan terbawa suasana, Keduanya sudah tidak secanggung saat baru pertama, malah kini sangat nyaman dan tidak ingin mematikan teleponnya.


"Sudah terlalu malam, sebaiknya kau tidur. Tidak baik bagi wanita hamil jika tidur terlalu malam," tutur Mike, sungguh ia sebenarnya masih ingin mengobrol tapi ia ingat jika Febby saat ini sedang hamil dan tidak baik untuk kesehatannya.


📞"Apa besok aku boleh menelepon lagi?"


Walaupun kaget mendengarnya tapi kemudian Mike mengangguk, tentu saja dia akan sangat senang.


"Tentu," ujarnya.


📞"Apa kau masih akan lama disana?"


"Belum tau mungkin bisa lama bisa saja sebentar lagi," ujar Mike seraya memperhatikan wajah Febby yang berubah sendu. Sepertinya jawaban yang Mike katakan tidak sesuai dengan ekspektasi nya.


"Kenapa, apa kau rindu?" tanya Mike dan membuat Febby malu.


📞"Sepertinya anak yang ada di perutku yang rindu ingin di jenguk. Ehhh... maksudnya rindu ingin melihat papahnya."


Sepertinya Febby sudah salah bicara, atau mungkin memang itu maksudnya.


Mike tersenyum mendengar ucapan wanita itu, walaupun mungkin sedikit frontal tapi dia paham bukan seperti itu maksudnya.


"Aku juga merindukan kalian," ujar Mike terdengar sangat tulus dari nada bicaranya.


Terlihat di layar, Febby memalingkan wajahnya yang memerah. Mike kan jadi makin gemas kalau kayak gitu.


📞"Aku tidur dulu ya... selamat malam..."


Telepon terputus dan Mike justru tersenyum. Ternyata sesederhana itu memberikan perhatian pada seseorang. Cukup memberinya kabar dan menanyakan keadaannya. Kini sedikit banyaknya Mike tau mengenai hubungan percintaan.


Malam semakin larut, Mike memejamkan matanya dalam kesunyian malam yang dingin. Berbeda dengan hatinya yang hangat.


Kehadiran Febby memberikan warna dalam hidupnya.


to be continue...


°°°


Kan Mike jadi traveling jadinya, semoga nggak mandi tengah malam lagi ya 😂😂


Like komen dan bintang lima 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2